
Ledakan yang berasal dari gerbang utama kota membuat semua penduduk segera berlarian ketakutan.
Sementara itu, Kesatria istana bergerak dengan cepat mengevakuasi para penduduk dan juga menahan serangan dari para monster yang masuk dari gerbang utama.
Entah karena alasan apa, jumlah monster yang menyerang terus bertambah sering bertambahnya waktu.
Mereka terus bertambah hingga mencapai puluhan ribu. Dengan jumlah total kesatria istana 5 ribu pasukan, akan sulit bagi mereka untuk menghentikan serangan dari para monster.
"Untuk apa kalian gentar!! Jika kita membiarkan para monster bajingan ini masuk kedalam kota, para penduduk dan keluarga kalian akan menjadi korban."
"Angkat pedang kalian dan habisi para monster jahat itu!!.."
Goldon, sebagai kesatria terkuat yang dimiliki kerajaan memberi semangat pada para prajurit lainnya. Dia tanpa takut menerjang dan membunuh para monster yang menyerang.
"Yang kapten katakan benar, jika kita membiarkan monster bajingan itu masuk. Istriku juga akan terbunuh. Teman-teman, ayo kita bunuh para monster."
Dengan teriakan salah satu prajurit dan tingkah heroik dari Goldon, semangat para prajurit terbakar. Darah mereka mendidih dan hanya memiliki satu tujuan.
Bunuh semua monster yang masuk kedalam kota!!
Sementara itu, jauh di dalam hutan. Siluet bayangan hitam melesat melewati pepohonan menuju kedalam kota.
Dalam perjalanan nya, siluet itu telah membunuh ratusan monster hanya dalam hitungan detik, "Cih, bahkan ada banyak monster yang berkeliaran disini.."
Kai mengabaikan para monster itu dan fokus berjalan menuju ke kota. Dia takut jika para prajurit dari kerajaan singa akan mengalami korban yang cukup besar.
"Tubuh Petir Abadi!!.."
Duarr!!
Ledakan petir bersamaan dengan munculnya kilatan-kilatan petir disekitar tubuh Zhukai membuatnya terlihat begitu
Kai melesat dengan kecepatan yang sangat cepat, bahkan hanya dengan kilatan petirnya ada banyak monster yang terbunuh.
"Itu dia!!.."
Kai melihat gerbang utama kerjasama singa yang penuh dengan para monster, "Sial, itu setidaknya berjumlah 20 ribu monster!!.."
Kai mengangkat telapak tangannya dan mengeluarkan sihir tingkat tinggi, "Mega Fireball..."
Bola api raksasa muncul secara tiba-tiba, Kai mengarahkan Mega Fireball kearah kumpulan monster itu.
Whuss!! Duarr!!
Hanya dengan sekali serangan, setidaknya sudah ada 500 monster yang ikut terbakar hangus. Para kesatria dan prajurit yang sedang bertarung disana begitu terkejut dengan serangan bola api yang tiba-tiba itu.
"Mungkinkah bantuan datang?" Goldon dengan wajah tuanya melihat setitik harapan ketika melihat 500 monster terbunuh seketika.
Sementara itu, dari dalam kota. Ratusan penyihir dari menara penyihir muncul dan membantu para kesatria.
"Goldon, bagaimana keadaan nya." Seorang wanita Sengah baya yang tidak lain adalah ketua menara penyihir datang bertanya.
"Sangat buruk, tetapi untungnya salah satu anggota mu datang membantu kami." Goldon tersenyum berterima kasih.
"Membantu? Anggota apa? Kami baru saja sampai." Wanita itu menggeleng tidak paham.
"Jadi dia bukan anggota menara penyihir, jadi siapa orang itu.."
Zzrrttt!!
Duarr!!
Tepat di antara kumpulan monster lainnya, seorang pria menggunakan jubah dan juga sebuah topeng terjun dari atas.
Tanah tempat berpijak sedikit retak, dia dengan gerakan yang begitu cepat segera membunuh ratusan monster.
"Mungkinkah itu dia.. Tidak perlu berfikir lama, ayo musnahkan para monster itu!!.."
Goldon berteriak, dia menggenggam erat pedang besar di tangannya dan berlari membantu Zhukai membunuh para monster.
Sementara Kai sendiri, dia terus mengedarkan kesadaran Ilahinya untuk mencari keberadaan dua iblis tingkat tinggi itu.
Dari kejauhan, sebuah hawa keberadaan yang begitu kuat datang menuju ke kerajaan singa.
Kai tersenyum lebar, dia menatap Goldon dan berkata. "Kamu tahan para monster ini, ada musuh yang lebih kuat datang."
Tanpa membiarkan Goldon bertanya lebih lanjut, siluet Zhukai tiba-tiba menghilang seketika.
Goldon menggelengkan kepalanya dan berfokus pada menahan para monster untuk masuk kedalam kota.
