
Kekaisaran Naga, merupakan Kekaisaran terkuat yang berada di Alam Immortal, mereka tidak hanya memiliki Patriak yang kuat, tetapi juga memiliki murid-murid yang berbakat.
Ras Naga terkenal kuat karena pertahanan fisik mereka yang dikatakan sebagai yang terkuat dan tak tertembus serta kekuatan destruktif mereka yang dapat menghancurkan sesuatu dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan.
***
Setelah melewati Kerajaan yang pertama, Kai tiba di sebuah kota besar yang memiliki penduduk yang cukup padat. Itu adalah kota yang tenang dan damai, Kai juga dapat terlihat berbagai pelancong berdatangan memasuki Kota.
"Bos.. Apakah kita akan bermalam di kota ini?." Gu Nan berkata dengan malas, ia sudah berjalan sejauh ratusan ribu mil dalam 3 hari tanpa istirahat, ia saat ini sungguh sangat lelah.
Melihat Gu Nan mengeluh, Kai tertawa dalam hatinya.. Dia juga tidak terburu-buru untuk sampai di Kekaisaran Naga. 4 Bulan telah berlalu semenjak Kai tiba di Alam Immortal, kecepatan Kultivasi nya saat ini bukanlah sesuatu yang orang lain dapay bandingkan.
Dengan Profesi nya sebagai seorang Alkemis Grand Master, ia dapat membuat Pil Kultivasi hanya untuk dirinya sendiri.
Sementara itu, di Toko System. Kai melihat banyak sekali barang yang luar biasa, sayangnya Poin Miliknya tidak cukup untuk membeli barang yang ia inginkan.
Setelah memesan dua kamar di sebuah penginapan, Kai.segera teringat tentang Pohon Poin yang merupakan fitur baru dari System nya.
"Pohon Poin? aku benar-benar penasaran tentang ini, apakah ini juga sama luar biasanya dengan Ruang Latihan." Kai mengatakannya dengan penuh antusiasme.
Ia membuka status dan segera menekan Fitur pohon poin. Sama seperti sebelumnya, Kai merasa seperti jiwanya keluar dari tubuhnya.
Tepat ketika dia membuka mata, pemandangan yang dia lihat adalah sebuah Padang rumput yang sangat hijau, dan itu membentang sangat jauh seperti tidak memiliki batasan.
"Tempat apa ini?.. Dimana pohonnya, bukankah harus ada pohon jika aku ingin menghasilkan poin?" Kai bertanya-tanya sambil melihat ke sekeliling, tetapi dia tidak menemukan satu pohon pun.
Akhirnya setelah beberapa menit setelah itu sebuah Layar Hologram besar mengambang diatas udara. Layar Hologram itu menampilkan banyak sekali jenis-jenis pohon dengan harga dimulai dari 100 - 1.000 Poin System.
"Eh, apakah aku diharuskan untuk menanam pohon sendiri untuk menghasilkan poin?"
Karena Kai sangat bingung, akhirnya ia bertanya pada Yui tentang fungsi dari Pohon Poin.
[Halo Kakak laki-laki, apakah kamu merindukan Yui? Tehee~]
Itu merupakan sebuah suara yang sangat imut sampai-sampai Kai ingin sekali memasukannya kedalam Karung.
"Ehem, Yui bagiamana fungsi dari fitur ini?"
[Eh, Pohon Poin?. Mudah saja, Kakak laki-laki tinggal membeli bibit pohon yang kakak laki-laki ingin tanam. Setelah itu, berapa banyak poin yang Kakak dapat tergantung pada keberuntungan]
[Semakin Mahal bibit, keberuntungan untuk mendapatkan lebih banyak poin semakin besar]
Kai mengangguk paham, dia kemudian memilih bibit termahal yang seharga 1.000 Poin per biji. Ia menggunakan 100 Juta Poin untuk mendapatkan 100.000 Bibit.
Setelah itu, Kai menyimpan semua bibitnya di Inventory terlebih dulu. Dia membuka Toko System dan membeli peralatan perkebunan.
Itu adalah Cangkul, Clurit, dan benda-benda pertanian lainnya.
Kai mengangkat telapak tangannya dan sebuah air memancar Keluar dari sana dan merendam sebagian tanah.
