Re-system

Re-system
Cerita dari Phoenix Tua



"Pang'er ini benar-benar kamu!!" Phoenix itu buru-buru berubah wujud menjadi pria paruh baya dan berlari kearah Biao Jian untuk memeluknya.


Melihat sosok Pria paruh baya yang sedang berlari kearahnya, Biao Jian segera bersembunyi di belakang Zhukai dengan tubuh yang bergetar.


"Tua ini, Siapa orang tua ini.." Selama pertumbuhannya, Biao Jian jarang berinteraksi dengan orang asing. Jadi, ketika ia melihat sosok orang yang tidak dikenalnya tiba-tiba berlari mendekat kearahnya, itu membuatnya menjadi takut.


Phoenix itu berhenti berlari, ketika dia melihat bahwa anaknya sangat ketakutan ketika ia mencoba mendekat. Ia merasakan rasa sakit di dalam hatinya.


"Pang'er ini Ayah... Apakah kamu sama sekali tidak mengingatku?" Phoenix tua itu berkata dengan wajah sedih.


"Ayah? Apakah aku mempunyai ayah? Aku tidak dapat mengingat sama sekali." Biao Jian berkata dengan tangannya menggenggam erat kerah baju Zhukai.


Phoenix tua itu seketika terdiam, ia terjatuh dan buru-buru menangis, "Maafkan ayah Pang'er, Jika saja ayah lebih kuat untuk melindungimu dulu. Mungkin hal ini tidak akan terjadi."


Kai menghela nafas, melihat sosok Pria tua yang sedang menangis di depannya. Ia juga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Phoenix tua itu.


Bayangkan saja sebagai seorang ayah yang sudah tidak bertemu dengan anaknya selama ratusan ribu tahun dipertemukan kembali oleh takdir. Tetapi pada waktu itu sang anak tidak mengenali ayahnya sendiri, betapa sakitnya itu.


Kai tidak mengerti apa yang dinamakan rasa kasih sayang orang tua, Meskipun Chiyan dulu membesarkan dirinya seperti anaknya sendiri, tetapi Kai merasakan ada yang kurang dari itu.


Tetapi ketika dia melihat Ayah Biao Jian yang begitu menderita, hatinya sedikit tergerak. Dia berbalik untuk menatap Biao Jian dan berkata pelan, "Jian'er, dia mungkin adalah ayahmu, kenapa kamu tidak kesana dan membicarakan beberapa hal dengannya."


"Ayahku? Tetapi kenapa aku sama sekali


tidak memiliki ingatan tentangnya?"


Kai mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya ke dahi Biao Jian dan itu menimbulkan sebuah suara Pa!!.


"Jian'er, Apa kamu tidak kasihan melihatnya. Cepat datang dan hibur dia." Tegur Zhukai sembari memberikan dukungan pada Biao Jian agar tidak takut lagi ketika bertemu dengan orang asing.


(Author Lupa kasih tahu jenis kelamin dari Biao Jian, Dia adalah wanita yah..)


Dia menggembungkan kedua pipnya, kedua tangan kecilnya memegang dahinya yang saat ini memerah karena jentikan jari Zhukai yang cukup keras.


"Baik-baik Tuan, tidak perlu memarahiku sampai seperti itu tahu. Huh."


Biao Jian buru-buru mendekat dengan kedua kaki sedikit gemetar, ia menatap wajah dari Phoenix tua itu. Dia dapat merasakan perasaan hangat ketika kedua matanya dan Phoenix tua itu saling bertatapan.


"Emm.. Halo Pak tua.." Ucap Biao Jian dengan gugup, nada suaranya terasa begitu kaku.


Phoenix tua menyeka air mata yang ada di wajahnya, dia kemudian segera berdiri dan memasang senyuman hangat, "Pang'– Tidak, Jian'er, Tidak apa-apa jika kamu tidak mengingat ayah untuk saat ini. Tetapi perlahan ingatanmu akan pulih dengan sendirinya.."


Phoenix tua itu mencoba berbicara lebih dekat tetapi ketika ia melihat Biao Jian mundur, ia menghentikan niatnya.


Phoenix tua segera berbalik dan mengarahkan pandangannya pada Zhukai, "Anak muda, Kau adalah Tuan dari anakku bukan? Aku minta maaf atas sikap ku tadi.." Ucap Phoenix tua membungkuk untuk meminta maaf.


