Re-system

Re-system
Hadiah



Sementara Kai yang sedang mempelajari teknik sword emperor di dalam kamarnya, Zi Lin Yue di kamar lain tertidur di atas kasur sambil memandang langit-langit.


"Ternyata Kai memiliki istri kuat seperti mereka, jadi untuk apa kekhawatiran ku selama ini." gumam Zi Lin Yue dengan kesal.


Jika saja dia tahu bahwa Zhukai memiliki istri yang sangat kuat seperti Yi, Yui, dan Yue. Zi Lin Yue tidak akan pernah berniat untuk memperjauh hubungannya dengan Zhukai.


Sikap dinginnya selama beberapa hari ini adalah untuk melindungi Zhukai dari Demon God.


Kai mungkin masih berpikir bahwa kekuatan Demon God tidak jauh berbeda dibandingkan dengan saat dirinya dulu.


Tetapi yang sebenarnya, kekuatan Demon God saat ini telah meningkat dimana Zhukai tidak akan bisa mengalahkannya bahkan jika dia kembali memulihkan kekuatan di masa lalu.


Apalagi dengan persepsi ilahi Demon God yang beberapa kali lebih kuat dibandingkan dengan Kultivator pada umumnya, dia akan bisa mengetahui keberadaan Zhukai bahkan jika Zhukai menyembunyikan hawa keberadaannya dengan baik.


Dan untuk Zi Lin Yue, dia memiliki sebuah Godhood dimana dia bisa menyembunyikan hawa keberadaannya dan juga orang yang dia inginkan. Tetapi syarat untuk dapat menggunakan Godhood itu sangat rumit.


"Hahh, apakah Kai akan membenciku karena sikap dinginku?" Zi Lin Yue menutup wajahnya dengan bantal karena sedikit bersalah atas sikapnya beberapa hari ini.


"Tidak, aku tidak boleh membiarkannya. Aku akan meminta maaf padanya besok pagi."


Sementara itu, di halaman rumah, terlihat seorang pria tampan dengan tubuh telanjang sebagian berdiri tegak dengan pedang hitam di tangan kanannya.


"Haahh, ternyata aku tidak bisa menguasai teknik ini secara instan."


"Untuk dapat mempelajari teknik ini, hal pertama yang harus aku lakukan adalah berkomunikasi dengan pedangku."


Meskipun Zhukai masih sedikit bingung dengan kalimat itu, tetapi dia saat ini sedang berusaha untuk memahaminya.


Kai menggenggam gagang pedang hitam dengan kedua tangannya sambil mengayunkan pedang itu vertikal selama satu jam penuh.


Ia tidak tahu sudah berapa ayunan yang telah ia lakukan, tetapi Kai masih belum bisa memahami arti sebenarnya dari kalimat itu.


"Suamiku, kamu masih belum tidur?" Xue Yu yang terbangun karena suara ayunan pedang Zhukai bertanya dengan wajah mengantuk.


"Ah, aku masih akan berlatih beberapa saat lagi. Kamu cepatlah tidur sekarang." Zhukai tersenyum tipis sambil menyeka keringat yang mengucur di wajahnya.


"Hmm, tidak, aku akan menunggumu sampai selesai berlatih."


Xue Yu berjalan kearah kursi yang tak jauh darinya dan duduk disana sambil menatap Zhukai yang sedang berlatih.


"Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat." Karena Kai tahu bahwa tidak ada gunanya untuk membujuk Xue Yu, ia akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan latihannya lebih cepat.


Akhirnya, tak berselang lama setelah itu, Kai akhirnya bisa memahami apa maksud dari kalimat pada teknik peninggalan Sword Emperor.


"Haahhh... Akhirnya aku berhasil memahami fondasi nya, aku akan berhenti untuk saat ini." Kai menatap Xue Yue yang tertidur di kursi dan menghampirinya.


Dia tersenyum hangat sambil membelai rambut Xue Yu dengan lembut.


Kai menggendong tubuh istrinya dengan lembut agar tidak membangunkan tidurnya. Dengan begitu, Kai kembali ke kamarnya bersama dengan Xue Yu tanpa menghasilkan suara sedikitpun.


Dia meletakkan tubuh istrinya di atas kasur dengan lembut dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Terimakasih telah menemaniku berlatih hari ini." Kai mencium kening istrinya lalu ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum tidur.


Dengan begitu, Kai memeluk tubuh Xue Yu dan tidur bersama malam hari itu.


Pagi hari, sinar matahari yang masuk melalui celah jendela membuat Xue Yue terbangun dari tidurnya.


"Ah, aku ketiduran!" mulut Xue Yu terbuka lebar, tetapi setelah melihat tubuh Zhukai yang telanjang sebagian di sampingnya. Ia tidak dapat menahan rasa terkejutnya.


