Re-system

Re-system
Membunuh 8 Demigod



Ini adalah pertama kalinya Kai menggunakan Transformasi Naga, ia tidak tahu efek samping apa yang akan ia dapat ketika menggunakannya.


Deg-


Jantung Kai terasa berhenti berdetak, ia segera berlutut dan meraung dengan keras, Kulitnya terkelupas digantikan oleh sisik-sisik berwarna emas dengan corak kecoklatan.


Dua pasang sayap yang begitu besar dan membentang luas muncul dibelakang punggung nya, tangan manusianya segera berganti menjadi sebuah cakar Emas panjang.


Sekarang transformasi terakhir adalah munculnya sebuah tanduk berwarna merah darah menyala-nyala memberi semua orang perasaan ketakutan.


Bahkan wanita yang ada di kubu Bai Chen sedikit bergidik ngeri, "Ada apa ini, dia hanyalah seorang Demigod yang lemah tetapi dapat memberiku perasaan tertekan seperti ini!! Orang ini tidak boleh dibiarkan hidup." Wanita itu bergumam dengan pelan, kemudian ia segera membisikkan sesuatu di telinga Bai Chen untuk segera menghabisinya.


"Siap laksanakan Nona." Ucap Bai Chen dengan patuh sambil membungkuk.


Blart!!


Duarr!!


Kai telah berhasil ber-tansformasi menjadi seorang Dewa Naga, kekuatannya telah melambung ke tingkat yang sama sekali berbeda, tetapi Kai tidak bisa mengaktifkan Title Kaisar Bintang nya.


Matanya yang merah terfokus pada Wanita di sebelah Bai Chen, Kai merasa wanita itu memberinya perasaan yang tidak enak.


"Kamu Mati!!.." Teriak Kai ketika ia mengangkat jari telunjuknya, sebuah Cahaya terang keluar dari ujung jari dan itu mengandung kekuatan penghancur yang kuat. Cahaya itu melesat dan mengarah pada Bai Chen dan bawahannya


"Menghindar." Teriak Bai Chen mengingatkan semua bawahannya, dia segera tahu Seberapa berbahaya nya serangan itu, jika itu mengenai dirinya seharusnya itu cukup untuk memberinya luka fatal.


Whuus!!


Bammm!!


Duaarr!!


Wanita itu tidak menghindar dan hanya memberikan pandangan jijik, "Terlalu lemah!!."


Serangan Kai yang setidaknya mampu memberikan luka fatal pada seorang Dewa tingkat Dua akhir ternyata dapat dengan mudah ditangkis oleh gadis muda itu.


Bukan hanya tidak terkejut, Kai malah mengeluarkan seringai dingin, darah di dalam tubuhnya mendidih seakan-akan ingin mencoba mengalahkan wanita itu apapun konsekuensinya.


"Raungan Naga..."


Gelombang suara yang sangat keras terdengar jelas di telinga semua orang, Tiba-tiba mereka menjerit kesakitan, Raungan Naga yang Kai baru saja keluarkan bukan hanya bermaksud merusak gendang telinga, tetapi itu juga memiliki efek untuk menghancurkan jiwa.


Jika seseorang Kultivator berhasil menembus Ranah Dewa, Jiwa mereka seperti nyawa kedua bagi para Kultivator.


Tidak masalah jika tubuh mereka hancur berkeping-keping, asalkan mereka masih memiliki Jiwa, mereka dapat kembali hidup.


Sedangkan Ruangan Naga yang baru saja Kai keluarkan dapat merusak jiwa seseorang dan itu pasti sesuatu yang ditakuti oleh banyak Kultivator.


"Tch.. Trik rendahan." Ucap wanita bercadar, kemudian dia membuat sebuah penghalang yang dapat menhan Raungan Naga yang Kai punya.


Semua orang segera mengambil nafas panjang, mereka baru saja selamat dari kematian.


"Terimakasih Nona, Kekaisaran Macan Putih kami akan membalas Budi di masa depan." Ucap Bai Chen dengan membungkukkan badannya.


"Heh, sekumpulan penjilat.. sungguh menjijikan." Kai segera mengeluarkan Pedang Thunderbird dari Inventory, kemudian ia dengan cepat menebas keudara.


"Pedang Pemusnah, Palm Sword Illusion."


Wheng!! Whengg!


