Re-system

Re-system
Kekuatan Jiwa Tingkat Ke-lima



Kai mengepalkan tangannya dengan semangat memenuhi tubuhnya, dia mengatur nafas dan menghembuskan nya beberapa kali.


Kai menatap segel jiwa itu sekilas dan memejamkan kedua matanya sambil terus memahami segel jiwa yang ada di punggung Bai Ling.


Sebuah energi biru aneh tiba-tiba muncul, cahaya yang awalnya redup dengan bertambahnya waktu semakin terang.


Saat ini, tepat di pikirannya yang merupakan pusat dari kekuatan jiwanya. Kai duduk disana sambil terus mengolah energi dari segel jiwa milik Bai Ling.


"Serap! Hembuskan! Murnikan!..."


Kai terus mengulangi proses tersebut untuk waktu yang lama hingga tiba-tiba terjadi gejolak dalam kekuatan jiwanya..


Dia menggertakkan giginya dengan kuat dan berteriak keras. "Tingkat ke-lima!! tembus!!.."


Duarr!!


Booomm!!


Berbagai ledakan yang memekakkan telinga menggema di seluruh kapal.


Bai Ling dan Zhen Lun yang terkejut dengan ledakan itu tiba-tiba menjauh karena tidak kuat menerima tekanan yang Kai berikan.


"Kamu baik-baik saja adik Ling?" Zhen Lun dengan lembut bertanya sambil menggenggam telapak tangan Bai Ling.


Bai Ling yang merasakan tangan dari Zhen Lun yang begitu hangat tiba-tiba memerah dan menjawab dengan malu. "A–Aku baik-baik saja kakak Lun, tapi apakah guru baik-baik saja?"


Zhen Lun menggeleng, "Aku tidak tahu, tapi kurasa guru saat ini sedang dalam proses menerobos! Seperti yang diharapkan dari guru kita."


Sementara itu, Zhukai yang secara tiba-tiba membuka kedua matanya dengan cepat mendongak keatas.


Matanya yang mengeluarkan cahaya biru yang begitu terang seolah menembakkan laser hingga membuat langit-langit kapal hancur.


Cahaya itu terus menembus jauh keatas langit hingga menembus awan dan membuat sebuah lubang besar disana.


Cahaya bulan yang begitu terang menyinari tubuh Zhukai yang sedang duduk diatas kapal.


Kejadian itu seketika mengejutkan Kru kapal dan para penumpang lain. Karena ledakan yang begitu keras dan juga tekanan yang dihasilkan membuat buku kuduk mereka berdiri.


Setelah kedua mata Zhukai terpejam, cahaya biru yang keluar dari dua matanya tiba-tiba menghilang seketika.


Kai kembali menunduk sambil menghembuskan nafas panjang.


"Akhirnya!!.. Tingkat ke-lima."


Dia mengepalkan tangannya dengan penuh semangat kaku berdiri sambil menepuk-nepuk pundaknya yang penuh dengan debu.


"Oh, kurasa aku yang telah menghancurkan semua ini.. Ini juga salah ku karena tidak memasang Array."


Karena Kai terlalu bersemangat untuk meningkatkan kekuatan jiwanya, ia sampai lupa memasang Array pelindung.


Dia menatap lurus dan melihat Zhen Lun dan Bai Ling menatapnya penuh kekaguman.


"Oh, apakah kalian melihat semua itu?"


Mereka berdua mengangguk, Zhen Lun maju dengan mata penuh semangat.


"Benar, aku awalnya tidak yakin dengan hal ini.. tetapi setelah melihat kekuatan yang guru perlihatkan, aku sangat yakin bahwa menembus Immortal God bukanlah sebuah halangan."


Kai tertawa mendengar itu, bahkan jika dia tidak membantu mereka berdua. Cepat atau lambat mereka berdua pasti akan mencapai tujuan mereka.


Ia hanya mempercepat proses tersebut, "Sekarang kau tahu kekuatan milik gurumu bukan? Cepat pelajari apa yang aku perintahkan tadi sedangkan untukmu Bai Ling."


Karena tubuh fisik milik Bai Ling lebih lemah dibandingkan dengan Zhen Lun, Kai tidak bisa memberinya teknik pertempuran terlebih dulu.


"Karena bakat alamimu baru saja bangkit, aku akan memberimu latihan fisik terlebih dulu."


Bai Ling mengangguk, jika dia ingin terus berada di samping Zhen Lun. Maka dia harus bertambah kuat.


"Baik guru, aku tidak malasah latihan apa itu."


