
God of Darkness, meskipun dia termasuk kedalam salah satu dewa perang kuno, tetapi diantara sebelas dewa perang kuno lainnya. God of Darkness adalah yang paling pengecut.
Bahkan dalam pertempuran melawan dewa bintang, dia tidak pernah menunjukkan dirinya dan hanya menyerang dari balik bayangan.
Saat ketika serangan Zhukai nyaris membunuhnya, ia tertolong oleh berkah ilahinya.
God of Darkness bahkan tidak peduli memanfaatkan banyak nyawa orang tak bersalah untuk mencapai tujuannya.
Setelah mengetahui fakta itu, Kai benar-benar sangat marah dan berniat untuk membunuhnya dengan cara yang paling kejam.
Tetapi bagaimanapun, God of Darkness adalah dewa perang kuno. Berkah Ilahi miliknya sangat merepotkan di bandingkan dengan yang ylain. Berkah itu juga membuat Zhukai cukup kesulitan untuk membunuhnya.
Kai tidak tahu seberapa kuat God of Darkness saat ini, tetapi yang pasti, Kai cukup percaya diri untuk melawannya dengan kekuatannya saat ini.
Saat mendengar kata God of Darkness yang keluar dari mulut Ling Tian Yun, Kai tidak dapat menahan tawa keluar dari mulutnya.
"Hahaha, jadi pengecut itu adalah dalang di balik semua ini." Zhukai tertawa lepas.
Sementara itu, Xia Bing Yao yang berdiri di sampingnya sedikit terkejut saat Zhukai melepaskan niat membunuhnya.
Tetapi itu aneh jika mengingat bagaimana Zhukai di khianati oleh dewa perang kuno yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya sendiri.
"Yao'er, karena aku sudah tahu siapa dia, aku akan berangkat ke Alam Kegelapan seminggu dari sekarang." ucap Zhukai dengan suara dingin.
"Apa!? Bukankah itu terlalu cepat Kai Gege, apakah kamu tidak ingin menunggu lebih lama lagi?" Xia Bing Yao menyentuh dadanya sambil menatap Zhukai khawatir.
Dia tahu bahwa kekuatan Zhukai belum pulih sepenuhnya, tidak mungkin Kai bisa melawan God of Darkness dengan kekuatannya saat ini.
Melihat kekhawatiran di wajah Xia Bing Yao, Kai menepuk kepala wanita itu dengan lembut sambil berucap.
"Jangan khawatir Yao'er, aku sekarang jauh lebih kuat dibandingkan diriku di masa lalu."
Meskipun perkataan yang Kai ucapakan tidak masuk akal, tetapi entah mengapa kekhawatiran di hati Xia Bing Yao hilang seketika.
Dia menundukkan kepalanya sedikit tersipu dan memeluk Zhukai dengan erat, "Baiklah, tapi kamu harus berjanji untuk kembali dengan selamat."
"Ya, aku berjanji..."
Dengan begitu Zhukai, Xia Bing Yao, dan Zi Lin Yue kembali ke Klan Xia.
Sesampainya Kai disana, dia segera bertanya pada Xia Bing Yao sebuah tempat yang cocok untuk berlatih untuknya.
"Hmm, dua mil dari sini ke Utara, Kai Gege akan menemukan sebuah goa yang cukup besar. Itu adalah tempat yang nyaman bagiku berlatih, aku tidak tahu apakah Kai Gege akan menyukainya atau tidak." jelas Xia Bing Yao.
"Kedengarannya itu tempat yang bagus, baiklah aku akan berangkat besok pagi." ucap Zhukai sambil berjalan masuk ke bangunan utama.
Karena dia menggunakan lapisan tak terlihat, Xia Wen tidak menyadari keberadaannya bahkan ketika dia bertemu dengan Zhukai saat di lorong masuk.
Malam hari tiba, Zhukai berjalan keluar dasi dalam kamarnya untuk mencari udara segar.
Tidak disangka bahwa dia akan bertemu dengan Sun Wukong saat berjalan ke keluar dari bangunan utama.
"Kakak? Kapan kamu kembali?" Sun Wukong yang yakin bahwa pria di depannya adalah saudaranya, ia segera bertanya.
Karena ia tidak melihat Zhukai selama beberapa hari, ia tahu bahwa Kai memiliki sesuatu yang haru di lakukan.
