Re-system

Re-system
Meninggalkan Goa dan Perjalanan Menuju Klan Xia



"Tuan... Kamu kembali~.."


Long Zi tertawa senang, dia berlari dan memeluk Zhukai dengan erat. Tetapi setelah menyadari bahwa ada wanita cantik tepat di samping Zhukai, Long Zi melepaskan pelukannya dan mundur beberapa langkah.


"Tuan, siapa gadis ini?"


"Oh, maaf-maaf... Biar aku perkenalkan, dia Xia Bing Yao. Kalian berdua bisa memanggilnya Yao atau sebutan yang lain."


"Xia Bing Yao? Bukankah itu adalah nama kepala Klan Xia saat ini?" Zi Lin Yue mengerutkan keningnya sambil berfikir.


Dia menatap Zhukai sambil mengatakan apa yang ada di pikirannya saat ini.


"Apa yang kamu pikirkan memang benar, dia adalah material Klan Xia."


Xia Bing Yao menatap Zi Lin Yue sesaat, entah mengapa, dia merasakan aura misterius dari tubuh Zi Lin Yue. Sama seperti yang Kai rasakan.


"Oh maaf, dimana sopan santun ku. Perkenalkan, aku Zi Lin Yue, dan ini adalah Long Zi."


Zi Lin Yue dan Xia Bing Yao saling berjabat tangan, kedua wanita itu kemudian saling memberi tatapan dingin.


"Jadi, apakah kamu mendapatkan herbal yang kamu butuhkan?"


Zi Lin Yue menatap Zhukai, dia menghela nafas kemudian mengangkat jarinya dan menunjukkan ke suatu tempat.


"Kamu lihat sendiri, herbal ini masih dalam proses pertumbuhan, akan membutuhkan beberapa tahun lagi sebelum herbal ini bisa dikonsumsi."


Zhukai menoleh ke arah yang Zi Lin Yue tunjuk, memang benar disana terdapat teratai es yang menyala.


Sayangnya, aura yang di keluarkan oleh teratai roh es masih belum mencapai tingkat maksimalnya.


Tetapi untuk Zhukai, ini adalah masalah kecil untuknya. "Tidak perlu sedih seperti itu, aku akan melakukan sesuatu."


Zhukai membuka mata bintang nya, bola matanya yang telah berubah warna menjadi biru terang menatap ke sekitarnya.


"Aneh, herbal seperti ini seharusnya memiliki sesuatu yang menjaganya. Tapi mengapa tidak ada jebakan atau sesuatu yang lain..."


Zhukai mengerutkan keningnya sedikit curiga, dia sudah sering menjumpai adanya jebakan tersembunyi di dekat harta langka seperti itu.


"Sudahlah, karena memang tidak ada jebakan disini. Ini akan mempermudah untuk mengambil herbal itu."


Zhukai menghilang dari tempat ia berdiri, tepat setelah sosok Zhukai menghilang, dia muncul kembali tepat di samping teratai roh es.


Dia mengigit salah satu jarinya hingga mengeluarkan darah, dengan menggunakan tetesan darah itu pada teratai roh es, pertumbuhan teratai itu menjadi semakin cepat.


Bahkan sebelum satu.jam berlalu, teratai roh es yang membutuhkan beberapa tahun lagi untuk tumbuh, kini sudah tumbuh hingga bisa di konsumsi.


Zi Lin Yue yang melihat dari jauh tercengang dengan mulut terbuka lebar sementara Long Zi hanya diam tidak peduli.


Long Zi sebenarnya sudah mengetahui efek yang dihasilkan dari darah dewa bintang. Di masa lalu, Long Zi sering meminta beberapa tetes darah Zhukai untuk membantu mempercepat perkembangannya.


Selain itu juga, garis keturunan dewa bintang juga lebih kuat puluhan kali dibandingkan dengan garis darah milik sebelas dewa perang kuno.


Kai mengambil teratai roh es itu dan memasukkannya kedalam sebuah botol kaca.


"Ini, ambillah.." Kai muncul kembali tepat di depan Lin Yue.


Dia menyerahkan botol kaca yang berisi herbal padanya.


"Karena saat ini sudah malam hari, kita akan bermalam disini."


