
Tatapan mata yang penuh intimidasi serta tekanan kuat yang berasal dari pria itu segera mengubah suasana rumah makan dalam sekejap.
"Mau pergi kemana kau bajingan! Apa kaunpikir aku akan membiarkanmu pergi setelah menghancurkan rumah makan ku?" Pira bertubuh besar berkata dingin dengan tekanannya yang terus merembes keluar.
Ia memiliki basis Kultivasi Immortal God tahap Abadi, jelas saja kekuatannya tidak bisa dibandingkan dengan tetua tadi.
Tetapi bagi Zhukai yang bahkan bisa membunuh seorang Original God, Immortal God Realm seperti semu baginya.
"Apakah aku butuh ijinmu untuk pergi? Menyingkir sebelum aku membuatmu sama seperti mereka berdua."
Urat-urat mulai muncul disekitar wajahnya, pemilik rumah makan itu menggertakkan giginya menahan amarah yang sudah meluap-luap.
"Bajingan! Kau bersikap sangat sombong, lihat bagiamana kau masih bersikap sombong ketika aku menghajarmu setelah ini."
Pemilik rumah makan itu termasuk salah satu Kultivator terkuat di Alam Dewa, dia berada di peringkat ke 30 dalam daftar ahli terkuat di dataran Luo.
Ketika dia ingin memulai serangan, tiba-tiba seluruh bangunan rumah makan terguncang karena tekanan yang begitu kuat dari seseorang.
Niat membunuh yang begitu pekat membuat semua orang kesulitan bernafas, bahkan Zhukai sedikit kagum dengan niat membunuh itu.
Duarr!!
Atap rumah makan itu hancur, terlihat seseorang yang melayang memakai jubah serba hitam tanpa sedikitpun terlihat wajah dari orang itu.
Tekanan yang keluar dari orang itu semakin besar hingga membuat pemilik rumah makan dan para bangsawan lainnya berlutut.
Tetapi ada satu diantara mereka semua yang masih berdiri dengan senyum di wajahnya, dia adalah Zhukai.
Kai mendongak keatas dengan senyum diwajahnya, "Kamu, Long Yura bukan..."
Suara yang keluar dari mulutnya penuh dengan percaya diri, Ia tidak mungkin salah dengan hal itu karena niat membunuh yang keluar dari orang itu begitu pekat yang tidak mungkin dimiliki oleh para Kultivator di dataran Luo. Jika mereka bukan pembunuh yang telah membunuh banyak orang.
Orang berjubah hitam itu diam tidak menjawab, tetapi dari dalam jubahnya, sebuah senyum lebar penuh kebahagiaan memenuhi hatinya.
Tetapi disisi lain, ia juga terkejut tentang fakta bagaimana Kai mengetahuinya dalam sekali lihat. Mereka bahkan tidak pernah bertemu sekalipun, tetapi Kai bisa mengetahuinya hanya dengan itu.
"Long Yura... Itu omong kosong! Bagaimana orang sepertinya datang ke kemari." Pemilik rumah makan berkata dengan berat, ia kesulitan mengatur nafasnya karena tekanan yang kuat dari orang itu.
Secara tiba-tiba, Kai menghilang dan muncul kembali di belakang orang berjubah itu. Dengan gerakan tangannya yang sangat cepat, Kai mencengkeram kedua tangan Long Yura dengan erat.
Kemudian dengan tangan satunya lagi, ia membuka jubah yang menutup wajah Long Yura.
Long Yura sendiri tidak memiliki keinginan untuk melawan, sebaliknya ia sangat senang mengetahui fakta bahwa ayahnya sangat kuat.
Ketika jubah itu terbuka, sosok gadis cantik berambut biru panjang menatap Zhukai dengan air mata di wajahnya.
Gadis itu terlihat berusia 20 tahun-an dengan tubuhnya yang sudah matang, ia juga memiliki badan yang begitu ramping dengan kulit yang putih dan halus.
Ketika Kai menatap paras gadis itu, dia terdiam tidak dapat berkata. Banyak ingatan memasuki kepalanya dalam waktu yang bersamaan, dalam ingatannya itu, dia duduk bersandar di bawah pohon dengan seorang gadis bersandar di bahunya.
