
Kai melanjutkan perjalanannya dengan sebuah kapal kecil yang baru dia beli beberapa saat yang lalu dari System.
Setelah mengaktifkan mesin kapal, Kai duduk di pinggir kapal sambil memikirkan kejadian tadi. Kekuatan yang Xia Bing Yao keluarkan bukanlah sesuatu yang dapat Kai bayangkan.
Dengan kekuatannya saat ini, Kai tidak lain hanyalah setitik debu kecil di bandingkan dengan orang-orang yang ada di sana.
"Aku tidak bisa terus seperti ini, jika aku ingin mendapatkan Yao'er kembali, aku harus menjadi kuat secepatnya."
Tetapi untuk mencapai semua itu, hanya dengan berkultivasi secara normal akan membutuhkan waktu yang sangat lama.
"Aku tidak punya pilihan lain, mungkin aku harus membuka semua segel ingatan yang aku miliki.."
Kai sangat penasaran apa yang akan terjadi jika dia bisa membuka seluruh segel ingatan miliknya, meski hanya dua segel saja yang berhasil dia buka. Tetapi, efeknya pada kecepatan Kultivasinya sangatlah luar biasa.
"Oh benar..." Kai teringat akan sesuatu dan buru-buru membuka Inventory.
Dia terus menggeser layar Hologram di depannya kebawah untuk beberapa saat, "Ah, ketemu!!.."
Whuss!!
Dari udara kosong, muncul sebuah buku usang berwarna hitam dengan aura membunuh merembes keluar dari sampul bukunya.
Bukan hanya itu, Kai juga mengeluarkan pedang hitam dan juga cincin hitam dari dalam Inventory.
Dia meletakkan ketiga benda itu tepat di depannya dan melihatnya dengan lebih teliti.
"Sudah aku duga, ketiga benda ini saling terkait.." Kai mengelus-elus dagunya sambil mencoba memikirkan beberapa hal yang mungkin bisa merangsang ingatannya kembali.
Pada akhirnya, meski Kai terus berfikir keras, dia sama sekali tidak bisa membuka satu segel ingatan pun.
"Yi'er, apakah kamu tahu cara membuka segel ingatan?" Kai berucap pelan dalam hatinya.
[Tidak tahu] Jawab Yi singkat.
Mendengar hal itu saja, Kai sudah tahu bahwa Yi tidak ingin atau tidak bisa memberitahunya hal itu.
"Baiklah, Analisis!!.."
Ding Ding Ding!!...
[Eror!! Eror!! Versi System terlalu rendah, harap Kai Gege mengupgrade Versi System jika ingin mengetahui rincian dari ketiga benda tersebut]
Kai juga mencoba membuka buku usang itu. Sayangnya ada sebuah segel misterius yang tidak memungkinkan dirinya untuk membuka buku usang itu.
Tetapi anehnya, gurunya bisa membuka buku usang itu, mengapa dia Tidak?.
Kai menghela nafas panjang, dia memasukkan kembali ketiga benda tersebut kedalam Inventory.
Hembusan angin laut yang sepoi-sepoi membuat kai merasa sangat nyaman, tubuhnya yang dipenuhi dengan beban karena memikirkan Xia Bing Yao kini perlahan-lahan mulai menghilang.
Akhirnya, Kai tertidur pulas di atas kapal. Tak berselang lama, muncul cahaya putih yang berkumpul mengelilingi tubuh Zhukai.
Waktu berlalu dengan sangat cepat.. Pagi harinya, Kai membuka mata ketika merasakan aliran rasa hangat menembus pori-pori kulitnya.
"Ha, ini sangat hangat.." Kai menghembuskan nafas beberapa kali untuk menarik udara segar.
Dia menatap lurus kedepan dan hanya melihat hamparan laut yang sangat luas menembus cakrawala.
"Eh, apakah ini arah yang tepat?" Kai terlihat sangat gugup karena ini adalah kali pertamanya naik kapal.
Apalagi dia sama sekali tidak berpengalaman, "Oh benar..."
Kai menatap keatas langit dan melihat arah dimana matahari terbit, "itu seharusnya timur. Sedangkan arah ke Kerajaan Xiaoli adalah ke selatan. Sial, aku benar-benar tersesat!.."
Kai buru-buru memutar arah kapalnya dan melaju dengan sangat cepat menuju kearah selatan.
