
Selesai Makan Malam Kai mengajak Anak-anak untuk Bermain di pusat kota. Ia telah berpamitan Pada Bibi Yao.
"Yi, Apakah kau juga ikut denganku menemani anak-anak bermain?"
"Iya Tuan.."
Kai melambaikan tangan kanannya dan kala itu juga muncul sebuah gerbang dimensi yang cukup besar. Kai memanggil Para Anak-anak dan mengajak mereka keluar.
"Whuss!!."
Setelah memasuki Gerbang Dimensi yang Kai buat hanya dalam waktu sekian detik, Kai, Yi, dan Anak-anak telah keluar dari Dunia Jiwa..
"Karena Kita tadi telah makan malam, Jadi Paman akan mengajak Kalian ke taman bermain."
Kai yang melihat Yi memakai gaun yang baru ia berikan kemarin mulai mengalami mimisan, "Haa... Cantik sekali!!."
Menyadari hidungnya berdarah Kai cepat cepat mengambil sebuah Kain dan mulai membersihkan darah yang keluar dari hidungnya.
Kai kemudian memesan sebuah kereta mewah untuk perjalanan ke Taman Bermain, Ia duduk berduaan dengan Yi sedangkan anak-anak duduk didepan bersama sang kusir untuk melihat-lihat pemandangan.
"Lihat kakak Zhilin, Lampu itu sangat Cantik." Ucap Lin Hao menunjuk sebuah lampu hias yang dinyalakan dengan elemen Cahaya.
"Kau benar Hao."
Kai dan Yi sekarang duduk berhadapan, anehnya Kai tak dapat memandang mata Yi sama sekali karena suasana diantara mereka bersua terlalu canggung Kai memutuskan untuk mencari topik pembicaraan untuk mencairkan situasi canggung tersebut.
"Yi... Apa kau ingin sesuatu? Jika ada permintaan silakan bilang saja." Ucap Kai menatap Yi sambil menunjukkan senyum Khasnya.
Dibawah tatapan Kai Yi hanya dapat menundukkan kepalanya malu, "Ii.. Itu tidak perlu tuan."
"Haiss... Aku telah berulang kali menyuruhmu untuk memanggilku dengan namaku saja... Sebenarnya aku tidak terlalu suka jika kau memanggilku dengan sebutan Tuan."
"**- Tapi itu sudah aturan dari System untuk memanggil pemiliknya dengan sebutan Tuan."
Suasana di antara mereka kembali canggung kembali, Kai yang saat itu sudah tidak memiliki topik pembicaraan mulai menatap Yi sambil memasang memasang ekspresi serius di wajahnya.
"Yi, Aku akan mukai bertanya dengan serius.... Apa bagimu aku ini tampan?."
Karena pertanyaan Kai yang tiba-tiba membuat Yi menjadi gugup, Ia tak menyangkan bahwa tuannya akan bertanya seperti itu kepadanya.
Menghela Nafas Panjang, Yi kembali menatap Kai dan mulai menjawab, "Iya... Bagi Yi, tuan merupakan orang paling tampan di Dunia." Jawabnya dengan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.
"Jadi Apa Kau menyukaiku?."
"Ya!!.."
"Maukah Kau menjadi kekasihku Yi?"
Deg... Deg..
Jantung Yi tak henti-hentinya berdetak, Yi tak pernah menyangka bahwa Kai akan melamarnya seperti ini.. "**-... Tuan.."
"Kau tinggal jawab Ya atau Tidak." Ucap Kai menyela sambil terus menerus menunjukan senyuman manisnya.
"Iya Tuan... Yi ingin menjadi kekasihmu, Yi dari dulu selaku memendam perasaan padamu tapi jika Yi mengungkapkannya itu akan menghambat rencana balas dendam tuan." Jawab Yi bahagia, Ia sedikit mengeluarkan air mata kebahagiaan di wajahnya. Tak pernah terpikirkan olehnya bahwa Tuannya akan melamarnya.
"Jika Kau ingin menjadi kekasihku, kenapa Kau masih memanggilku dengan sebutan Tuan? Apakah jawabanmu sebelumnya hanya sebuah kebohongan?" Ucap Kai yang masih mempertahankan Ekspresi Serius diwajahnya.
