
Benua Barat, merupakan Benua terlemah dari 5 Benua yang ada di Dunia Kultivator, Tapi semenjak kehancuran Istana Kaisar Yanchen setengah tahun yang lalu, mulai terjadi Perpecahan di Benua selatan para sekte, Kerajaan, dan Para keluarga Bangsawan disana mulai bersaing untuk menjadi penguasa Benua Selatan.
Benua Barat mengambil keuntungan dari situasi ini untuk merebut kembali wilayah yang dulunya di rebut oleh benua selatan.
Sampai saat ini masih menjadi misteri siapa yang dapat menghancurkan Istana Kaisar dalam waktu satu malam, para warga yang melihat kejadian malam itu juga tidak mau memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka takut bahwa mereka akan di bunuh jika menceritakan kejadian malam hari itu.
Kehancuran Istana Kaisar dan perselisihan kekuasaan disana membuat kekuatan Benua Selatan menurun secara drastis. Hal ini mengakibatkan Benua Barat naik dari posisi kelima menjadi posisi keempat dalam peringkat benua terkuat di Dunia Kultivator.
***
Lautan Darah!! Siapa yang tidak mengetahui nama tersebut. Nama yang membuat seorang Kultivator di seluruh dunia bergidik Ketakutan setelah mendengar namanya, Bahkan Kaisar Benua Tengah tidak terkecuali.
Lautan Darah merupakan sebuah Laut yang luas yang membatasi Benua-benua di dunia Kultivator.
Disana juga terdapat ratusan – tidak, jutaan monster yang sangat berbahaya, untungnya terdapat sebuah segel yang menahan monster tersebut agar tidak keluar dari wilayah lautan darah.
Karena hal itu, Kelima Benua Sepakat untuk membangun Array Teleportasi yang berfungsi untuk melakukan perpindahan instan dari benua satu ke benua lainnya.
Diatas lautan darah yang sangat luas, terlihat ada seorang pemuda tampan yang sedang terbang dengan cepat melarikan diri dari kejaran ratusan ekor elang dibelakangnya.
"Sialan, tempat macam apa ini ... Monster-monster ini berada di ranah Dao, akan bagus jika jumlah mereka hanya dua atau tiga, tetapi apa-apaan jumlah tidak masuk akal ini." Pemuda itu menggerutu kesal, ketika melihat ratusan ekor elang yang mengejarnya.
"Bodohnya aku, seharusnya aku tak menghabiskan seluruh poinku untuk meningkatkan System ke Versi 1.5. Sekarang bagaimana caraku untuk lolos dari situasi ini."
Setelah terbang selama enam jam tanpa henti burung-burung itu mulai tertinggal jauh di belakang.
"Akhirnya aku lolos dari kejaran burung-burung itu, aku harus bergegas meninggalkan tempat berbahaya ini." Kai mengambil sebotol air mineral dan menghabiskan dalam beberapa tegukan.
Setelah terbang selama 6 hari tanpa henti, akhirnya Kai dapat melewati Lautan darah. Walupun Kai beberapa Kali di kejar oleh beberapa binatang buas yang hidup disana, entah beruntung atau bagaimana Kai selalu dapat berhasil Lolos.
Kai mendarat tepat di sebuah desa yang letaknya berada di pinggir laut darah.
"Sepertinya hanya terdapat beberapa ratus orang yang tinggal di desa ini." Ucap Kai sambil mengganti pakaiannya yang penuh dengan keringat.
Setelah memasuki desa teresebut, Kai mencari Sebuah rumah makan untuk mengisi
perutnya yang kosong, ia juga bermaksud mencari informasi dari sana.
Desa itu tak terlalu besar jadi mudah bagi Kai untuk menemukan sebuah rumah makan. Kai memasuki rumah makan yang cukup besar disana dan mulai memesan makanan, Kai memilih untuk duduk di meja paling tengah supaya dapat mencari informasi dengan mudah.
Setelah Kai duduk terlihat pria botak dengan otot di kedua tangannya cukup besar, "Halo saudara sesama Kultivator, apa ini pertama kalinya bagimu datang kesini?"
"Ya." Jawab Kai singkat.
"Karena Kau orang baru, kau harus mentraktir semua orang yang ada disini."
"Bagaimana jika aku tidak mau?"
