Re-system

Re-system
Hal Yang Tidak Terduga



Siang hari, dibawah teriknya matahari. Butiran-butiran keringat mulai mengucur deras hingga membuat Biao Jian basah kuyup.


Sementara itu, disekitarnya terlihat ratusan bangkai serigala. "T–Tuan, aku sudah mengalahkan mereka semua.. Jadi apa ada hadiah untukku?"


Biao Jian menyeka keringat di dahinya, dia berlari kearah Zhukai dengan senyuman yang sangat manis terukir di wajahnya.


"Sudah kubilang berkali-kali.. Kita sudah menjadi kekasih bukan? Panggil aku Kai Gege atau kakak, Atau jika kamu tidak keberatan panggil aku sayang juga boleh.." Kai terkekeh sambil mencubit pipi Biao Jian yang kenyal.


Mendengar itu Biao Jian terpaku, pikirannya benar-benar kosong. Tak berselang lama, rona merah terlihat di wajah imutnya dan dia berkata.


"T–Tapi.. P–Panggilan sayang b-bukankah terlalu mendadak.." Ujar Biao Jian malu-malu.


"Hehe, tidak perlu memaksakannya Jian'er jika kamu belum siap. Panggil saja aku kakak untuk sekarang.." Kai tersebut, dia mengangkat tangannya dan mengelus-elus kepala Biao Jian lembut.


Biao Jian mengangguk, dia segera duduk disebelah Zhukai dan mulai tertidur pulas dengan menggunakan pundak Zhukai sebagai bantal.


"Kamu sudah berkerja keras Jian'er..." Kai mengeluarkan sebuah tenda dari dalam Inventory.


Tetapi sebelum itu, dia meletakkan kepala Biao Jian untuk bersandar di batang pohon. Setelah Kai selesai mendirikan tenda yang berada tepat di bawah pohon besar, dia segera menggendong Biao Jian masuk kedalam.


"Fyuuhhh..." Kai menghela nafas berjalan keluar tenda, dia menatap bangkai mayat serigala yang telah Biao Jian bunuh.


Kai dengan kecepatan secepat kilat mengambil semua inti Binatang milik serigala itu. Sambil menunggu Biao Jian bangun, Kai memutuskan untuk berlatih.


Tetapi sebelum itu, dia memasang Array bintang sepuluh disekitar tenda.


Di Alam Dewa, tingkatan Array di bagi :


• Array tingkat Biasa : Bintang 1-10.


• Array tingkat Kuning : Bintang 1-5.


• Array tingkat Hitam : Bintang 1-5.


• Array tingkat Mendalam : Bintang 1-3.


Karena beberapa tahun ini Kai fokus dalam meningkatkan Kultivasi nya, perkembangan profesi Alkemis serta Master Array sedikit terhambat.


Profesi Alkemis nya telah terjebak di tingkat Surgawi, sementara profesi Master Array nya juga telah terjebak di tingkat Spirit.


Meski dengan tingkatan seperti itu, Kai bisa membuat sebuah Array di tingkat Kuning sampai Bintang 3.


Sementara itu, dia juga bisa menyuling Pil hanya sampai di tingkat Dewa.


Kai membuka segel cincin ruangnya dan mengeluarkan sebuah benda berbentuk kubus dengan Aura kematian yang sangat kuat keluar dari kubus itu.


Kai memejamkan kedua matanya, dia mulai mengalirkan Qi serta Aura Kematiannya kedalam kubus itu.


Whuuuss!!


Bagaikan lubang hitam yang menyerap apapun disekitarnya, Kubus Hitam itu dengan cepat menyerap seluruh Qi serta Aura Kematian di dalam tubuh Zhukai.


"Sial, apa yang telah terjadi.." Kai menggerutu kesal sambil mencoba menghentikan penyerapan berlebihan yang dilakukan oleh kubus hitam.


Tetapi semua usaha yang dilakukannya hanya sia-sia, tak butuh waktu lama. Kai tergeletak pingsan dengan Qi di dalam tubuhnya yang telah terkuras habis dan juga Death Aura miliknya yang telah hilang sepenuhnya.


Whusss!!!...


Hembusan angin yang sangat kencang bergejolak di dalam hutan. Kubus Hitam yang terletak di tanah perlahan-lahan mengeluarkan cahaya hitam dengan Aura Kematian yang begitu pekat. Kubus Hitam itu bergetar untuk beberapa saat dan kemudian melayang. Itu melesat menuju Zhukai dan berubah menjadi asap hitam.


Duarr!!!


Ketika Kubus Hitam itu telah terserap masuk kedalam tubuh Zhukai, ledakan yang begitu keras terjadi. Mengakibatkan area 100 m² hancur menjadi kawah.


Tiba-tiba di udara kosong, muncul dua sosok wanita yang sangat cantik dan anggun. Rambut hitam panjang terurai dengan ekspresi khawatir di wajahnya.


"Kakak, bagaimana ini... Kai Gege secara tidak sengaja menyerap Zhuon (Nama kubus hitam)." Ucap sosok gadis cantik yang tidak lain adalah Yui.


Yi terdiam, ekspresi yang begitu rumit bercampur khawatir terlihat di wajahnya. "Aku juga tidak tahu Yui, kekutan Zhuon terlalu kuat untuk dapat Kai Gege tahan dengan kekuatannya saat ini.."


"Khuakkk!!! Uhukk Uhukk..." Dalam keadaan tidak sadarkan diri, Kai batuk untuk beberapa kali dan memuntahkan darah dari mulutnya.


