Re-system

Re-system
Kekalahan Ras Iblis



Di dalam sebuah kamar di penginapan, Wei'er Yunlan yang baru saja terbangun dari tidurnya begitu terkejut mendengar suara ledakan dan juga suara dentuman logam diluar.


Dia berjalan menuju kearah jendela dan membuka pintunya, "Ahh, Apa yang sedang terjadi." Ujarnya dengan kedua tangannya menutup mulut.


"Kai, Kai.. Dimana dia." Wei'er Yunlan tiba-tiba teringat. Dia pernah mendengar Zhukai mengatakan akan ada perang dalam waktu dekat.


Ia pikir itu hanyalah sebuah candaan, tetapi apa yang sebenarnya Kai katakan adalah kebenaran.


"Cih, meskipun aku membenci manusia. Tetapi tidak semua orang dari mereka adalah orang jahat."


Wei'er Yunlan mengganti pakaian kasualnya dan beranjak pergi meninggalkan penginapan.


Di gerbang utama, ada banyak korban dari para prajurit istana. 20 dari mereka telah meninggal dan hampir seratus terkena luka parah.


Bahkan Rine dan penyihir lainnya sedikit kelelahan menyembuhkan para prajurit terluka yang tak terhitung jumlahnya.


Sementara itu, Wei'er Yunlan yang baru saja tiba meminta Rine untuk beristirahat.


"Biarkan aku yang akan menggantikan mu."


"Tapi–.."


Belum sampai wanita setengah baya itu menyelesaikan ucapannya, Wei'er Yunlan telah terlebih dulu membacakan mantra kuno dan memanggil sihir 'Healing Area'.


Meski itu menguras cukup banyak mana, tetapi bagi Wei'er Yunlan yang seroang Saint Lord itu hanyalah hal yang kecil.


"S–Sihir kuno! Siapa sebenarnya kamu." Rine terperangah tak percaya, dia menatap wajah gadis cantik itu dengan mulut terbuka lebar.


"Cepat pulihkan dirimu, aku akan membantu para kesatria untuk menahan serangan dari para monster."


Wei'er Yunlan bergegas pergi, dia memberikan sedikit sihir pendukung pada setiap prajurit dan juga melemparkan sihir serangan pada kumpulan monster.


Dengan adanya Wei'er Yunlan disana, pertarungan melawan puluhan ribu monster menjadi lebih mudah. Bahkan Goldon terkejut dengan hasilnya.


"Dimana Kai? Aku tidak melihatnya sama sekali." Wei'er Yunlan memegang dagunya sambil berfikir.


Sementara itu, jauh dari kumpulan monster. Zhukai dengan begitu santai melawan ratusan iblis tingkat tinggi dan juga Lucifer.


Dia mengubah fisiknya menjadi Necromancer dan terus-menerus mengeluarkan Undead dari dalam tanah. Meski begitu, Kai membatasi jumlah Undead yang dipanggilnya agar Qi miliknya tidak terkuras dengan cepat.


"Undead? Orang ini!! Dia seorang yang ahli ilmu hitam.."


Lucifer menggertakkan giginya kesal. Meski dia mencoba menyerang Zhukai dengan sekuat tenaga, Kai tidak sedikitpun menerima serangan. Seolah-olah seperti Kai sudah mengetahui dimana arah serangan dari Lucifer.


"Grrr... Api iblis kemarahan!!.."


Lucifer mengeluarkan sebuah bola api berwarna hitam dari telapak tangannya, dia melepas serangan itu tepat dimana Kai berada.


"Kekeke..." Kai terkekeh, dia mengeluarkan sebilah pedang hitam dari Inventory.


Death Aura dengan cepat diserap oleh pedang itu seperti nutrisi, Kai hanya menebas sekilas dan bola api raksasa itu terbelah menjadi dua.


"Sial, jika bukan karena Kultivasiku yang ditekan. Serangan itu seharusnya sudah membunuhnya."


Kai menggerutu, dua mengeluarkan secarik kertas dari dalam sakunya dan merobek nya menjadi dua bagian.


Zzzrrtt!!


Crarrtt!!


Kilatan petir yang menghantam tepat dimana Zhukai berdiri, sebuah tombak petir yang begitu panjang muncul secara tiba-tiba di telapak tangannya.


Kai melepas tekannya untuk mengunci pergerakan dari Lucifer.


"Sialan, aku tidak bisa bergerak." Lucifer berdecak kesal, dia mencoba sekuat tenaga untuk menggerakkan tubuhnya tetapi naas, itu adalah hal yang sia-sia.


Whengg! Whuss!!


Lintasan tombak yang melengkung melesat dengan begitu cepat kerah Lucifer yang tidak bisa bergerak.


"Demon Shield (Perisai Iblis).."


Sebuah aliran mana yang begitu jahat keluar dari kedua tangan Lucifer, itu membentuk sebuah dinding pelindung seperti sebuah perisai untuk menahan serangan dari Zhukai.


Booom!!


Ledakan keras menerbangkan dirinya begitu jauh. Meski begitu, Lucifer hanya menderita luka ringan.


"Sialan! sialan! sialan!.. Siapa sebenarnya pria ini, jika aku memperkirakan kekuatannya. Dia setidaknya setara dengan yang mulia raja iblis."