Setelah tanah sudah benar-benar basah, Kai mengambil cangkul dan mulai membajak tanah, Setelah proses selesai, Kai menabur 100.000 bibit.
"Huhh... sudah selesai! saatnya aku keluar dan menunggu pohon untuk tumbuh."
Kai meminta Yui untuk mengirimkannya keluar, dan setelah itu jiwanya menyatu dengan tubuh aslinya. Saat Kai kembali, hari itu sudah malam. Dia tidak segera tidur melainkan pergi ke ruang latihan untuk melatih teknik yang ia beli dari gurunya.
Itu berbentuk sebuah gulungan kusam dan kotor, gulungan itu memiliki warna coklat dengan sebuah simbol segel yang menutup gulungan itu rapat-rapat.
Kai membaca isi gulungan itu dan ia sama sekali tidak paham, "Lebih cepat dari bayangan itu sendiri? lebih cepat... Ah."
Mata Kai menyala, ia sedikit mengerti apa yang dimaksudkan teknik itu. Tetapi bahkan setelah ia memahami sedikit dari teknik itu, tingkat penguasaannya hanya berada di tingkat ahli.
"Oh iya, aku memiliki Poin Keterampilan, kenapa aku begitu bodoh sehingga tidak menggunakan nya."
Kai membuka Status dan segera menukar 200 Juta Poin System menjadi Poin Keterampilan, dia hanya mendapatkan 100 juta Poin Keterampilan.
"Yui.. Pelajari teknik ini sampai tingkat penguasaan sempurna (maksimal)."
Ding
[Maaf Kakak laki-laki, Poin Keterampilan kamu tidak cukup untuk mempelajari teknik ini.]
Kai mengerutkan kening, "Tidak cukup? jadi, aku harus memiliki berapa Poin?"
[1 Milyar Poin]
"1 Milyar? hanya untuk satu teknik?.. Yui apakah kamu tidak salah hitung?"
[Tidak Kakak, ini adalah Teknik Ilahi tingkat tinggi. Untuk menguasainya sangat sulit walau orang itu jenius sekalipun]
"Baiklah-baiklah.."
Kai segera mengubah 2 Milyar Poin System dan mendapatkan 1 Milyar Poin Keterampilan.
Dia melemparkan gulungan teknik ke udara, melayang, dan bersinar dalam gelapnya malam.
[1 Milyar Poin Keterampilan telah dikurangi, mempelajari Langkah bayangan... 99%.. 100%]
Seketika, sebuah gambaran jelas muncul di kepala Kai. Dia melangkah kan kakinya mencoba menggunakan Langkah Bayangan.
Kaki Kai bergetar ketika memahami sepenuhnya gambaran di kepalanya, Langkah Bayangan benar-benar layak memasuki Kategori Teknik Ilahi tingkat tinggi atau bahkan lebih tinggi.
Di tengah-tengah hutan, Kai berdiri seorang diri Disana, "Kurasa aku akan mencobanya dari sini ke puncak gunung itu, ini setidaknya berjarak 10.000 Kilometer."
Kai mengangkat kakinya dan melangkah dengan pelan, tubuhnya perlahan berubah menjadi bayangan hitam. Bayangan itu layaknya angin tetapi kecepatan itu bahkan lebih cepat dari pada angin itu sendiri.
Blinkk!!
Bahkan belum 5 detik berlalu, Kai sudah sampai di puncak..
"Hebatt... ini sama cepatnya dengan skill teleportasi." Kai berkata dengan terkagum-kagum, setelah puas dengan Langkah bayangan. Kai segera kembali ke penginapan.
Hari masih malam jadi tidak banyak orang yang berkeliaran di kota. Penginapan yang Kai pesan adalah salah satu penginapan terbaik di kota.
Setelah Kai memasuki kamarnya, dia segera melemparkan dirinya diatas kasur dan segera tertidur.
***
Keesokan Paginya, Kai terbangun karena mendengar suara yang sangat ramai di dalam kota. Ia membuka jendela dan melihat banyaknya orang berdiri ditepi jalan seakan-akan menyambut seseorang yang hebat datang.
Benar saja, ketika Kai melihat kearah pintu gerbang masuk kota. Ia melihat banyaknya kereta mewah yang satu persatu masuk kedalam Kota diiringi dengan suara teriakan yang keras.
"Perwakilan Kekaisaran Macan Putih tiba!!.."