Re-system

Re-system
Gadis Kecil Yang Misterius



Sebuah portal secara tiba-tiba muncul di tengah hutan tempat para Binatang Buas yang sangat kuat tinggal.


Dari dalam portal tersebut, keluar sosok perempuan cantik dengan pakaian sederhana dan pedang yang terselip di pinggangnya.


"Uhkhh.. Bau ini.." Ucap wanita itu sambil menutup hidung dengan jarinya.


Pertama kali dia melangkah keluar, bau busuk yang begitu menyengat segera menyerang hidungnya.


Dia mengalirkan Qi melalui aliran Meridian yang berada di sekujur tubuhnya.. "Hahh.. Tempat ini sangat menyeramkan, pertama-tama aku harus segera pergi meninggalkan Hutan ini.."


Gadis itu tidak lain adalah Jiang Lin, karena bau yang begitu busuk dari bangkai binatang, Jiang Lin sangat ingin muntah dan tidak dapat bertahan lama lagi.


Dia melemparkan pedangnya tinggi ke udara, tepat ketika pedang itu akan terjatuh, pedang itu melayang di atas udara.


Jiang Lin segera melompat keatas pedangnya dan melesat pergi meninggalkan Hutan. "Aku sama sekali tidak mengenal tempat ini, harus pergi kemana aku untuk mencari Kai.."


Jiang Lin terus melesat tanpa arah tujuan, ketika Qi di dalan tubuhnya telah terkuras, Dia segera turun dan mulai mengiri Qi miliknya.


Dia berhenti tepat di pinggiran sungai. Melihat ada seekor kelinci kecil mendekat kearahnya, Jiang Lin menghunuskan pedangnya dan segera menebas lurus kearah Kelinci itu.


Sayanganya, hewan-hewan yang berada di Persimpangan Dimensi bukanlah hewan lemah. Meski terlihat kecil dan lucu, kelinci itu sebenarnya memiliki basis Kultivasi yang sama dengan Jiang Lin.


Whuss!! Whuss!!


Tidak ada satupun dari Puluhan tebasan Jiang Lin yang mengenai kelinci, "Kelinci macam apa ini, kenapa cepat sekali pergerakannya.." Ucap Jiang Lin tak percaya.


Kelinci yang sedari tadi menghindar kini berbalik dan menatap Jiang Lin dengan tatapan penuh amarah, dia melompat begitu tinggi dan melesat kearah Jiang Lin dengan kecepatan tinggi.


Jiang Lin juga tidak diam saja, dia mengindari setiap serangan dari kelinci kecil dan membalas dengan beberapa tusukan dengan pedang tajamnya.


Bamm!!


Kelinci kecil terkena salah satu tebasan Jiang Lin, dia terhempas begitu tinggi di udara dan terjatuh dengan keras ke tanah.


Jiang Lin bergerak dengan sangat cepat dan mengakhiri Nyawa kelinci itu, "Ha.. Hewan-hewan yang ada disini terlalu abnormal, dengan Kultivasi Kai saat itu, mungkin dia..."


Jiang Lin menggeleng-gelengkan kepalanya menolak percaya bahwa Kai telah mati, "Tidak-tidak, Kai masih hidup, Aku percaya itu..."


Setelah menyetabilkan emosinya, Jiang Lin berjalan mendekati kearah Kelinci yang baru saja ia bunuh. Dia memisahkan Kulit kelinci dari tubuhnya setelah itu mulai membersihkan tubuh kelinci itu dan organ dalamnya.


Karena di sekitarnya sudah tersedia banyak kayu kering, dia menumpuk beberapa kayu kering dan membakarnya.


Jiang Lin kemudian segera mengambil daging kelinci yang sudah ia bersihkan dan potong-potong kecil. Dia menusukkannya pada sebuah ranting kayu sangat tajam.


Dengan menambahkan beberapa bumbu disana, Aroma harum mulai keluar dari daging kelinci itu.


"Haa.. Sepertinya sudah matang.."


Jiang Lin mengambil salah satu ranting kayu yang terdapat beberapa potongan daging, setelah itu memakannya.


"Ini Enak.."


Tal berselang lama setelah itu, Jiang Lin merasakan ada sesuatu yang mendekat kearahnya..


Duarr!!


Booomm!!


Ledakan keras di ikuti oleh munculnya kabut secara tiba-tiba membuat Jiang Lin mengerutkan kening.


Persepsi Ilahi nya dapat merasakan bahwa itu adalah seekor binatang yang begitu besar dengan basis Kultivasi Peak God Realm.


Tepat ketika kabut mulai menghilang, Sosok binatang itu mulai terlihat dengan jelas. Itu terlihat seperti kelinci yang tadi Jiang Lin bunuh, tetapi ukurannya sangat besar setidaknya 4 kali lipat dari tubuh Jiang Lin.