"Kalau begitu jangan salahkan aku jika bersikap Kasar." Ucap pria botak sambil bersiap untuk memukul Kai yang tengah duduk sambil meminum arak
Sebuah pukulan yang melesat seperti peluru hampir mengenai kepala Zhukai, tetapi itu dengan mudah Kai tahan hanya dengan satu tangannya.
"Karena aku dalam mood bagus kali ini, silahkan pergi atau terima akibatnya."
Kai berkata dingin dengan sorot matanya menatap tajam pada pria botak yang menyerangnya.
Hanya dengan sedikit tekanan tubuhnya, pria botak tadi terpental cukup jauh dan menghantam dinding yang mengakibatkan retakan pada tulang rusuknya.
Kai menghampiri pria itu dan memberinya sebuah pil penyembuh, "Maaf, aku terlalu kelewatan. Ambil ini dan sembuhkan dirimu."
Kai berbalik dan berjalan kembali ke meja makannya, dia menghabiskan makanannya dengan sedikit tidak senang.
Tempat saat ini ia berada merupakan Desa Zyo yang berada di pinggir laut Benua Barat. Kai juga telah mengetahui bahwa Ia telah berada di lautan darah selama 6 bulan lamanya.
Menurut informasi yang didapatnya juga bahwa kekuatan dari Benua Barat kini telah naik pangkat menjadi peringkat 4 dari 5 benua yang berada di Dunia Kultivator.
Kai mengingat apa yang diberitahukan pemuda misterius di Dunia Jiwa ketika ia selesai bertarung dengan Pemimpin Sekte BaoTu, Ketika Mengingat kembali apa yang ia katakan waktu itu membuat Kai sedikit bingung.
"Bencana akan datang tak lama lagi? Dan kenapa juga dia memintaku untuk melindungi Dunia Kultivator dari bencana itu?" Berbagai pertanyaan muncul secara tiba-tiba di benaknya.
Bahkan setelah berfikir keras, kai tidak menemukan jawaban yang di carinya.
Sebuah ide tiba-tiba muncul di kepala Kai membuatnya menunjukan Senyuman aneh, "Muehehe... bagaimana jika aku mengambil alih kekuasaan benua barat dan menjadi Kaisar, bukankah aku memiliki bantuan yang cukup untuk menghadapi bencana itu?"
Sosoknya yang memakai jubah hitam perlahan berubah menjadi asap hitam dan menghilang seketika.
***
Di sebuah istana milik Kaisar Kekaisaran Elang Api, tepat nya di aula istana. Terlihat seorang Kaisar sedang duduk di singgasana dan juga seorang pria gemuk sedang bersujud menghadap ketakutan.
"Jadi bisa kau jelaskan, Apa yang kau perbuat Pada putriku... Kepala Keluarga Ouyang, Ouyang Jin!." Ucap Kaisar dengan nada dingin dengan tatapan tajamnya menatap pria gemuk di depannya.
"M–Maafkan saya yang mulia... Saya sedang dalam Keadaan mabuk saat itu, saya tak tahu bahwa wanita yang di hadapanku saat itu adalah putri pnda." Ouyang Jin berkata dengan gugup, pundaknya sudah mengeluarkan keringat dingin dan dia sangat ketakutan.
"Hmm, karena jasa yang keluarga Ouyang dedikasikan pada Kekaisaran, aku akan mengampuni mu untuk saat ini. Tetapi camkan ini, jika kau melakukan hal yang sama lagi, jangan salahkan aku jika bertindak kejam."
"T–Terimakasih yang mulia atas pengampunan nya, saya berjanji tidak akan berbuat salah lagi."
Setelah keputusan Kaisar Kekaisaran saat itu semua orang akhirnya dapat bernafas lega.
"Huuhh... Kupikir Kaisar akan menghukum Ouyang Jin dengan kejam karena hampir melecehkan putrinya.." Bisik Seorang Pria Tua.
"Itu bisa si maklumi, Keluarga Ouyang merupakan keluarga hebat di Kekaisaran, apalagi leluhur mereka yang cukup berjasa bagi benua narat, tak mungkin Kaisar akan mengambil keputusan gegabah seperti itu." Balas seorang pria tua dengan janggut panjang.
"Ucapanmu itu ada benarnya juga."
Selang beberapa menit setelah Kaisar memutuskan hukuman pada Ouyang Jin, muncul seorang pemuda di dalam aula itu secara tiba-tiba.
"Angkat tangan kalian dan serahkan kekaisaran Ini padaku."
***
Bersambung.
...----------------...
...----------------...