
Salah satu prajurit yang sempat berteriak tadi segera membuat para Prajurit lain menjadi siaga, "Apa-apaan teriakan barusan!! Apakah kau juga mendengarnya?" Tanya salah satu prajurit pada prajurit lainnya.
"Ya, aku rasa itu teriakan dari para prajurit yang kau suruh untuk mencari sumber suara aneh tadi." Balas Prajurit yang mengingat kejadian tadi.
Suara aneh dari para Undead terdengar kembali, kini itu semakin jelas dan jelas..
"Graaa!!... Graaa!!.."
Dari balik pohon, keluar sebuah tengkorak dengan sebilah pedang panjang di tangan tengkorak itu.
"Tidak mungkin!!.." Salah satu prajurit berkata dengan suara gemetar, ia begitu ketakutan sehingga tidak dapat berdiri dengan tegak.
"Apa yang kau takutkan bodoh, itu hanyalah satu Sekeleton lemah Haha–.." Tawanya terhenti ketika melihat Ratusan tidak, Ribuan.. Atau lebih banyak.
Gerombolan Sekeleton dengan tubuh dipenuhi dengan Zirah dan Senjata perang berjalan mendekat menuju Para prajurit dari Kekaisaran Macan Putih.
Sedangkan diantara lautan Sekeleton itu, terdapat seorang dengan tubuh dipenuhi luka dan jahitan.. Dia berdiri dibatas memimpin para Sekeleton lainnya.
Undead satu tidak memegang senjata apapun tetapi sebuah Aliran panas keluar dari telapak tangannya dan membentuk sebuah bola api raksasa.
Matanya merah menyala menebar jejak ketakutan di hati semua orang, hanya penindasan dari auranya saja membuat para prajurit lain tidak dapat bergerak.
Bola api berukuran raksasa itu langsung menuju Tenda milik Prajurit musuh dengan jangkauan serangan yang begitu luas. Bola api itu hampir membakar seluruh Prajurit Musuh.
Ada beberapa dari mereka yang mampu melarikan diri dengan kekuatan penuhnya.
Kai juga tidak perlu repot-repot untuk menghentikannya, Prajurit yang melarikan diri itu pasti akan melaporkan kejadian ini kepada para kekuatan besar di Kekaisaran Macan Putih. Mereka mungkin akan datang bersamaan datang dan menyerang kepadanya.
Itu jauh lebih efektif dibandingkan ia harus mencari mereka masing-masing.
Tak butuh waktu lama bagi para Undead yang Kai miliki untuk sepenuhnya menghancurkan markas dari Prajurit musuh.
Dia menjarah dan menghamburkan harta milik para prajurit itu, seperti membeli membeli ratusan Pil untuk diberikan makan pada Anjing.
***
Di Salah satu cabang dari pasukan Kekaisaran Macan, Prajurit yang melarikan diri tiba di sebuah Kota yang cukup besar, dia berlari cukup cepat walupun tubuhnya penuh dengan luka bakar dan kerusakan internal.
"Komandan!! Markas kita.. Markas kita hancur." Teriak prajurit itu sambil berlari sempoyongan.
Tiba-tiba dari dalam rumah bordil, keluar seorang dengan tubuh dipenuhi dengan Tato bergambar Macan, Tubuh orang itu begitu kekar dengan wajahnya yang panjang tetapi yang paling menjengkelkan ada kumis panjang dan melengkungnya.
"Ada apa, bagaimana keadaan mu bisa sampai seperti ini? apakah ada serangan dadi Kekaisaran Naga?" Tanya Komandan itu dengan wajah jelek dan alis berkedut.
"Tidak komandan, bukan itu.. Yang menyerang markas kita adalah pasukan Undead!! dan itu bukan hanya satu tetapi Puluhan Ribu atau lebih banyak!!." Ucap Prajurit itu dengan nafas terengah-engah dan tidak merata.
"Apa katamu!! Pasukan Undead!!.. Ini gawat, kita harus memberitahukan masalah ini Pada Jendral.." Komandan itu ketakutan, wajah angkuhnya segera menghilang.
"Baik Komanda–.." Belum sempat ia dapat menyelesaikan Kalimatnya, sebuah ledakan keras dari luar kota terdengar.
Tembok kota yang begitu kokoh hancur dengan begitu mudahnya dibawah tinju dari Giant Sekeleton.
"Tidak kita sudah terlambat, para Undead itu telah sampai disini.. Kamu cepat pergi dan beritahu Jenderal ke-5 tentang masalah ini, Aku akan menahannya dengan para pasukan ku.." Komandan itu seger bergegas mengumpulkan para Prajuritnya.