"Manusia Hina!! Beraninya kau membunuh anakku dan kau jadikan sate seperti ini.. Argghh, aku akan membunuhmu!!.." Kelinci itu meraung dengan keras, tepat ketika mulutnya terbuka. Gigi-gigi dan taringnya begitu tajam dan siap untuk mengoyak tubuh Jiang Lin menjadi gumpalan daging.


"Sial, Sepertinya kelinci ini benar-benar marah.."


Jiang Lin melompat tinggi dan melemparkan pedang nya di udara, dia segera menaiki pedang tersebut dan melesat pergi..


***


Sementara itu, Kai yang saat ini dibuat penasaran dengan munculnya aroma harum dari arah selatan terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi kearah selatan.


Persepsi Ilahi nya merasakan adanya tanda kehidupan, tetapi itu bukanlah Monster, melainkan manusia..


Kai mendarat tidak jauh dari manusia itu, tak berselang lama, Kai keluar dari balik pepohonan. Terlihat sosok anak kecil membakar daging Biantang Buas.


Merasakan adanya kehadiran orang lain selain dirinya, Anak kecil itu segera menoleh. Pandangannya dan Zhukai segera bertemu


"Oh, Halo Paman. Apakah kamu ingin makan ini bersamaku?" Ucap Gadis kecil itu tersenyum manis kearah Zhukai.


Kai tersentak kaget, tetapi tak berselang lama dia pun tersenyum dan mengangguk.


"Anak kecil, dimana orang tuamu? Kenapa kamu bisa sendirian disini?"


Gadis kecil itu tidak menjawab, dia berfokus pada daging yang saat ini sedang dia bakar..


"Paman, ini." Ucap Gadis kecil itu sambil tersenyum imut.


"Oh, terimakasih.."


Kai tidak bisa mengalihkan pandangannya pada anak kecil itu, dia terus menatap anak kecil itu sambil memakan sate daging yang ada di tangannya.


"Yui'er, Analisis.."


Ding~


Nama : ???


Ras : ???


Kultivasi : ???


Melihat analisis yang baru saja Systemnya tampilkan, Kai menjadi semakin terkejut. Nama, Ras dan Kultivasinya adalah tanda Tanya. Ini berarti Anak kecil itu setidaknya ratusan bahkan ribuan kali lebih kaut dari Zhukai.


"Paman Ada apa? Kenapa kamu berkeringat?" Anak kecil itu menaruh sate dagingnya dan segera berdiri dan mendekatkan dahinya dan dahi Zhukai..


"Whaa!!.."


Kai terkejut dan buru-buru berjalan mundur beberapa langkah, dia menatap anak kecil itu dan berkata. "Apa yang kamu lakukan!!"


"Paman, kamu tidak demam. Tetapi, kenapa kamu berkeringat begitu banyak?."


"Eh, Um.. Sate ini terlalu panas, jadi itu membuatku berkeringat dan juga.. Anak kecil, siapa namamu.."


"Emm.. Aku bernama Ling Qingxin.."


Baru ketika Kai tahu nama gadis itu, dia kembali duduk dan menghabiskan Sate dagingnya.


Setelah semua daging itu habis, Ling Qingxin berdiri dan menatap Kai sebentar lalu bertanya, "Paman, apakah kamu mau mengantarku pulang kerumah?"


Kai tanpa sadar mengangguk menyanggupi permintaan gadis kecil itu, "Gadis Kecil, biar aku gendong saja agar lebih cepat."


Tanpa menunggu Ling Qingxin menjawab, kau sudah menggendongnya di belakang punggung.


"Gadis kecil, dimana rumahmu?" Kai bertanya tanpa menoleh kebelakang.


"Disana.." Ling Qingxin menujuk sebuah rumah yang cukup besar dari kejauhan.


"Mana? Aku tidak bisa melihatnya..." Kai mengerutkan kening dan memfokuskan Qi miliknya pada kedua matanya..


Bahkan setelah ia terbang cukup lama, Kai masih saja belum melihat rumah yang di tunjuk oleh Gadis itu.


"Apa jangan-jangan gadis ini membohongiku?" Pikir Kai dalam benaknya.


Hampir setengah hari telah berlalu, dengan kecepatan Zhukai saat ini... Dia harusnya sudah menempuh Jutaan Mil jatuhnya.


"Haa.. Gadis kecil ini memang berbohong.."


Tetapi ketika Kai ingin turun dan mengisi perutnya, ia melihat sebuah rumah kecil dari kejauhan.


"Eh, apakah itu rumah yang gadis kecil ini maksud?"


Kai tidak jadi berhenti dan menambah kecepatannya, tak berselang lama dia dan gadis kecil itu mendarat tepat di depan rumah..


"Hoaamm.. Sudah sampai? Paman, Kenapa kamu terbang begitu lambat. Kakek mungkin sedang menunggu ku dirumah." Gadis kecil itu berkata sambil menggosok-gosok kedua matanya. Jelas saja ia baru bangun dari tidurnya.


Kai tersenyum canggung dan ikut masuk kedalam rumah bersama dengan gadis kecil itu.


***


Bersambung..