Re-system

Re-system
Pertempuran Melawan Dewa Perang Kuno IV



Sambaran petir ungu turun dari atas langit dan menyambar tempat dimana Zhukai duduk bersila.


Zzrrtttt!!


Ctarr!!


Pasukan dewa perang yang melihat sambaran petir turun segera menghentikan langkah mereka karena takut akan terkena sambaran petir itu.


Boomm!!


Tepat setelah petir itu mengenai tubuh Zhukai, ledakan keras terdengar di telinga semua orang.


Sementara itu, wajah sembilan dewa perang kuno yang melihat itu dari jauh segera berubah menjadi pucat.


"Sialan!! Mereka benar-benar tidak berguna..."


Fire God segera melesat kearah Zhukai yang tengah menerima kesengajaan ilahi. Dia berharap bisa membunuh Zhukai sebelum dia benar-benar menerobos.


"Fire God!! Jangan ke sana..." Thunder God berteriak dari kejauhan.


Tapi Fire God sama sekali tidak mendengarkan peringatan dari Thunder God dan terus melesat kearah Zhukai dengan kecepatan tercepatnya.


"Dewa Bintang!! Ini adalah akhir dari hidupmu..."


Dengan tangan kanannya yang membentuk cakar, Fire God melapisi tangannya dengan Qi yang telah berubah menjadi api.


Tepat setelah jarak antara Fire God dan Zhukai hanya terpaut lima meter, senyum kemenangan terukir di wajah Fire God.


Sayangnya....


Crattt!!!


Sebelum Fire God mendaratkan serangannya di tubuh Zhukai, bilah pedang sudah menusuk perutnya terlebih dulu.


Untuk sesaat, tubuh Fire God membeku.


Arghhh Uhuk! Uhuk!!...


Detik berikutnya, Fire God memuntahkan banyak darah segar dari mulutnya. Wajahnya telah berubah menjadi pucat tapi Fire God masih bisa mempertahankan kesadarannya.


"Terimakasih Yue'er, kamu bisa kembali, serahkan sisanya padaku..."


Zhukai menginjak kepala Fire God sampai hancur sambil berkata pelan pada Qi Yue yang tengah di kepung oleh delapan dewa pernah dari berbagai sisi.


Sementara itu, setelah Kai menghancurkan kepala Fire God, itu juga mengakhiri kehidupannya.


Terlihat otak dan juga bola mata Fire God berceceran di atas tanah.


Ding!.


[Kai Gege berhasil membunuh Fire God, Ranah God of Creation Langit Ke-delapan. Menghitung poin...]


[100 Triliun Poin Takdir telah ditambahkan, Kai Gege juga mendapatkan 200 Poin Pengalaman]


[Kondisi penyelesaian 2/10]


[Godhood ??? menyerap energi api, meningkatkan daya ledak setiap kali Kai Gege melepaskan serangan]


Mendengar itu, Kai bersikap acuh tak acuh dan menatap delapan dewa pernah kuno lain yang masih tersisa.


"Selanjutnya, giliran kalian..."


Niat membunuh yang memancar keluar dari tubuh Zhukai dengan cepat membuat tubuh kedelapan dewa perang kuno bergetar.


Sementara itu, Qi Yue yang telah kembali ke dalam dimensi pedang hitam segera tertidur dan berniat untuk memulihkan kembali kekuatannya.


"Fire God ... Dia telah terbunuh dengan mudahnya. Bagaimana ini, apakah kita masih memiliki kesempatan menang." Water God yang terlemah di antara mereka berkata dengan penuh ketakutan.


Sementara itu, Martial God yang minat mayat Fire God hanya bisa menutup matanya.


"Jika kita bergerak lebih cepat, dewa bintang tidak mungkin memiliki kesempatan untuk menerobos. Persetan dengan semua ini, kita akan bertarung mati-matian. Aku masih enggan percaya dia bisa mengalahkan 60 juta pasukan dewa perang." seru Moon God sambil memerintahkan 60 juta pasukan dewa perang untuk mengepung Zhukai dari berbagai sisi.


Dengan 60 juta tekanan dari Kultivator ranah God of Destruction, Zhukai hanya menghela nafas panjang.


Dia memejamkan kedua matanya sambil mengumpulkan Qi miliknya di tangan kanan yang saat ini sedang menggenggam pedang hitam.


"Segel Domain : Pedang Dewa!."


"Segel Domain : Pedang Iblis Penghakiman."


Ribuan pedang hitam terbentuk di atas langit, itu segera membentuk sebuah lingkaran besar dan memunculkan satu pedang besar dari dalam lingkaran pedang.


Tekanan kuat yang berasal dari pernah itu membekukan langkah pasukan dewa perang.


