
Masih Di Lautan Darah, Setelah mendengar Semua yang telah Long We ceritakan, Kai berfikir sejenak mencoba memahami apa yang telah Long We ucapkan.
Satu Bulan berlalu, Kai yang saat ini masih bersama Long We membentuk Pasukan Binatang yang ada di Lautan Darah.
Dimulai dari Binatang Roh sampai Binatang Iblis berhasil Kai taklukan. Merasa sudah cukup tentang Pasukan yang Ia miliki, Kai akhirnya memutuskan untuk kembali ke Benua Barat.
Perjalanan itu sekali lagi memakan Waktu setidaknya 2 Minggu, Karena Lautan Dara yang sangat Luas, Masih tersimpan Banyak Rahasia Tentang Lautan Darah dan bagaimana bis banyak Binatang Buas yang tinggal Disana.
Kota Hua yang berada di Pesisir Lautan Darah, Kota itu dikenal sebagai Kota karena banyaknya Daging Binatang buas yang di jual di sana.
Para Penduduk Kota Hua rata-rata berada di Tingkat Pendekar Kaisar yang menjadikan Kota itu sebagai Kota Terkuat Nomor 3 di Benua Barat.
Kai turun bersama dengan Long We sementara Binatang Buas yang lain telah Kai masukkan kedalam Cincin Ruang yang telah ia modifikasi walaupun itu hanya mampu menampung Makhluk hidup selama 1 Minggu.
Selama Di Lautan Darah Kultivasi Kai juga meningkat pesat, kini Ia berada di Raja Dao Tier 3.
Tak hanya itu, Kai juga sudah mampu Mengontrol Api Phoenix dengan tingkat penguasaan sebanyak 78%.
Tapi yang paling membuat Kai sangat Senang Ialah fakta bahwa Budidaya Pelahap Bintang yang Ia miliki Kini Telah berevolusi menjadi Tingkat Langit.
Sekarang setiap dirinya mulai Berkultivasi Lingkaran Hitam seperti black Hole sebesar bola basket muncul di kepala Kai tapi hanya Kau yang dapat melihatnya.
Lingkaran itu menyerap Energi Alam dengan kecepatan yang luar biasa entah seberapa besar peningkatannya hingga membuat Kai tidak bisa berkata-kata.
Kai berhenti tepat di sebuah Rumah Makan yang tidak cukup besar.. Ia masuk kedalam Rumah makan itu dan memesan makanan dan dua kendi arak.
Kai membayar 20 Koin Emas dan meninggalkan Rumah makan itu, Ia dan Long We memutuskan untuk menginap di sebuah penginapan yang tak jauh dari tempat mereka berdua tadi makan..
Ke Esokan Paginya cahaya matahari melewati Jendela dan mengenai Tubuh Kai, Sinar matahari yang hangat membuat Kai terbangun.
Ia menggosok kedua matanya sambil menguap, Setelah membersihkan diri Ia dan Long We melanjutkan perjalanan.
1 Minggu Berlalu
Kai dan Long We akhirnya sampai di Ibu Kota Kekaisaran... Ia tidak langsung mengarah Ke Istana Elang Api melainkan pergi ke sebuah Toko Herbal yang cukup terkenal di Ibu Kota.
Kai merasa bahwa Pil yang ada di Cincin Ruangnya terlalu banyak, Ia berniat menjualnya sebagian, Walaupun Kai sebenarnya tidak butuh Uang itu karena dirinya sendiri memiliki Jumlah Koin Emas yang Unlimited.
Sebuah Bangunan Besar terdiri dari 3 Lantai, Terpampang jelas sebuah Tulisan besar Disana.. "Paviliun Roda Emas!!"
Kai cukup Familiar dengan nama ini setelah ia mengingat-ingat, Kai seger menyadari Kalau ia pernah ikut Turnamen Alkemis yang diadakan Paviliun Roda Emas di Benua Selatan.
Kai segera memasuki Paviliun itu bersama dengan Long We, Segera setelah mereka berdua masuk merak langsung di layani oleh seorang Remaja.
"Dua Tuan ini.. Apa kalian ingin membeli Pil atau Menjual Pil.. Atau kalian sedang mencari Sesuatu di Paviliun Kami?" Tanya pemuda itu sopan.
"Segera Panggil manager mu! Aku ingin menjual Pil."
Segera Pemuda itu berlari ke lantai Atas untu memanggil Manager nya, Selang 10 Menit berlalu Turun seorang Pria Tua dari lantai Atas, Pria Tau itu dengan hormat menyapa Kai serata bertanya, "Tuan Muda, Apakah anda yang berminat menjual Pil disini?"
