
Empat hari berlalu dengan sangat cepat, Kai telah memasuki hampir tiga gerbang masuk hingga dirinya sampai di bagian terdalam Kekaisaran Xuanzhen.
Berbeda dengan kota-kota yang ada di luar, di bagian terdalam kota terdapat sebuah Istana yang begitu besar, hanya dengan sekilas, Kai tahu bahwa Istana itu asalah miliki Kaisar atau penguasa Benua Xuanzhen.
Selain itu, ada tiga kekuatan lain yang memiliki kekuatan tempur hampir sama dengan Istana Kaisar. Itu adalah Akademi Kekaisaran, Keluarga Bangsawan Len, dan Rumah Lelang Huang.
Dari ketiga kekuatan itu, Rumah Lelang Huang merupakan sesuatu yang misterius. Tidak ada yang dapat menebak secara pasti siapa pemilik Rumah Lelang tersebut. Bahkan Kaisar sendiri tidak bisa bertindak gegabah di depannya.
Dari dalam kereta, terdengar suara ZhuKai sedang berbincang-bincang dengan kusir kuda.
"Jadi, aku harus waspada terhadap tiga kekuatan itu?" Kai menaikkan salah satu alisnya dan bertanya.
"Ya tuan, selain Kaisar sendiri, pemimpin tiga kekuatan tersebut juga memiliki kekuatan setara dengan Dewa Semesta."
Kai mengangguk paham, dia tiga memanggil Skeleton nya secara diam-diam dan menaruh sedikit kesadarannya padanya.
Atas perintah Zhukai, ketiga Skeleton itu menghilang tanpa ada seorangpun yang menyadarinya.
"Paman, kita berhenti disini saja.."
"Baiklah tuan.."
Kai segera menyuruh tiga wanita yang ada di dalam kereta untuk turun, ia menyuruh ketiga wanita itu menggunakan cadar untuk menutupi wajah cantik mereka.
"Kita sudah melakukan perjalanan cukup lama, mari mencari makan terlebih dulu.." Kai tersenyum lembut dan mengajak mereka bertiga.
Kedua gadis itu mengangguk sementara Yu Chi Lan masih dengan wajah dingin tidak menanggapi apa yang Kai katakan.
"Ayolah Lan'er, bukankah aku sudah meminta maaf?"
"Hmph.." Yu Chi Lan mendengus dingin mengabaikan apa yang kai katakan.
Dia segera berjalan menyusul putrinya serta Meng Nie dan mengabaikan Zhukai, "Haahh, tapi enak juga ternyata menggoda dia."
Kai terkekeh kecil dan segera berjalan menyusul mereka bertiga. Sementara itu, jauh di belakangnya ada siluet bayangan hitam yang bergerak dengan begitu cepat mengikuti Kai dan yang lainnya.
Selang beberapa waktu, Kai dan tiga lainnya sampai di tempat makan yang cukup ramai di kunjungi.
Rumah makan itu memiliki empat lantai yang masing-masing menyediakan bahan makanan yang berbeda.
"Kalian ingin makan di lantai berapa?"
Di depan pintu rumah makan, Kai bertanya pada tiga wanita di hadapannya.
"Lantai empat..." Sebelum yang lain menjawab, Biao Jian sudah menjawab terlebih dulu.
"Bagaiamana dengan yang lain?" Kai mengalihkan pandangan nya dan menjawab.
Meng Nie mengangguk setuju sementara Yu Chi Lan masih terlihat acuh tak acuh.
"Baiklah, kalau begitu kita akan makan di lantai emp–.." Kai menghentikan ucapannya dan segera berbalik.
Dia menatap ke suatu tempat untuk beberapa saat setelah itu kembali berbalik dan mengajak tiga lainnya masuk.
Di tempat yang Kai tatap tadi, sosok bayangan hitam tiba-tiba muncul dengan dua mata merah menyala.
Tidak ada yang sadar tentang keberadaan bayangan hitam itu karena dia hanyalah sebuah perwujudan jiwa yang dikendalikan seseorang dari jarak jauh.
"Selamat datang pelanggan terhormat, boleh saya tahu anda ingin makan di lantai berapa?" Seorang resepsionis cantik datang bertanya.
"Lantai empat.."
"Ah, itu.. Maaf pelanggan terhormat, lantai empat hanya boleh dimasuki oleh tamu VIP saja."
"Begitukah? Kalau begitu kami akan makan di lantai tiga.."
Resepsionis itu mengangguk, dia segera membawa Zhukai dan tiga lainnya menuju ke lantai tiga.
Lantai tiga terlihat sangat luas, itu setidaknya dapat dimuat oleh beberapa ribu orang. Meski terlihat sangat ramai, nyatanya ada beberapa meja yang kosong.
"Kita akan duduk disana.." Kai menunjuk sebuah meja yang terletak tepat di samping jendela.