Rasa takut, keputusasaan, kebencian, cemas, dan kepanikan menghantui hati masing-masing pasukan dewa perang.


Melihat pedang raksasa yang datang kearah mereka, mereka semua sudah tahu bahwa tidak ada kesempatan bagi mereka untuk bertahan hidup.


Boommm!! Boomm!!


Duarr!!


Ledakan yang dihasilkan setelah Zhukai melepaskan serangannya telah menewaskan lebih dari 15 juta pasukan dewa perang.


Kai tidak berhenti sampai di situ saja, dia kembali mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya hingga membentuk 20 cetakan pedang biru di udara kosong.


"Sword Qi!!..."


Dia puluh cetakan pedang itu bergerak seolah-olah mereka hidup. Tanpa memberi kesempatan bagi pasukan dewa pernah untuk bersaksi, dua puluh Sword Qi secara cepat menebas kepala setiap pasukan dewa perang.


"Teknik apa itu!?" Martial God menyipitkan kedua matanya saat menatap dua puluh Qi pedang yang terus bergerak menebas setiap kepala pasukan dewa perang..


"Kita tidak boleh terus melihat seperti ini, cepat atau lambat Dea bintang akan membantai habis seluruh pasukan kita..." Thunder God berkata dengan cemas pada tuju dewa pernah lain.


"Terus kenapa? apakah kematian mereka penting!? para Kultivator itu seharusnya terhormat karena mengorbankan nyawa mereka demi membantu kami membunuh dewa bintang." Sun God berkata acuh menjawab ucapan Thunder God.


Dia merasa bahwa dengan mengorbankan 60 pasukan dewa pernah yang tersisa, mereka bisa menguras stamina Zhukai dan membuat peluang kemenangan mereka meningkat.


Thunder God menggertakkan giginya setelah mendengar itu, "Para bajingan ini, mereka sama sekali tidak memiliki hati nurani."


Meski Thunder God juga ikut membunuh dewa bintang di masa lalu, tetapi dia merasa bersalah atas hal itu.


Dia juga cukup banyak berubah dibandingkan dengan dirinya di masa lalu.


Tapi Thunder God juga tahu bahwa dia tidak mungkin selamat kali ini. Karena seperti itu, Thunder God akan melakukan segala yang ia punya untuk bertahan hidup.


Setelah pembantaian sepihak yang terjadi, Zhukai melayang di udara dengan butiran keringat yang mengucur deras di wajahnya.


Ding!


[Kai Gege telah membunuh 55 juta pasukan dewa perang, menghitung poin yang di dapat ...]


[Kai Gege mendapatkan 60,54 Kuadriliun Poin Takdir, 121,08 Kuadriliun Poin Pengalaman]


Meski dengan banyaknya Poin Pengalaman yang berhasil Kai dapatkan, tetapi itu masih belum cukup untuk membantunya menerobos ke tingkat selanjutnya.


Saat ini, hanya tersisa lima juta pasukan dewa perang yang masih hidup. Mereka dipenuhi dengan ketakutan dan keputusasaan setelah melihat Zhukai membantai rekan-rekannya tanpa memberikan kesempatan bagi mereka untuk melawan.


Kai menatap lima juta pasukan dewa perang dan mengeluarkan sebilah pedang nya, dia mengalirkan Qi dan mencoba menyerang mereka.


Tetapi...


Boomm!!


Sedangkan kejutan yang berasal dari Sky God tepat mengenai tubuh bagian belakangnya. Meski begitu, serangan itu sama sekali tidak meninggalkan luka sedikitpun di tubuh Zhukai


"Kekeke ... Apakah pengecut seperti kalian benar-benar tidak malu mengorbankan bawahan kalian hanya untuk menguras stamina ku!?." Kai terkekeh sambil menatap delapan dewa pernah kuno yang tak jauh darinya.


"Tidak perlu banyak bicara, setelah kami membunuhmu. Kami bisa membangun ulang pasukan yang kami miliki." ujar Martial God dengan senyuman sinis.


"Kekeke.... Hahaha, apakah kalian benar-benar yakin bisa membunuhku.."


Kai memejamkan kedua matanya, penampilannya perlahan berubah dengan munculnya tanda api putih di tengah-tengah dahinya.


Tapi anehnya, pupil matanya tidak berwarna biru melainkan berwarna hijau dengan jejak aura kematian yang begitu pekat..


"Ini adalah fisik terkuat ku saat ini. Majulah! Aku akan memberikan kalian pengalaman yang lebih buruk daripada kematian..."


Dengan perubahan atmosfir itu, Kai memulai pertarungannya dengan delapan dewa perang kuno yang masih hidup.


****


Bersambung..