Kai tidak menjawab, Ia mengeluarkan 10 Kantong Pil dari Cincin Ruangnya, Setiap Kantong Pil berisi 1.000 Pil Bumi dan ada 3 Kantong uang berisi Pil Langit Kelas binatang 2.
"Ini..." Manager Toko terdiam, Ia menatap Pria muda di depannya, Berkata "Tunggu sebentar Tuan Muda... "
Manager Paviliun segera Berlari ke Lantai atas dan mengambil sebuah Cincin Ruang yang berisi 10.000 Batu Roh.
Kai Menganguk Kemudian menjual Pil di tangannya Pada dan segera pergi meninggalkan Paviliun Roda Emas.
10 Menit berlalu
Kai telah sampai di Pintu Gerbang.. Tapi Ia di tahan oleh kedua penjaga Istana, "Siapa Dirimu? Cepat berikan kartu Identitas mu."
Kai memberikan Kartu Identitasnya berwarna Emas membuat Penjaga di depannya segera berlutut dan membiarkannya masuk.
"Maafkan hamba Yang Mulia..."
"Tidak apa-apa kau bisa berdiri..." Kai menepuk Pundak penjaga itu dan langsung masuk kedalam Istana.
Di dalam Istana dirinya di sambut oleh banyak Orang karena mereka semua sudah mengetahui Wajah Kai.
"Yang Mulia Telah datang!!.." Teriak seorang Pelayan di dalam Aula Istana.
Mendengar itu semua orang segera Berjejer Rapi menyambut kedatangan Kai ke Istana.
Pintu Aula Terbuka.
Semua orang segera membungkuk, Berkata " Selamat Datang Kaisar Kai.."
Kai Menganguk menyuruh mereka berdiri, "Baiklah, Kalian semua bisa berdiri."
Kai menaiki Kursi Raja dengan Penuh Wibawa, Ia memandang kebawah dan berkata, "Bagaimana Keadaan Benua Barat sekarang?"
Yang Jihui maju ke depan dan menjawab, "Benua Kita sekarang menempati Posisi Pertama sebagai Benua terkuat di Alam Rendah."
"Dan Bagaimana dengan Para muridku?"
"Untuk sekarang Kultivasi mereka terhambat di Ranah Pendekar Suci, Rata-rata dari mereka sudah berada di Ranah Pendekar Suci... Ada beberapa yang masih terhebat di Ranah Pendekar Kaisar, dan ada Satu Murid yang telah menembus Nirwana Realm."
Kai sudah mengetahui Siapa itu karena dari semua muridnya ialah yang Paling berbakat, "Apakah dia Ling Sa?"
Yang Jihui Menganguk menandakan apa yang Kai katakan Benar, Panggil dia kemari aku akan memberinya hadiah kecil.
Yang Jihui seger memerintahkan seseorang untuk memanggil Ling Sa untuk datang kedalam Istana.
Satu menit kemudian datang seorang Wanita Muda memakai Baju putih bersinar dengan seorang prajurit yang memanggilnya tadi.
Ling Sa segera membungkuk dan bertanya, "Kenapa Guru memanggil Saya?"
"Mendekat lah!!"
Ling Sa menuruti apa yang Kai Katakan, Ia mendekati Kai dengan tubuh bergetar, dalam hatinya ia sangat gembira dapat melihat wajah gurunya dari dekat.
Jika dilihat dari Usia Kai hampi sama dengan Ling Sa, Jadi walaupun Kai menjadi gurunya, Ling Sa memiliki perasaan terpendam pada Kai tapi Ia tahu bahwa dirinya tidak layak untuk Kai, Karena Ia terlalu lemah.
Kai memberikan sebuah Cincin Ruang Pada Ling Sa yang berisi sebuah Pedang dan Keterampilan Bela Diri. dan juga beberapa Pil Kultivasi.
Selesai memberi Ling Sa hadiah, Kai juga memanggil Long We untuk mengajarkan Para muridnya mengantikan dirinya.
Kai tidak memiliki Banyak waktu sebelum bencana Yang dimaksud Pria misterius datang jadi ia berfikir untuk menggunakan Waktunya untuk berlatih berkultivasi.
Tak lupa Kai memberikan Yang Jihui dan yang Lainnya Pil untuk meningkatkan Kultivasi masing-masing, Yang Jihui saat ini telah berada di Ranah Raja Dao, untuk menembus Ke Ranah Kaisar Dao dirinya membutuhkan waktu yang sangat lama.
Kai meninggal kan Istana dan pergi memasuki Dunia Jiwa untuk meningkatkan Kultivasinya Disana.