Bai Chen tidak diam saja, ia mencoba menghindar tetapi karena serangan Kai begitu cepat dan itu tercipta banyak ilusi yang membuatnya bingung, dia sedikit terlambat bereaksi dan membuat sebuah luka di punggungnya.


"Arggh.. " Bai Chen menjerit kesakitan, dia memandang wanita bercadar dan memohon untuk menyelamatkan nya.


Wanita itu segera mengerutkan kening, jika bukan karena ada sesuatu yang ia inginkan dari Bai Chen. Ia tidak akan membantunya seperti ini.


Tetapi bagiamana jika Wanita itu puluhan kali lebih kuat dadi Zhukai, dia memiliki Teknik Langkah bayangan dan Teleportasi, serta langkah angin yang membuat tubuhnya menjadi seringan bulu.


"Jadi apa jika dia memiliki kekuatan yang kuat, Jika dia tidak dapat mengenaiku apa gunanya kekuatan yang kuat itu." Pikir Kai.


Kai melesat dengan cepat tanpa memberikan Bai Chen waktu untuk bernafas, ia terus-terusan memberikan serangan ke titik-titik Vital dari Bai Chen.


Dia melakukan ini karena akan masalah jika ia harus menghadapi banyak orang sementara ada musuh yang lebih kuat dari dirinya saat ini.


"Matilah.. Pedang Pemusnah, Kill."


Segera, sebuah energi meresap kedalam pedang Thunderbird, itu memicu sebuah gelombang yang tidak biasa.


Wanita bercadar segera merasakan adanya reaksi aneh dari instingnya, dia buru-buru memberikan sebuah pelindung pada Bai Chen.


Tetapi itu sudah terlambat, Kai sudah berhasil membunuh Bai Chen menjadi dua bahkan sebelum Wanita bercadar itu memberinya pelindung.


Hanya dalam sekali serangan, Kai dapat membunuh Bai Chen dengan mudah, ini membuat mental para Demigod yang lain menurun,


Kai tidak memberi waktu bagi yang lainnya untuk melarikan diri, dia segera mengarahkan serangannya yang lain dan itu Membunuh para Demigod yang lain. Pencapaian ini mungkin mustahil bagi orang lain, tetapi bagi Zhukai ini sangatlah mudah.


Kini musuh satu-satunya yang Kai perhatikan adalah Wanita bercadar itu.


Segera, mata mereka bertatapan untuk waktu yang lama, kemudian muncul seringai dingin di wajahnya.


"Aku akui, untuk seorang Demigod yang lemah sepertimu dapat membodohi ku adalah sebuah penghinaan besar.. Hanya kematian mu lah yang mampu menghapus penghinaan ini." Ucap Wanita itu panjang lebar sembari tertawa tidak jelas.


"Begitukah? Kenapa tidak membuktikan nya sekarang.." Ucap Kai sambil memulai kuda-kuda, ia tidak berani menurunkan fokus. Jika ada sedikit saja kesalahan maka nyawanya akan menjadi taruhan.


"Seribu Pedang Roh, Api Neraka, Api Phoenix.. Menyatu.." Kai memanggil dua atribut nya yang lain, sementara dia melempar Pedang Thunderbird tinggi-tinggi ke udara. Segera, Pedang Thunderbird yang melayang di udara dikelilingi oleh dua api yang berbeda warna, kemudian itu segera menyatu menjadi satu.


"Wanita bercadar juga mengeluarkan senjatanya yang berupa pedang panjang dan lentur. Ini adalah pedang yang memfokuskan dalam hal kecepatan.


"Hiaaa..." Wanita itu berteriak keras, gelombang angin menyerbu kerah Zhukai sementara matanya terhalangi oleh sebuah energi aneh.


Slashh!!


Kai merasakan tubuhnya terkena tebasan pedang dan itu bukan hanya satu melainkan banyak bekas tebasan.


Kai buru-buru mundur mengambil jarak, terlihat tubuhnya yang penuh luka dan darah mengalir dari bekas lukanya..


Ini membuat Kai terkejut, hanya dalam waktu yang begitu singkat, sebenarnya perempuan itu dapat memberinya bekas luka sebanyak ini?


"Ini semakin menarik.." Kai juga tanpa ragu mengaktifkan Title sang penakluk .


Pertarungan Antara dua Kultivator kuat akan segera dimulai....


***


Bersambung