Sebelum Kai memberinya pelatihan fisik, apa yang harus ia lakukan sebelum itu adalah memperbaiki tulang, otot, tendon, dan darah milik Bai Ling.


Karena itu, Kai mengeluarkan sebuah tungku dan memulai meramu sebuah pil. Karena pil yang ia inginkan tidak ada di toko System, dia harus meramu Pil itu sendiri.


Setelah Pil itu selesai dibuat, Kai segera menyuruh Bai Ling untuk menelannya.


Seperti yang ia harapkan, Bai Ling sama sekali tidak ragu dan menelan pil itu dengan cepat.


Selang beberapa detik, perubahan terjadi pada tubuh Bai Ling. Teriakan kesakitan yang begitu keras menggema di seluruh ruangan itu, hingga selang satu jam Teriakan dari Bai Ling mereda.


"Kau bertahan dengan sangat baik Bai Ling."


"Terimakasih guru.." Ucap Bai Ling sambil menyeka noda di bibirnya dengan tangan


kanannya.


"Sebelum melanjutkan latihan lagi, kau sebaiknya mandi terlebih dulu. Tubuhmu penuh dengan kotoran." Ucap Zhukai.


Bai Ling tertawa canggung, sebelum Zhen Lun terbangun dari latihannya dia berlari dengan sangat cepat menuju kamar mandi.


"Hahaha, gadis itu.."


Kai berbalik dan melihat bahwa Zhen Lun masih sangat fokus berlatih. Apalagi tingkat konsentrasi nya yang begitu tinggi membuat Zhukai sangat kagum.


"Heh, dia benar-benar jenius. Memiliki dua murid seperti ini tidak buruk juga."


Setelah ia menyelesaikan ucapannya, Kai berjalan keluar menemui pemilik kapal untuk mengganti kerusakan yang telah ia perbuat selama berlatih tadi.


Pemilik kapal yang menerima puluhan batu mistis dari Zhukai sangga terkejut dan memperlakukannya seperti tamu terhormat.


Kai sendiri tidak peduli dengan semua itu dan berjalan kembali ke kamar Zhen Lun.


"Oh, bukankah kau mandi terlalu cepat?" Melihat Bai Ling yang duduk di samping Zhen Lun, Kai tersenyum sambil berkata.


"Hehehe.."


Setelah mengatakan hal itu, Zhukai membuat sebuah Array di sekitar Bai Ling untuk meningkatkan tubuh fisiknya lebih lanjut.


Itu adalah sebuah Array pemberat dimana tekanan yang dialami Bai Ling akan terus meningkat seiring berjalannya waktu dan itu bertahan selama dua belas jam....


Satu malam berlalu dengan begitu cepat, Zhen Lun yang baru saja selesai mempelajari teknik yang Kai berikan dengan sempurna segera berjalan menghampiri Zhukai.


"Guru, aku telah berhasil mempelajari teknik yang anda berikan. Entah kenapa pemahaman ku meningkat dengan sangat pesat, apa mungkin itu karena pil yang guru berikan?" Zhen Lun bertanya dengan penuh semangat.


Kai sama sekali tidak terkejut dengan hal itu, mengetahui seberapa jeniusnya Zhen Lun dia sudah menduga bahwa ia akan mengetahuinya dengan cepat.


"Itu, benar.. Bagaimana menurutmu teknik itu?"


"Luar biasa, setiap serangan yang dikeluarkan tidak mengambil Qi terlalu berlebihan dan itu sangat cocok untuk seseorang dengan kecepatan yang cepat."


Tepat setelah Zhen Lun menyelesaikan ucapannya, Bai Ling juga telah menyelesaikan latihan yang Kai berikan.


Seluruh otot-otot tubuhnya sangat kesakitan hingga ia kesulitan untuk berdiri. Zhen Lun yang melihat itu dengan cepat membantunya dan berkata penuh ketulusan.


"Terimakasih adik Ling.."


Bai Ling tersenyum senang mendengar itu, mereka saling memandang hingga terdengar suara batuk dari Zhukai.


"Ekhemm.. Apakah kalian mengira aku sebagai patung? Cepat kesini, aku akan memberi kalian teknik terakhir."


Karena sebentar lagi Kai akan sampai di kota berikutnya, ia tidak bisa menemani kedua muridnya itu. Jadi Kai memutuskan untuk memberi mereka berdua teknik Kultivasi.


"Ini adalah teknik Kultivasi ganda yang akan membuat kecepatan Kultivasi kalian meningkat tiga kali lipat."


***


Bersambung..