"Itu Tidak benar!!, Yi selalu menyukai Tuan, Yi ingin menjadi kekasih tuan, Yi ingin, Yi ingin Tuan Mencintai Yi, Yi ingin-...."
Kai mengarahkan jari telunjuknya kearah mulut mungil Yi, bibirnya terasa halus dan juga sangat menggoda.
Saat Kai dan Yi mulai bertatapan, Kai mulai memegang dagu Yi menggunakan tangan kanannya dan mulai menciumnya.
"Mmm..."
"Haa.."
"Yi'er.... Kau terlihat sangat cantik hari ini, .."
"Kai Gege Aku...."
Mereka pun lanjut berciuman hingga saat Kai hampir membuka Pakaian yang Yi kenakan, Yi dengan cepat menggunakan tangannya untuk menahan tangan Kai yang ingin membuka kain bajunya.
"Kai gege... Kita masih di perjalanan, Tahan dulu. Jika kau ingin melakukannya kita bisa melakukannya saat berada di Dunia Jiwa atau di Penginapan." Ucap Yi sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kai.
Kai yang tadi dikendalikan oleh nafsunya mulai tersadar dan mengalihkan pandangannya kearah lain, "Maaf Yi'er, aku terlalu terbawa suasana."
Yi yang awalnya duduk di depan Kai kini berpindah tempat dan duduk di samping Kai. Ia memejamkan matanya kemudian mulai menyandarkan kepalanya pada bahu Kai.
Kai pun dengan sigap memeluk Yi dengan tangan Kanan nya sambil memainkan rambut Yi yang terikat.
"Harum sekali!!..."
Tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi di dalam kereta karena Kai menggunakan Array untuk menghalangi Suara dan juga orang luar tak dapat melihat apa yang terjadi di dalam.
1 Jam berlalu Akhirnya Kai, Yi , dan Anak-anak sampai disebuah Taman bermain yang cukup ramai orang walupun hari sudah mulai malam.
Terlihat berbagai jenis permainan dapat dimainkan disana, Lin Zhilian mengajak para saudara- saudarinya untuk bermain.
Para Anak-anak terlihat sangat gembira saat bermain. Setelah puas bermain Kai mengajak mereka ke sebuah toko pakaian karena Kai pikir baju yang anak-anak pakai sekarang hampir kekecilan.
"Baiklah, Kalian silakan pilih pakaian yang kalian suka..."
Karena anak-anak sedang pergi untuk memilih pakaian mereka masing-masing, Kai kemudian mengajak Yi untuk membelikannya Pakaian Baru.
"Tidak usah Kai gege... Pakaian yang Gege berikan kemarin masih bagus, jadi Kai gege tak perlu membelikan Yi pakaian baru."
Kai tak menghiraukan perkataan yang Yi ucapkan dan trus menggandeng tangannya untuk mencari baju baru.
Setelah membeli 3 pakaian untuk Yi, sekarang Kai meminta Yi untuk memilih sebuah pakaian untuknya.
Tanpa Butuh waktu lama, Yi mengambil Pakaian putih dengan Corak Naga di bajunya. Yi merasa kalau baju itu akan sangat cocok untuk Kai yang gagah dan perkasa.
10 menit berlalu akhirnya Anak-anak belah membeli pakaian masing-masing, Setelah itu Kai mengajak mereka kembali Ke dunia Jiwa.
Sampai di Dunia Jiwa para Anak-anak itu masih terlihat gembira dengan senyuman manis terlihat pada wajah anak-anak itu.
Setelah pamit Pada Bibi Yao, Kai keluar dari Dunia Jiwa dan menggunakan Skill Teleport untuk berpindah tempat Ke Lautan Darah.
Di lautan darah muncul sebuah Cahaya Perak yang memunculkan sesosok pemuda yang tak lain adalah Kai. Ia melihat Lautan darah di depannya dan mengaktifkan mata Elang untuk mencari keberadaan monster disana.
Setelah melihat sekeliling Kai menggunakan Mata Elangnya pada jarak 10 Km tapi masih belum menemukan satupun monster, Kai terus menerus menaikkan Jangkauan mata elangnya hingga batas maksimal yaitu 100 Km..
Dai jangkauan 100 Km Kai menemukan kumpulanBinatang Buas udara yang Kultivasinya berada di ranah Saint atau bisa dibilang Binatang Iblis.
"Hahaha Saatnya Farming.."
...----------------...
...----------------...