"Graa!!.. Graaa..."
Para Undead itu dengan cepat memenuhi kota dan membunuh semua Ras Macan Putih, Mereka dengan ganas membunuh tanpa rasa ampun, Ini karena Undead tidak memiliki emosi sama sekali.
"Kalian semua, cepat ikuti aku untuk menghabisi Undead yang dapat terbang itu.. Aku merasa dialah yang memimpin semua Undead ini.. Jika dia mati mungkin serangan Undead akan berakhir."
Semua orang dengan cepat menuju Undead satu, Mereka semua segera terbang dan mulai meluncurkan serangan kearah Undead satu.
"Hiaaa..." Serangan demi serangan mengarah ke Undead satu, tetapi tidak ada satupun dari serangan itu yang dapat melukainya. Sebaliknya korban di Kota itu semakin banyak.
"Sial, kenapa dia bisa begitu kuat." Ujar seorang Prajurit yang ranah Kultivasinya hanya seorang Kaisar Dao.
"Berhenti mengoceh, cepat dan terus serang." Sahut sang komandan dengan marah, ia juga begitu terkejut ketika serangannya tidak dapat memberikan luka pada Undead Satu.
Sebuah transmisi suara memberikan perintah pada Undead satu untuk segera menghabisi prajurit yang menyerangnya.
Sebuah Pedang panjang muncul di depan Undead satu, Niat membunuh yang begitu pekat merembes keluar dari pedang itu dan segera menebas semua Prajurit yang menyerangnya.
Slashh!!
Para Prajurit serta komandannya berubah menjadi mayat tanpa kepala.
Setelah kematian Prajurit musuh dan Komandannya, Pasukan Undead Kai berhasil membantai habis seluruh kota.
Setelah itu pasukan Undead bergerak ke kota selanjutnya dan selanjutnya...
Itu terus berjalan tanpa henti membantai setiap Ras Macam putih yang ditemuinya, Hingga suatu keadaan memaksa kai untuk keluar.
Orang itu adalah Bai Kong sendiri. Ketika pasukan Undead miliknya sampai di Salah satu dari Lima kota paling berpengaruh di Kekaisaran Macan Putih, Bai Kong tidak dapat melihat kejadian itu terus berlanjut.. Ia akhirnya turun tangan sendiri untuk mengalahkan para Undead sialan itu.
"Bangsat!! Cepat tunjukkan dirimu, orang yang mengendalikan Undead ini.. Datanglah jika kau bukan pengecut." Bai Kong meraung dengan sangat marah karena pasukan Undead Zhukai tidak habis-habis.
"Kekeke... Kurasa menggunakan Undead untuk menghabisi mu terlalu murah hati, Karena kau menginginkan untuk bertarung denganku maka aku tidak akan menyembunyikan diriku lagi." Suara Tawa misterius itu berakhir, digantikan oleh munculnya Zhukai tepat di samping Bai Kong.
Bai Kong reflek dan segera menyerang Kai menggunakan pedangnya. "Hiaaa..."
Bamm!!
Tusukan pedang dari Bai Kong dapat dengan mudah Kai tangkis hanya dengan menggunakan dua jarinya.
"Terlalu lemah... Hanya dengan ini kau berani menyulut api peperangan? Cih membuatku muak saja.."
Krakkk!! Tlantang!!
Pedang itu segera patah menjadi beberapa pecahan, "Kebetulan juga aku ingin mencoba teknik baruku..Tarian Pedang Api!!.."
Persis seperti namanya.. Pedang yang Kai pedang berubah menjadi api besar dan membara.. Itu berasal dari Api Neraka dan Api Phoenix yang Kai miliki.
Kai berputar-putar, setiap putaran yang ia lakukan kobaran api semakin membesar dan membesar.. Itu bukan sesuatu yang dapat ditahan oleh orang seperti Bai Kong.
Setelah merasa cukup dengan Api seperti itu, Kai melompat tinggi di udara kemudian membuat sebuah tebasan api berbentuk pedang di udara Kosong.
"Gawat.. Mati aku!!.. Guru cepat tolong aku."
Tebasan itu membakar area yang dilewatinya dan terus mengeluarkan tekanan api yang begitu hebat dan menguat orang lain sesak nafas.
Serangan itu semakin dekat dan dekat Menuju Arah Bai Kong, Dan...
****
Bersambung.
Seperti Yang author janjikan pada kalian, Hari ini Author Update 4 Chapter... Jika ada saran silahkan saja.
Terimakasih dan tetap dukung Author ya supaya semangat Updatenya...