Re-system

Re-system
Malam yang Hangat



Ting! Ting! Dentang!


Suara benturan logam terdengar sangat keras di area sekita hutan, Kai dan Tang Ye masing-masing memulai menyerang dengan kemampuan terhebat mereka.


"Kekuatan Bintang! Badai kekacauan.."


Tang Ye memutar mata tombaknya hingga memunculkan sebuah pusaran angin bercampur dengan petir.


Dia segera mengayunkan tombaknya lurus hingga berputar-putar menuju Zhukai.


Kai juga tidak berdiam diri, dia mengaktifkan kedua Title nya kemudian mulai membalas serangan Tang Ye dengan Badai Neraka.


Booommm!!


Kai terdorong mundur beberapa meter kebelakang, dengan sedikit rasa nyeri di kedua tangannya.


Sementara itu, Tang Ye yang berdiri tegak memandang Zhukai penuh dengan keterkejutan.


"Bagaiamana bisa!!.." Dia begitu terkejut hingga beberapa detik setelah itu dia tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha, seperti yang di harapkan dari saudaraku.." Tang Ye menggenggam ujung tombaknya dan memulai kembali memutar-mutar tombaknya


Dia melesat dengan sangat cepat hingga hanya menyisakan sebuah bayangan hitam di tempatnya berada.


Kai membuka Mata Ilahi untuk memprediksi serangan Tang Ye kedepannya.


"Kanan!!..."


Kai buru-buru mengangkat pedangnya untuk menahan serangan Tang Ye.


Tang Ye menaikkan sudut alisnya terkejut setelah itu dia menarik kembali tombaknya dan menjauh beberapa meter.


Dia memejamkan kedua matanya dan mengucapkan kata-kata dari mulutnya.


"Kekuatan Bintang! Cahaya Menghunus..."


Dari kejauhan, Kai dapat melihat sebuah tebasan melengkung yang memancarkan cahaya yang begitu terang hingga membuat Kai sedikit kesulitan untuk melihat.


Kai segera berdiri dan mulai mengaktifkan Fisik Petir Abadinya. Tubuhnya mengeluarkan kilatan-kilatan petir yang membuat pergerakan Kai menjadi semakin cepat.


Whuss!!


Hanya dalam waktu sepersekian detik, Zhukai sudah berdiri tepat di belakang Tang Ye.


Swosshh..


Tarian Pedang Api!!.


Api Dewa yang berwarna putih muncul yang kemudian mulai menyelimuti pedang Phoenix Surga.


Tang Ya yang awalnya cukup terkejut membalik tubuhnya 180 derajat, dia memutar tombaknya untuk menahan serangan Zhukai.


"Usaha yang cukup bagus saudaraku.." Tang Ye terkekeh kemudian mulai mengeluarkan Tekanannya yang seorang Dewa Abadi Tahap Saint.


Tetapi anehnya, di detik berikutnya Kultivasi Tang Ye tiba-tiba meningkat menjadi Dewa Abadi Tahap Legenda.


Dengan perubahannya yang secara tiba-tiba, Kai yang tidak dapat menahan tekanan berlebih itu secara langsung terpental begitu jauh hingga menabrak sebuah pohon besar.


Tang Ye memusatkan otot-otot nya di kedua kakinya dan mulai melesat menuju ke tempat Zhukai berada.


"Kekuatan Bintang! Tombak Penghaki–..."


Belum sempat Tang Ye menyelesaikan kalimatnya, dia merasakan rasa sakit di pinggang belakangnya.


Melihat Tang Ye yang mulai kehilangan keseimbangannya, Kai tidak melihat kesempatan itu menghilang begitu saja.


Dia memasukkan pedangnya kembali kedalam Inventory dan melesat dengan Tubuh Petir Abadinya, tepat ketika jarak antara dirinya dan Tang Ye terpaut beberapa meter. Kai mengubah Fisiknya menjadi Tubuh Suci.


Dia memusatkan Qi miliknya ke ujung kepala tangannya hingga mengeluarkan sebuah cahaya terang.


Booomm!!..


Tepat ketika pukulan Zhukai mengenai tubuh Tang Ye, dia terpental sangat keras ketanah hingga menciptakan sebuah lubang yang cukup dalam.


"Saudara Ye, ini kemenangan ku.." Kai tersentak dan mulai mendarat kebawah.


Dia telah kembali ke penampilan normalnya dan mengulurkan tangannya untuk membantu Tang Ye berdiri.


"Haha, tidak aku sangka aku akan kalah begitu memalukan.." Tang Ye tertawa canggung kemudian menggapai tangan Kai.


Alasan dibalik rasa sakit yang begitu tiba-tiba di pinggang belakangnya adalah karena dia terlalu sering melakukan hubungan intim di Rumah Bordil.


Bahkan ketika Kai kembali dari Dunia Kecil yang Yu Chi Lan buat, Yang Ye masih terlihat menghabiskan waktunya di rumah bordil.


