
Kerajaan Awan cerah. Sebuah kerajaan besar yang memiliki luas ratusan kali lebih besar dari kerajaan Xiaoli.
Terdapat ratusan sekte serta akademi besar yang memiliki pondasi ribuan tahun. Istana Kerajaan berada di tengah-tengah kota. Raja kerajaan Awan cerah, Gu Ren adalah seorang Kultivator yang memiliki Basis Kultivasi Dewa Abadi, sama seperti Tang Ye.
Seorang Kultivator Dewa Abadi merupakan eksistensi yang sangat jarang di jumpai di Benua Xuanzhen. Seseorang yang memiliki basis Kultivasi tinggi seperti itu setidaknya berpangkat Raja atau Kaisar.
Tetapi untuk kasus Tang Ye, dia sama sekali tidak memperdulikan semua itu. Hal yang paling penting baginya adalah untuk mencari pasangan hidup yang mau menerimanya.
Tetapi karena sikapnya yang sangat cabul, sedikit sekali gadis yang ingin berhubungan lama dengannya. Tetapi dia sudah banyak meniduri gadis-gadis perawan di luar sana.
Di atas langit, cahaya matahari tertutup oleh sebuah kapal raksasa yang merupakan Profound Ark.
Sementara itu, di dalam Profound Ark. Kai dan Biao Jian menatap lurus kebawah melihat betapa indahnya pemandangan di Kerajaan Awan cerah.
Ada ratusan gunung, bukit, lembah, sungai, danau dan juga beberapa tempat lain yang memiliki banyak sumber daya.
Di atas Profound Ark, terdengar suara teriakan seseorang yang begitu keras, "Gadis-gadis cantik di rumah bordil, tunggu saja kedatanganku.."
Dia adalah Tang Ye, karena dia sudah tidak sabar untuk mencicipi setiap gadis di rumah bordil, dia benar-benar kehilangan akal sehatnya.
"Saudara Ye, bisa kau hentikan itu.. Kau membuatku malu.." Karena Kai dan Tang Ye sering berbincang-bincang bersama.
Hampir setiap murid dari Akademi Fernir menganggap mereka berdua sama-sama cabul.
"Heh, apa yang membuatmu malu saudaraku.. Kita hidup demi mencapai tujuan masing-masing.. Tujuanku adalah menikmati setiap keindahan yang tiada duanya di Alam Dewa... Aku tidak peduli orang menganggap ku seperti apa, yang penting tujuanku tercapai..."
Kai hanya menghela nafas melihat sikap sahabatnya itu. Sementara itu, suasana canggung tercipta antara dirinya dan Biao Jian.
Semenjak kejadian beberapa saat yang lalu, dia dan Biao Jian sama sekali belum berbicara sepatah katapun.
"Eee.. Jian'er, apa yang kamu inginkan ketika sampai disana?" Kai berkata dengan lembut mencoba mencairkan suasana canggung tersebut.
Tetapi sebelum Kai dapat melanjutkan perkataannya, Biao Jian sudah tersipu terlebih dulu. Dia sangat malu sampai-sampai tidak berani menatap wajah Kai secara langsung.
"Jian'er tatap wajahku..."
Biao Jian tetap diam dan mengalihkan pandangannya untuk menjauh dari Zhukai.
Sedikit kerutan muncul di tengah-tengah alis Zhukai, dia menggenggam erat kedua tangan Biao Jian, itu begitu lembut dan sangat kenyal.
"Jian'er, apakah kamu masih belum melupakan kejadian tadi?"
Blushhh!!!..
Seketika, sebuah rona merah muncul di wajah Biao Jian. Dia menundukkan kepalanya mencoba menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona.
"Hahhh... " Kai menghela nafas, dia membuka Inventory dan mengambil sebuah berlian yang memiliki kilau cahaya yang begitu indah. Permata terindah di Alam Dewa, Berlian cahaya.
Kai mengalikan Qi miliknya dari dalam Dantian ke lengan kanannya, itu memalui titik-titik Meridian yang ada di sekujur tubuhnya.
Sebuah perwujudan pedang dari Qi mulai terbentuk di udara kosong, Kai mengerakkan tangannya dan mulai mengukir batu berlian itu dengan pedang Qi yang terbentuk.
Itu membutuhkan ketelitian dan kesabaran, salah sedikit saja. Batu berlian itu akan pecah menjadi berkeping-keping.
Tak butuh waktu lama, Kai telah mengukir sebuah nama dirinya dan juga Biao Jian. Sementara itu, Kai juga telah mengubah bentuk permata itu menjadi hati.