"Rine, kamu sembuhkan para prajurit yang sedang terluka." Sambil membunuh para monster, Goldon sesekali berbalik dan meminta ketua menara penyihir, Rine yang ahli dalam sihir penyembuhan untuk menyembuhkan para prajurit yang terluka.
"Kamu fokus saja, biarkan aku yang menangani yang terluka."
Waktu demi waktu berlalu, semakin lama pasukan dari para monster telah berkurang cukup banyak. Tetapi jauh di belakang sana, Zhukai yang sedang bertarung dengan dua iblis tingkat tinggi menyebabkan banyak kehancuran di sekiranya.
"Tch, orang ini benar-benar menjengkelkan. Rencana yang telah juta bangun sudah payah dengan mudah dibalikkan oleh para manusia rendahan itu."
"Junior, kamu cepat panggil bantuan. Aku akan menahannya."
Iblis di belakangnya mengangguk, dia mundur beberapa meter dan mengeluarkan sebuah artefak dari kantung spasial.
"Tak akan kubiarkan.."
Ketika Kai hendak menyerang orang itu, dia dihentikan oleh iblis tingkat tinggi yang satunya. "Kau pikir aku akan membiarkan itu?"
"Oh, coba saja jika kau memang memiliki kemampuan.."
Shadow Clone..
Dua bayangan secara tiba-tiba muncul dibelakang Zhukai. Mereka berpencar ke arah yang berlawanan untuk menyerang iblis tingkat tinggi yang sedang meminta bantuan.
"Cih!!! Pengorbanan Jiwa."
Iblis itu mengambil jantungnya dan dengan cepat membakar jantungnya dibawah api pengorbanan yang muncul dari telapak tangannya.
"Grraaaa!!.."
"Tunggu– Dia mau bunuh diri...."
Kai buru-buru menjauh dengan kecepatan tercepatnya, meski begitu ledakan akibat dari pengorbanan Jiwa dari Iblis tingkat tinggi bukanlah serangan yang lemah.
Tangan kanannya meneteskan darah dan beberapa tulangnya patah. Sementara itu, temannya yang sedang memanggil bantuan benar-benar tercengang melihat pengorbanan yang dilakukan oleh kakak seniornya.
"Senior, aku berjanji akan membuat rencana kita berhasil." Dia menangis memandang tubuh kakak seniornya yang hanya tersisa gumpalan daging saja.
Dia mendongak keatas dan menatap Zhukai penuh niat membunuh, "Manusia keparat, sebentar lagi para iblis tingkat tinggi akan berdatangan. Bahkan jika kau kuat, mustahil untuk menghadapi kami."
Kai diam tidak menjawab, dia memejamkan kedua matanya dan mengeluarkan Telapak Ilahi dengan mengalirkan Qi dan juga mana kedalam telapak tangannya.
Iblis itu tidak memiliki kesempatan untuk menghindar, tetapi di detik berikutnya sebuah portal tiba-tiba muncul dan seseorang yang keluar dari portal itu menahan serangan Zhukai dengan kedua tangannya.
Dia memiliki dua tanduk di wajahnya dan juga dengan sayap di belakang punggungnya, hanya sekilas kekuatannya benar-benar lebih kuat dari dua iblis tingkat tinggi.
"Salam Tuan.."
"Hmmm, Ada masalah apa sampai memanggilku, bukankah kerajaan singa hanyalah kerajaan yang lemah." Iblis itu menatap dengan marah pada bawahannya.
"M–Maaf tuan, kami sebenarnya sudah berhasil menjalankan rencana kami jika tidak ada orang ini. Bahkan kakak senior mati di tangannya."
"Zero mati di tangannya? Hmm, menarik.. Keluarlah kalian.."
Iblis itu memanggil semua bawahannya yang berjumlah hampir 150. Mereka semua adalah iblis tingkat tinggi serta ada beberapa iblis tingkat menengah.
"Hmm, kalian pergi bantu para monster itu. Aku sendiri yang akan menghadapinya.."
Iblis itu maju beberapa meter dan menatap Zhukai dengan senyum beringas.
"Aku, Lucifer. Jendral tertinggi ras iblis saat ini, kau harusnya bangga bisa mati dibawah tanganku." Ucap Iblis itu dengan begitu angkuh.
"Hehehe, hanya dengan kekuatanmu? Kau tidak layak."
Kai berdiri tegak, sorot matanya menatap tajam pada ratusan ras iblis itu. Salah satu tangannya mengepal dan sebuah bayangan kepala naga mulai terlihat.
"Fist Eternal Dragon, bentuk pertama.."
Kai menghilang secara tiba-tiba dan muncul kembali tepat di atas mereka semua, dia melepaskan tinjunya bersamaan dengan sihir tingkat tinggi.
"Great Wind Blade (Bilah Angin Besar) !!!.."
***
Bersambung.