
Malam hari tiba dan bulan bersinar dengan cahaya peraknya. Di sebuah sungai yang letaknya jauh di dalam hutan, seorang pria tampan telanjang berendam di dalam sungai.
Sosok pria tampan itu membilas tubuhnya yang penuh dengan cairan hitam lengket. Selain terobosan dalam Kultivasinya, energi di dalam tubuh Zhukai juga semakin murni.
"Xiao Hu, Tao Tie datang saja kesini. Air di dalam sungai tidak terlalu dalam."
Seolah paham apa yang Kai katakan, Xiao Hu dan Tao Tie berjalan menuju ke sungai. Salah satu kaki Xiao Hu menyentuh air sungai mencoba memeriksa.
Tetapi di belakangnya, Tao Tie berlari cepat dan menabrak tubuh kecil Xiao Hu hingga membuat mereka berdua terjatuh kedalam sungai.
"Huu... Huu..."
Bagaikan seorang gadis kecil yang manja, Xiao Hu berenang ke sisi Zhukai sambil berteriak meminta pertolongan.
Meski Xiao Hu terlihat seperti anjing jenis Husky, tetapi ia dapat berenang dengan baik dengan tubuh kecilnya.
"Hahaha, setelah mandi istirahat, karena besok kita akan melakukan perjalanan cukup jauh."
Tujuan Zhukai selanjutnya adalah kota pandai besi, ia mendapat tiga batu meteorit dari Lelang Semesta.
Karena Kai bukanlah seorang pandai besi, dia hanya bisa menyerahkan urusan penempaan pedang pada seorang pandai besi yang ahli.
Dengan begitu, ketika pagi hari menjelang. Kai dan Xiao Hu naik keatas tubuh Tao Tie dan memulai melanjutkan perjalanan.
Dari informasi yang ia dapatkan dari perpustakaan, kota pandai besi terletak cukup jauh tempatnya saat ini.
Bahkan. dengan kecepatan Tao Tie, akan membutuhkan waktu tiga hari untuk sampai disana.
Pandai besi adalah sebuah profesi yang berhubungan dengan penempaan, meski profesi pandai besi tidak cukup populer, tetapi semua pandai besi sangat dihormati.
Jika bukan karena mereka yang menempa persenjataan, tidak ada orang lain yang bisa melakukannya selain mereka.
Di kehidupan keduanya, Zhukai mengenal seorang pandai besi yang begitu terampil, dia juga merupakan salah satu teman dekatnya selain Sun Wukong.
Namanya adalah Ling Shuo, Kai bertemu dengannya secara tidak sengaja ketika dia datang kesebuah goa untuk mencari harta.
Ketika ia sedang berjalan masuk ke dalam goa, ia mendengar suara teriakan seseorang. Kai datang dan membantunya, terlihat bahwa dia adalah seorang pria tulen dengan sebuah keranjang berisi banyak material penempaan di punggungnya.
Kai menolongnya untuk mengalahkan monster itu, tetapi dalam pertarungan, pedang yang Kai gunakan mengalami sedikit kerusakan.
Sebagai balas budi karena Kai telah menyelamatkan hidupnya, Ling Shuo menawarkan diri untuk memperbaiki pedang Zhukai.
Saat Itu, Kai belum menerima gelar sebagai Dewa Bintang, tetapi ia termasuk kedalam salah satu Kultivator kuat di dunia itu.
Setelah pedang itu telah di tempa ulang, tidak hanya ketajamannya yang bertambah, ketahanan pedang itu juga meningkatkan beberapa kali lipat.
Dengan pertemuan itu, Kai dan Ling Shuo akhirnya menjadi teman baik.
Saat ini, Kai duduk diatas Tao Tie yang sedang melesat sambil menatap bulan di langit. "Aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak."
Meski Ling Shuo juga seorang Kultivator, tetapi ia tidak memiliki waktu untuk berkultivasi, sebaliknya dia terus meningkat skill penempaan untuk menjadi seorang pandai besi terhebat di seluruh dunia ilahi.
Selang tiga hari berlalu, Zhukai dan dua binatang kontraknya akhirnya sampai di kota pandai besi.
Seperti namanya, kota itu merupakan tempat berkumpulnya seluruh pandai besi di Alam Air. Meski keahlian mereka tidak bisa dibandingkan dengan Ling Shuo, tetapi Kai yakin bahwa mereka akan cukup mampu untuk mengolah batu meteorit.
Tepat setelah Kai sampai disana, ia dikejutkan dengan banyaknya antrian orang yang begitu panjang.
Hampir mayoritas dari mereka adalah Kultivator dengan ranah Original God tingkat ke-tiga, ada beberapa yang mencapai tingkat ke-empat. Setidaknya, tidak ada Kultivator dengan ranah Godly God Realm.
