Re-system

Re-system
Bertemu Teman Lama?



Bagi Zhukai yang merupakan seorang dewa bintang di kehidupan keduanya, bagaimana ia takut dengan murid kecil dari sekte air.


Apalagi jika dia bisa mempermalukan sekte air, maka reputasi mereka akan di pandang buruk oleh mayoritas Kultivator.


Saat ini, tepat di depannya, dua orang dengan basis Kultivasi masing-masing berada di ranah Godly God tingkat pertama.


Sementara itu, semua orang yang menyaksikan bagaimana Zhukai dengan terang-terangan memprovokasi Murid sekte air benar-benar terperangah tak percaya.


"Gila ... Ini sungguh kegilaan, dia hanya berada di tingkat kedua Original God, tetapi dia begitu berani memprovokasi murid sekte air."


"Kehidupannya sudah berakhir, sekte air adalah penguasa di Alam ini, bagaimana dia bisa begitu bodoh menyinggung mereka."


Berbagai komentar negatif terdengar masuk dari telinga Zhukai, tetapi Kai sama sekali tidak menanggapinya.


Dia menatap bodoh pada pria itu sambil berkata mengejek, "Sekte Air? Apa itu? Tidak pernah mendengarnya."


Kai mengatakannya seolah-olah sekte air adalah sekte yang tidak terkenal. Semua orang jelas tahu bahwa apa yang Kai katakan bermaksud untuk menghina murid sekte air yang saat ini ada di depannya.


"Tutup mulutmu bajingan!.." Seorang pria yang berasal dari sekte air mengepalkan tinjunya melesat ke Zhukai penuh dengan niat membunuh.


Tinjunya telah berisikan Qi miliknya yang akan meledak kapan saja jika itu mengenai seseorang.


Tetapi ketika itu hanya terpaut tiga meter dari Zhukai, serangannya tertahan oleh sesuatu.


"Apa ini, sangat lemah."


Booomm!!


Zhukai meledakkan tekanan yang ada di tubuhnya, seketika fisiknya dengan cepat berubah menjadi gabungan dari tubuh dewa dan tubuh dewa kematian.


Pria murid sekte air terpental puluhan meter kebelakang bahkan sebelum Zhukai dapat menyerangnya.


Semua orang menatapnya terkejut, mereka tidak percaya bahwa Zhukai yang seorang Original God tingkat ke-dua bisa mendorong mundur murid sekte air yang Kultivasinya jauh di atasnya.


Sementara itu, Wanita yang berdiri jauh di belakangnya mengerutkan kening melihat saudaranya terpukul mundur.


Dia merasa bahwa pemuda itu (Zhukai) tidak sesederhana seperti kelihatannya.


"Saudara, ini tidak bagus.. biarkan aku membantumu." Wanita itu akhirnya memutuskan untuk membantu saudara seperguruannya melawan Zhukai.


Tetapi langkahnya terhenti ketika suara serak terdengar, "Berhenti! Aku bisa mengalahkan sendirian."


Dia adalah murid sekte air, dengan mempertaruhkan martabatnya, bagaimana bisa ia kalah dari Zhukai yang hanya Kultivator tanpa nama.


Mendengar itu, wanita itu menggertakkan giginya, "Jangan keras kepala.."


Tetapi teriakannya sama sekali tidak di dengar oleh saudaranya. Sementara itu, Zhukai berdiri jauh dari mereka menyeringai lebar.


Jika dia melawan mereka berdua secara langsung, akan sulit untuk memenangkan pertarungan itu. Tetapi karena ia melihat betapa keras kepalanya pria ini, Kai tidak dapat menahan diri untuk tersenyum.


Tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi siluet hitam dan menghilang seketika. "Sungguh pilihan yang bodoh."


Boomm!


Kai memukul pria itu sebelum dia dapat bereaksi, karena serangan yang cepat dan tak terduga, pria tadi tidak sempat menghindar yang akhirnya menerima pukulan Zhukai tepat di wajahnya.


Darah menetes keluar dari bibir dan hidungnya, beberapa giginya juga terlepas dari mulutnya.


"Saudara.." Wanita tadi berteriak khawatir, dia menghampiri saudara seperguruannya untuk memberinya sebuah pil penyembuh.