"Tidak, keberuntungan juga termasuk kemampuan. Ini adalah murni kekalahan ku.. Seperti yang aku janjian waktu itu."


Tang Ye mengangkat jarinya dan memejamkan kedua matanya, detik berikutnya. Sebuah buku yang terlihat cukup kuno muncul secara tiba-tiba.


"Ini ambillah... Itu adalah buku milik kakek yang aku ambil di ruangannya dulu."


Kai menerima buku yang Tang Ye berikan dan mengucapkan terima kasih.


"Tidak perlu sopan.. Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa."


Tang Ye melambaikan tangannya kemudian menghilang seketika.


Sementara itu, setelah melihat sosok Tang Ye menghilang. Kai segera berjalan kembali memasuki kota.


Dia menggunakan kontrak darah untuk mencari keberadaan Biao Jian. Beruntungnya, mereka berdua berada tidak cukup jauh dari tempatnya berada saat ini.


Kai dengan cepat menghampiri mereka berdua dan menyapanya.


"Apakah makanannya enak?"


"Huaaa..."


Sontak mereka berdua kaget dengan kemunculan Zhukai yang tiba-tiba.


"Kakak, kamu mengejutkan ku tahu.." Seru Biao Jian kaget dengan sendok kayu di tangannya terjatuh.


"Haha, maaf-maaf.." Kai tertawa kemudian duduk tepat di samping Yu Chi Lan.


Dia memesan makanan serta satu kendi arak. Mengabaikan kedua gadis di sampingnya, Kai mengambil buku kuno yang Tang Ye berikan padanya.


Dia meletakkan buku kuno itu di atas meja dan membuka sampul bukunya.


"Buku ini.." Yu Chi Lan bergumam pelan tepat ketika Kai mengeluarkan buku kuno itu.


"Ada apa? Apakah kamu sesuatu tentang buku ini?"


Yu Chi Lan menggeleng-gelengkan kepalanya sembari berkata. "Tidak, hanya saja.. Aku merasa sedikit familiar tentang buku itu."


Kai menghela nafas, dia bisa menebak kenapa Yu Chi Lan merasa familiar tentang buku itu. Jika Kai melihatnya lebih teliti, dia bisa merasakan adanya sebuah aura misterius yang terus-menerus keluar dari buku itu.


Kai menduga bahwa itu adalah sisa-sisa aura dari Kaisar Bintang terdahulu.


Kai terus membalik lembar demi lembar, dan memahami isi buku kuno itu.


Hanya ketika dia telah selesai memahami semua yang ada di dalam buku kuno itu, Kai tidak dapat menahan diri untuk merasa kagum.


Di dalam buku tersebut di jelaskan secara merinci cara untuk menggunakan energi Bintang dan juga memaksimalkan potensi seseorang dengan energi itu.


Selain itu juga, terdapat solusi untuk menggunakan energi Bintang untuk berkultivasi.


Tetapi Kai merasa bahwa buku itu sedikit kurang lengkap, ada beberapa bagian yang belum tertulis secara jelas bagaimana mengalokasikan Energi Bintang agar dapat menyatu bersama dengan Dantian.


Di halaman terakhir ada sebuah tulisan kuno, karena Kai adalah seoang Master Array. Tentunya dia dapat mengerti kata kuno yang tertulis di buku itu.


"Dewa Bintang tidak meninggal karena terbunuh di peperangan tetapi dibunuh.."


Kai sedikit tidak paham tentang Kalimat itu, dia belum secara langsung membaca kisah tentang 12 Dewa Perang Kuno.


Karena dia memiliki Title Dewa Bintang, jelas saja bahwa itu akan berpengaruh padanya dimasa depan.


Waktu berlalu dengan sangat cepat. Ketika malam hari tiba, Kai memesan sebuah kamar di penginapan yang cukup terkenal di dalam Kota Awan.


Karena hanya tersisa satu kamar saja, Kai, Biao Jian, dan Yu Chi Lan memutuskan untuk tidur bersama dalam satu kasur.


Meski Yu Chi Lan terlihat sedikit enggan, tetapi karena dia tidak memiliki pilihan lain dia hanya bisa mengangguk setuju.


Kasur itu terlihat cukup besar, cukup bagi mereka bertiga untuk tidur disana.


Hanya selang beberapa menit setelah mereka bertiga tertidur diatas kasur, Biao Jian segera tertidur lelap dalam pelukan Zhukai.


Sementara itu, Yu Chi Lan terlihat sedikit kesulitan untuk tidur.


"Santai saja, aku tidak akan memakanmu..." Ucap Kai setelah itu mulai memejamkan kedua Matanya dan tertidur.


"Siapa juga yang–.." Yu Chi Lan berhenti berkata ketika melihat Kai sudah tertidur lelap.


Melihat kedua orang itu sudah tertidur, tanpa sadar Yi Chi Lan juga ikut tertidur. Dia menggunakan lengan Zhukai sebagai bantal dan tertidur dengan nyenyak.


***


Bersambung..