Lucifer berkata dalam hatinya, tangannya sedikit terangan untuk menghapus noda darah di sudut bibirnya.


"Jika terus seperti ini, kita semua akan terbunuh.."


"Ahaha, kau pria yang luar biasa. Bagaimana jika bergabung denganku, kita bisa memerintah dunia ini dengan gabungan kekuatan kita." Lucifer mengangkat tangannya dan mengepalkan nya sambil berkata dengan angkuh.


Menguasai Dunia? Kai tidak dapat menahan diri untuk tertawa mendengar ucapan dari Lucifer.


Dirinya adalah pewaris dari Dewa Bintang, jelas saja dia memiliki otoritas untuk menjadi penguasa dunia itu jika ia mau.


Tetapi Kai sama sekali tidak tertarik.


Dia mengangkat pedangnya dan menebas Lucifer dalam sekejap.


"Maaf, tapi aku sama sekali tidak tertarik."


Lucifer yang terlambat bereaksi sama sekali tidak siap dengan serangan Zhukai. Salah satu tangannya terpisah dari tubuhnya dan aliran darah mengalir dengan begitu deras keluar dari lengannya yang terputus.


"Bajiangan!!! Kalian semua, hiraukan para Undead itu dan bantu aku menghabisi pria ini " Ucap Lucifer sambil menahan rasa sakit dari lengan kirinya.


"Membantu? Kekeke, tapi mereka telah mati."


Duarr!!..


Benar saja, tepat setelah Zhukai selesai berucap. Semua Undead yang dia panggil tiba-tiba meledak dan membunuh ratusan iblis tingkat tinggi.


Hanya ada beberapa dari mereka yang selamat tetapi mereka juga mengalami luka yang sangat parah.


"Selamat Tinggal!!.."


Kai mengalirkan mana kedalam pedangnya, meski cahaya di dalam pedang sedikit redup tetapi ia yakin itu sudah cukup untuk membunuh para iblis itu.


Slashhh!!


Sebuah tebasan melengkung mengarah pada puluhan iblis yang tersisa, sementara itu Lucifer telah melarikan diri meninggalkan para bawahannya.


"Ingin melarikan diri? Hahaha, dasar pengecut."


Kai menghilang dan muncul kembali tepat di depan Lucifer, sebelum dia membunuhnya, Kai mengambil sebuah cincin dari dalam sakunya.


"Apakah ini yang kau cari?"


"B–Bagaimana kau tahu!!.."


Seringai di wajah Zhukai semakin melebar, dia tidak menjawab perkataan dari Lucifer dan membunuhnya dalam sekali tebasan.


Tubuh Lucifer berubah menjadi butiran debu dan terhempas pergi tersapu oleh hembusan angin.


"Ha, ini pertarungan yang melelahkan. Bahkan aku kehabisan hampir setengah dari Qi milikku." Kai menghela nafas panjang, dia kembali memasukkan cincin itu kedalam sakunya.


"Setidaknya membutuhkan setengah bulan untuk mengembalikan Qi dalam tubuhku dalam kondisi puncaknya."


Kai tidak pernah menyangka bahwa kedatangan Lucifer dan ratusan iblis lainnya akan sangat membuat dirinya sedikit kerepotan.


Kai kembali menatap kearah selatan dimana gerbang kerajaan berada. Dia menghembuskan nafas untuk beberapa kali kemudian melesat menuju kesana.


Ketika dia sampai, ada banyak mayat dari para monster tergelak diatas tanah. Aroma busuk yang keluar dari mayat para monster itu memenuhi seluruh gerbang.


Ketika monster terakhir terbunuh oleh Goldon, cahaya matahari mulai terbit dari arah timur.


"Sudah selesai?... Ini kemenangan kita, Hraaa!!.."


Goldon berteriak dengan sangat keras, karena kondisi tubuhnya yang sudah sangat tua, ia tidak bisa bertarung dengan maksimal.


Tetapi ia tidak pernah membayangkan bahwa Kerjaan singa bisa bertahan dari serangan puluhan ribu monster itu.


"K–Kita.. Kita menang, Huaa.. Akhirnya aku bisa beristirahat."


Isak tangis dari para prajurit dan juga petualang yang ikut membantu memenuhi area itu. Sementara itu, Goldon berjalan pelan kearah Zhukai dan berlutut mengucap rasa terimakasih nya.


Kai hanya membalas dengan anggukan kecil, dia mencari-cari wajah dari wanita yang dikenalnya.


"Itu kamu!? Darimana saja kamu.." Wei'er Yunlan berkata dengan khawatir ketika melihat bercak darah memenuhi pakaian Zhukai.


"Ah, Ahahah.. Aku hanya membereskan beberapa masalah kecil." Kai tertawa, dia mengabaikan tatapan dari para kesatria dan prajurit lainnya, ia menarik lengan Wei'er Yunlan dan mengajaknya menuju rumah makan.


"Kemana kita akan pergi?"


"Kemana? Tentu saja mengisi perut, bukankah pertempuran itu membuatmu lapar."


Mendengar itu, Wei'er Yunlan hanya tertawa kecil dan mengikuti Zhukai tepat dibelakangnya menuju ke rumah makan.


***


Bersambung.