Re-system

Re-system
Kemunculan Roh Pedang Hitam



Perang antara pasukan Supreme Demon dan Pasukan Ashura telah menelan korban yang sangat besar.


Banyak mayat entah itu dari ras Supreme Demon dan para Kultivator manusia tergeletak diatas tanah.


Meski mereka memakai jimat yang Kai buat, tetapi jimat tersebut juga memiliki kekurangan, itu hanya bisa menahan serangan sebanyak lima kali.


Meski telah menderita banyak kerugian, tetapi itu tidak bisa dibandingkan dengan pasukan Supreme Demon yang telah kehilangan hampir seperempat dari jumlah mereka.


Melihat itu, Tian Chen sangat marah. Dia melesat dengan pedang besar di tangannya.


Ketika dia mengayunkan pedangnya pada Zhukai yang sedang hanyut dalam pembantaian, Tian Chen memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerangnya.


Ketika serangan Tian Chen tepat mengenai perut Zhukai, dia berharap bahwa serangan itu cukup membuat tubuh Zhukai terbelah menjadi dua bagian.


Tetapi tidak seperti yang ia harapkan, tubuh Zhukai sekeras baja, bahkan dibawah serangan pedang miliknya yang sangat tajam, Kai tidak terluka.


Dia terhempas jauh dan menghantam tanah menciptakan ledakan keras.


Saat Zhukai perlahan bangkit dan menyeka noda darah di sudut bibirnya, Ia menatap tajam pada Tian Chen dan mengaktifkan tubuh dewanya.


Saat Tubuh Dewa telah bangkit dalam tubuhnya, kecepatan Zhukai dan kekuatan penghancurnya meningkatkan dua kali lipat.


Kai mengepalkan tinjunya, sosok gambaran naga terlihat samar yang perlahan terus mengumpul karena Qi dalam tubuhnya.


"Fist Eternal Dragon, bentuk pertama!."


Kai melemparkan dua kepala naga pada Tian Chen.


Raungan Naga menggema dengan keras memekakkan telinga semua orang. Tian Chen sendiri cukup terkejut dengan kekuatan dari serangan itu.


"Supreme Demon, ratapan neraka."


Mata Tuan Chen bersinar merah, aura berwarna merah terang keluar dari tubuhnya. Dua kepala naga yang datang padanya tiba-tiba berbelok dan mengenai udara kosong.


Kai mengerutkan keningnya sedikit terkejut, "Dia kuat ... Tidak seperti yang lainnya, dia terlihat sangat waspada terhadapku."


Ketika kabut asap hasil ledakan dari dua kepala naga menghalanginya pandangan Tian Chen, Kai diam-diam melesat mengambil keuntungan dari itu.


Ia melepaskan kepala tinjunya pada tubuh Tian Chen yang tertutup kabut asap dan...


Swashh...


Tinju nya mengenai udara kosong, "Bayangan!? Jangan bilang..."


Ketika Kai hendak berbalik, ia merasakan serangan penuh dengan niat membunuh datang dan mengincar lehernya.


Kai berpindah tempat menggunakan Skill Teleportasi untuk menghindari serangan itu.


Tian Chen yang merasa bahwa serangan itu pasti mengakhiri hidup Zhukai tiba-tiba kehilangan senyumannya.


"Teknik apa itu..." Tian Chen mengerutkan keningnya melebarkan matanya tidak percaya.


Dia tidak pernah melihat teknik seperti yang Kai lakukan baru saja, bahkan dimasa lalu, tidak ada orang yang pernah menggunakan teknik seperti itu.


"Hahh... Aku tidak menyangka bahwa iblis sepertimu bisa bersikap licik seperti itu." Zhukai menggaruk kepalanya sedikit kesal.


Jika dia tadi sedikit terlambat menyadari, ia bisa terluka parah oleh serangan Tian Chen. Dia terlalu gegabah waktu itu, nyatanya semua iblis memiliki kesombongan yang merupakan harga diri mereka.


Mereka semua menganggap ras lain lemah dan menggunakan mereka sebagai mangsa.


"Heh, dimana omong kosong yang kau ucapkan tadi, bukankah kau akan membunuhku?"


Tian Chen tertawa keras sambil mencoba untuk memprovokasi Zhukai untuk menurunkan kewaspadaannya.


Kai tersenyum, dia sudah tahu niat asli dari Tian Chen yang mencoba memprovokasinya.


"Karena itu yang kau inginkan, akan ku turuti keinginanmu." Seringai tajam terukir di wajah Zhukai.


Dia mengepalkan tinju nya sambil bergumam, "Yi, gabungan seluruh tubuh spesial dalam diriku."


Ding.


[Menggabungkan seluruh tubuh spesial, 50 Poin Takdir secara otomatis dikurangi]


Tubuh Zhukai mengeluarkan cahaya terang, perubahan signifikan secara mendalam pada tubuhnya.


Otot-otot nya semakin membesar, dalam mulutnya, sepasang taring panjang tiba-tiba muncul.


Tekanan yang keluar dari tubuhnya benar-benar meningkat pesat. Bahkan hanya dengan tekanannya saja, Tian Chen hampir dibuat bertekuk lutut.


"Sial! Darimana asalnya bkekuatan ini.." Tian Chen meraung marah.


Dia mencoba sekuat tenaga untuk berdiri sambil mengalirkan Qi kedalam pedangnya.


Pedangnya tiba-tiba mengeluarkan cahaya terang, sebuah tebasan pedang melengkung melesat ketika Tian Chen mengayunkan pedangnya.


"Sangat lambat."


