
"Kau.. Kau.. Apa maksud dari perkataan mu!!." Yu Ling'er dengan marah berkata, merubah ras Phoenix menjadi Undead, siapa yang berani melakukan itu!!
"Apakah kurang jelas? Bukankah kalian sudah tahu bahwa saat ini Kekaisaran Macan Putih telah musnah? Karena kalian berani berkolusi dengan Kekaisaran Macan Putih, maka rasakan sendiri akibatnya." Ucap Kai dengan dingin sambil menghabiskan buah yang ada di tangannya.
Deg–
Jantung Yu Ling'er terasa seperti berhenti berdetak, jumlah pasukan yang dikirimkan Kekaisaran nya untuk membantu Ras Macan Putih tidak kecil.. Itu sekitar 200.000 Pasukan.? Jika apa yang dikatakan pemuda itu benar, maka Ras Phoenix akan banyak kehilangan kekuatan tempurnya.
"Sial, aku tidak percaya padamu.. Kalian cepat tangkap penjahat ini dan masukan kedalam penjara!!."
Para prajurit bergegas bergerak untuk menangkap Kai, tetapi tiba-tiba tubuh Kai menjadi cahaya putih dan menghilang.
***
Di Istana Phoenix, Terlihat seorang wanita cantik sedang duduk bermeditasi, sebuah bayangan Phoenix muncul diatas kepalanya memancarkan Api yang sangat panas.
Dia membuka mata, sebuah cahaya api berwarna merah merembes keluar dari tubuhnya, "Haha, akhirnya aku menerobos!!."
Wanita itu berteriak gembira dengan wajah berseri-seri, Dia segera menghubungi Yu Ling'er menggunakan garis keturunan Phoenix untuk mencari tahu bagaiamana kabar pasukan mereka.
"Ling'er, bagaimana pasukan kita sekarang? apakah mereka sudah sampai di perbatasan?" Tanya Yu Chan dengan gembira karena terobosan nya yang barusan.
Sementara itu, Yu Ling'er yang menerima transmisi suara dari ibunya dengan panik menjawab, "Itu.. Ibu.. Seluruh pasukan kita telah menjadi Undead."
Yu Chan tertegun sejenak, ia mencoba memahami apa yang putrinya katakan barusan, "Haha, Ling'er jangan bercanda.. Pasukan kita berjumlah hampir 200.000 orang, bagaimana mungkin mereka berubah menjadi Undead hanya dalam waktu satu hari."
Yu Ling'er tidak menjawab, baru saja ia menyuruh salah satu pengawalnya untuk mengecek keadaan Kekaisaran Macan Putih, dan ketika pengawalnya kembali. Dia memiliki wajah pucat dengan jejak rasa takut yang mendalam.
Ia memberitahu Yu Ling'er bahwa Kekaisaran Macan Putih telah menjadi tanah mati dengan Undead dimana-mana.
"Ling'er, Jawab ibu... aih sudahlah, kalau begitu beritahu ibu bagaimana ciri-ciri dari orang yang mengatakan itu padamu."
"Dia.. dia adalah seorang pemuda, wajahnya sangat tampan dengan senyuman jahat, rambutnya panjang serta ia memakai sebuah jubah hitam dengan sebuah simbol Tengorak di bajunya.." Yu Ling'er terdiam dan tidak mengucapkan sepatah kata lagi.
"Haa.." Yu Chan menghela nafas, ia berdiri dan berjalan ke pintu keluar, Tiba-tiba Langkahnya terhenti...
"Siapa kamu?" Tanya Yu Chan pada orang misterius yang menghadang jalannya.
"Hehe, orang yang akan meminta kompensasi atas apa yang Ras Phoenix lakukan."
"Kompensasi? Apa yang kamu maksud, dan juga bagaimana kamu bisa sampai disini..." Ucap Yu Chan dengan marah, sebuah kerutan muncul diantara alis-alis nya.
Deg–
Jantung Yu Chan sekian terhenti ketika pemuda itu membuka penutup kepalanya, terlihat wajah tampan dengan senyuman jahat, ia memiliki rambut hitam panjang dengan Jubah yang memiliki simbol Tengkorak..
Ciri-ciri pemuda itu sama dengan yang Yu Ling'er maksud. Dia adalah Zhukai.
"Kamu!! Kamu!! Bagaimana kamu bisa sampai disini." Yu Chan berteriak dengan tubuh gemetar, ia secara perlahan berjalan mundur.
