
Meski bagi Zhukai dia tidak memiliki hubungan apapun dengan kerajaan singa, tetapi itu adalah sesuatu yang diciptakan oleh Dewa Bintang.
Ia akan memiliki gelar itu suatu saat jadi menjaga keseimbangan dunia ini juga termasuk tanggung jawabnya.
Sedangkan pria muda yang memberinya peringatan tadi, dia memiliki energi yang tidak dimiliki oleh manusia. Itu begitu jahat dan juga sangat kejam, energi itu tidak lain adalah milik iblis.
Iblis, itu merupakan sebuah ras yang sangat kuat. Bahkan jika itu hanya seorang iblis tingkat rendah, mereka bisa membunuh seorang Petarung tinggi tanpa memerlukan usaha.
Dan dua orang yang sedang makan di restauran tadi, mereka adalah iblis tingkat tinggi. Setidaknya, kekuatan mereka setara dengan seorang Sword Saint.
Hal yang membuat Zhukai bingung adalah kenapa iblis tingkat tinggi ada kerajaan singa yang hanya memiliki Goldon yang merupakan Sword Saint.
"Mungkinkah ras iblis ingin menyebabkan peperangan? Kerajaan singa merupakan benteng pertahanan paling timur. Ini mungkin saja benar tetapi mungkin saja salah."
Langkahnya terhenti, "Ah, bisa saja ras iblis mencari sesuatu di kota ini. Aku harus mencari informasi."
Kai berjalan menyusuri gang-gang kecil, ia sudah menyuruh Wei'er Yunlan untuk pergi ke penginapan terlebih dulu.
Zhukai bertanya pada beberapa orang yang ditemuinya dan mengetahui tempat yang paling cocok untuk menemukan informasi.
"Hmm, menurut apa yang aku dapatkan sejauh ini. Organisasi gagak hitam berada disekitarnya sini." Kai berhenti tepat di sebuah sungai yang berada di dalam kota.
Dia melompat dan menyelam kedalam air, meski penglihatannya terbatas tetapi berkat mata ilahinya, dia bisa melihat semuanya dengan jelas.
Ternyata jauh di dalam sungai, terdapat sebuah terowongan yang besar yang setidaknya cukup untuk dimasuki oleh tiga orang secara bersamaan.
Kai berenang masuk kedalam terowongan itu dan terus menyusuri jalan. Karena disana tidak terdapat jalan berliku-liku, Kai menambah kecepatannya.
Ketika setitik cahaya sedikit menyinari gelapnya air sungai. Kai berenang ke permukaan.
Byurrr!!..
Rambut panjangnya yang basah karena air menutup pandangan matanya. Ia mengeluarkan sebuah sihir dimana itu dapat membuat tubuhnya kering seketika.
"Jadi ini tempatnya, sungguh organisasi yang sangat tersembunyi."
Kai membuka telapak tangannya dan sebuah api muncul dan melayang diatas telapak tangannya.
"Whaaa!!.."
Sosok pria bertubuh besar dengan kulit serigala sebagai penutup kepalanya mengagetkan Zhukai.
"Ada urursan apa kau kemari." Pria itu melipat kedua tangannya di depan dada dan bertanya dengan dingin.
"Beri aku informasi.." Kai yang baru saja keluar dari dalam sungai berkata.
"Ikuti aku."
Kai mengangguk, dia mengikuti jalan pria
itu tepat di belakangnya hingga mereka memasuki sebuah ruangan.
"Nona, pria ini sedang membutuhkan informasi.."
Sebuah suara dari dalam ruangan terdengar begitu lembut, "Biarkan dia masuk."
Pria bertubuh besar dengan kulit serigala sebagai penutup kepalanya mengangguk, dia berbalik dan berkata dengan dingin, "Silahkan, nona memanggilmu."
Kai dengan mantap melangkah maju, suara langkah kakinya terdengar sangat jelas karena ruangan itu sangat tertutup.
"Hmm, mungkin ini berada di bawah tanah?"
Klakk!!
Kai membuka pintu ruangan tersebut, terlihat sosok wanita dewasa dengan pakaian yang sangat minim sambil menunjukkan belahan pahanya yang sangat Sexy.
"Hmm, apakah wanita ini dari rumah pelacuran? Apa yang di lakukan nya disini." Kai berkata dalam hatinya.
Dia memiliki rambut ungu panjang terurai dengan sangat rapi.