"Sial, aku tidak pernah dipermalukan seperti ini. Awas saja kau, aku pastikan akan membalas ini puluhan kali lipat." Pria itu berkata mengancam.


Tetapi apa yang tidak ia tahu, Kai selama ini tidak pernah sekalipun melepas musuh-musuh nya.


Tentu saja dia tidak berniat melepaskan pria itu, tetapi Kai memiliki ide lain dalam benaknya.


Kai kembali menyeringai, dia membuat dua bilah angin di udara dan melemparkan nya pada kedua kaki pria itu.


Bam!


Seolah dua serangan saling berbenturan, bilah angin yang Kai keluarkan hilang seketika.


"Oh, wanita ini cukup waspada ternyata." Kai mengalihkan pandangan pada wanita yang juba merupakan murid sekte air.


Sebuah telapak tangan raksasa tercipta di udara kosong, itu tiba-tiba saja muncul tepat diatas kedua murid sekte air itu dan menekan mereka berdua.


Tetapi bagaimana mungkin dua orang Godly God Realm bisa dikalahkan semudah itu.


Tepat ketika telapak tangan itu hendak menghantam mereka berdua. Telapak Tangan besar itu hilang seketika bersamaan dengan hilangnya dua murid dari sekte air.


Melihat keberadaan mereka berdua menghilang, Zhukai menghela nafas setelah itu berbalik dan masuk kedalam kota.


Ketika dia berada di dala. sebuah gang sempit yang kosong, Kai mengubah kembali penampilannya seperti semula.


"Hehe, aku tahu kalian pasti akan mencariku untuk membalas dendam. Tetapi orang yang kalian cari sebenarnya tidak ada haha.."


Kai keluar dari gang sempit itu, dia melihat banyak bangunan yang memancarkan energi panas dari nyala api penempaan.


Di setiap toko yang ada, terdapat banyak Kultivator yang mengantri untuk membeli senjata bagus.


Tetapi diantara banyaknya toko itu, ada satu buah toko yang sangat sepi. Toko itu terlihat begitu buruk dengan pintu kayu yang sudah tua dan rusak.


Hanya dengan melihat sekilas, tidak akan ada orang yang memiliki minat untuk membeli senjata di toko itu.


Tetapi insting Zhukai mengatakan bahwa ada sesuatu yang misterius tentang toko itu. Karena ia sangat penasaran, Kai akhirnya memutuskan untuk mengunjungi toko itu.


Klak!!


Suara pintu rusak dari toko itu perlahan terbuka, "Permisi.."


Zhukai berjalan masuk dan minat bahwa Tomo itu benar-benar gelap. Ada banyak debu di lantai dan juga di dinding.


Bahkan senjata yang terpajang di sana ditutupi oleh debu dan juga sarang laba-laba.


Kai melihat salah satu pedang yang ada di sana dan menilainya, karena itu tertutup oleh debu, Kai mengambilnya dan meniup debu yang memenuhi pedang itu.


Kilatan perak dari baja yang membuat pedang membuat Zhukai sedikit terkejut, "Ketajaman ini... Tidak banyak orang yang bisa mencapai level seperti ini. Siapa sebenarnya yang menempa pedang ini.."


Tepat setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, suara seseorang terdengar cukup serak dengan nada tidak senang.


"Lepaskan pedang itu dari tanganmu."


Kai sedikit menoleh dan melihat bahwa itu adalah seorang pria tua dengan rambut putih dan juga janggut yang begitu panjang.


Dia memiliki tinggi sekitar 160 cm dengan tatapan matanya yang tajam.


Ting!


Melihat wajah marah pria itu, Kai menjatuhkan pedang yang ada di tangannya. Tubuhnya bergetar, sudut mulutnya sedikit terangkat dan ia mengucapkan sebuah kata.


"Ling Shuo!."


***


Bersambung.


Tingkatan Kultivasi :


(Dewa Semesta)


• Original God : Tingkat Pertama – Tingkat Ke-lima.


• Godly God : Tingkat Pertama – Tingkat Ke-lima.


• Celestial God : Langit Pertama – Langit Ke-tujuh.


• God of Destruction : Langit Pertama – Langit Ke-tujuh.


• God of Creation : Langit Pertama – Labgut Ke-sembilan.


• (???)


Terimakasih sudah membaca, maaf Author gak bisa Crazy Up. Tugas sekolah masih numpuk.