Tak berhenti sampai disitu, aliran darah juga mulai mengalir deras dari hidung, mata, dan disekujur tubuhnya...


Sementara itu, Yi menggertakkan giginya dengan air mata menetes di wajahnya. Dia menatap adiknya dan berkata dengan berat.


"Y–Yui.. Kurasa hanya ada cara itu.."


"A–Apa maksudmu kak!! Jika begitu, Kultivasi Kai Gege akan hilang setengahnya!!.." Yui berkata tidak setuju.


"Apakah kamu memiliki penyelesaian lain!! Kita tidak punya banyak waktu, jika terus dibiarkan seperti ini. Tubuh Kai Gege akan hancur bersamaan dengan jiwanya."


Mendengar teriakan keras dari kakaknya, Yui tertunduk dan tidak bisa menjawab lagi. Tetapi beberapa detik setelah itu, wajah cerah muncul seketika di wajah cantik Yui.


"Kakak, aku tahu cara yang lebih baik.."


"Apa? Cepat katakan.." Melihat senyuman cerah di wajah Yui, Yi tidak dapat menahan kebahagiaan dalam dirinya.


"Hehe.. Kita..." Yi berbisik pelan di telinga Yi. Setelah selesai mengatakannya, Yui dan Yi mukai mendekat kearah Zhukai.


Dari dalam tubuh mereka berdua, keluar setitik cahaya redup berbentuk seperti Lotus. Yi dan Yui masing-masing memiliki setengah dari bentuk Lotus tersebut.


"Kamu yakin dengan ini Yui? Bukankah akan sulit bagi Kai Gege untuk meningkatkan Kultivasinya di masa depan?" Meski ini adalah cara yang lebih baik, Yi masih terlihat sedikit enggan.


"Hehe, apakah kakak lupa dengan hal itu? Bloodline tingkat Mahayana yang perlahan tumbuh di dalam diri Kai Gege?"


Mendengar perkataan yang keluar dari mulut Yui, Mata tiba-tiba menyala. Kedengarannya dalam hatinya segera menghilang dan bergegas secepatnya menolong Zhukai.


Yi dan Yui memapah tubuh Zhukai dan menyandarkannya di batang pohon, terlihat bercak darah sudah membasahi seluruh tubuhnya hingga membuat kondisi Zhukai terlihat begitu mengerikan.


Meski begitu, aliran darah tidak berhenti dan malah bertambah cepat keluar dari tubuh Zhukai.


"Cepat Yui, kita tidak punya waktu lagi..."


Yui mengangguk, dia membuka mulutnya kemudian menelan setengah Lotus itu. Dia duduk untuk beberapa saat dan menaiki tubuh Zhukai.


Dia membuka mulut Zhukai dengan lembut kemudian menciumnya untuk memberikan Lotus cahaya yang dia telan beberapa saat lalu.


Sambil memberikan Lotus cahaya di dalam tubuhnya, Yui juga menikmati ciuman dengan Zhukai.


Melihat hal itu, Yi juga tidak berdiam diri.. Tepat setelah Yui selesai menyalurkan Lotus cahaya kedalam tubuh Zhukai, Yi segera menelan setengah Lotus cahaya lain dan mulai mencium Zhukai untuk memasukan Lotus cahaya itu kedalam tubuh Kai.


Ketika Yi selesai memasukkan Lotus cahaya itu kedalam tubuh Zhukai dia berhenti sebentar dan melihat kilauan cahaya keluar dari tubuh Zhukai.


Darah yang mengalir keluar dari tubuhnya telah berhenti, detak jantung Zhukai juga telah kembali normal. Kini Kai terlihat tertidur dengan begitu pulas.


"Ha Ha Ha.. Kakak, kita berhasil." Yuk yang masih kelelahan setelah menghabiskan semua energinya berkata dengan sangat gembira.


"Kamu benar... Ha.."


Butiran-butiran megucur deras membasahi pakaian Yi dan Yui, ketika mereka ingin kembali langkah mereka tiba-tiba terhenti.


"Kakak, apa kamu memikirkan apa yang aku pikirkan?" Yui melirik kakaknya samgil menunjukkan senyuman.


Yi menganguk, dia berbalik dan menatap Zhukai yang sedang tertidur. Detak jantung nya bertambah kencang setiap detika berlalu.


Tanpa sadar, dia menguka seluruh pakaiannya dan mulai membuat Array ilusi tingkat Hitam Bintang dua hanya dengan sekali kibasan tangan.


"Ha Ha Ha... Sayang, apa kamu tahu, aku sangat bosan berdiam diri disana.." Ucap Yi sambil naik keatas tubuh Zhukai.


Tempat yang Yi maksudkan adalah sebuau dunia yang berukuran sangat kecil. Tubuhnya dan Yui tertarik kesana ketika System di Upgrade.


Terdapat penghalang yang sangat kuat yang membuat Yi dan Yui tertahan disana. Hanya ketika keadaan memaksa, Yi dan Yui akan secara paksa menghancurkan penghalang itu.


Tetapi setiap dia menghancurkan penghalang, To dan Yui harus menahan rasa sakit yang luar biasa.


"Yui, mari kita nikmati waktu yang tersisa sebelum penghalang itu tertutup kembali.."


Yui mengangguk, dia juga ikut melepas pakaiannya dan mulai melakukan hal yang sama dengan yang kakaknya katakan.


***


Bersambung..