
Ketika melihat pedang yang tertusuk di perut teman mereka, dua orang lainnya begitu terkejut hingga tidak dapat berkata-kata.
Apakah itu adalah tindakan yang benar ketika melihat seseorang terluka? Tentu tidak!.
Tetapi di detik berikutnya, mereka mendengar suara penuh niat membunuh dari mulut Zhukai.
"Keluar! Tidak ada gunanya untuk bersembunyi."
Whengg!! Whengg!!..
Puluhan siluet mulai bermunculan dari balik pepohonan, Zhukai yang sudah siap dengan situasi itu hanya bersikap biasa saja.
"Oh, ada beberapa wajah yang kukenal disini... Apakah pelajaran yang aku berikan waktu itu masih belum cukup." Kai tertawa tetapi sorot matanya menatap tajam pada kepala penjaga.
Kepala penjaga yang merasakan tekanan intimidasi yang begitu kuat dari Zhukai seketika bergidik ngeri. Tubuhnya bergetar dengan keringat mulai mengucur dari wajahnya.
Setelah mengalami luka yang begitu parah dari Zhukai, dia segera dilarikan ke menara penyihir yang ada di dalam kota.
Bahkan setelah dia menerima sihir Heal dari Mage disana, ia masih bisa merasakan rasa sakit setiap waktu.
"Hmm, jadi dia yang memukulmu saat itu? Bukankah dia hanya orang lemah yang tidak memiliki mana?" Sosok pria kekar dengan pakaian mewah berkata mengejek.
Alasan mengapa tidak ada satupun yang dapat melihat mana di dalam tubuh Zhukai adalah karena mana di dalam tubuhnya telah bergabung dengan energi spiritual yang berasal dari Dantian.
Jika Kai terus membiarkan mana dan Qi dalam tubuhnya, itu akan merusak organ dalam dan saling menghancurkan satu sama lain.
Mendengar ejekan dari walikota, Kai masih bersikap tenang dan tidak membalas. Dia mengembalikan pedang merah di tangannya kedalam Inventory dan tertawa kencang.
"Hahahaha, Kau walikota kita luxurion bukan?"
"Ya, jadi apa?"
"Aku berfikir, bagaimana orang berotak kecil sepertimu menjadi walikota. Kau bahkan membayar orang untuk menyebarkan rumor tentang kotamu adalah kota yang baik sehingga akan menarik banyak orang untuk datang kesana."
"Orang ini!!... Kenapa kalian masih diam, cepat bunuh dia."
Dengan perintah dari walikota, puluhan orang yang memakai pakaian serba hitam melesat dengan belati kecil di tangan mereka.
Kai menghindari semua serangan itu sambil melepaskan beberapa pukulan. Dia begitu terkejut ketika melihat puluhan orang itu begitu lincah dan juga serangan mereka sangat akurat seolah-olah mereka telah dilatih untuk itu.
"Bagaimana? Bukankah mereka sangat hebat, aku menghabiskan banyak uangku untuk melatih mereka semua hingga seperti ini." Ucap walikota sambil melihat dari kejauhan.
Meski tingkat mereka hanya setingkat dengan master pedang, tetapi kecepatan dan juga reaksi mereka hampir sama dengan seorang Pendekar Pedang.
Apalagi kerjasama yang mereka lakukan sangatlah luar biasa hingga membuat Zhukai tidak menemukan sedikitpun celah dari mereka.
Kai menyeringai lebar dan menjawab ucapan walikota, "Memang mereka sangat hebat, Tapi!!...."
Booommm!!
Ledakan yang begitu keras terjadi bersamaan dengan hembusan angin yang menerbangkan pepohonan dan juga puluhan orang itu.
Tanah dimana Zhukai memukul berubah menjadi sebuah lubang yang cukup dalam, sementara itu tubuh Zhukai mengeluarkan aura berwarna merah dengan tekanan yang begitu besar.
"Meski mereka hebat, tetapi apa gunanya dengan kekuatan yang begitu lemah ini. Bahkan tidak dapat menggores tubuh ku sedikitpun."
Melihat Zhukai dengan tatapan haus darah sambil berjalan kearahnya, tubuh walikota mengeluarkan keringat dingin bersamaan dengan getaran pada tubuhnya.
Tetapi mempertimbangkan martabatnya sebagai seorang Pendekar Pedang, bagaimana mungkin dia akan menunjukkan sisi lemahnya pada para bawahannya.
"Tch," Walikota menarik pedang dan mengeluarkan salah satu teknik andalannya sebagai seorang Pendekar Pedang.
Potongan Ganda.
Tubuh Walikota yang terasa seringan bulu melesat maju dengan otot-otot nya yang sudah bersiap memberikan tebasan untuk Zhukai.
