Re-system

Re-system
Nalan Han



Deg–


Kai merasa seolah jantungnya berhenti berdetak, pandangannya semakin kabur seolah-olah ditelan oleh kegelapan yang tak berujung.


Tubuhnya seketika diselimuti oleh asap gelap yang terus-menerus keluar dari Pedang Hitam yang dia pegang.


"Bunuh!! Bunuh!! Bunuh!!.."


Setiap kata yang keluar dari mulutnya hanyalah Bunuh!! tidak ada yang lain..


Mata hitamnya menatap Nalan Yu dengan penuh ***** membunuh..


Whuss!!


Dia menghilang meninggalkan cahaya Hitam di tempat ia berada barusan, secara tiba-tiba ia muncul di belakang Nalan Yu dan menebas punggungnya yang terbuka.


"Apa!!.." Nalan Yu tersentak kaget dan buru-buru menggunakan pedangnya untuk menahan serangan Zhukai.


Dentang!!


Meski begitu, dalam benturan singkat tadi, Nalan Yu terpental ratusan meter dengan kedua tangannya mati rasa.


Tak berhenti sampai disitu, ketika dia mendongak keatas, dia melihat Kai sudah berada tepat di depannya.


"Sial!!.."


Nalan Yu buru-buru menghindar, tetapi dia terhempas jauh karena ledakan yang tercipta ketika Kai menghantam bukit tempat Nalan Yu berada tadi.


"Uhuk!! Uhuk!!.." Di atas udara, Nalan Yu terbatuk sambil meludahkan darah segar dari mulutnya. Dia menyeka noda darah itu dan menatap Kai penuh ketakutan.


"B–Bagaimana bisa dia begitu kuat dalam waktu yang begitu singkat?"


Nalan Yu menghembuskan nafas sambil menenangkan pikirannya, Dia mengangkat Pedangnya begitu tinggi dan mencipta sebuah tebasan berbentuk bunga putih besar.


"Hiaa..."


Whuss!!


Duarr!!


Sayangnya, saat ini, Nalan Yu bukanlah lawan yang cocok untuk Zhukai saat sedang mengamuk.


Kai yang sedang dikendalikan oleh niat membunuh nya kembali menghilang dan muncul kembali dibelakang Nalan Yu. Dia menebas secara membabi-buta kesegala arah.


Duarr!!


Duarr!!


Boomm!!


Bukit-bukit yang ada di lembah Hitam hancur menjadi puing-puing kecil sedangkan Di Bao yang tidak sempat menghindar terkapar tewas tanpa tahu penyebab dia mati.


Sementara itu, Nalan Xing meneteskan keringat dingin dengan tubuh bergetar hebat.. Dia sangat bersyukur membawa Artefak pemberian ayahnya yang mampu menahan serangan Peak God sebanyak 5 kali.


Hal yang sama juga tidak berbeda dengan Nalan Yu. Disekitar tubuhnya, terlihat lapisan bercahaya yang mampu menahan serangan Zhukai barusan.


"Pemuda ini sudah gila.. Aku harus cepat perg–.."


Duarr!!


Pelindung Nalan Yu hancur seketika dibawah satu tebasan Kai yang sangat kuat, dia terhempas begitu jauh kebawah menghantam tanah menciptakan sebuah lubang yang cukup dalam.


"Ahh.. Uhuk Uhuk!!.."


Dia mengerang cukup keras, seluruh tubuhnya begitu sakit dengan aliran darah mulai menetes dari lengannya dan di dahinya.


"Bagaimana bisa? Artefak pelindung yang ayahku berikan adalah Artefak Dewa!! Bagaimana bisa itu hancur hanya dalam dua serangan.." Nalan Yu tidak mau mempercayai apa yang baru saja terjadi.


Dia mencoba bangkit dengan kedua tangannya, tetapi tak lama setelah itu dia mendengar suara teriakan Adiknya.


"Ahh.. Kakak, Tolong aku.."


Nalan Yu menggertakkan giginya menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, dia melesat pergi kearah dimana adiknya berada.


Sementara itu, Zhukai yang saat ini sedang menggila mulai menghancurkan apa saja yang dilihatnya..


Pedang Hitamnya masih memancarkan Aura penuh niat membunuh dan niat pembantaian yang sangat kejam.


Tak berselang lama setelah itu, Lembah Hitam benar-benar hancur menjadi puing-puing batu dibawah tebasan Kai yang tak kenal ampun.


"Huaa... Kakak, Tolong aku!!" Teriak Nalan Xing dengan suara serak dan penuh ketakutan.


Kai yang saat ini sedang dikendalikan oleh niat membunuhnya semakin menggila dan menyerang kearah Nalan Xing dengan kecepatan yang sangat cepat.