"Eh, apakah kamu mengenalku? Kurasa ini adalah pertama kalinya kita bertemu." Kai sedikit kaget, tetapi dengan cepat keraguannya menghilang.
"Ah.. Apakah gadis kecil itu yang memberitahu mu? Haha, kalau begitu aku tidak akan berbasa-basi lagi.. Jika Ras Phoenix kalian tidak ingin mengalami nasib yang sama dengan Ras Macan Putih, segera serahkan Bulu Raja Phoenix padaku dan nyatakan Kekaisaran kalian menyerah dan tunduk dibawah Kekaisaran Naga." Ucap Kai dengan dingin, kemudian ia bergerak maju mendekat kearah Yu Chan.
"Bajingan!! Aku tidak akan menyerahkan harta Karun leluhur padamu, bahkan jika kau mengubah seluruh Ras Phoenix kami menjadi Undead, tidak akan kubiarkan' kamu mengetahui lokasi Bulu Raja Phoenix." Langkah Yu Chan terhenti ketika ia menabrak sebuah tembok dibelakangnya.
"Hoho, benarkah? Maka aku tidak akan bermain lagi.. Summon!."
Kai membeli sebuah Kristal Langit untuk memperlihatkan bagaimana Undead nya membunuh para Ras Phoenix.
Walaupun mereka sudah melawan dengan sekuat tenaga, Undead yang Kai miliki terus-menerus kembali hidup.
"Hehe, masih tidak ingin menyerahkan nya?" Kai terkekeh sambil menatap Yu Chan penuh ancaman.
"Kamu.. Kamu terlalu jahat!! apakah Kekaisaran Phoenix memiliki permusuhan denganmu!" Yu Chan menggertakkan giginya sambil menatap marah kearah Zhukai.
"Plakk!!.. Ini semua adalah karena keputusan mu, Karena keserakahan mu, kau bekerjasama dengan Kekaisaran Macan Putih untuk menghapus Kekaisaran Naga dari Dunia ini..."
Yu Chan yang terkena tamparan keras segera terjatuh dengan bekas memar di pipinya, Ia menatap kosong kearah Kai yang masih berdiri didepannya.
"Bawalah Bulu raja Phoenix dan tunduk pada Kekaisaran Naga, aku akan memberimu waktu 2 hari, Pikirkan baik-baik itu."
Cahaya gelap di tubuhnya segera menghilang, ia kembali ke penampilannya yang semula, Ia menghilang meninggalkan Yu cHan yang masih termenung di lantai.
***
Kai tiba di sebuah hutan untuk mencari ayam hutan untuk ia makan, Setelah kenyang, Kai bersandar di sebuah batang pohon sambil menatap birunya langit.
Ia mengangkat tangannya keatas dan menyadari ada perubahan tentang cincin hitam di jari tangannya.
"Eh, kenapa dengan Cincin ini.. Aku selalu penasaran, kenapa cincin ini selalu memberiku perasaan Dejavu."
"Bahkan dengan System Versi 2.0, aku masih tidak dapat mengidentifikasi benda ini.. Yi'er Analisis..."
Whengg!!
Layar Hologram yang Kai lihat terus berputar-putar tanpa henti, dan tiba-tiba terdapat tulisan Eror untuk Waktu yang lama.
"Sudahlah, suatu saat dimasa depan aku pasti dapat mengungkap rahasia di balik cincin ini." Kai nagkit dan segera membuka Portal menuju Dunia Jiwa.
"Sudah sangat lama aku tidak pergi kesana, 5 Tahun? 7 Tahun?.." Kai melangkah maju memasuki portal putih itu.
Whuss!!
Pandangan disekitarnya seketika berubah, udara yang ia hirup begitu murni dengan sinar matahari yang begitu hangat.
Ia memandang kesamping kanan kiri dan melihat sebuah Padang rumput yang begitu luas.
Ketika ia akan melangkahkan kaki, Dia mendengar sebuah suara yang sudah begitu lama tidak Ia dengar.
"Ayah!!.."
Kai berbalik dan melihat dua orang laki-laki dan perempuan, Mereka berdua adalah Mun dan Kun.
"Haha.. Kemarilah, apakah kalian tidak ingin memeluk ayah kalian?" Kai sedikit berlutut sambil membuka pelukannya.
"Ayahh..."
Mereka berdua segera berlari dan memeluk Kai dengan erat..
***
Bersambung