"Tidak perlu membungkuk Paman, Jika boleh tahu, siapa nama Paman?"


"Nama ya... Aku bernama Yu Sha, kau boleh memanggil namaku langsunga tau yang lain itu terserah dirimu."


Ia akan tidur terlebih dulu untuk membiarkan ayah dan anak saling mengenal lebih dalam satu sama lain.


Di pojok dinding Goa, Yu Sha duduk sambil menatap anaknya penuh dengan kasih sayang.


"Jian'er, Apakah kamu mau mendengarkan salah satu kisah ku?"


Biao Jian diam dan menjawab hanya dengan sebuah anggukan. Yu Sha menghela nafas setelah itu mulai menceritakan kisah dimana di Alam Dewa tepatnya di Dataran Jie...


Kisah itu dimulai sekitar seratus lima puluh ribu tahun yang lalu, dimana saat itu perang terjadi dimana-mana. Waktu itu, Yu Sha merupakan anak dari Patriak Ras Phoenix. Ras Phoenix waktu itu termasuk kedalam 7 Kekuatan Tempur di dataran Jie.


Waktu itu, Ras manusia lah yang memicu perang antara para Ras di Dataran Jie. Mereka menggunakan segala cara licik untuk menimbulkan perang di antara para Ras kuat lainnya.


Dengan begitu, perang mulai berkecamuk dan menimbulkan banyak korban jiwa di antara para Ras kuat yang lain, dengan memanfaatkan melemahnya beberapa Ras Kuat. Para Manusia mulai menginvasi seluruh ras satu persatu.


Yu Sha yang waktu itu sedang memimpin perang bertemu dengan seorang wanita yang begitu cantik. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada wanita itu dan mulai menjalin hubungan lebih dalam.


Ayahnya yang waktu itu mengetahui tentang hubungannya dengan wanita dari Ras Manusia menjadi sangat marah, dia memberi Yu Sha dua pilihan. Pertama adalah membunuh wanita itu dan membuktikan kesetiannya pada Ras Phoenix sedangkan yang kedua adalah menghapus Kultivasinya dan keluar dati Ras Phoenix.


Tentu saja Yu Sha lebih memilih untuk pergi bersama dengan Istrinya, apalagi waktu itu Istrinya bsedang hamil anaknya


Dia kemudian dianggap sebagai Penghianat Klan dan di keroyok oleh banyaknya Anggota Ras Phoenix dan juga para tetua.


Dia terluka parah yang mengakibatkan menurunnya Kultivasi, "Sayang, Aku akan mengirim mu pergi ke Alam Bawah, di sana kamu dan anak kita akan aman." Ucap Yu Sha yang saat ini sedang bersembunyi di sebuah hutan.


"Tetapi bagaimana denganmu?"


"Tidak usah memikirkan diriku, selama kamu dan anak kita baik-baik saja disana, itu sudah cukup bagiku."


Tepat setelah Yu Sha menyelesaikan kata-katanya, sebuah panah dengan kecepatan yang sangat cepat menusuk punggung Istrinya.


Dia terlambat menyadari dan membuat Istrinya kehilangan Nyawa, "Tidakk!!.."


Yu Sha kemudian segera membuat dirinya termakan amarahnya sendiri, dia kemudian membantai habis seluruh Ras nya yang telah membunuh istrinya.


Di dalan keputusasaan nya waktu itu, Dia menghampiri mayat istrinya. Tiba-tiba sebuah cahay putih keluar dari perut Istrinya.


Cahaya putih itu menghilang memperlihatkan sosok bayi yang begitu imut, Tubuh Yu Sha menenngang, setelah itu dia mennagis untuk waktu yang sangat lama di depan mayat istrinya.


"Sayang, terimakasih telah menjaga anak kita bahkan disaat-saat terkahir hidupmu. Aku berjanji tidak akan membahayakan keselamatan anak kita dimasa depan."


Dengan Begitu, Yu Sha menggunakan salah satu metode yang membuat Anaknya menjadi sebuah Telur, dia juga meninggalkan jejak kekuatannya yang saat itu adalah seorang True God.


Setelah itu, Yu Sha mengambil sebuah Jimat Penghancur Ruang dan memindahkan anaknya kedalam Alam Tingkat Rendah, Itu adalah alam Kultivator dimana Kai dan Biao Jian bertemu.


***


Bersambung...