Dua tebasan secara beruntun dari walikota datang dengan begitu cepat dan menyerang Zhukai tepat di kepalanya.
Kai sendiri hanya tersenyum lebar, dengan kedua tangannya dia menangkap kedua serangan dari walikota.
"Hehe, apakah hanya sekuat ini dirimu? Kau tidak ada bedanya dengan sampah disana."
Walikota yang menjadi semakin marah menyerang Zhukai secara membabi-buta. Para bawahannya yang melihat itu segera ikut membantunya.
Beberapa ahli sihir yang baru saja tiba juga menyerang Zhukai, mereka semua merupakan seorang Magician Ahli.
"Fireball!!.."
Tidak seperti yang dilakukan para penyihir lainnya, Kai tidak perlu membacakan mantra kuno untuk memunculkan sihir.
Duarr!!
Bola api besar yang muncul secara tiba-tiba membuat walikota dan puluhan assassin lainnya menjauh, meski begitu ledakan dari Fireball masih memberi mereka sedikit luka bakar.
"K–Kau penyihir!!"
"Tentu saja, apakah aku pernah mengatakan sebelumnya bahwa aku seorang petarung?" Kai menyeringai, itu semakin lebar ketika melihat wajah ketakutan walikota.
"Sepertinya tidak perlu membuat ini lebih lama lagi."
Energi misterius secara tiba-tiba meluap dari dalam tubuh Zhukai, tekanan kuat yang dihasilkan oleh energi itu seketika membuat puluhan orang bersama walikota terpaku tidak bisa bergerak.
"Tekanan macam apa ini.."
Walikota yang tertunduk merasakan tekanan berat diatasnya, dia mendongak keatas dan melihat Zhukai membunuh para bawahannya hanya dalam waktu satu tarikan nafas.
Seakan detak jantung terhenti, walikota seolah-olah melihat seorang malaikat mau berjalan mendekat kearahnya.
Mulutnya terbuka, tetapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.
"Kau tahu apa akhir dari orang-orang yang memiliki niat untuk membunuhku?"
Bahkan sebelum walikota memiliki kesempatan untuk menjawab, Kai sudah terlebih dulu menebas kepalanya.
Slashh!!
"Itu adalah kematian!!."
Kepala walikota terpotong dan menggelinding diatas tanah, darah yang keluar dari lehernya dengan cepat membasahi tubuh walikota.
Setelah membunuh walikota, Kai menjarah harta dan juga barang-barang berharga milik walikota dan juga puluhan bawahannya yang terbunuh.
Kai kembali dengan tubuhnya yang dipenuhi oleh bercak darah, kusir kuda yang melihat semua kejadian itu tidak bisa berhenti untuk mengigil ketakutan.
Karena dia berasal dari kota luxurion, ia sangat akrab dengan wajah walikota. Melihat Zhukai yang membunuh walikota dengan mudahnya tidak dapat menyembunyikan ketakutan di wajahnya.
"Ketika kau kembali, beritahukan semua yang kau lihat hari ini pada semua orang."
Kai melanjutkan langkahnya dan masuk kedalam kereta. Dia juga menyuruh Wei'er Yunlan untuk menggunakan sihir untuk membersihkan tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan pada mayat-mayat itu?" Wei'er Yunlan bertanya sambil menunjuk puluhan mayat yang tergeletak diatas tanah.
"Tidak ada yang harus kulakukan." Kai menjawab dengan dingin.
Dia segera menyuruh kusir kereta untuk mempercepat laju kereta kuda. Jarak antara kota luxurion dan kerajaan singa terpisah ribuan mil jauhnya.
Bahkan dengan kereta kuda, mereka masih membutuhkan waktu selama satu setengah hari untuk sampai.
Dalam perjalanannya, Kai bertemu dengan berbagai monster dan juga petualang. Dengan informasi dari Wei'er Yunlan, Kai mengetahui apa yang dimaksud dengan petualang itu.
Meski dia tahu di kehidupannya ketika di bumi, Kai masih kurang yakin dengan hal itu.
Tetapi setelah Wei'er Yunlan menjelaskan, petualang sama seperti apa yang dipikirkannya.
"Tuan, kita hampir sampai di kerajaan singa."
Ketika Kai mendengar suara itu dari kusir kereta, dia segera membuka jendela.
Hembusan angin yang cukup kencang menerpa wajahnya, itu begitu sejuk dan juga nyaman.
Ketika Kai melihat keluar jendela, sebuah tembok raksasa yang terbuat dari bebatuan yang disusun terlihat dari jarak yang cukup jauh.
"Jadi itu kerajaan singa? Sungguh kerajaan yang besar."
***
Bersambung