
Melihat Bai Ling hanya diam tidak menjawab, Kai menghela nafas menatap pria di dalam ruangan itu sambil menjawab.
"Kami ingin berbicara padamu, apakah kau memiliki waktu?"
Pria itu tidak menjawab, dia melihat Bai Ling sekilas dengan pandangan sedingin es, "Tch.. Maaf aku sibuk."
Pria itu, Zhen Lun berkata dingin sambil menutup kembali pintu kamarnya rapat-rapat.
Tetapi langkahnya terhenti karena Kai menahannya dengan satu tangannya, "Ayolah kawan, itu hanya sebentar apakah kau memang tidak memiliki waktu?"
Zhen Lun terkejut, dia mencoba sekuat tenaganya untuk menutup pintu, tetapi pintu sama sekali tidak bergerak.
Dengan begitu, dia tahu seberapa kuat pribadi depannya itu. "Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan."
Zhukai dan Bai Ling masuk kedalam ruangan milik Zhen Lun dan duduk di depan sebuah meja dengan tiga kursi disana.
"Apakah kau mengenal gadis ini?"
Zhen Lun memandang Bai Ling sebentar kemudian beralih memandang Zhukai sambil menjawab.
"Ya, aku mengenalnya. Jika hanya itu yang ingin kau bicarakan, kau benar-benar membuang waktuku."
"Haahh, aku akan langsung ke intinya. Bukankah kau bersikap seperti ini karena tidak ingin membuat gadis ini terluka?"
Tubuh Zhen Lun bergetar, pandangannya semakin dingin tanpa ekspresi sedikit.
"Apa yang kau bicarakan aku tidak mengerti."
Kai menghela nafas, dari yang Bai Ling ceritakan padanya, ia tahu bahwa sikap Zhen Lun berubah semenjak kematian kedua orang tuanya.
Jelas saja dia ingin bertambah kuat dan membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dan ia tidak ingin membuat Bai Ling dalam bahaya karenanya.
Ia terus membunuh setiap penjahat yang mencoba untuk membunuh orang tidak bersalah, hingga ketika ia sudah cukup kuat, Zhen Lun berniat untuk menghancurkan sebuah sekte besar yang bernama Dongwen.
Tetapi untuk itu, Zhen Lun harus memiliki basis Kultivasi setidaknya di ranah Immortal God. Sedangkan Kultivasinya saat ini hanya di Ranah Dewa Surgawi.
"Yui, analisis.."
Ding.
(Status)
Nama : Zhen Lun
Ras : Manusia.
Umur : 4.501
Kultivasi : (True God) Dewa Surgawi Tahap Kekacauan.
Zhen Lun menghela nafas, "Aku tidak tahu bagaimana kau mengetahuinya, tetapi aku berniat membalas dendam sendiri tanpa melibatkan adik Ling."
Bai Ling tersentuh, dia mencoba menahan tangisannya tetapi itu tidak berhasil. Melihat Bai Ling yang menangis, emosi dalam pikirannya semakin kacau.
Jika itu adalah dirinya yang dulu, dia mungkin akan langsung memeluknya tanpa berfikir. Tetapi saat ini, dengan tangannya yang kotor karena sudah membunuh banyak sekali manusia, dia tidak tahu apakah Bai Ling masih menerimanya atau tidak.
Tetapi yang pasti, tujuannya untuk menghancurkan Sekte Dongwen tidak berubah.
"K–Kakak Lun, A–Aku juga ingin membantumu membalas dendam. Aku pergi meninggalkan rumahku karena ingin bersama kakak Lun." Ucap Bai Ling sambil menyeka air mata yang menetes di wajahnya.
"Tidak! Itu terlalu berbahaya untukmu. Apakah kamu tidak membenciku karena sudah mengabaikan mu sangat lama."
Bai Ling menggeleng, "Aku tidak peduli semua itu asalkan bisa bersama kakak Lun."
Melihat hubungan mereka berdua perlahan membaik, seringai terlihat merekah di wajah Zhukai.
Zhen Lun menggertakkan giginya bersamaan dengan tubuhnya yang ikut gemetar. Dia tahu untuk mencapai Immortal God puncak, tidak hanya diperlukan kerja keras tetapi juga keberuntungan.
