Re-system

Re-system
Pertemuan II



"Ayah!!" Ketika Kai hendak masuk kedalam rumah milik para anak-anak, ia mendengar sebuah suara familiar yang memanggilnya.


Ia berbalik dan melihat seorang Pria pra-remaja, itu berusia sekitar 12 tahun, dan di sampingnya ada seorang gadis yang cukup imut. Mereka berdua memandang Kai dengan tatapan penuh kerinduan seakan-akan mereka sudah sangat lama berpisah.


"Hmm, apakah kalian tidak ingin ke pelukan ayah?" Kai merasakan perasaan hangat di dalam hatinya, Dua orang yang dulunya adalah seorang pemalu dan penyendiri, kini mereka berdua terlihat sangat energik dan mulai memunculkan daya tarik masing-masing.


Selain fakta bahwa mereka berdua telah tumbuh dengan baik, mereka berdua sangat berbakat, di usia mereka yang ke 12 Tahun, mereka berdua telah Mencapai Ranah Pendekar Kaisar.


Setelah melihat Kai membuka pelukannya, mereka berdua segera berlari dan memeluk Kai dengan erat-erat.


"Ayah!! Kami berdua sangat merindukanmu!"


Kai Tersenyum Bahagia dan segera mengelus-elus kepala kedua anaknya, mereka bertiga akhirnya melepaskan pelukan masing-masing. Mun mulai menghapus air mata di wajahnya, selama tiga tahun ini, dia memiliki tekad untuk menjadi sangat kuat dan melindungi keluarganya.


Efeknya dapat dilihat, dari pada Kun yang baru-baru ini menerobos, Mun sudah berada di puncak Pendekar Kaisar, dan hanya butuh beberapa penekanan lagi hingga dia benar-benar menembus Ranah Pendekar Kaisar dan memasuki Ranah Pendekar Suci.


Kai mengangguk puas, Setelah puas bertemu dengan anak-anak yang lain, Kai segera pergi menemui Yang Jihui.


Yang Jihui saat ini berada di aula istana, ketika ia mendengar tentang kedatangan Kai dari penjaga gerbang ia dengan buru-buru meninggalkan segala urusannya untuk menyambut kedatangan Zhukai setelah tiga tahun tidak ada kabar.


Tetapi ketika ia mendengar bahwa Kai ingin menemui Istri dan anak-anak terlebih dulu, Yang Jihui merasa sedikit kecewa.


Perasaan itu dengan cepat menghilang ketika ia melihat sosok pemuda yang sangat tampan, itu dibalut oleh sebuah jubah hitam dengan lambang naga yang begitu indah. Dia adalah Zhukai!


"Paman Yang, lama tak bertemu!" Kai menyapa sambil tersenyum, Yang Jihui ini sudah ia anggap sebagai salah satu temannya.


"Haha, Saudara Kai, kenapa anda datang dengan tiba-tiba. Aku jadi tidak bisa membuat perayaan untuk menyambut kedatangan Saudara muda." Yang Jihui juga mengeluarkan tawa, mereka berdua larut dalam pembicaraan laki-laki.


Kai segera duduk di kursi yang berada di samping Yang Jihui, ia benar-benar mulai membahas tentang situasi dan kondisi dari Alam Kultivator.


Sementara ia sedang mengobrol dengan Zhukai, Yang Jihui mulai meminta para bawahannya untuk menyiapkan tempat untuk Ketiga Istri Kai.


Setelah mendengar semua situasi dan kondisi Alam Kultivator dari Yang Jihui, Kai segera pergi dan menuju kamar tempat Istrinya sedang tidur.


Itu adalah sebuah ruangan terbesar dan termegah di dalam Istana, kamar ini memang awalnya di bangun untuk Zhukai. Bahkan setelah kabar tentang menghilangnya Zhukai dari Alam Kultivator, kamar itu masih kosong dan tidak ada siapapun yang berani menggunakan nya, Bahkan Kaisar Yang tidak terkecuali.


Dia membuka pintu masuk kamar, Pandangannya segera menyapu kearah tempat tidur, itu benar-benar mewah. Aroma harum yang berbeda-beda, membuat Kai sangat mabuk.


Ini adalah aroma dari tiga Istrinya, Yola mengeluarkan semacam aroma bunga lavender, sedangkan Chiyan mengeluarkan aroma bunga mawar, sungguh cocok dengan rambutnya yang berwarna merah. Sedangkan Yi, aroma yang keluar dari tubuhnya sangat tidak biasa, Kau tidak mengetahui aroma apa itu tetapi itu sangat harum. dan memikat.


