
Kai berbalik untuk melihat siapa orang itu, matanya terpaku pada sosok gadis cantik yang memakai gaun berwarna merah muda.
Rambutnya hijau panjang di ikat dengan gaya pony tail, Kedua penjaga gerbang itu buru-buru berlutut sambil memberi hormat.
"Salam hormat tuan putri."
Wanita itu mengangguk dan kembali mengalihkan pandangannya pada Zhukai, Kai entah mengapa merasakan perasaan yang tidak enak dari tatapannya itu.
"Tidak perlu, aku tidak ingin berhutang pada seseorang yang tidak kukenal, terimakasih atas niat baik mu." Ucap Kai pada wanita itu, di tangannya kini terdapat sebuah kantong yang berisi 200 Batu Roh.
"Cih, dasar sombong, Tuan Putri sudah bersikap baik padamu tetapi kau malah memperlakukan nya seperti itu." Penjaga wanita yang memakai Zirah berbicara dengan nada yang penuh amarah, ia bersiap megambil pedangnya tetapi dihentikan oleh Wanita cantik itu.
"Apakah aku pernah meminta bantuan pada kalian? Tidak kan! Kalau begitu aku akan pergi.." Kai masuk kedalam Kota dengan santainya.
"Tuan putri kenapa anda..."
"Tidak perlu berkata seperti itu, Dia pria yang sangat menarik, aku sangat penasaran apakah esensi tubuhnya juga sama baiknya dengan tubuhnya, hehehe..." Wanita itu berkata dengan seringai dinginnya.
***
Di dalam Kota, Kai mencari rumah makan sekaligus mencari informasi, Ia datang ke Alam Dewa ini tanpa ada satu pun informasi, jadi ia tidak tahu harus memulai darimana untuk mencari Jiuyang Lin dan Xia Bing Yao.
Ia hanya tahu bahwa Alam Dewa memiliki 7 Daratan dari Jiuyang Lin dulu.
"Permisi, aku pesan makanan paling enak di sini, sambil bawakan aku satu kendi arak.."
Dengan cepat pelayan itu datang kembali dengan sebuah makanan dan satu kendi arak. Kai dengan lahap memakan makanan yang ia pesan, telinganya mendengar dengan jelas semua pembicaraan yang ada di dalam Rumah makan itu.
"Hei.. Hei, aku dengar beberapa saat lalu bahwa Putri dari Kerajaan Bunan datang ke kota ini untuk mengurus sesuatu dengan walikota." Ucap seorang pemuda pada temannya.
"Benarkah itu? aku mendengar bahwa dia memiliki kecantikan yang tidak tertandingi, sekali saja aku sangat ingin melihat wajahnya." Sahut temannya dengan wajah yang antusias.
"Tentu saja, temanku sendiri yang mengatakan nya padaku.. dan juga aku dengar kalau Putri Lun sedang mencari pasangan, aku bertanya-tanya apakah diriku cocok untuknya?"
"Bah, mimpi kamu ."
Di pojok ruangan, Kai mengerutkan kening mendengar informasi yang tidak berguna dari beberapa orang itu. Pada akhirnya setelah dia membayar makanan dan arak yang dia pesam, Kai segera pergi meninggalkan rumah makan.
Tepat ketika ia hendak keluar, ada banyak sekali gerombolan dengan pakaian yang sama persis, tepat di dada mereka tertulis jelas sebuah Kata..
Sekte DuanJin
Para murid Sekte DuanJin memiliki wajah yang begitu angkuh dengan tatapan tajam menatap semua orang.
"Apakah kalian tidak punya otak? cepat datang dan sambut aku." Ucap seorang pria berambut coklat pendek yang merupakan pimpinan dari murid lainnya.
"Mereka dari Sekte DuanJin, ayo cepat kita datang dan memberi hormat."
Semua orang buru-buru berdiri dan membungkuk memberi hormat, bahkan jika itu adalah Walikota, dia juga harus memberi hormat pada murid-murid Sekte DuanJin.
Pria itu mengangguk puas tetapi tatapannya berhenti pada Zhukai yang saat ini sedang berjalan keluar tanpa memperdulikan dirinya.
"Hei Kau, apakah telingamu tuli? cepat berlutut!" Ucap Pria itu pada Zhukai sambil mengeluarkan Tekanannya yang berada di Ranah Demigod, Dewa Tingkat Dua.
