Re-system

Re-system
Sampai di Kota Ashura



Senior Duan yang terus berteriak dengan keras untuk waktu yang lama akhirnya berhenti bersuara.


Meski rasa sakit dari tulangnya yang patah perlahan mereda, tetapi penghinaan yang Kai berikan masih membekas di dalam hatinya.


"Bangsat! Kau tunggu saja.. Setelah aku memberitahu kakek tentang hal ini, jangan harap kau bisa hidup dengan tenang." Ucap Senior Duan kemudian berjalan pergi.


Tetapi Kai sama sekali tidak memiliki niatan untuk membiarkannya, dia memanggil dua Undead dan menyuruh mereka untuk membunuhnya.


Ia berbalik dan datang menghampiri pria dan wanita itu. "A–Apa yang kau inginkan dari kami?"


Wanita itu menatap tajam, dia melindungi pria di belakangnya tanpa takut meski tahu bahwa Kai merupakan orang yang sangat kuat.


"Hah, jangan tegang seperti itu. Aku hanyalah seorang pria yang kebetulan lewat, ambil ini dan berikan padanya."


Setelah ia mengucapkan hal itu, siluet Zhukai perlahan menghilang dari pandangan mereka berdua.


Pada akhirnya, wanita itu memberikan Pil yang Kai berikan pada pria yang tergeletak di tanah penuh luka.


Tak berselang lama, luka yang ada di tubuh pria itu perlahan pulih dan hanya butuh waktu satu menit hingga pulih sepenuhnya.


Di sebuah pintu masuk kota, ada banyak pedagang, Kultivator, dan juga banyak pelancong yang berdatangan ke kota Ashura hingga membuat antrian di kota itu begitu panjang.


Selain itu juga, Kota Ashura memiliki luas yang beberapa kali lebih besar dibandingkan dengan Kekaisaran Xuanzhen.


Tetapi penguasa Alam Dewa tidak menamai itu sebagai Kekaisaran melainkan hanya sebuah kota.


"Hmm, jadi dimana letak markas organisasi pembunuh!? Apa yang aku dapatkan dari ingatan pria itu hanyalah kota Ashura, sedangkan untuk dimana lokasi pastinya, dia tidak memiliki itu dalam ingatannya."


Karena perutnya masih kosong karena sibuk berlatih, Kai memutuskan untuk datang terlebih dulu ke rumah makan untuk mengisi perutnya.


Ketika ia masuk, aroma harum dari bunga tercium sepanjang ruangan. Kai melangkah untuk naik ke lantai ketiga di rumah makan itu yang sebenarnya memiliki 5 lantai total.


Ketika Kai sampai di lantai lima, ada banyak pria tua dan pria setengah baya yang memakai pakaian mewah dengan banyak wanita disisi mereka.


Ada juga puluhan wanita yang bermain musik untuk menyenangkan para pelanggan. Kai mengangguk sangat puas dengan pelayanan itu, apalagi musik yang di mainkan oleh para gadis itu sangat merdu.


Ia duduk dan memesan makanan dan juga dua kendi arak kualitas terbaik.


Awalnya pelayan itu sedikit tidak percaya karena Zhukai memakai pakaian biasa, tetapi setelah Kai memberinya sebuah tip, ia dengan cepat merubah sikapnya dan buru-buru mengambil makanan dan arak yang Kai pesan.


"Lihat pria disana! betapa tidak tahu malunya rakyat jelata sepertinya untuk makan disini." Seorang bangsawan menatap jijik sambil berkata dengan sinis pada Zhukai.


Karena statusnya sebagai anggota keluarga bangsawan, ia menolak bergaul dengan rakyat biasa apalagi makan satu tempat dengan mereka.


"Tuan muda Yun, apakah kamu ingin aku untuk menghabisi pria itu?" Seorang pria dingin dengan rambut hitam pendek berkata dengan hormat.


Ia memakai pakaian brokat berwarna coklat keemasan dengan lambang merak di dadanya.


"Oh, apakah kau murid jenius dari sekte Dongwen yang tetua katakan padaku?"