Kai segera melemparkan tubuhnya ke tempat tidur sambil menikmati tiga keindahan yang hanya bisa ia rasakan.


"Hehehe, Ini adalah surga untuk kaum pria."


Gua skip Mantap-mantap nya awoakwok.


Menjelang fajar, Kai terbangun dan menyadari bahwa tubuhnya benar-benar lelah, pertarungan tadi malam benar-benar ganas baginya, sehingga ia hanya bisa tidur sebentar.


Untungnya dia adalah seorang Kultivator yang cukup kuat, jadi Kai benar-benar tidak memerlukan apa yang dinamai 'Tidur'.


Ia melihat wajah ketiga istrinya yang dipenuhi kebahagiaan, dan segera mencium mereka bertiga. Ia kemudian mengambil sebuah selimut untuk menutupi tubuh mereka.


Setelah melihat mereka lebih teliti, Ia menyadari adanya perasaan familiar dari gerakan mereka, seolah-olah gerakan yang mereka tunjukan beresonansi dengan tubuhnya.


Bukankah ini adalah gerakan yang ia ajarkan pada muridnya?


Kai segera menghilang dan menutupi auranya, ia segera duduk di dahan pohon yang cukup lebat dan merupakan tempat yang sangat bagus untuk memata-matai seseorang.


Di halaman terlihat 2 orang saling berlatih tanding, mereka terlihat sama-sama kuat, dan setelah kedua orang itu beradu pukulan suara Bang! Bang! Bang! dapat terdengar.


Akhirnya setelah bertarung sangat lama, mereka berdua benar-benar mengakui kekuatan masing-masing. Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah.


Kemudian Kai melihat sosok perempuan yang cukup cantik, itu bisa di bilang keindahan luar biasa di Kekaisaran tetapi jika di bandingkan dengan kecantikan dari para istri yang Kai miliki itu masih berada di bawah mereka.


Dia adalah Ling Sa.


Tiga tahun tidak bertemu, murid Kai yang paling jenius ternyata sekarang memilki seorang murid, tidak heran gerakan yang mereka keluarkan cukup familiar di mata Zhukai.


Kai segera turun dari dahan pohon dan mengeluarkan sebuah tepuk tangan, itu tadi merupakan sebuah pertunjukan yang cukup menghibur.


"Haha, Ling Sa.. murid-murid mu ternyata sangat berbakat." Kai berkata, setelah tubuhnya benar-benar terlihat jelas. Jejak kebahagiaan muncul di hati Ling Sa.


Walaupun Kai telah sampai di Kekaisaran ini kemarin, tetapi kabarnya tidak disebar luaskan itu hanya diketahui oleh Yang Jihui dan beberapa petinggi Istana.


Jadi semua murid Zhukai tidak ada yang tahu tentang kedatangannya. Tetapi ketika Kai hendak berjalan satu langkah Kedepan, sebuah Kilatan pedang mengarah kepadanya.


Serangan itu begitu cepat di mata orang lain, tetapi di mata Kai, itu sangat lambat, bahkan lebih lambat dari semut.


Kai tidak perlu repot-repot untuk menghindar, karena serangan semacam ini tidak cukup untuk melukainya.


"Wunie, Apa yang baru saja kamu lakukan!!" Ling Sa berteriak dengan sangat marah, ia bahkan akan menampar muridnya itu jika ia bukan putra dari Kaisar.


"Guru apa yang baru saja kamu bicarakan, bajingan ini benar-benar berani mengintip kita ketika latihan, apa guru tidak takut dia akan mencuri teknik kita."


Ling Sa menjadi semakin marah, ketika ia kan menampar wajah muridnya itu, sebuah tangan yang besar menghentikan tindakannya.


"Ling Sa, biarkan saja dia."


Itu adalah Zhukai, Kapan ia berada di belakang Ling Sa? semua orang bertanya-tanya.


Tetapi Ling Sa dengan patuh segera menenagkan dirinya dan segera berlutut, "Ling Sa menyambut kedatangan Guru."


Semua orang memasang wajah terkejut, hanya Wunie saja yang memasang wajah ketakutan di wajahnya. Orang yang baru saja ia serang beberapa waktu lalu ternyata adalah guru dari gurunya.


Ia juga buru-buru berlutut untuk meminta maaf.


Kai mengangguk menerima permintaan maafnya, sebenarnya ia tidak terlalu memikirkan kejadian tadi karena hatinya saat ini dalam suasana yang bahagia.


"Ling Sa, cepat kamu kumpulkan para murid yang lain, aku akan membahas sesuatu ketika semua sudah berkumpul."


Ling Sa Menganguk dan segera pergi untuk memberitahu para teman-teman nya.