Re-system

Re-system
CHAPTER 59



Dunia Jiwa~


Setelah tiba di Dunia Jiwa Kai tidak bergegas Ke rumah Anak-anak tinggal melainkan Ke tempat Favoritnya Yaitu Di sebelah Timur Rumah Anak-anak tepatnya di Bawah sebuah Pohon Mangga.


Kai berjalan selama 3 Menit hingga sampailah dia Di depan Pohon Mangga yang telah berbuah.


Saat Ia hendak mendekat Ke arah Pohon mangga Ia mendengar Suara Nyanyian yang sangat merdu di telinganya.


"Lagu Ini... Bukankah Ini lagu Favorit ku ketika berada di Bumi.. Siapa Kira-kira yang sedang menyanyikan lagu ini.."


Kai berjalan Pelan tanpa Menimbulkan Suara Apapun mendekat Ke arah Pohon mangga yang telah berbuah.


Saat Kai tepat berada di depan Pohon Itu tiba-tiba Suara Nyanyian itu berhenti, "Siapa Disana?"


Kai mengenali Suara Ini karena Hampir setiap Hari ia mendengarnya, "Yi'er? Kau kah yang bernyanyi Tadi?" Tanya Kai penasaran.


"Oh Ternyata Gege... Iya Gege aku mendapat Lagu itu dari Ingatan Gege di Bumi dulu."


"Eh!! Bagaimana Bisa Kau melakukan itu?" Tanya Kai semakin penasaran.


Yi menjadi Bingung atas Apa yang Kai tanyakan, Ia menghela nafas Pelan dan menjawab.


"Apa Gege tidak ingat? Ketika Kai Gege dulu menyatukan Ingatan dengan Pemilik sebelumnya.. saat itu juga Ingatan Gege dan Ingatan Yi saling terhubung tapi Dikarenakan Yi hanyalah sebuah System Kai Gege tidak bisa mendapatkan apapun dari Ingatan Yi." Jelasnya.


Kai menganguk Paham dan kemudian merebahkan tubuhnya di tanah dan memandangi Langit Berbintang Di atas Langit.


Walaupun Dunia Jiwa hanyalah Dunia Buatan tapi Matahari, Bulan, Bintang Yang Kai lihat saat Ini bukanlah Tiruan Melainkan Asli.


Dan itu Hanya terdapat Di Dunia Jiwa Milik Kai, Untuk Penjelasan nya sangat Mudah.. Itu semua Karena Terdapat Hukum Dao Matahari, Bulan, Bintang dan Juga Hukum Ruang dan Waktu.


Kai Hanya Menguasai Hukum Dao Naga tapi Dengan Bantuan System nya Ia dapat melakukan hal yang mustahil dilakukan Oleh Orang Biasa Bahakan jenius sekalipun tidak dapat melakukannya.


"Yi'er Kenapa Kau sendirian disini?"


"Ah.. Anu, Sebenarnya Yi hanya Bosan saja karena tidak ada kegiatan yang dapat Yi lakukan selain mengajar Anak-anak berkultivasi." Jawab Yi malu-malu.


Kai Paham apa yang sedang Yi rasakan, Kai telah memahami sepenuhnya sifat Bibi Yao Ia tidak ingin seseorang Repot, Jadi Ia selalu melakukan Pekerjaan Rumah sendiri.


Kai mengelus-elus Kepala Yi dan menggenggam erat tangannya, "Ayo Kita kembali ke Rumah.. Anak-anak juga Yao'er pasti sedang menunggumu Disana."


Kai Kemudian berdiri di ikuti dengan Yi, Mereka berdua bergandengan tangan sepanjang jalan, Kadang Kala di perjalanan Kai berpura-pura terjatuh agar dapat melihat ****** ***** yang Yi pakai.


Mereka Berjalan selama 10 Menit hingga sampai di depan Rumah Mewah yang menyala-nyala di malam Hari.


"Tok... Tok... Tok... "


"Klak.." Suara Pintu terbuka.


"Kakak Yi, Paman Yan cepat masuk Bibi Yao hati ini membuat Masakan yang sangat Enak." Ucap Anak kecil itu yang Tak lain Adalah Lin Hao.


"Benarkah? Ayo cepat!! Paman sudah tak sabar mencobanya..." Setelah Kai masuk Yi masih berdiri di depan Pintu sambil merenung.


"Ternyata Kai Gege menyukai Perempuan yang pintar memasak!! Aku harus belajar memasak mulai sekarang." Ucap Yi dalam Hati dengan penuh tekad.


Setelah selesai merenung, Yi mulai masuk kedalam Rumah mengikuti Kai dari belakang.


Di dalam Meja Makan terlihat Anak-anak sedang makan dengan lahap dan juga Ia melihat Jiuyang Lin Dan Luo Lan sedang bermain dengan Anak-anak Yang baru berusia 4 tahun.


Melihat Tawa bahagia di wajah Jiuyang Lin membuat Hati Kai merasa Nyaman, Kai bejalan mendekat Kearah Jiuyang Lin Dan menyapanya.