"Kakak, apakah kakak akan meninggalkan ku dan bayi kita?" Gadis itu berkata dengan sedih setelah mengetahui suaminya berniat pergi ke Dunia Atas.
"Mana mungkin aku meninggalkanmu Zhi'er. Aku hanya tidak ingin kamu dalam bahaya karena ikut denganku ke dunia atas, aku berjanji akan kembali setiap dua bulan sekali." Ujar pria itu lembut sambil membelai perut istrinya yang semakin membesar.
Gadis itu tiba-tiba mencium pipi pria di sampingnya dan berkata dengan suasana hati yang mulai membaik.
"Baiklah, itu janji ya kakak."
"Iyaa..."
Dengan teknik itu, Kai memindahkan istrinya ke alam yang lebih rendah, jauh dari jangkauan sebelas Dewa perang kuno.
Ia tidak tahu itu adalah Alam Dewa, dan sekarang, tepat di depannya, sosok gadis yang memiliki paras seperti istrinya tiba-tiba muncul.
Itu membuat hatinya bergetar tidak terkendali.
Tanpa Kai sadari, butiran air mata perlahan menetes di wajahnya. Ia menatap gadis di depannya sekali lagi untuk memastikan apakah itu memang dia.
"Zhi'er... Apakah ini kamu?"
Seolah paham apa yang kau katakan, gadis itu menggeleng, "Bukan, aku bernama Chi Bingxin, dan aku adalah putrimu... Ayah!."
Deg–
Seolah jantungnya berhenti berdetak, Kai benar-benar bahagia mendengar pernyataan itu.
Dia juga ingat dimana istirnya sedang hamil disaat-saat terlahir pertemuan mereka.
"K–Kamu... kamu putriku?" Kai menatap wajah gadis itu dan tersenyum lembut.
Tanpa ia sadari, gadis di depannya tiba-tiba memeluknya dengan erat dan menangis dengan keras.
"A–Ayah... Akhirnya setelah ratusan ribu tahu lamanya, aku bisa bertemu denganmu."
Kai tidak tahu harus menjawab apa, dia hanya membalas pelukan putrinya, "Jadi, dimana ibumu? Zhi'er."
Mendapati pertanyaan itu, Chi Bingxin menjadi sangat sedih. Dia menatap ayahnya dan menjawab dengan suara pelan.
"I–Ibu telah meninggal ribuan tahun lalu karena penyakit yang di deritanya."
Beberapa emosi memenuhi kepala Zhukai, ia juga tahu dengan penyakit yang di derita oleh istrinya.
Supreme Divine Body!
Itu adalah penyakit dimana energi spiritual dalam tubuh seseorang akan terus terkikis seiring bertambahnya waktu.
Kai juga pergi ke Dunia Atas bermaksud mencari obat untuk menyembuhkan istrinya.
"Ha.. Aku benar-benar seorang suami yang buruk."
Kai sangat menyesal dengan hal itu, jika saja dia bisa pergi dunia atas dan mencari obat untuk menyembuhkan istrinya, ia mungkin bisa hidup dengan bahagia bersama dengan istri dan juga putrinya.
"Sebelas Dewa sialan! Akan aku pastikan untuk membalas dendam pada kalian ratusan kali lipat hingga membuat kalian berfikir lebih baik mati daripada hidup."
Merasakan niat membunuh yang keluar dari Ayahnya, Chi Bingxin sedikit kesulitan untuk bernafas. Dia sangat terkejut merasakan niat membunuh yang ayahnya miliki beberapa kali lebih pekat dibandingkan dengan dirinya.
"Ayah, ayo ikut aku bertemu kakak. Dia pasti sangat senang bertemu denganmu."
"Kakakmu? jangan bilang kalau dia bayangan hitam yang selama ini mengikutiku?" Zhukai berkata dengan terkejut.
Chi Bingxin tertawa kecil kemudian mengangguk.
Setelah itu, Kai bersama dengan putrinya pergi ke Sekte Ashura dimana Chi Zhen saat ini berada. Itu berada jauh di dalam kota Ashura tepatnya diatas gunung tertinggi yang di dalam kota.
***
Bersambung.