
Jauh di kekosongan tak berujung, sosok gadis cantik duduk bosan dengan ekspresi sedih di wajahnya.
Dalam kekosongan itu, dia hanya sendirian, tidak ada satupun teman yang menemaninya bermain ataupun berbicara.
Dia berdiam diri, mendongak keatas dan masih tidak ada sinar cahaya disana.
Satu abad berlalu, waktu terus berjalan tetapi gadis itu masih sangat kesepian tanpa ada seorangpun yang datang menyelamatkannya.
Dua abad, tiga abad, empat abad ... bahkan setelah jutaan abad berlalu, tidak ada satupun yang datang.
Tetapi gadis cantik itu masih dengan sabar menunggu dan berharap bahwa takdir akan mempertemukan mereka.
Hingga suatu ketika saat gadis itu sudah sangat berputus asa, kilauan cahaya muncul secara tiba-tiba, menerangi ruang gelap dimana gadis itu berada.
"Suamiku... Akhirnya kamu datang." Mata gadis itu bersinar cerah, senyum di wajahnya semakin merekah dan dia berjalan menuju ke titik cahaya itu.
Sosok yang pertama kali dilihatnya ketika keluar dari dalam kekosongan adalah seorang pria tampan berambut hitam panjang.
Dia memiliki tatapan tajam tetapi tidak menghilangkan senyuman di wajahnya.
"Benar ... Dia adalah suamiku." Qi Yue bergumam, dia menahan tangis bahagia setelah menunggu jutaan abad lamanya.
Karena pada saat itu Aura Kematian dalam tubuh Zhukai masih sangat sedikit, Qi Yue hanya bisa keluar kurang dari satu menit.
Tetapi dalam hatinya, dia sangat bersyukur bahwa dia masih bisa bertemu dengan suaminya di masa lalu.
Ketika Aura Kematian dalam tubuh Zhukai telah mencapai jumlah yang mengerikan, Qi Yue akhirnya keluar dari kekosongan untuk yang kedua kalinya.
Tetapi berbeda dengan yang pertama, dia bisa mempertahankan wujudnya di dunia itu selama lebih dari sepuluh jam.
"Maaf gadis cantik, siapa namamu?"
Deg–
Ketika sosok pria di depannya bertanya seperti itu, Qi Yue merasa bahwa hatinya sangat sakit. Ia bahkan ingin menangis tetapi dia menahan semua itu.
"Suamiku kamu lupa namaku? Baiklah aku akan memberi tahumu ... Namaku Qi Yue." Ucap Qi Yue sedikit memaksakan senyumnya.
Qi Yue sangat ingin untuk memeluk Zhukai, menciumnya dan menghabiskan waktu dengannya.
Tetapi Qi Yue juga tahu bahwa Zhukai saat ini belum mengingat tentangnya apalagi semuanya di masa lalu.
Kultivasinya juga sangat lemah, dan juga Zhukai masih belum menemukan pecahan durinya yang lain.
Pedang hitam memiliki total tujuh pecahan, sedangkan Zhukai saat ini hanya memiliki dua, yang membuatnya belum bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Apalagi Aura Kematian Kai saat ini, Qi Yue sangat membutuhkan itu untuk terus mempertahankan wujudnya.
"Suamiku... Kurasa waktuku di dunia ini sudah habis, sampai jumpa besok lagi." Qi Yue tersenyum bahagia, tubuhnya perlahan memudar dan hilang sepenuhnya.
Zhukai sendiri yang melihat senyuman itu menghilang merasakan hatinya sangat sakit, dia ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Qi Yue tetapi itu tidak memungkinkan.
***
Saat ini, di dalam sebuah lorong dimensi, terlihat siluet hitam melesat dengan sangat cepat. Jika dilihat dari dekat, siluet hitam itu ternyata adalah sesosok pria tampan dengan pakaian serba hitam.
Dia tak lain adalah Zhukai, setelah dia memasuki gerbang dunia ilahi, tubuhnya segera tertarik kedalam sebuah lorong dimensi yang menghubungkan Alam Dewa dengan Dunia Ilahi.
Dunia Ilahi sendiri memiliki ribuan dunia, seperti Alam Matahari, Alam Bulan, Alam Cahaya, Alam Naga, dan berbagai alam lainnya.
Jika di urutkan secara menyeluruh, Dunia Ilahi terkuat dimana berkumpulnya dewa perang kuno bernama Alam Surgawi.
Alam itu juga merupakan tempat terbunuhnya dewa bintang oleh para dewa perang kuno lainnya.
