
"Lembah Hitam?" Kedua alis Zhukai berkedut, ketika dia membeli informasi dari Systemnya tentang Dataran Xuan. Lembah Hitam termasuk kedalam salah satu dari 3 tempat terlarang di Dataran Xuan.
"Kai Gege tahu ini?"
"Ah iya, cuma sedikit.."
"Baiklah kalau begitu, Lin'er jadi tidak perlu menjelaskan tentang Lembah Hitam pada Kai Gege.."
Kai berdiri diatas punggung Biao Jian, dia segera mengaktifkan Title Dewa Bintang yang mana itu meningkatkan Kultivasinya selama satu tingkatan dan Juga memperluas Persepsi Ilahinya..
Dengan itu, persepsi Ilahi Kai telah meluas hingga mencakup hampir seluruh Lembah Hitam.. "Hmm, ada beberapa orang yang sedang bersembunyi di sana.."
Kai mengerutkan kening ketika dia merasakan banyak sekali Array Pembunuh dan juga aura yang familiar dari tubuh salah satu orang yang sedang bersembunyi di sana..
"Hehe, sudah aku duga, Menara Tujuh Warna pasti akan ikut campur tentang ini.. Sebenarnya aku ingin melupakan kejadian waktu itu, tetapi karena kalian sendiri yang ingin menjadikan aku sebagai musuh. Aku juga tidak akan segan." Kai memfokuskan tekanannya pada satu titik dan itu mengincar orang yang dia maksudkan tadi..
Deg–
Di Bao yang merasakan aura kuat yang puluhan kali lipat lebih kuat dari dirinya sedikit berlutut dan memuntahkan darah segar..
"Uhuk Uhuk.."
"Di Bao ada apa?" Nalan Xing yang ada di sampingnya sedikit terkejut dan penasaran di waktu yang bersamaan.
"Nona.. Kita sekali lagi telah meremehkan pemuda itu, dia sudah mengetahui semua rencana kita dan.."
"Dialah yang telah menekan aku dengan tekanannya.."
"Apa!!.." Nalan Xing yang biasanya bersikap dingin dan tenang sekarang tidak dapat menutupi perasaan terkejut dan juga sedikit ketakutan di dalam hatinya.
"T–Tapi, bukankah kita telah memasang Array Ilusi untuk menutupi aura kita?"
"Trik rendahan seperti itu tidak berguna padanya Nona, dia juga seorang Master Array, dan juga tingkatannya tidak rendah.." Ujar Di Bao sambil menyembuhkan luka dalam yang dialaminya.
"Nona Nalan.. Apa yang sedang terjadi?" Yun Shuo dan Wen Shin bertanya pada waktu yang sama..
"Kita salah perhitungan, Pemuda itu baru saja telah sampai dan mengetahui seluruh rencana yang kita susun.."
Yun Shuo dan Wen Shin seketika menjadi sangat terkejut, mereka berdua terlihat sedikit putus asa sekarang..
"Nona Nalan, cepat berikan Pil Peledak itu.." Wen Shin menggertakkan giginya dan menguatkan tekadnya.
Pernyataan itu membuat semua orang terkejut, "Apa kamu serius Paman Shin?" Tanya Nalan Xing ragu-ragu..
"Apakah kita memiliki pilihan lain sekarang, bahkan jika dia lebih kuat dari Tuan Di Bao jadi apa? Dengan Pil ini sekarang, kekuatanku akan melonjak hingga Dewa Suci Tahap Half Step, dengan bantuan Tuan Di Bao dan juga saudara Yun Shuo serta beberapa Tetua lain, kita mungkin memiliki kesempatan untuk mengalahkannya.." Wen Shin berkata dengan penuh tekad, dalam situasi yang putus asa kali ini. Hanya inilah satu-satunya cara..
Nalan Xing juga tidak ragu lagi, dia segera mengeluarkan Kotak hitam yang berisi Pil Peledak dan Batu Giok dan membukanya.
"Ini.." Ucap Nalan Xing sambil memberikan sebuah Pil berwarna coklat kepada Wen Shin..
Wen Shin menelan ludahnya, tetapi di detik berikutnya. Dia dengan tegas langsung menelan Pil itu..
Duumm!!!
Duarr!!
Ledakan keras terdengar di dasar Lembah tempat dimana Wen Shin dan yang kainnya berada.
Tepat ketika efek Pil itu mulai bekerja, kekuatan Wen Shin segera melonjak ke tingkat yang sangat tinggi, Middle God, Dewa Suci Tahap Setengah langkah..
