
Disebuah rumah bordil, seorang pria paruh baya sedang menikmati anggur yang terdapat di atas meja di temani dengan banyak wanita cantik di sisinya.
"Kyaa~ Tuan kamu terlalu nakal." Ucap salah seorang wanita dari rumah bordil yang bagian tubuhnya tersentuh oleh pria paruh baya itu.
"Hehehe.. " Pria paruh baya itu tertawa, tetapi berhenti ketika Giok di hari tangannya menyala.
Pandangannya menjadi dingin, ia buru-buru berdiri dengan rasa khawatir di hatinya.
"Sial!! Muridku dalam bahaya, aku harus cepat.." Ucap Pria paruh baya itu penuh kekhawatiran, kemudian terbang menuju tempat muridnya berada.
***
Sementara itu, Bai Kong yang sama sekali tidak berdaya dihadapan serangan Kai Lin benar-benar putus asa setelah melihat sebuah Tebasan api yang begitu besar mengarah kepadanya.
Ia mencoba menghindar tetapi karena tekanan dari pedang itu yang mempengaruhi tubuhnya, Bai Kong sama sekali tidak dapat bergerak.
"Guru.. Selamatkan aku." Di detik-detik terakhir ketika serangan Kai hampir membunuh Bai Kong, tiba-tiba sebuah cahaya biru menghadangnya.
Duarr!!
Tarian pedang Api segera menghilang menyebabkan sebuah asap yang mengumpul di satu tempat. Sementara itu bayangan biru yang bermaksud menghadang serangan Zhukai terpental beberapa langkah dengan telapak tangannya terdapat sebuah bekas luka bakar.
Dia adalah Guru Bai Kong, Tian Wuge.
Sebuah jejak darah keluar dari sudut mulut Tian Wuge ketika menahan serangan langsung dari Tarian Pedang Api. Dia memandang muridnya yang ketakutan kemudian menghela nafas setelah itu memandang Zhukai yang penuh dengan niat membunuh kearahnya.
"Jadi kau adalah gurunya? Kekeke.. Kultivasi mu juga tidak begitu rendah.. Mari Kita buat kau menjadi Undead dua." Ucap Kai lantai dengan suara rawa yang begitu menakutkan.
Tubuh Tian Wuge menegang, detik berikutnya dia begitu marah dan mulai menyerang Kai dengan Tombaknya.
Whuss!! Whuss!!
Tusukan tombak berkali-kali dari Tian Wuge yang menempatkan di titik-titik Vital Zhukai, tetapi dengan mudah di hindari Kai.
Ting!! Ting!!
Suara benturan besi terdengar di area pertarungan, Tian Wuge mengeluarkan Tekniknya yang dapat membuat Mata tombaknya membesar dan berlipat ganda.
"Hehe, kau lumayan pak tua, tetapi daya Serang mu begitu lemah dengan Kultivasi mu sebagai seorang Early God. Biar aku tunjukkan perbedaan diantara kita berdua." Kai mundur beberapa langkah menjauh.
Dia menyarungkan Pedangnya Thunderbird nya dan mengambil pedang yang lain, Pedang itu berwarna perak menyala-nyala, Seperti ada Api putih yang mengelilinginya.
"Tarian Pedang Api!!." Kai berputar-putar dengan begitu cepat, Setiap langkah yang ia pijak seperti sebuah irama yang sangat cocok untuk Tarian Pedang nya.
Dia melompat begitu tinggi di udara, Dia menebas maju membuat sebuah Tebasan Api Raksasa membakar apapun yang dilewatinya.
Tian Wuge mengernyit, Sebelumnya yang membuat organ dalamnya terluka adalah teknik ini, tetapi waktu itu ia tidak begitu siap. Kali ini ia yakin seratus persen dapat menahan serangan itu.
"Hmph.. Tombak Elang!!.." Tian Wuge tidak tinggal diam, dia mengeluarkan salah satu teknik terkuatnya yaitu, Tombak Elang.
Sama seperti Kai, itu juga membentuk sebuah tebasan tombak berwarna putih...
Kedua serangan itu saling berbenturan menyebabkan sebuah ledakan yang begitu keras, hanya dari tekanan dari kedua serangan itu sudah cukup untuk membuat orang yang Kultivasi hanya di bawah Alam Dewa lumpuh.
Kai mengungkapkan senyuman jahat, Tarian Pedang Api yang ia keluarkan sama sekali berbeda dengan yang tadi.