"Aku baru saja kembali sore tadi, lalu... apa yang sedang kamu lakukan disini?"
"Haha, hanya sedang mencari udara segar."
"Hmm, apakah kau ingin menemani sudaramu ini minum?" ucap Kai sambil menepuk pundak Sun Wukong.
"Minum? Sudah lama sekali kita tidak minum bersama, bagaimana kita bertanding seperti dulu?" Sun Wukong berkata penuh percaya diri.
Saat dua orang itu duduk di sebuah meja, Kai segera mengeluarkan tiga kendi arak yang mengeluarkan bau harum.
"Arak Phoenix? darimana kamu mendapatkannya? bukankah ras Phoenix sudah lama menghilang?" ucap Sun Wukong terkejut menatap tiga kendi yang ada di atas meja.
"Kau tahu bukan aku memiliki banyak istri saat ini? Salah satu istriku memberikan arak ini padaku." jelas Zhukai.
"Tch, sombong sekali. Baiklah, aku pasti akan mengalahkan mu kali ini.."
"Semoga beruntung."
Kai dan Sun Wukong mulai meneguk arak Phoenix hingga tak berselang lama setelah itu, mereka berdua hampir menghabiskan sepuluh kendi arak.
Bahkan Zhukai sendiri cukup terkejut melihat seberapa banyak arak yang telah ia habiskan. Ketika dia dan Sun Wukong meneguk secangkir arak lagi, Sun Wukong akhirnya memutuskan untuk berhenti karena dia sudah tidak kuat untuk melanjutkan minum.
"Kakak, ternyata aku masih belum bisa mengalahkan mu dalam hal ini." Sun Wukong tertawa canggung dengan pandangannya yang semakin memudar.
"Hahaha, jangan terlalu merendah seperti itu. Kemampuan mu juga sudah banyak meningkat dibandingkan dulu."
"Aku akan menganggap itu sebagai pujian. Kalau begitu, aku akan kembali terlebih dulu, terimakasih untuk araknya."
Sebelum Sun Wukong pergi, Kai menghentikan langkahnya terlebih dulu.
"Ada apa kakak?" Sun Wukong berbalik dan melihat Zhukai berjalan kearahnya dengan sebuah buku di tangannya.
Meskipun pandangannya sedikit memudar, tetapi ia masih bisa sedikit melihat apa yang Zhukai pegang.
"Pelajarilah buku ini, aku mendapatkan ini secara tidak sengaja di reruntuhan kuno." ucap Zhukai sambil memberikan buku di tangannya pada Sun Wukong.
"Apa ini?" saat Sun Wukong membaca sampul kita itu, dia menyipitkan matanya untuk bisa melihat lebih jelas.
"K–Kitab 72 perubahan?" Sun Wukong terlihat sangat bingung saat melihat judul buku itu.
Tetapi karena itu adalah pemberian dari kakaknya, Sun Wukong menerima hadiah itu dengan senang hati.
"Terimakasih kak, aku akan mempelajari kitab ini segera. Jadi sampai jumpa."
Whus!!
Siluet Sun Wukong hilang seketika dari pandangan Zhukai dan menyisakan Zhukai sendirian disnaa.
"Ternyata minum bersama teman lebih menyenangkan daripada minum sendirian." Kai menghabiskan satu kendi arak yang tersisa dan kembali ke ruangannya.
Pagi harinya, Kai sudah tidak berada di dalam ruangannya dan hanya meninggalkan sepucuk surat di atas kasurnya.
Dia saat ini sedang berlari melewati beberapa tebing tinggi dan juga jurang yang ada di pegunungan.
Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam, Kai akhirnya sampai di depan sebuah goa yang dimaksudkan Xia Bing Yao padanya.
"Sempurna, ini adalah tempat yang sangat cocok bagiku untuk berlatih." Kai tersenyum senang.
Dia menggunakan persepsi ilahinya untuk memeriksa lebih jauh kedalam, setelah Kai merasa bahwa tempat itu aman, ia akhirnya memulai latihan tertutupnya.
"Dewa Kegelapan, sebaiknya kau manfaat sisa waktumu itu baik sebelum aku datang untuk mencabut nyawamu."
Kai memasuki goa dan menutup pintu goa dengan batu raksasa. Dengan begitu, dia memulai latihan tertutupnya selama satu minggu penuh.
****
Bersambung...