Sebuah tebasan hitam melengkung melesat dengan cepat kearah Nalan Xing yang sudah tidak dapat bergerak karena niat membunuh yang begitu kuat..


Sementara itu, Nalan Yu yang baru saja sampai disana segera melihat adiknya yang sedang dalam bahaya..


Dia mencoba melesat kesana untuk menghentikan serangan itu demi adiknya. Tetapi, tubuhnya juga tidak bisa bertahan lebih lama lagi..


"Tidakk!! Xing'er..." Teriak Nalan Yu putus asa, ia memejamkan kedua matanya tidak sanggup melihat apa yang akan terjadi.


Tepat ketika tebasan hitam mengenai pelindung Nalan Xing, terdengar sebuah ledakan keras dengan kilatan-kilatan petir bermunculan diatas Awan.


Ctarr!!


Duarr!!


Salah satu petir itu menyambar tebasan hitam Kai. Kabut hitam yang begitu tebal muncul secara tiba-tiba disekitar Nalan Xing.


Setelah kabut hitam itu mulai menghilang, terlihat seorang pria paruh baya dengan wajah ganas menatap Zhukai dengan penuh kemarahan.


"Ayah!!.."


Melihat sosok pria paruh baya itu, Nalan Yu dan Nalan Xing segera menghembuskan nafas lega.


Pria paruh baya itu segera berbalik dan menatap Kedua Putrinya, dia bernafas lega ketika melihat kondisi Nalan Xing yang baik-baik saja..


Tetapi ketika dia melihat tubuh Nalan Yu yang dipenuhi dengan luka dan bekas sayatan Pedang, sebagai ayahnya bagaimana mungkin dia tidak marah..


"Yu'er.."


Nalan Yu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata dengan suara pelan, "Aku baik-baik saja ayah.."


Pria paruh baya itu bernafas lega, tetapi di detik berikutnya, dia merasakan sebuah tebasan penuh niat membunuh yang mengarah padanya.


"Hmph.. Beraninya kau melukai kedua putriku!! Rasakan lah akibatnya!."


Pria paruh baya itu berdiam diri dan menerima serangan Zhukai tanpa menghindar. Dia tidak percaya bahwa tebasan Kai akan melukai tubuhnya.


Duarr!!


Ledakan keras terdengar ketika serangan Kai dan tubuh pria paruh baya itu saling berbenturan.


Tetapi tidak ada bekas luka yang terlihat di tubuh pria paruh baya itu ketika menerima serangan Kai yang bahkan bisa membunuh Dewa Ilahi tahap Bumi dalam sekali serang. Jelas sekali bahwa kekuatan Pria paruh baya itu sangat tinggi.


"Hmph... Kau sebut itu serangan? itu hanya menggelitik ku Bocah sialan!!."


Pria paruh baya itu menghilang dan muncul kembali dibelakang Zhukai, sebelum pukulannya dapat mengenai Zhukai, Kai telah menghilang terlebih dulu dan muncul puluhan meter darinya.


"Hehe, kau cukup cepat Bocah sialan, tetapi apakah kau bisa menghindari serangan ini.." Pria paruh baya itu cukup terkejut, tetapi di detik berikutnya, bahkan sebelum Kai dapat menghindar, dia terkena sebuah pukulan keras yang membuatnya terpental sangat jauh hingga menabrak sebuah bukit.


"Uhuk!!.." Kai batuk dan meludahkan darah segar.


"Bunuh!! Bunuh!!.." Mengabaikan rasa sakit di tubuhnya, Kai bangkit dan menghilang sekali lagi..


Dia menebas lurus Kedepan membentuk sebuah pedang raksasa dengan asap hitam yang mengelilingi cetakan pedang itu.


"Pemuda ini gila!!.." Nalan Yu tersenyum kecut ketika Kai masih bisa bertarung ketika tubuhnya sedang terluka dengan begitu parah.


Pria paruh baya itu tak lain adalah Ayah Nalan Yu dan Nalan Xing... Nalan Han. Ketika melihat serangan Zhukai yang cukup berbahaya, bukannya menghindar dia malah melesat mendatangi serangan tersebut.


"Tinju Api Peledak!!.."


Dari Kepalan tangan Nalan Han, muncul sebuah bara api yang begitu panas.. Dia mengalirkan Qi miliknya disertai dengan otot-otot nya yang kuat dan memukul Serangan itu..


Duarr!!


Setelah serangan Kai dihancurkan dengan mudah, Mode mengamuk Zhukai juga segera menghilang..


Dia terjatuh dari ketinggian langit dan tercebur kedalam Laut yang berada di Lembah Hitam..


***


Bersambung..