Bukan hanya itu, ia juga menggunakan Pedang Kaisar, sudah pasti bahwa Tian Wuge akan tamat dibawah serangannya.
Tetapi tidak seperti yang Kai harapkan, Ketika tebasan tombak dari Tian Wuge hancur Tarian pedang apinya terus maju dan mengenai Tubuh Tian Wuge.
Tubuhnya dipenuhi dengan luka bakar dan darah mengalir deras keluar dari mulutnya, Tetapi ia masih belum mati.
"Uhuk!! Uhuk!!.." Tian Wuge jatuh dalam posisi berlutut dengan darah yang deras mengalir keluar dari mulut serta hidungnya.
Kondisinya sudah benar-benar buruk, Walaupun tubuhnya hancur tetapi kondisi jiwanya masih baik-baik saja.
"Oh ya, aku lupa jika seorang Realm Dewa menggunakan Jiwa sebagai nyawa keduanya."
Kai tiba-tiba berhenti, ia membuka mulutnya dan menarik nafas dalam, "Haaagggggraaa..."
Teriakan itu begitu keras dan membuat gendang telinga semua orang berdarah, Tian Wuge juga mengeluarkan teriakan keras untuk waktu yang lama kemudian terjatuh ketanah dengan tubuh tak bernyawa.
Ding
[Kai Gege membunuh seorang Early God, Dewa Kuning. mendapatkan 8 Triliun Poin System, 16 Triliun Poin Pengalaman]
"Karena kalian semua begitu berani membuat Kekaisaran Naga seperti itu, maka biarkan aku memberikan kalian sebuah penderitaan..." Ucap Kai dingin sambil memandang para musuh yang ada di depannya.
"Ratapan Kematian!!.."
Sebuah cahaya Hitam merembes keluar dari tubuhnya, itu menyebar luas memenuhi seluruh seluruh Kota.
Tiba-tiba semua orang berteriak begitu keras, entah karena sebab apa mereka menjadi gila dan tidak dapat mengendalikan diri mereka sendiri.
Ratapan Kematian adalah sebuah teknik jahat dari masa lalu yang dapat membuat seseorang merasakan kematian itu sendiri, bukan seperti ilusi yang dapat dihilangkan, Ratapan Kematian bersifat permanen dan itu akan terus berlanjut hingga orang yang terkena teknik itu meningal, Kecuali jika mereka dapat mengendalikan iblis hati mereka mungkin memiliki kesempatan untuk lepas dari Ratapan Kematian.
Kai mendekati Mayat Tian Wuge dan membuatnya menjadi salah satu dari pasukan Undead nya. Kemudian ia mendekati Bai Kong, dia sengaja tidak membuat Bai Kong gila karena hukuman seperti itu akan terlalu ringan untuknya.
"Kenapa kau tidak menggunakan teknik mu juga kepadaku, Kau sudah membunuh guruku, bahkan ras ku sekarang menjadi gila, apakah kau tidak memiliki hati nurani." Teriak Bai Kong melepas semua amarah yang ia pendam.
"Hehe, semua ini terjadi karena mu.. Jika bukan karena kau yang memulai perang ini dan membantai habis para penduduk Kekaisaran Naga yang tidak bersalah, mana mungkin aku akan membuat Kalian Seperti ini.. Juga akulah yang membunuh Kakakmu, Bai Chen."
Deg–
Jantung Bai Kong terasa seolah-olah berhenti mendapati fakta bahwa bukan Kekaisaran Naga yang membunuh kakaknya, Dia memandang Kai dengan penuh amarah dan juga niat membunuh. Tetapi dengan kondisi tubuhnya yang seperti ini, bagaimana mungkin ia akan menjadi lawan dari Zhukai?.
"Kau!! Keparat sialan, biarkan aku membunuhmu!!"
Bang!! Duarr!!
Kai memukul Bai Kong dengan begitu keras tepat di kepalanya, Bai Kong tidak mati meski kepalanya hancur dan tulangnya remuk.
Kai berjalan mendekati Bai Kong kemudian berkata, "Oh ya, aku dengar kau memiliki Istri yang lumayan cantik, bagaimana dengan ini.. Aku akan membiarkan Undead satu untuk bermain dengan istrimu..."
Pernyataan dari Zhukai seketika membuat Bai Kong terdiam..
****
Bersambung