"Aaa... J–Jadi, Kai Gege membawaku ke kamarnya tadi malam." Xue Yu menyentuh dadanya untuk menenangkan dirinya dari keterkejutan.


Saat dia hendak pergi sebelum Kai terbangun, Xue Yu merasakan pergelangan tangannya tertahan oleh sesuatu.


"Kemana kamu ingin pergi istriku yang cantik."


Kai menarik tubuh Xue Yu kedalam pelukannya dan memberi ciuman di keningnya, "Selamat pagi."


Wajah Xue Yu memerah seketika, dia menatap Zhukai yang setengah terbangun dan menjawabnya dengan gugup.


"S–Selamat pagi sayang."


Melihat sikap Xue Yu yang malu-malu, Zhukai dengan lembut mencium bibir Xue Yu sambil meraba kedua dada gadis itu.


Xia Yue mengerang keras saat Zhukai menyentuh dada dan juga goa miliknya.


Tetapi ketika Zhukai hendak memasukkan adik kecilnya, ia mendengar suara ketukan pintu dari luar.


"Ha!? Kenapa harus sekarang." gerutu Zhukai tidak senang.


Dia berdiri dan berjalan untuk membuka pintu.


Klak!!


Pintu itupun terbuka, terlihat sosok wanita cantik yang memakai pakaian tidur berdiri di depan pintu dengan wajah cerah.


Tetapi setelah melihat tubuh Zhukai telanjang sebagian, Zi Lin Yue tersipu karena malu. Wajahnya menjadi sangat merah bagaikan tomat.


"Kai, apakah kamu sibuk hari ini?" Zi Lin Yue tersenyum sembari bertanya.


Melihat perubahan sikap Zi Lin Yue yang di tunjukkan saat ini, Kai memiringkan kepalanya bingung.


"Apakah gadis ini memiliki kepribadian ganda?"


Tetapi jauh di dalam lubuk hatinya, Kai sangat senang karena minat sikap Zi Lin Yue kembali seperti dulu.


"Ya, aku akan senggang nanti siang, apakah kamu butuh sesuatu?"


Zi Lin Yue membuka mulutnya, tetapi tidak ada sepatah katapun keluar.


"Aaa... Kalau begitu, sampai jumpa lagi." Zi Lin Yue buru-buru berbalik dan berlari meninggalkan Zhukai.


"Aneh sekali." Kai kembali menutup pintu, dia menatap Xue Yu yang masih duduk di atas kasur dengan tatapan penuh nafsu.


Kai akhirnya melakukan hal itu bersama Xue Yu hingga siang hari tiba.


Karena Zi Lin Yue memangilnya tadi pagi, Kai pergi ke kamar Zi Lin Yue yang berada tidak jauh dari kamarnya.


Tok! Tok! Tok!


Suara ketukan pintu terdengar dari luar, saat Zi Lin Yue membuka pintu kamarnya. Zhukai berdiri tegak di depan pintu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi Lin Yue, apa yang ingin kamu katakan?"


Tepat setelah Kai menyelesaikan kalimatnya, Zi Lin Yue membungkuk dan meminta maaf.


"Maaf? untuk apa?"


"I–Itu... Maaf karena sudah bersikap buruk beberapa hari ini."


Mendengar jawaban yang Zi Lin Yue berikan, Kai sedikit tertawa. "Haha, jadi kamu terganggu karena hal itu? Tidak perlu khawatir, aku tidak pernah marah padamu."


Setelah mendengar jawaban dari Zhukai, Zi Lin Yue menghela nafas lega. Dia memberikan Zhukai sebuah plat kayu dengan banyak pola rune yang sangat rumit.


"Terimalah ini sebagai permintaan maaf ku, meskipun hadiah ini tidak terlalu luar biasa, tetapi ini mungkin akan berguna untukmu." ucap Zi Lin Yue dengan wajah memerah.


"Baiklah, terimakasih untuk hadiahnya. Kalau begitu aku juga memiliki hadiah untukmu."


Kai mengeluarkan sebuah kalung berlian dari balik sakunya, dia tersenyum lebar sambil memberikan kalung itu pada Zi Lin Yue.


"A–Anu... Bisakah kamu memakaikannya untukku?"


"Baiklah."


Kai berjalan kebelakang Zi Lin Yue dengan kalung berlian di tangannya, dia sedikit menyisir rambut Zi Lin Yue kesamping dan memakaikan kalung berlian itu di lehernya.


"Ini sudah, apakah kamu memiliki sesuatu lagi yang kamu inginkan?"


Zi Lin Yue menggeleng dengan mata berkaca-kaca, "Tidak, terimakasih untuk hadiah ini...."


***


Bersambung...