Re-system

Re-system
CHAPTER 74



Di Dunia Jiwa..


Sama seperti Biasanya Udara di sana sangat segar seperti tidak ada sedikitpun Kotoran Disana.


Kai duduk bersila diatas sebuah Batu di pinggir sungai, Ia menelan Ratusan Pil dalam satu tegukan, dan langsung menggunakan Budidaya Pelahap Bintang untuk menyerap Khasiat Pil..


Seperti yang Kai duga hanya dalam waktu setengah jam semua Khasiat yang ada di dalam ratusan Pil yang ia telan telah terserap semua ke dalam tubuhnya.


Meridian Kai yang sebesar Sungai Raksasa mengalir dengan sangat deras menuju Pusat Dantian yang ada di bawah Pusar perutnya.


Kai mengulang Proses tersebut berulang-ulang Hingga Pil Kultivasi yang Ia miliki telah habis.


Kai tidak menyangka dapat menghabiskan Ratusan Bahkan Jutaan Pil yang ada di dalam Cincin Ruangnya hanya dalam waktu setengah Bulan.


Selanjutnya Kai melatih Tubuh Fisiknya dengan menggunakan Budidaya Tubuh Dewa yang baru Ia beli dari System 2 Hari yang Lalu.


Kai menelan Sebuah Buah Merah, yang bentuknya seperti Buah persik, Ukuran Buah itu terlalu Abnormal..


Kai mencoba memakan satu Buah terlebih Dulu.. Ia menggunakan Budidaya Pelahap Bintang Untuk menyerap Khasiat dari Buah tersebut.


Rasa Panas sakit seperti membakar dapat Kai rasakan dari seluruh tubuhnya, Tapi itu tidak membuat Kai berhenti.


Kai mengambil 3 Buah Lainnya yang ada di sebelah Kanannya dan memakan ketiganya sekaligus, Ras sakit yang Kai derita bertambah sekitar Puluhan Kali lipat.


Proses itu terjadi selama 4 Hari hingga Kai membuka Matanya, Perlahan Tubuhnya mengeluarkan Cairan Hitam Pekat dan berbau Busuk.


Kai segera melepas pakaiannya dan mandi di Sungai, Ia menggosok Seluruh tubuhnya dengan sabun dan membasuh Rambutnya dengan sampo dan ketika dirinya habis mandi Aroma Harum tercium dari Tubuhnya.


Kai melihat perubahan pada tubuhnya dan merasakan Kalau fisiknya telah meningkat sebanyak 5 Kali Lipat dan juga Meridian di Tubuhnya semakin melebar tapi Ia tidak merasakan tanda-tanda akan segera menerobos Ke Dao Realm Tier 5.


Ia ingin mencoba kekuatannya sekarang, Kai berjalan kearah Timur dan menemukan sebuah batu Besar berdiri Disana.


Kai mengepalkan tangan dan memusatkan Qi yang ia miliki di telapak tangannya, dan ketika tangannya bergerak memukul Batu Besar Disana Ledakan terjadi.


Bam!!


Batu besar itu ternyata berubah menjadi puing-puing kecil, Tak berhenti disitu Kai terus menerus menguji semua Tekniknya satu persatu hingga membuat Taman yang Indah itu menjadi genangan Kawah raksasa.


"Semua Teknik ku Telah meningkat Pesat, Sudah saatnya aku keluar dafi Dunia Jiwa ini.."


Sebelum Kai meninggalkan Dunia Jiwa Ia mampir sebentar Ke Rumah Dan mengisi Perut Disana..


"Sayang Aku datang!!."


Pintu terbuka memperlihatkan sosok Pria Tampan dengan Baju hitam yang selalu Ia pakai. Pedang Hitam panjang terselip di Pinggang Kirinya..


Ia melihat bahwa di dalam Rumah sangat sunyi tidak ada suara sekalipun disana, "Yi'er, Yao'er, Lin'er... Dimana Kalian?"


Kai terus mencari sambil menggunakan Persepsi Ilahi hingga sebuah Energi Qi dapat ia rasakan dari jarak 7 meter di depannya yang merupakan sebuah ruangan dapur.


"Eh Apakah Disana ada sebuah Array pembatas? Apa yang sedang mereka rencanakan?"


Kai berjalan pelan menuju dapur tempat energi Qi berada, Ia merobek Array pembatas menggunakan Pedang panjang di samping pinggangnya dan menebas Array tersebut hingga terbelah menjadi dua.


Kai membuka Pintu dapur dan melihat Yi, Yao, Dan Lin sedang memasak bersama Disana.. Dari mereka bertiga Tubuh Jiuyang Lin terlihat sangat berantakan, Mulai dari Rambut hingga Rok panjangnya terlihat kotor serta lusuh.