Kai mengambil sebuah tali panjang, dia menggabungkan tali itu dengan batu berlian yang sudah dia ukir beberapa waktu lalu.
"Jian'er, ini..." Kai tersenyum sambil menyerahkan sebuah kalung dengan simbol hati yang terbuat dari Berlian cahaya.
Itu mengeluarkan cahaya biru cerah dan kerlipan putih yang sangat indah. Tepat di tengah-tengah bentuk hati itu, terdapat sebuah ukiran bertuliskan nama Zhukai dan Biao Jian.
"Apakah kamu menyukainya Jian'er? Maaf aku kurang pandai dalam hal ini.." Kai membuat senyum kecil dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Terimakasih tuan.."
Semenjak pertama kali dia lahir sampai sekarang, ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan hadiah dari seseorang.
Biao Jian dapat merasakan aliran rasa hangat di di dalam hatinya, dia memegang kalung itu dan menatap Zhukai dengan malu-malu.
"Eee, Anu... T–Tuan, bisakah kamu memakaikan kalung ini di leherku?"
"Tentu..." Kai mengambil kalung di tangan Biao Jian dan menyuruhnya untuk berbalik.
Kai memegang tali kalung dan kemudian memasangkannya di leher Biao Jian, dia dapat merasakan aroma hatun ketika hidungnya mencium rambut Biao Jian.
Setelah Kai mengaitkan kalungnya di leher Biao Jian, dia segera menyuruh Biao Jian untuk berbalik.
"T–Tuan.. Apakah ini cocok untukku?" Ucap Biao Jian malu-malu.
"Tentu saja, kamu terlihat cantik dengan kalung itu Jian'er.. Tapi, sampo yang kamu gunakan kemarin?" Kai berkata dengan sedikit penasaran.
"Sampo? Apa itu? apakah bisa dimakan?"
Plakk!!
Kai menepuk dahinya pelan, "Bagaimana aku bisa begitu bodoh, Jian'er mana mungkin tahu hal seperti itu.."
"Tidak, tidak jadi.."
Selang beberapa menit berlalu, Profound Ark perlahan mulai turun kebawah. Terlihat sebuah tempat dengan puluhan Profound Ark yang tertata dengan rapi disana.
Hampir setiap murid dari Akademi Fernir menunjukkan kekaguman sementara i Tang Ye sama sekali tidak tertarik.
Ketika Profound Ark telah turun, setiap orang diharuskan membayar 120 batu raja, tetapi khusus untuk Akademi Fernir, mereka mendapatkan diskon 20 persen.
Ketika Tang Ye ingin membayar biaya untuk dirinya dan Zhukai, Kai menolak dengan tegas.
"Tidak perlu saudara Ye, aku memiliki cukup uang di kantong ku.." Ujarnya sambil menolak uang yang Tang Ye berikan.
"Begitukah? Baiklah kalau begitu aku pergi dulu..." Tang Ye yang sudah tidak sabaran mulai melesat pergi meninggalkan Kai dan Biao Jian disana.
"Apakah kamu lapar Jian'er?"
Biao Jian mengangguk setuju, dia melingkarkan tangannya ke lengan Zhukai dan berjalan bersama, terlihat seperti sepasang kekasih.
Kai juga tidak menolak, dia menghela nafas dan menikmati kelembutan dari dua buah dada Biao Jian yang menjepit lengannya.
"Mwehehe..." Kai tertawa aneh, meski dia bisa mengendalikan emosinya dengan baik di situasi manapun. Tetapi doa sama sekali tidak dapat menahan nafsunya.
Kerjaan Awan Cerah sangat besar, ada berbagai Kota, akademi, sekte, serta kekuatan besar lain disana.
Sementara itu, Profound Ark yang Kai naiki berhenti di pelabuhan yang berada di wilayah Akademi Zhunche dan kota awan.
Akademi Zhunche dan kota awan termasuk kedalam kekuatan besar di Kerjaan Awan cerah, mereka berdua memiliki pijakan yang cukup kuat di kerajaan Awan cerah sehingga hanya sedikit sekali kekuatan yang berani menyinggung kedua kekuatan besar itu.
Di dalam kota awan, Kai dan Biao Jian berjalan bersama melewati pasar dan berhenti tepat di depan sebuah rumah makan berlantai 3. Meski itu sedikit lebih kecil dan rumah makan Hea, tetapi aroma yang keluar dari rumah makan itu sangatlah harum.
"Kita akan makan disini..." Ucap Zhukai, dia dan Biao Jian segera masuk kedalam rumah makan.
***
Bersambung..