Dalam perjalanan, Kai beberapa kali dihantam oleh ombak besar dan juga di hadang oleh beberapa monster laut yang cukup kuat.
Meski dia berhasil mendapatkan Poin Pengalaman dari membunuh monster laut itu, tetapi itu hanya meningkatkan sedikit dari ranah Kultivasinya.
Setelah mengentikan kapalnya dan turun, Kai memasukkan kapalnya kembali kedalam Inventory.
Dia berbalik dan melihat sebuah bukit yang cukup tinggi di depannya.
Whuss!!
Kai terbang melewati bukit itu dan mendarat di tanah. Pandangannya menatap lurus Kedepan yang merupakan sebuah hutan lebat dengan banyak rawa dan juga binatang buas.
"Mata Ilahi!!.."
Dari pupil matanya, terlihat cahaya keemasan memandang lurus kearah hutan. Dengan aktifnya Mata Ilahi, Kai dapat secara jelas melihat keseluruhan hutan.
Meski tempat itu dipenuhi dengan binatang buas, mereka semua cukup lemah. "Hah, akan sia-sia jika aku menghabiskan waktuku disini."
"Jian'er keluarlah!!.."
Whuss!!
Entah darimana, seekor Phoenix yang begitu cantik muncul dengan api yang sangat panas menyelimuti tubuhnya.
"Tuan, lama tidak bertemu.." Ucap Biao Jian tersenyum kemudian merubah wujudnya menjadi seorang manusia.
"Tunggu dulu, cepat kembali ke wujud Phoenix mu.."
Biao Jian mengangguk dan segera kembali ke wujud Phoenix nya. Dengan itu, Kai segera naik keatas Biao Jian dan terbang.
"Ngomong-ngomong, kenapa tuan memanggilku? Tidakkah tuan ingat sudah tidak memanggilku lagi sejak 10 tahun yang lalu? Hmph.." Biao Jin mendengus dingin dan berkata dengan sedikit kesal.
"Eh, hehe.. Maaf, aku sangat sibuk hingga tidak punya waktu untuk bermain denganmu." Kai tertawa canggung sambil menatap kebawah.
"Hmph, aku sudah menduga itu." Atas perkataan Kai barusan, bukannya tersenyum, Biao Jian menjadi semakin cemberut.
"Sudah-sudah, tidak perlu marah seperti itu. Katakan saja apa yang kamu inginkan, aku akan memenuhinya." Ucap Kai tersenyum sambil mengelus-elus kepala Biao Jian yang dipenuhi dengan bulu berwarna merah yang sangat indah.
"Hihihi, kalau begitu aku ingin selalu bersama tuan mulai sekarang!"
"Eh, tapi itu akan berbahaya kau tahu?"
"Tentu saja aku tahu, tetapi aku bosan berada di Dunia Jiwa.."
"Baik-baik.."
"Terimakasih tuan.."
Kecepatan Biao Jian menjadi sangat cepat, Kultivasinya saat ini juga telah meningkat cukup pesat.
Kai sangat terkejut ketika mengetahui Kultivasi Biao Jian saat ini berada di Ranah Middle God, Kaisar Dewa Tahap Awal. Terakhir kali dia bertemu dengannya, saat itu Biao Jian masih berada di Jendral Dewa Tahap menengah.
"Tuan kita sudah sampai!!.."
Atas kata-kata Biao Jian barusan, Kai segera tersadar dan meminta Biao Jian untuk turun di dekat kota.
Whuss!!
Haembusan angin yang cukup kencang menumbangkan beberapa pohon yang berada di sekitar tempat Biao Jian mendarat.
Kai segera turun dari atas tubuh Biao Jian, dia tersenyum dan berkata. "Kau boleh mengubah wujudmu Jian'er.."
Biao Jian tersenyum senang, cahaya putih bersinar berkumpul disekitar tubuh Biao Jian. Tak berselang lama setelah itu, sosok gadis remaja berumur 14-15 muncul tepat di depan Zhukai.
Gadis remaja itu memiliki rambut merah panjang dengan senyuman manis di wajahnya. Dua buah dadanya masih terlihat dalam pertumbuhan, tetapi itu terlihat cukup besar untuk anak seusianya. Dengan gaun hitam panjangnya, dia tersenyum manis dan berkata pada Zhukai.
"Tuan, bagaimana penampilanku??..."
***
Bersambung..