"A–Aku tidak masalah untuk menunggu selama itu selama aku bisa membalaskan dendam orang tuaku."
"Hehehe, aku punya cara yang lebih baik dengan itu."
Zhen Lun dan Bai Ling terkejut, mereka berdua tahu bahwa Zhukai sangat kuat, tetap untuk membumi hanguskan Sekte Dongwen hanya dengan bantuan nya saja, mereka sudah dipastikan kalah.
"Hah, siapa bilang aku akan membantumu membalas dendam... Aku hanya ingin memberi kalian solusi agar kalian bisa menembus Immortal God lebih cepat."
Mata Bai Ling dan Zhen Lun bersinar, ekspresi dingin di wajah Zhen Lun mencair dan doa bertanya dengan bersemangat. "Apa itu!!?."
Kai tersenyum dia memejamkan Matanya sambil berkata, "Hehe, pertama kalian harus menyembahku sebagai guru kalian."
"Apa!!?." Meski mereka berdua terlihat enggan, tetapi setelah Zhukai menunjuk pada mereka kekuatannya, mereka tanpa ragu bersujud dan menyembah Zhukai sebagai guru mereka.
Setelah selang beberapa menit, Kai duduk sambil menyesap teh yang baru saja Bai Ling siapkan.
"Zhen Lun, kau memiliki fisik yang bagus, ambil teknik dan pil ini. Besok setelah kau bisa memahami sepenuhnya datanglah padaku." Ucap Zhukai sambil menyerahkan buku beserta pil di tangannya.
"Apa!? Bagaimana aku bisa mempelajari sebuah teknik dalam satu malam.."
Kai mendengus sambil tersenyum, "Kau akan tahu sendiri ketika selesai mempelajari nya."
Ia mengalihkan pandangannya pada Via lIng kemudian memberikan sebuah Pil berwarna warni yang ia beli di toko System dengan jutaan poin.
"Telan lah pil ini dan aku akan membantumu memurnikannya.."
Bai Ling mengangguk tanpa ragu, dia menelan pil itu kemudian duduk dengan kedua matanya terpejam.
Melihat itu, Zhukai dengan sigap menaruh kedua telapak tangannya di punggung Bai Ling dengan Qi secara perlahan keluar melalui kesepuluh jari tangannya.
Sementara itu, Bai Ling bisa merasakan rasa hangat dari Qi yang Zhukai berikan. Itu menembus setiap Meridian yang ada di dalam tubuhnya hingga mencapai titik Dantian nya.
Sebuah segel di dalam Dantian terlihat ketika Zhukai mengalirkan Qi miliknya kesana. Tetapi dengan Pil yang Bai Ling telan beberapa saat yang lalu, menghancurkan segel itu adalah hal yang mudah.
Zhukai mengalirkan energi bintang kedalam Qi miliknya dan dengan sedikit dorongan dia menghancurkan segel itu kurang dari satu jam.
Booommm!!
Ledakan yang sangat keras terdengar ketika Zhukai membuka segel yang ada di dalam Dantian milik Bai Ling.
Zhen Lun yang sedang berlatih tiba-tiba terkejut ketika mendengar bunyi ledakan itu, setelah dia melihat sekelilingnya, ia segera tahu bahwa ledakan itu berasal dari tubuh Bai Ling.
"Sungguh ledakan yang begitu keras, Tunggu!!.."
Zhen Lun tercenggenag ketika merasakan aura yang keluar dari tubuh Bai Ling berubah seketika.
Tekanan yang awalnya hanya berada di ranah Chaos God dengan cepat mengalami perubahan dan naik satu tingkat menjadi Dewa Surgawi.
"Sial, apakah guru memang sekuat itu."
Dia juga tidak mau kalah, Zhen Lun kembali membuka buku yang Kai berikan dan menelan pil bersamaan dengan itu.
Entah karena alasan apa, setelah menelan Pil yang Kai berikan, pemahamannya meningkat dengan pesat.
Sementara Kai sendiri, dia begitu terkejut dengan sebuah cahaya yang tiba-tiba bersinar di punggung Bai Ling.
"Akhirnya... Segel Jiwa!!.."
****
Bersambung.