"Wah, cukup banyak orang yang mengantri juga ternyata."
Kai turun dari Tao Tie, dia menyuruhnya untuk masuk kembali ke dunia jiwa sementara Xiao Hu ikut bersamanya.
"Teman, apakah antrian memang seramai ini tiap harinya?" Zhukai bertanya pada seorang pemuda yang ada di depannya.
Pemuda itu berbalik, menatap Zhuhai dengan sedikit kerutan di wajahnya. "Apakah ini pertama kalinya bagimu datang kesini?"
Mendengarkan turnamen antar sekte dari mulut pemuda itu, Kai tiba-tiba teringat akan sekte bintang primordial yang merupakan sekte yang dibentuknya bersama dengan Sun Wukong dan sahabatnya yang lain.
Ia juga ingat tentang turnamen dewa yang akan diadakan dalam waktu sepuluh tahun dari sekarang.
Kai mengepalkan tangannya, sebelum tenggat sepuluh tahun berlalu, ia setidaknya harus memiliki basis Kultivasi God of Destruction Langit ke-lima.
Dengan bantuan System dan pasukannya dari dunia jiwa, Kai setidaknya yakin bahwa dia bisa menghapuskan sekte Air dan beberapa sekte lainnya tanpa masalah.
Apalagi saat ini Kai memiliki kartu truf lain ... Qi Yue. Jika Kai bisa menemukan pecahan Qi Yue yang lain, ia tidak tahu seberapa mengerikannya dia saat itu.
Tetapi Kai juga tahu tentang kesulitan mengumpulkan pecahan Qi Yue yang lain, mungkin dengan itu juga, Zhukai bisa membuka salah satu segel ingatannya.
Tak berselang lama ketika Kai berbincang dengan pria itu, suara langkah kuda terdengar dari jauh.
Hpir semua orang terkejut dan berbalik untuk melihat. Ketika mereka melihat simbol air di kereta itu, sontak mereka semua dengan cepat membuka jalan.
Tetapi untuk Zhukai, dia tidak berpindah tempat sedikitpun. Sorot matanya menatap tajam pada simbol air yang ada di kereta itu.
Sekte Air!! Itu pasti mereka.
Sebagai sekte yang berkuasa di Alam Air, tidak ada yang berani menyinggung atau bahkan memprovokasi mereka.
Tetapi untuk Zhukai, dia sama sekali tidak peduli. Ia dengan segera menyruh Yi untuk mengubah penampilannya.
Shi Yan ... Inilah penampilannya saat ini.
Kai mengeluarkan niat membunuh dari dalam dirinya, ia menatap kuda-kuda itu dengan tajam bersamaan dengan menyebarnya buat membunuh dari tubuhnya.
Kuda itu sontak ketakutan dan tiba-tiba berhenti.
"Tuan muda, ada orang yang berani menghentikan jalan kita." Ucap kusir kuda setelah melihat kudanya ketakutan di bawah tatapan Zhukai.
Sosok pria dengan kulit putih sehalus giok sedikit membuka jendela, dia tersenyum sambil berkata dengan merendahkan.
"Bunuh dia!.."
Kusir kuda itu mengangguk, meski dia menjadi seorang kusir kuda, tetapi Kultivasinya berada di ranah Original God tingkat ke-empat.
Bagi dia untuk melawan Zhukainyangbhanya berada di tingkat kedua, itu sangat mudah.
Tetapi tidak seperti yang dia harapkan, bahkan sebelum dia bisa menyerang, Zhukai sudah terlebih dulu melemparkan beberapa bilah angin yang seketika melukai kedua kakinya.
"Arghhh..." Kusir kuda itu kesakitan dan meronta di tanah dengan kedua kakinya terus mengeluarkan darah.
Melihat kejadian itu, hampir semua orang membelalakkan matanya tidak percaya, "Apakah dia benar-benar berada di tingkat kedua Original God?"
Berbagai pertanyaan memenuhi pikirannya semua orang.
Tetapi di detik berikutnya, tawa seseorang terdengar menakutkan penuh dengan niat membunuh yang kuat..
Dari dalam kereta, seorang pria dan wanita berjalan keluar dengan ekspresi buruk di wajah mereka.
Mereka berdua berasal dari Sekte Air, jika mereka dipermalukan oleh seseorang seperti ini, dia takut reputasi sekte air akan dipandang rendah oleh banyak Kultivator.
"Hei kau Kultivator rendahan, cepat minta maaf dan potong salah satu kakimu."
Mendengar itu, Kai tidak dapat menahan tawa, "Ingin membunuhku? Apakah kalian bisa melakukan itu?"
Dengan provokasi dari Zhukai, mereka berdua dipenuhi dengan amarah dan hendak menyerang Zhukai.
***
Bersambung