Tubuh Zhukai mengeluarkan kilatan petir, tanduk merah di dahinya menyala dan tubuhnya melesat hilang dari pandangan Tian Chen.


Bang!!


Tanpa bisa Tian Chen sadari, tubuhnya terhempas ketika sebuah pukulan mendarat tepat di pipi kanannya.


Suara retakan tulang terdengar sesaat ketika Zhukai memukul wajah Tian Chen.


Saat ini, kekuatannya dan Tian Chen setara atau bahkan lebih tinggi, dalam hal kecepatan, Tian Chen bukan tandingannya sama sekali.


Dia melesat, secara terus-menerus memberi Tian Chen pukulan keras bahkan tidak memberi Tian Chen kesempatan untuk mengatur nafasnya.


"Sialan, jika terus seperti tubuhku."


Tian Chen tidak punya pilihan lain, jika dia tidak bisa keluar dari serangan Kai saat ini, ia yakin bahwa tubuhnya akan hancur dibawah pukulan Zhukai terus menerus.


Tian Chen mengambil resiko untuk membangkitkan kekuatan penuhnya secara paksa dengan membakar darah dan Qi miliknya.


Tiba-tiba...


Duarr!


Boomm!!


Ledakan keras tercipta tepat dimana Tian Chen berada. Zhukai sendiri terhempas jauh ratusan meter dan menderita beberapa luka di tubuhnya.


Kai melebarkan matanya, dia menatap tempat dimana Tian Chen berada.


"Kekuatannya ... Tidak mungkin, dia berhasil menembus Godly God.."


Zhukai terperangah tak percaya, Godly God dan Original God merupakan dua ramah yang sangat berbeda.


Perbedaan tingkat di antara keduanya bagaikan langit dan bumi. Apalagi bagi Zhukai saat ini, meski dia berada di tingkat Immortal God, dia bisa bersaing dengan Tian Chen karena penggabungan dari tubuh spesialnya.


Tetapi akan berbeda jika Tian Chen berhasil menerobos, "Bagaimana bisa hukum dewa tidak menekannya."


Kai menggerutu kesal, dia berfikir keras untuk mencari alasan bagaimana Tian Chen bisa melewati hukum dewa.


"Mungkinkah dia mengorbankan jiwanya sebagai ganti untuk menghapus hukum dewa?"


Belum sempat Kai berfikir lebih lama, serangan cahaya datang padanya, itu sangat cepat hingga membuat Zhukai kewalahan untuk menghindarinya.


"Yi'er, bisakah kamu menjelaskan situasi ini padaku?"


Ding.


[Seperti yang Kai Gege pikirkan, pria itu menggunakan jiwanya sebagai ganti untuk mendapatkan kekuatannya dimasa lalu. Hukum dewa sana sekali tidak berguna baginya]


Kai mengangguk paham, akan masuk akal jika seperti yang Yi katakan. Tetapi Kai tidak mengira bahwa Tian Chen segila itu bahkan sampai mengorbankan nyawanya sebagai ganti kekuatannya kembali.


"Kekeke.. Namamu Zhukai bukan? Kau orang yang kuat, sayangnya kau memilihku sebagai musuhmu.." Tian Chen menyeringai.


Saat ini dalam kepalanya dipenuhi dengan kesombongan, Tian Chen memang mengorbankan jiwanya sebagai ganti kekuatannya.


Tetapi dia merasa bahwa itu sepadan jika dia bisa membunuh pria di depannya. Bahkan jika dia mati, ia percaya bahwa ras Supreme Demon akan menguasai Alam Dewa sepenuhnya.


Kai menggertakkan giginya, dia tidak punya pilihan lain selain menggunakan kekuatan di kehidupan keduanya, dia tidak akan bisa membunuh Tian Chen.


Kai menyatukan kedua telapak tangannya, "Segel Domain : Lubang Hitam–.."


Ucapannya terhenti, lehernya sudah tercengkeram keras dalam tangan Tian Chen.


"Apa kau pikir aku akan membiarkanmu menggunakan teknikmu?" Tian Chen menyeringai, dia mencengkeram leher Zhukai semakin keras.


Slashh!!


Merasakan tebasan pedang datang kearahnya, Tian Chen buru-buru melepaskan cengkraman nya dari leher Zhukai.


Dia menjauh ketika merasakan aura kematian yang kuat datang dari pedang yang ada dalam genggaman tangan Zhukai.


"Darimana pedang itu datang!?" Tian Chen melebarkan matanya menatap pedang hitam yang ada di genggaman Zhukai.


Uhuk!!


Kau batuk beberapa kali setelah lehernya terlepas dari cengkeraman Tian Chen.


Dia terkejut dengan kecepatan Tian Chen yang barusan, beruntung dia bisa menghindarinya.


"Haa... Tadi sangat beebaha–..."


Ucapannya terhenti, Kai merasakan bahwa Aura Kematian yang ada di dalam tubuhnya terserap kedalam pedang hitam dengan kecepatan yang tidak masuk akal.


Ding.


[Peringatan! karena Aura Kematian yang ada dalam tubuh Zhukai habis terserap, Undead secara otomatis menghilang]


Apaa!!


Pemberitahuan dari Yi sangat mengejutkannya, tepat di detik berikutnya, suara tawa dari seorang gadis terdengar tepat di telinganya.


"Hahaha, suamiku ... Apakah kamu memerlukan bantuanku?"


Kai merasa tidak asing dengan suara itu, dia buru-buru berbalik dan melihat gadis di belakangnya.


Dia tidak lain adalah Roh Pedang!!


***


Bersambung