"Sudahlah Senior, kita datang kemari untuk makan bukan bertarung..." Ucap salah seorang murid Sekte DuanJin yang memiliki wajah tampan dengan senyuman licik di wajahnya.
Dia berbalik dan menatap Zhukai dan berkata, "Hei teman, aku sarankan kau segera berlutut padanya biar masalah ini berakhir lebih cepat."
Kai tidak menjawab dan terus berjalan meninggalkan rumah makan. Seketika orang tersebut mengerutkan kening, "Bangs*t, beraninya kau bersikap tidak hormat padaku.."
Kai bagaimanapun tidak ingin membuat masalah yang tidak penting, ia juga tidak perlu repot-repot menghindar karena serangan itu sama sekali tidak cukup untuk melukainya.
Dentang!!
Pedang yang dipegang pemuda itu patah menjadi dua bagian, sementara tangannya masih gemetar.
"Apa yang kalian lihat, cepat habisi orang ini!.." Teriak Pemuda itu sambil berbalik menatap temannya dengan marah.
"Baik-baik senior.."
Mereka semua dengan cepat melesat dan mengepung Zhukai, wajah mereka masih sangat angkuh sama seperti sebelumnya.
"Hehhh.. Aku baru saja tiba di Alam Dewa dan tidak ingin membuat masalah, tetapi karena kalian semua begitu berani menyerang ku seperti ini.. Maka aku juga tidak akan menahan diri.."
Whusss!!
Aura di sekitar Zhukai menjadi hitam dengan aura kematian yang begitu pekat, Muncul banyak sekali Undead dari dalam tanah, mereka semua merangkak keatas membuat ketakutan di hati semua orang.
"Aaa.. Itu Undead!!" Teriak salah satu orang yang ada di rumah makan dengan tubuh bergetar tidak terkendali.
"Apa Undead, bukankah para pemanggil Undead sudah di bantai habis ribuan tahun yang lalu, kenapa bisa ada seorang yang menguasai Necromancer sekarang.."
Para penduduk biasa segera lari terbirit-birit keluar. Sementara itu, sikap angkuh dari para murid Sekte DuanJin segera menghilang, mereka ketakutan sehingga bahkan tidak dapat menggerakkan kakinya.
Dengan jumlah Undead yang begitu banyak ini sudah menjadi ancaman untuk sebuah Kerajaan besar ataupun Kekaisaran.
Dengan cepat para Undead yang Kai panggil membunuh para murid dari Sekte DuanJin, menyisakan pemuda yang hendak membunuh Kai tadi.
Melihat semua temannya mati, wajah pemuda itu menjadi pucat, ia berjalan mundur dengan kedua kakinya gemetar, pada akhirnya punggungnya menabrak tembok membuat tidak dapat berjalan mundur lagi.
Dia menatap Zhukai dengan wajah penuh ketakutan, "K-Kau tidak bisa membunuhku.. Aku adalah murid dari tetua Ke-Tujuh dari Sekte DuanJin, jika kau membunuhku maka guruku akan membalaskan dendam ku.."
"Sekte DuanJin? Hehe, akan ku ingat itu.."
Slashh!!
Kepala orang itu menggelinding dia atas lantai. Pemuda itu akhirnya mati mengenaskan.
Kai kembali ke penampilannya yang semula, kemudian ia segera berjalan pergi meninggalkan rumah makan.
tepat beberapa detik ketika Kai pergi, Walikota dan beberapa orang datang serta ada dua wanita yang bertemu Zhukai di gerbang masuk tadi pagi.
"Apa yang sedang terjadi disini.." Walikota bertanya pada salah satu warga, ia baru saja pergi menemani Putri Lun dari Kerajaan Bunan.
Warga yang di tanyai walikota itu tidak menjawab, teror yang ia alami dan juga aura kematian yang begitu pekat ia rasakan beberapa saat yang lalu sangat mempengaruhi kondisi mentalnya, dan itu hampir membuatnya menjadi gila.
"Hei apakah kau tuli? walikota sedang bertanya padamu.."
Orang itu segera tersadar tetapi wajahnya masih begitu pucat, "Ahh, Salam Walikota.." Ucap Orang itu terkejut karena tidak menyadari bahwa walikota sudah ada di depannya.
Walikota mengangguk dan segera bertanya, "Apa yang terjadi.."
"Ini.. Sebenarnya..." Orang itu kemudian menceritakan seluruh kejadian dari awal hingga akhir..
***
Bersambung.