
Asap tebal berkumpul di satu tempat yang merupakan tempat kemunculan Zhukai. Mata semua orang memandang ke satu titik yaitu tempat dimana Zhukai berada.
"Kekeke.. Ingin menyerang Sekte milik guru? Kalian harus melawanku terlebih dulu!... Summon!!.."
Ketika asap tebal mulai menghilang, jutaan Undead dan Sekeleton mulai merangkak keluar dari dalam tanah.
Aura membunuh yang luar biasa pekat membuat hampir semua orang disana merasakan rasa takut yang luar biasa.
Mereka yang memiliki tingkat Kultivasi yang rendah akan merasakan rasa sakit di dada mereka karena tak kuasa menahan aura pembunuh dari jutaan Undead tersebut.
Sementara itu, Iblis Pedang yang menatap ke tanah dimana muridnya berada mulai meneteskan air mata bahagia.
"Kai.. Kamu sudah baikan?" Iblis pedang turun ketanah dan bertanya dengan penuh khawatir.
Mendengar perkataan gurunya, Kai bisa merasakan rasa sakit yang mendalam di dada kirinya. Dia buru-buru berlutut dan meminta maaf karena perbuatannya yang hampir saja membunuh gurunya.
"Haha, tidak usah memikirkan hal itu. Sebagai gurumu, aku memiliki tanggungjawab penuh atas apa yang kamu lakukan." Melihat muridnya telah kembali normal seperti semula, senyum di wajah Iblis Pedang semakin melebar.
Sementara itu, di atas udara. Wei Chu dan Nalan Han mengerutkan kening tidak senang melihat jutaan Undead yang mulai menyerang murid-murid mereka.
"Sialan!! Siapa orang itu! menganggu saja." Wei Chu berkata dengan penuh ketidaksenangan. Dia mengeluarkan sebuah artefak yang mengandung elemen cahaya yang sangat kuat.
Dengan itu, Undead yang Kai Summon sama sekali tidak berani mendekat kecuali mereka yang sudah berada di Ranah True God.
Sementara Wei Chu yang tidak senang, tubuh Nalan Han terpaku pada sosok Zhukai yang saat ini sedang berbicara dengan Iblis Pedang.
Sudut mulutnya bergetar dan dia berkata dengan suara penuh ketidakpercayaan, "P–Pria ini.. Tidak mungkin bukan! Aku percaya sudah membunuhnya dulu, bagaimana dia masih hidup, dan juga kekuatan ini... Chaos God!!.."
Meski Nalan Han memiliki Kultivasi yang lebih tinggi dari Zhukai serta fisiknya yang begitu kaut. Namun dibawah tekanan Kai yang sangat besar, Nalan Han bisa merasakan seberapa kuat Zhukai jika dia melawannya satu lawan satu.
"Sialan! Bagaimana aku, Nalan Han takut pada orang ini!!.. Rasakan ini.."
Nalan Han melesat dengan sangat cepat, dia menyiapkan sebuah kepalan di tangan kanannya dengan bara api yang begitu besar mengitari kepalan tangannya.
Duarr!!
Tepat ketika pukulan itu mengenai Zhukai, sebuah seringai muncul di wajah Nalan Han.
"Hehe, hanya seperti ini? Pak tua, bagaimana bisa kamu begitu arogan!.." Kai menangkap pukulan Nalan Han hanya dengan satu tangannya.
Dia segera menggunakan Teknik Penguatan Tubuh nya untuk mengubah fisiknya menjadi Tubuh Suci. Dengan meningkatnya kekuatan fisik Kai saat ini, melawan puluhan orang seperti Nalan Han adalah hal yang mudah.
Tubuh Zhukai mengeluarkan cahaya keperakan diikuti dengan munculnya dua pasang sayap dibelakang punggungnya.
"Rasakan ini pak tua,.. Hiaa!!.."
Bang!!
Pukulan Kai tepat mengenai perut Nalan Han menbuat tubuh Nalan Han terhempas begitu jauh kebelakang hingga menabrak puluhan pohon.
"Khuakk!!.. Uhuk Uhuk.." Nalan Han batuk untuk beberapa kali dan meludahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
"Sial, bahkan dalam hal kekuatan aku masih kalah jauh dengannya!" Nalan Han berdecak kesal, dia mengeluarkan sebuah Zirah emas dan sebuah Pedang dari dalam Cincin Ruang nya.
Nalan Han dengan cepat menggunakan Zirah dan Pedang itu dan menatap Kai penuh dengan Niat membunuh.