"Dari tempat pelacuran? Apakah kamu baru saja menghina diriku pria tampan." Senyum lebar tetapi terlihat begitu menakutkan terukir di wajah wanita itu.
"Oh, apakah nona ini memiliki kemampuan untuk membaca pikiran seseorang?" Zhukai menyentuh dagunya sambil tersenyum menjawab.
"Itu tidak, tapi hampir mirip. Skill bawaan ku adalah membaca ekspresi seseorang."
"Hmm, kalau begitu aku minta maaf atas apa yang aku katakan barusan."
Wanita itu menatap Kai acuh tak acuh, "Informasi aoanyang kamu inginkan, tetapi ingat ini. Organisasi kami tidak kekurangan uang, kau bisa kembali jika hanya membawa koin emas tak bergunamu disini."
Kai menyeringai, salah satu tangannya terangkat dan mengambil sesuatu dari kantungnya.
"Apakah ini cukup?" Sebuah batu seperti kristal mana tetapi ukurannya puluhan kali lebih besar.
Tidak hanya itu, Kai juga mengeluarkan sebuah kantung.
"I–Ini..." Wanita itu, Ruyuan tidak dapat menahan sikap tenangnya ketika melihat batu besar bersinar di telapak tangan Zhukai.
"Darimana kamu mendapatkan nya." Ruyuan berdiri dan menatap Zhukai penuh rasa penasaran.
Kai mendengus dingin, sorot matanya menatap tajam pada Ruyuan dan berkata dingin, "Kenapa juga aku harus memberitahumu, katakan saja apakah ini cukup atau tidak."
"Ahh.." Ruyuan tersentak kaget, "Ini cukup, jadi apa informasi yang kau butuhkan."
Dia menghela nafas panjang dan mengambil batu mana itu dan juga kantung yang Kai berikan. Itu berisi sisik-sisik berwarna perak berkilauan.
"Apakah di kota ini terdapat sebuah artefak ataupun sesuatu yang berkaitan dengan ras iblis?"
Ruyuan sedikit terkejut, tetapi ia menjawab dengan sikapnya yang acuh tak acuh. "Itu memang ada, tapi aku masih kurang yakin apa itu."
"Aku ingin kau carikan aku informasi tentang hal itu, aku akan menunggu di penginapan loce besok malam."
Kai berbalik melangkah pergi, tetapi tiba-tiba dia merasakan ada kelembutan yang menyentuh punggungnya.
"Tuan, apakah kamu tidak ingin bermain sesuatu dengan ku sebelum pergi? Tetapi itu tidak murah loh." Ucap Ruyuan sambil meniup telinga Zhukai dengan mulutnya.
"Aku sudah menanamkan sihir hipnotis padanya, tidak mungkin dia tidak tergoda." Batin Ruyuan sedikit gugup.
Masalahnya, dia sama sekali tidak bisa mengukur seberapa tinggi kekuatan Zhukai, tetapi ia sangat percaya diri dengan sihir hipnotis nya.
"Lupakan saja, aku tidak tertarik." Kai melepas pelukannya Ruyuan di lehernya setelah itu pergi tanpa berbalik.
"Tidak mungkin! Bagaimana dia tidak terpengaruh sama sekali."
Awalnya Ruyuan berniat menghipnotis Zhukai untuk menanyakan dimana dia menemukan kristal mana yang begitu besar itu. Tetapi setelah melihat Kai sama sekali tidak terhipnotis dengan sihirnya, dia segera tahu bahwa Zhukai bukanlah orang yang seharusnya ia provokasi.
Sementara itu, Zhukai yang telah keluar dari markas milik organisasi gagak hitam segera melesat melewati atap-atap rumah hingga sampai di penginapan.
Di dalam penginapan, Kai melihat Wei'er Yunlan tertawa seperti orang aneh ketika membaca novel yang dia berikan.
"Gadis ini.." Kai tersenyum dan menghampirinya, "Jangan terlalu sering membacanya, sebaiknya kamu beristirahat karena sebentar lagi kita akan berperang."
"Ya, ya aku tahu, sebentar lagi aku akan tidur."
Kai berjalan menuju keluar dan menuju ke kamarnya, itu begitu sederhana hanya dengan sebuah tempat tidur dan juga dua kursi dan meja.
Ia mengeluarkan sebuah buku dari dalam Inventory, dari sampul buku yang sudah usang itu tertutup sebuah debu hingga membuat Zhukai tidak bisa membacanya.
"Saatnya melatih Teknik ini'."
***
Bersambung.