"Apa yang kalian Lakukan?"


Mereka bertiga terkejut dan membalikkan bada masing-masing, Ketiganya mengungkapkan Senyum canggung dan berkata, " Hehe... Kai Gege Apa yang sedang kau lakukan disini?"


Sebuah kerutan wajah terlihat di wajah Tampan Zhukai, Ia membalik badan dan seger Keluar mencari Anak-anak..


Tak jauh dari Rumah mereka ada sebuah Danau Yang sangat indah tempat biasa anak-anak bermain.


Mun dan Kun bersama dengan anak-anak lain sedang bermain di dalam Danau... Tawa dan senyum mereka terlihat jelas bahwa semuanya terlihat sangat bahagia.


Beberapa menit setelah mereka bermain, muncul sebuah bayangan hitam dari dalam Danu bayangan itu semakin besar hingga muncul di permukaan.


"Waa!!!.."


Semua Orang segera berteriak kencang, Bahkan Lin Hao yang biasanya suka mencari perhatian kini lari terbirit-birit dengan celana d*lam nya yang tertinggal di danau.


Ternyata bayangan Hitam itu adalah Kai yang mencoba menakuti anak angkatnya, Tak bisa menahan Tawa.. Ia melihat Anak-anak lain juga ikut berlari meninggalkan Mun dan Kun sendirian di danau.


Kun memeluk Mun untuk berlindung sedangkan Mun tetap dengan wajah biasa saja menatap Kai di depannya.


"Ayah,.. Apa yang Kau lakukan?"


Kai tersenyum canggung dan mengajak Mun dan Kun kembali Kerumah, Jarak Rumah dengan danau cukup dekat, 3 Menit berlalu sampailah mereka bertiga ke dalam Rumah.


"Kami datang!!"


Kai masuk ke dalam rumah dengan Pakaiannya yang sudah basah, sedangkan Mun dan Kun berdiri mengikutinya di belakang.


"Yao'er, apa kau sudah siapkan makan malamnya?"


"Sudah Tuan.. Mari silakan ganti baju terlebih dulu.. Aku akan memandikan Mun dan Kun."


Kai mengangguk dan segera masuk kedalam kamarnya untuk berganti baju, Ketiak dirinya mengingat Kejadian tadi wajahnya kembali mengeluarkan tawa aneh dan tertawa dengan kencang di dalam Kamarnya.


Sesudah berganti Baju, Kai berjalan ke Meja makan untuk makan malam bersama, Tepat ketika dirinya duduk.. Lin bertanya, "Kai Gege.. Apakah kau sudah berhasil menaklukan Benua Tengah?"


Kai tersedak makanan di dalam tenggorokan dan meminum segelas air putih, ia memandang Jiuyang Lin dengan senyum canggung, Berkata ''Sepertinya aku lupa!!."


Karena Hanya dendam Pada Ling Hao yang terpikirkan di Kepalanya ia sampai lupa dengan tujuannya datang Ke benua tengah.


Ia melanjutkan makan malamnya dan menghiraukan tatapan Jiuyang Lin di depannya.


Selesai makan Ia bertanya pada Jiuyang Lin tentang Kondisi Lukanya, "Bagaimana Keadaanmu sekarang?" Tanya Kai khawatir.


"Aku baik-baik saja, Terima kasih karena telah membantuku dan Muridku.." Rona Merah terlihat jelas di wajah Jiuyang Lin.


Ia mendekat kearah Kai, sambil menutup matanya.. Kai menyadari Apa yang di inginkan Jiuyang Lin saat ini..


Kai tanpa sadar Langsung mencium mulut Jiuyang Lin, Berbeda dengan Yi yang memiliki rasa Lembut dan kecil, Mulut Jiuyang Lin memiliki Rasa Manis dan juga sangat memikat


Note: Bibir kok ada rasanya sih? wkwk.


Di tengah mereka ciuman, Tangan Kai tanpa sadar bergerak sendiri menyentuh Dua buah dada yang lembut milik Jiuyang Lin.


"Kyaa~ Ahh~.. " Sebuah desahan menggoda keluar dari Mulut Jiuyang Lin, Ini membuat Kai tidak bisa menahan nafsunya lagi.


Ia mengendong Jiuyang Lin kayaknya Tuan Putri dan membawanya ke kamar, Kai menjatuhkan tubuh Jiuyang Lin diatas Kasur dengan Belahan Dada Jiuyang Lin terlihat lebih jelas.


Saat Kai hendak membuka Baju Jiuyang Lin, Yi tiba-tiba datang dan membuat Mereka berdua tersadar.


"Kai Gege, Kakak Lin.. Apa yang sedang Kalian lakukan?"