"Mau mencoba melawanku dengan niat membunuh? Ck ck ck ck.. Itu sebuah kesalahan besar!!.."
Booomm!!
Niat membunuh Nalan Han dan Zhukai saling berbenturan, ledakan yang begitu keras tercipta dan membuat hampir seluruh pasukan dari Nalan Han terhempas mundur beberapa langkah.
Godhood, adalah sebuah energi yang menyelimuti True God Realm. Fungsinya sama dengan Qi tetapi Godhood memiliki dampak yang lebih besar dan meningkatkan Visi, intuisi, dan ketajaman insting seseorang.
Kai masih belum memadatkan Godhood dalam tubuhnya, dia tidak begitu bergantung pada Godhood karena dia memiliki fisik dan Qi yang begitu kuat.
Whusss!!
Kai juga memangil sebuah pedang berwarna merah dari dalam Inventory nya. Pedang itu adalah Pedang Phoenix Surga.
Dengan tambahan atribut Api Phoenix dan Api Neraka, kekuatan dan ketajaman dari Pedang Phoenix Surga semakin meningkat.
Kai melesat maju dan menghantam Nalan Han dengan kecepatan dan Fisik yang begitu kuat. Karena bantuan dari Zirah Emas, Nalan Han sama sekali tidak terluka dan hanya mundur beberapa langkah kebelakang.
"Oh, Zirah ini sebuah artefak? Pak tua, kau memilki barang yang bagus." Kai menaikkan salah satu alisnya sambil bergumam pelan.
"Heh, aku juga terkejut karena kau tidak mati waktu itu. Seharusnya aku mencari Mayatmu saat itu untuk memastikan kau benar-benar mati!!.."
Mendengar kata-kata itu, Kai terkekeh dan mengeluarkan seringai dinginnya. Matanya menjadi semakin tajam dan visinya menjadi semakin luas!!..
Duarr!!
Lonjakan kekuatan yang Kai alami membuat Nalan Han terpental cukup jauh. Tidak memberi kesempatan bagi Nalan Han untuk mencari keseimbangan Kai sudah berada tepat di depan Nalan Han dan memberinya sebuah tebasan vertikal.
Dentang!!
Sayangnya tebasan itu dapat di tahan oleh Nalan Han dengan sangat baik, meski begitu tubuhnya masih terhempas sangat jauh dan menabrak tanah dengan keras.
Whuss!!
Kultivasi Zhukai segera melonjak menjadi Chaos God Tahap Raja. Karena efek dari Teknik amukan sang kera, itu meningkatkan Kultivasinya sebanyak satu tingkatan.
"Cih, bagaimana Kultivasinya meningkat?" Nalan Han membelalakkan matanya tak percaya sambil mencoba berdiri dengan pedang besar nya.
"Segel Domain : Pedang Dewa!."
Pedang Phoenix Surga mengeluarkan cahaya merah yang kemudian membentuk sebuah cetakan pedang raksasa di udara.
Tekanan dari pedang besar itu segera membuat semua orang berlutut. Sementara itu, Nalan Han benar-benar putus asa karena tekanan dafi pedang raksasa itu.
"Sial, bergeraklah!!.." Nalan Han terus menerus memaksa tubuhnya untuk bergerak, tetapi Sayanganya usahanya sia-sia.
Swosshh!! Whuss!! Duarr!!
Pedang Hitam segera membelah secara vertikal membuat sebuah hembusan angin kencang dan menerbangkan ribuan pasukan dan juga murid-murid dari Sekte DuanJin.
Sementara itu, Tubuh Nalan Han tergeletak tak sadarkan diri diatas tanah dengan luka yang begitu parah di sekujur tubuhnya. Semua tulangnya remuk!!..
Zirah emas dan pedang yang ada di tubuhnya telah berubah menjadi debu kecil. Meski begitu nyawa Nalan Han tidak terancam karena Kai menahan kekuatan aslinya. Jika tidak, tubuh Nalan Han akan benar-benar hancur bersama dengan pedang dan Zirahnya.
"Hmm, bergembiralah karena aku tidak berniat untuk membunuhmu!!.." Kai berkata denagn dingin setelah itu berbalik dan menatap Wei Chu dengan tatapan tajam.
Seringai dingin segera muncul di wajahnya, sudut mulutnya terbuka dan kata-kata keluar dari mulutnya.
"Kini giliranmu!!.."
****
Bersambung..