"Yoo... Bagaimana Kabar Kalian berdua."


Jiuyang Lin menghela Nafas pendek dan lanjut berkata, "Aku Sungguh tak percaya Kau bisa membuat Dunia Jiwa seperti ini padahal Ranah Kultivasimu hanya di Dao Realm.... Di Klan Jiuyang dulu Hanya Kakek, Ayah, dan para tetua yang memiliki Dunia Jiwa sedangkan para anggota Lain tidak ada yang memilikinya, Itupun hanya memiliki Luas sekitar 20 Yard.."


Kai juga cukup terkejut atas apa yang telah Lin Katakan Padanya, Di toko System masih banyak Dunia Jiwa yang lebih besar dari pada yang ia miliki saat ini. Bisa dibilang Dunia Jiwa yang Kai miliki saat ini adalah tingkat terendah.


"Ngomong Apa Kau ini... Kau itu adalah Kekasih ku jadi aku harus bertanggung jawab padamu, Aku juga akan membantumu membalas dendam atas apa yang telah mereka Buat pada Klan mu..." Kai memegang Kedua Pundak Jiuyang Lin Dan berusaha mencium dahinya.


"Hei Cepat Berhenti!!! Apa Kau bodoh disini banyak anak kecil yang sedang melihat Kita." Bisik nya Pelan.


Jiuyang Lin sangat senang ketika mendengar Kai menyebut dirinya sebagai Seorang Kekasih dan juga membantunya membalas dendam.


"Kapan aku menjadi kekasih mu Bodoh!!." Ucap Jiuyang Lin kesal padahal di dalam hatinya ia sangat bahagia.


"Eh Jadi Kau tidak mau yah!! Kalau begitu ya sudah." Kai berpura-pura Marah membuat Jiuyang Lin merasa bersalah.


"**.. Tunggu... Bu.. Bukan berarti Aku menolak Menjadi kekasihmu... Hanya saja saat ini Kau masih terlalu lemah untuk menjadi Kekasihku." Ucap Jiuyang Lin malu-malu dengan Raut wajah yang sudah memerah.


Kai melihat Sikap yang Jiuyang Lin tunjukan padanya membuatnya tak bisa berkata-kata.


"Ternyata Gadis Ini Tsundere... Hehehe Bagaimana kalau aku menggoda nya sekali lagi." Pikiran jahat mulai terbesit di kepala Kai yang membuatnya mengeluarkan Senyuman aneh.


"Kau Bilang aku Lemah? Aku sudah mengobati Luka mu dan juga membantu mu memulihkan kembali Kultivasimu dan ini Balasan yang aku dapat!! Haha sungguh Lucu." Selesai mengucapkan Kata-kata itu Kai langsung berbalik tanpa melihat Jiuyang Lin.


"Hehehe... Bukankah akting ku tadi sangat Bagus, Sekarang mari Lihat Reaksinya."


Kai sedikit melirik Ke belakang dan Melihat Jiuyang Lin yang berdiri tegap tanpa bergerak dengan Air mata menetes di wajahnya.


"**.. Tidak, Aku tidak bermaksud Seperti itu, Hanya saja aku tidak ingin Kau terluka karena bersamaku Karena saat ini dirimu masih terlalu Lemah, Aku tidak bermaksud seperti itu... Huaa." Jiuyang Lin tidak dapat menahan Air matanya lagi dan akhirnya menangis seperti Anak kecil.


Kai tersentak Kaget dan kembali berlari dan memeluk Jiuyang Lin dengan erat.


"Lin'er Aku minta maaf, aku hanya bermaksud untuk menggoda mu tadi aku tidak tahu bahwa kau akan menangis seperti ini.."


Kai dengan Gugup berusaha menenangkan Jiuyang Lin menggunakan berbagai Cara yang Ia ketahui dari Bumi dulu.


Setelah Kai berhasil menenangkan Jiuyang Lin Ia melihat Pandangan semua orang tertuju Padanya.


"Paman Yan Tidak Kusangka Paman akan membuat Kakak Lin menangis, Cepat Minta Maaf!!" Ucap Seorang Anak yang tak Lain adalah Lin Zhilian.


"Ah itu sebenarnya Aku hanya bercanda!!" Ucap Kai sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah selesai meminta maaf Pada Jiuyang Lin Kai akhirnya mulai makan malam bersama Mereka Semua..


"Kuharap Kehangatan ini akan terus terjaga hingga anak-anak Tumbuh Dewasa." Ucap Kai pada Bibi Yao.


"Iya Tuan Muda, Melihat anak-anak tersenyum bahagia seperti ini sudah membuatku senang."


"Bibi Tambah Lagi!!" Teriak Lin Hao yang sudah selesai menghabiskan makanan di Piringnya.


"Baik, Baik."


Saat Bibi Yao berdiri Kai mengambil kesempatan untuk menyentuh Pantat Seksi Bibi Yao.


"Mwehehe... Empuk Banget."


"Kyaaa~ Tuan Muda Kau terlalu nakal."


...----------------...


...----------------...