"Ya tuan muda.. Aku, Chen Fan adalah murid jenius dari sekte Dongwen yang tetua maksud."


Tuan muda dari keluarga bangsawan itu tersenyum licik, "Hmm, baiklah cepat singkirkan dia dari hadapanku."


Setelah Chen Fan membungkuk pada tuan muda itu, dia berbalik dengan pedang panjang tergenggam di tangannya, ia berjalan kearah Zhukai duduk.


Brakk!!


Meja yang Kai tempati dipukul dengan keras hingga terbelah menjadi dua oleh murid sekte Dongwen.


"Hei pak tua, bukankah dia murid jenius yang kau katakan padaku? Hmm, dia sudah berada di Immortal God di usia muda! Sungguh bibit yang sangat unggul."


Chen Fan menyeringai dan menggenggam kerah baju Zhukai dan berniat untuk membantingnya.


Tetapi ia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuh Zhukai walau hanya satu inchi. Tiba-tiba, Chen Fan dapat merasakan aura dingin yang menusuk dari belakang punggungnya.


Ia buru-buru berbalik dan melihat bahwa Zhukai dengan menatapnya dengan niat membunuh yang sangat besar.


"Hei bangsat! Apa kau sudah cukup bermain-main!.. Jangan salahkan aku jika bersikap kasar."


Duarr!!..


Tubuh Chen Fan terhempas dengan kuat dan menghantam dinding rumah makan hingga rusak dan berlubang.


Tubuh Chen Fan sendiri terjatuh dari lantai kelima dan menghantam tanah dengan keras.


Teriakannya yang sangat keras sampai di telinga para keluarga bangsawan dan juga para gadis disana.


Mereka semua tercenggenag melihat perubahan peristiwa yang begitu cepat, sementara itu, tetua sekte Dongwen yang duduk diam dari tadi mulai berdiri.


Ia melangkah begitu pelan dengan tekanan disekitarnya terus bertambah seiring dia berjalan.


"Kau rakyat jelata! Apakah kau tahu siapa pemuda yang kau serang tadi?"


Kai hanya meliriknya sebentar kemudian berkata dengan acuh, "Siapa peduli, dia menyerangku terlebih dulu.. Aku hanya mencoba mempertahankan diriku."


Sebenarnya Kai sama sekali tidak berniat untuk mencari masalah, tetapi ia sedikit lupa tentang sifat asli dari para bangsawan yang menganggap para rakyat biasa dengan rendah.


Meski ada beberapa bangsawan yang memiliki sifat baik, tetapi rata-rata yang Kai temui memiliki sifat angkuh dan menganggap diri mereka sebagai tirani.


Tetua sekte Dongwen mengerutkan keningnya, ia menatap Zhukai dengan penuh amarah dan menyerangnya dengan tekanan penuh yang ia miliki.


Meski begitu, tidak ada perubahan pada Zhukai, seolah ia sama sekali acuh dengan tekanan itu.


"Dia menahan tekananku? Tidak, seharusnya dia memiliki artefak di dalam tubuhnya. Bagaimana mungkin pria muda sepertinya bisa menahan tekananku."


Tetua itu terus bergumam bahkan tidak menyadari bahwa Zhukai ada di depannya.


"Pak tua! Aku hanya ingin makan dengan tenang tetapi kau terus menggangguku.."


Kai dengan gerakan tangannya yang cepat segera mencengkeram leher Tetua sekte Dongwen dan membantingnya dengan keras ke lantai.


Duar!!


Hembusan angin yang tercipta dari ledakan itu cukup mengejutkan semua orang, tepat ketika asap debu menghilang tertiup angin. Terlihat bahwa tetua Dongwen terbaring di lantai dengan mulutnya dipenuhi dengan darah.


Kai menghela nafas sambil menatap bangsawan lainnya, mereka menatapnya penuh ketakutan dan panik.


Tetapi Kai sama sekali tidak menghiraukan itu dan berniat untuk pergi. Belum sempat ia melangkah, seorang pria bertubuh besar dengan baju mewah berwarna emas menghadang jalannya.


"Mau pergi kemana kau berandal kecil.."


****


Bersambung.