Saat ketika cahaya melintas di lorong dimensi, pakaian Zhukai perlahan terkoyak karena kuatnya energi asal dalam lorong tersebut.
"Aku sudah melihatnya!.." Kai menatap lurus pada sebuah cahaya terang yang ada di depannya, dia mengubah fisiknya menjadi Tubuh peti abadi dan melesat dengan cepat masuk kedalam lorong cahaya tersebut.
Zzrrttt
Whuss!!
Perlahan, titik cahaya itu menutup setelah Kai keluar dari sana.
***
Di atas lautan yang sangat luas, muncul sebuah retakan dimensi di udara kosong.
Duarr!
Ledakan itu membuka sebuah lubang dimensi yang begitu dalam dengan Origin aura yang terus keluar melalui lubang dimensi itu.
Swosshh!!
Dari dalam lubang dimensi, Zhukai melesat keluar dengan kecepatan gila, bahkan siluetnya sendiri terlihat samar.
Tepat setelah Zhukai keluar dari dalam lorong dimensi, retakan itu tiba-tiba tertutup dengan sendirinya.
Dia telanjang bulat, tidak ada satupun kain yang menutup tubuhnya hingga memperlihatkan adik kecilnya yang tergantung diantara ************ nya.
"Astaga... Untung tidak ada orang di sekitar sini." Kai dengan reflek menutup bagian bawah tubuhnya dia terjun menghantam laut sambil membersihkan tubuhnya disana.
"Bwehh.. Ini asin." Saat Kai terjun, ia secara tidak sengaja menelan air laut kedalam mulutnya.
"Haha, tapi ini sangat menyenangkan."
Kai terus berenang dengan tubuh telanjangnya mencoba menyusuri lautan. Tetapi apa yang tidak ia harapkan, seekor ikan yang begitu besar berenang dengan sangat cepat menuju kearahnya.
Byaarr!!
Tepat dibelakangnya, sebuah ombak muncul bersamaan dengan munculnya seekor ikan besar mirip seperti hiu dengan mulutnya yang terbuka lebar.
Terlihat taring-twringnya yang sangat tajam mencoba untuk mencabik-cabik tubuh Zhukai.
"Whoaa..."
Kai secara reflek menggunakan skill Teleportasi nya untuk berpindah tempat dari laut ke udara lepas.
Kai dengan dingin menetap kearah ikan buas di bawahnya, sudut bibirnya sedikit terangkat. "Badai Neraka!.."
Swosshh
Sebuah gambaran tebasan pedang melengkung, mirip seperti bulan sabit.
Ketika serangan Zhukai mengenai sisik ikan itu, ledakan terjadi cukup kuat hingga menciptakan sebuah ombak besar di laut.
"Khrraaa..." Ikan itu berteriak, tubuhnya sedikit terluka dengan darah menetes keluar dari tubuh ikan itu.
Kai tidak berhenti sampai disitu, dia menghilang dan muncul kembali tepat di depan ikan itu.
Kai menarik ekornya dan merobeknya menjadi dua bagian.
Teriakan dari ikan itu semakin keras, dia tiba-tiba menjadi agresif dan menyerang Zhukai dengan mulutnya terbuka lebar.
Sebuah seringai muncul di wajahnya, Kai mengepalkan tangannya dan bersiap memukul kulit ikan itu.
Booomm!!
Tepat setelah Kai mengeluarkan Fist Eternal Dragon, sebuah cahaya muncul dan menembus tubuh ikan itu hingga ke bagian terdalamnya.
Duar!
Tubuh ikan itu meledak menjadi kabut darah.
Ding.
[Kai Gege berhasil membunuh seekor binatang di ranah Original God tingkat ke-tiga. Mendapatkan 10 juta Poin Takdir, mendapatkan 20 juta Poin Pengalaman]
Setelah notifikasi System berkahir, Kai kembali terjun kelaut untuk membersihkan noda darah di tubuhnya.
"Hmm, kemana aku akan pergi setelah ini? Tempat ini cukup asing, jika saja aku bisa memilih tempat, aku mungkin akan datang ke Alam Bintang."
Kai keluar dari laut, ia mengambil sebuah pakaian dan mulai memakainya.
Dia mengedarkan Persepsi Ilahinya dan merasakan ada sebuah pulau yang tidak jauh dari tempatnya berada.
"Oh, mungkin aku bisa memulai dari sana."
Zhukai menatap ke tenggara kemudian melesat terbang menuju ke pulau yang dia maksudkan tadi.
***
Bersambung.