Xia Bing Yao mengangguk setuju, ia tidak terlalu terburu-buru kembali ke Klan Xia dan mencoba menikmati waktunya dengan Zhukai.


Sayangnya, ada gadis yang membuat Xia Bing Yao merasa tidak senang. Selain kecantikan gadis itu setara dengannya, Xia Bing Yao sama sekali tidak bis melihat Kultivasi milik Zi Lin Yue.


Saat Kai bangun terlebih dulu, dia mulai menyiapkan makanan untuk tiga gadis lainnya yang masih tertidur.


Karena perjalanan kembali ke Klan Xia mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama, Kai mengunakan daging-daging yang mengandung banyak energi untuk sarapan mereka berempat.


Xia Bing Yao dan Zi Lin Yue bangun dalam waktu yang sama, mereka terus saling memberikan tatapan tajam kemudian berjalan ke sungai yang jaraknya cukup dekat.


Setelah mereka selesai membersihkan diri, terdengar suara Zhukai yang memanggil nama mereka berdua.


"Apa yang kau lakukan!? aku sampai disini terlebih dulu jadi aku yang berhak makan di samping Kai Gege.


"Ha!! Sejak kapan ada peraturan seperti itu, cepat menyingkir. Ada beberapa hal yang ingin aku diskusikan dengan Zhukai." Lin Yue menolak dengan keras.


Kai yang melihat mereka berdua bertengkar menghela nafas panjang, dia tidak pernah menduga di balik sikap tenangnya Xia Bing Yao, dia akan menunjukkan sifat kekanak-kanakan seperti itu.


"Sudah jangan bertengkar, cepat makan setelah itu kita bisa langsung pergi ke Klan Xia. Hmm, Lin Yue, apakah kamu dan Long Zi akan ikut denganku pergi ke Klan Xia?"


Karena Zhukai merasa bahwa mereka berdua tidak memiliki urusan yang lain lagi, Kai berfikir bahwa mereka berdua akan kembali ke Alam dimana mereka tinggal.


Tetapi berbanding terbalik dengan yang Zhukai pikirkan, mereka berdua berniat menetap di Klan Xia bersama dengannya.


"Baiklah jika memang itu yang kalian inginkan." Zhukai mengambil paha dari binatang yang telah dimasak.


Setelah mereka berempat menghabiskan sarapan, Zhukai mengeluarkan sebilah pedang perak dari dalam Inventory.


"Giant Sword!!.."


Saat Zhukai mengalirkan Qi miliknya kedalam pedang, pedang itu membesar seketika hingga mencapai panjang 15 meter.


"Ayo naik, kita akan lebih cepat sampai dengan menggunakan ini."


Setelah Xia Bing Yao, Zi Lin Yue, dan Long Zi naik keatas pedang. Kai mengendalikan pedang dengan kesadarannya dan melesat ke timur dimana Klan Xia berada.


***


Di tempat tinggal Martial God, terlihat seorang pria muda berdiri diam sambil menatap wajah Istrinya yang masih tergeletak pingsan.


"Sialan! Sebenarnya apa yang terjadi dengan istriku, jika itu memang racun bukankah ada cara untuk membuatkannya!?" Martial God menarik kerah baju dari tabib yang baru saja tiba.


"T–Tenang tuanku, ini adalah racun yang sangat kuat dan membutuhkan proses yang cukup lama untuk memurnikannya." Tapi itu menjadi pucat setelah melihat kemarahan Martial God yang ditujukan padanya.


"Omong kosong!!!.."


Duarr!!


Tubuh tabib itu meledak dengan darahnya yang memenuhi kamar Yan Qing. Martial God, kembali menatap wajah istrinya dengan tatapan kosong.


Hingga beberapa detik setelah itu, cahaya hitam yang membentuk lingkaran muncul di belakang Martial God.


Suara gelak tawa dari seorang pria terdengar dengan sangat jelas.


"Hahaha... Sangat menyedihkan!! Aku tidak menyangka Martial God yang terkenal kuat menjadi sedih hanya karena masalah kecil seperti ini."


Mendengar suara yang tidak asing itu, Martial God segera berbalik, dia memberi tatapan tajam pada bayangan hitam yang ada di belakangnya.


"Apa yang kau lakukan disini... Dewa Iblis."


***


Bersambung..