Tubuhnya juga semakin membesar dan memperlihatkan urat-urat otot di sepanjang tubuhnya..
"Hahaha, aku merasakan tubuhku sangat bertenaga.." Ucap Wen Shin kemudian dia segera menikah kearah Tun Shuo dan tersenyum.
"Saudara Yun, kenapa masih bingung Disana, apakah kamu ingin keluargamu dan dirimu dibinasakan?"
Dengan pernyataan Wen Shin barusan, Yun Shuo juga segera menghilangkan perasaan ketakutan di dalam hatinya..
Meski Kultivasinya telah meningkat menjadi Dewa Ilahi Tahap Setengah langkah, tetapi tubuhnya tidak membesar.
"Sepertinya, setiap Pil Peledak memberikan efek yang berbeda kepada setiap orang.." Batin Nalan Xing..
Dia kemudian menoleh kearah Di Bao dan berkata dengan pelan. "Jangan lupakan hal yang aku katakan padamu kemarin.."
Di Bao mengangguk, dia segera terbang tinggi diikuti oelh Yun Shuo, Wen Shin, dan puluhan Tetua tahap Kaisar Dewa yang lain.
Sementara itu, di atas punggung Biao Jian, Kai juga mengungkap sebuah tatapan dingin dan kejam.
"Sayang, Jian'er.. Pertarungan ini mungkin berbahaya.. Aku tidak ingin membahayakan keselamatan kalian berdua, Jadi.. Masuklah kedalam Dunia Jiwa!"
Mereke berdua mengangguk, melihat ekspresi serius di wajah suaminya, Jiuyang Lin tahu bahwa Kai akan segera berhadapan dengan musuh yang sangat kuat.
Kai membuka sebuah portal kecil transparan, Dia segera menyuruh Jiuyang Lin dan Biao Jian masuk kesana..
"Sayang.. Berhati-hatilah Oke?"
Kai mengangguk, setelah melihat mereka berdua masuk kedalam Dunia Jiwa. Kai membuka Toko System dan terus menggeser layar kebawah.
"Ini Dia.."
...Zirah Dewa Naga...
Sebuah Baju Perang yang dikenakan oleh Dewa Naga dulu sekali pada masa Perang Kuno. Meskipun Zirah ini hanyalah salinan dari yang asli, tetapi pertahanannya hampir menyamai Versi yang aslinya, tetapi Zirah ini hanya dapat digunakan sekali dan itu akan hancur setelahnya... Perlu di ingat juga, Dewa Naga adalah salah satu dari 12 Dewa Perang Kuno..
Harga : 100 Triliun.
Tipe : Artefak sekali pakai.
Note : Dewa Naga yang ini berbeda dengan Garis keturunan milik Zhukai ya..
Tanpa ragu-ragu, Kai me-Kilk tombol beli yang tertera di layar Hologram, tetapi ia tidak langsung memakainya.. Dia hanya akan memakainya dalam kondisi terdesak.
"Simpan ini di Inventory.."
Setelah itu, Kai berdiam beberapa waktu kemudian menghembuskan nafas panjang..
"Maju kalian Hiaa..."
Kai melesat meninggalkan sebuah tanda hitam di tempat dia berada barusan, Saat dia melesat maju Kai juga mengeluarkan Pedang Kaisar dan Pedang Thunderbird..
"Tarian Pedang Api.. "
Kai berputar-putar seperti layaknya bom dengan bara api yang terus-menerus mengelilingi tubuhnya.
"Menghindar!!.." Teriak Di Bao yang sudah menghindar sedari tadi..
Walau begitu, ada beberapa orang yang terlambat bereaksi dan terkena serangan Kai.. Dia tewas seketika tanpa meninggalkan mayatnya.
"Kalian semua berpencar!! Serang dari jarak jauh sementara Aku, Shin, dan Tuan Di Bao akan menahannya dari jarak dekat.."
Ke-34 Tetua lain mengangguk dan segera berpencar mencari tempat yang cukup jauh. Masing-masing dari mereka mengeluarkan panah.
"Cih.. Yun Shuo ini cukup cerdas juga.." Kai berkata dengan seringai dingin di wajahnya..
"Tapi.."
Dia berubah menjadi asap hitam dan menghilang, ketika dia muncul terdengar suara teriakan seorang tetua tetapi teriakan itu juga dengan cepat menghilang..
"Satu Mati.. Tinggal 36 Lagi ."
***
Bersambung..