Kai memilih meja itu karena menurutnya merupakan tempat yang nyaman, apalagi angin sepoi-sepoi yang berhembus dari luar.
Tidak ada dari mereka bertiga yang keberatan, karena itu Kai memutuskan untuk duduk disana dan memesan.
Pelayan itu dengan gerakan cepat mencatat semua makanan yang Kai pesan, dia segera berjalan menuju dapur dan menyerang pesanan Zhukai pada koki.
Tak berselang lama, seorang pelayan itu kembali dengan makanan di tangannya.
"Apakah kalian tidak lapar?" Ketika melihat Meng Nie dan Yu Chi Lan hanya diam saja, kerutan kening muncul di dahinya.
"B–Bukan itu, hanya saja aku tidak terbiasa dengan makanan seperti ini.." Meng Nie tersenyum kecut dan berkata.
"Begitu, kenapa tidak bilang dari awal.."
Kai menyuruh Meng Nie memesan makanan lagi sesuai yang dia inginkan, sementara itu Kai mengambil sendok kayu dan menyendok sup di depannya.
"Aaa..."
"Apa ini?" Yu Chi Lan sedikit berucap ketika Zhukai mengarahkan sendok yang berisi sup kearahnya.
"Sudah buka mulutmu saja.."
"Baiklah-baiklah..." Dengan sedikit keterpaksaan, Yu Chi Lan membuka mulutnya.
Ketika sup susah masuk kedalam perutnya, kedua mata Yi Chi Lan menyala. "Ini sangat enak.."
"Benarkan, maka dari itu berhentilah marah kepadaku."
"Grr, berhenti mengatakan omong kosong kau orang mesum.." Mengabaikan Zhukai yang membuatnya marah, Yu Chi Lan mengambil sendok kayu dan mulai menghabiskan sup daging itu.
Sementara itu, Kai tidak makan. Dia hanya menikmati arak sambil menatap keluar jendela. Pandangannya tertuju pada suatu tempat sekali lagi, pupil matanya sedikit berubah warna dan Kai terus menatap tempat itu.
Bahkan setelah membuka Mata Ilahinya, Kai masih tidak tahu hal yang mengganggunya.
"Hahh, mungkin itu hanya perasaanku saja.."
Ketika malam hari tiba, Kai sudah memesan sebuah penginapan yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah makan.
Dia menghampiri resepsionis penginapan dan bertanya, "Berapa kamar yang tersisa?"
"Ada 10 kamar yang tersisa, tuan bisa memilih kamar manapun itu.."
"Aku sewa semuanya untuk 3 hari, berapa semua itu?"
"Emm, untuk satu hari adalah seribu batu raja, tapi karena tuan telah menyewa banyak kamar. Penginapan kami memberikan anda diskon. Jadi tuan hanya perlu membayar 25.000 batu raja.." Jelas resepsionis itu dengan senyuman manis terukir di wajahnya.
Setelah Kai melunasi biaya sewa, dia berjalan menghampiri Biao Jian dan dua lainnya.
"Maaf semua, hanya satu kamar yang tersisa. Jadi kita bertiga akan tidur disana.." Ucap Zhukai pada Biao Jian dan Yu Chi Lan.
"T–Tunggi dulu, bagiamana denganku?" Mendengar ucapan Zhukai, Meng Nie tidak dapat menahan diri untuk bertanya.
"Kau? Kau bisa cari penginapan lain. Kamar itu hanya cukup untuk tiga orang." Jelas Zhukai pada Meng Nie.
"Ehh, tapi aku akan tidur dimana malam ini?" Meng Nie berkata dengan mata berkaca-kaca.
Kai mendekat dan membisikkan sesuatu di telinganya.
"Aku sudah menyewakan kamar untukmu, ini kuncinya. Jangan ganggu malam berhargaku oke." Kai menyeringai licik sambil menyerahkan kunci kamar pada Meng Nie.
Meng Nie mengangguk, dia berdiam diri sambil menunggu Siluet Kai dan dua wanita lainnya pergi.
Setelah merasakan aura Zhukai sudah sampai di dalam kamarnya, Meng Nie tiba-tiba melesat keluar menuju kesebuah tempat yang berada di gang kecil dalam kota.
"Salam Tuan..." Meng Nie berlutut tepat di hadapan sosok bayangan hitam di depannya.
"Tidak perlu sopan, bagaimana dengan kekuatan orang itu." Ucap Bayangan itu pada Meng Nie.
"Dia sangat kuat tuan, padahal dia hanya seorang Dewa Surgawi, tapi kecepatan dan kekuatan nya melebihi diriku.. Tetapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan, kenapa dia memiliki aura yang sama denganmu?"
Bayangan hitam itu tertawa untuk beberapa saat kemudian menatap Meng Nie dan memberikan jawabannya.
"Karena dia adalah Ayahku!!.."
***
Bersambung..