Re-system

Re-system
Pulang



Berita tentang hancurnya Keluarga Cheng mulai menyebar luas ke seluruh Negara **. Siapa itu Keluarga Cheng? mereka adalah Keluarga Tirani yang mendominasi seluruh Negara **, jika mereka telah hancur, seberapa kuat kekuatan yang berhasil menghancurkannya?.


Semua orang tahu bahwa baru-baru ini Cheng Wuhun telah berhasil menerobos ke ahli tahap putih. Kekuatannya telah melonjak ke tingkat yang tidak dapat diketahui, jadi siapa orang yang berhasil mengalahkannya?.


Semua orang tidak mungkin tahu jawabnnya kecuali mendengar dari keluarga Cheng sendiri, tetapi mereka semua juga sudah di bantai habis sampai ke akar-akarnya.


Sementara itu, si pembantai Keluarga Cheng saat ini dengan santainya makan di sebuah restoran mewah di Kota Real.


"Paman, aku nambah 2 Porsi lagi."


Kai berkata dengan mulutnya yang penuh dengan makanan, setelah pertempuran habis-habisan dengan Keluarga Cheng, energinya sudah habis sepenuhnya dan saat ini dia benar-benar lapar. Ia memakan seluruh makanan dengan sangat rakus.


"Huakk!!" Ia bersendawa kencang ketika meneguk habis Es Teh yang ia pesan.


"Haa.. setelah bertempur sekuat tenaga, makanan benar-benar terasa sangat nikmat." Kai sangat senang, ia tidak hanya telah memusnahkan Keluarga Cheng tetapi juga mendapat banyak herbal langka dari ruang harta Keluarga Cheng.


Untuk saat ini, fokus utamanya adalah meningkatkan basis Kultivasi milik nya hingga mencapai Pendekar Raja, dengan bantuan herbal yang ia dapat dari keluarga Cheng. Kai dapat meramu Pil tingkat tinggi yang akan membuat Kultivasinya melonjak.


"Aku sebaiknya segera kembali ke rumah, aku tidak ingin dua istriku khawatir. Mwehehe.."


Kai tidak sabar ingin pulang bukan karena dua istrinya khawatir, tetapi ingin melampiaskan nafsu nya. Saat ini Kai juga merupakan seorang pemuda puber, dimana tingkat nafsunya tidak dapat ditahan.


Ia segera memesan tiket pesawat dan menunggu keesokan harinya untuk penerbangan Ke kota Huanglong.


Dua hari kemudian, Kai sampai di kota Huanglong, Ia buru-buru memesan taksi untuk mengantarnya kerumah. Walupun akan lebih cepat jika dia berlari, tetapi ia ingin menyimpan energinya untuk di gunakan nanti malam.


Beberapa waktu berlalu, Matahari telah sampai di tengah-tengah yang menunjukkan bahwa hari sudah siang. Ia berhenti tepat di depan rumah yang tidak begitu besar tetapi meninggalkan banyak kenangan untuknya.


Ia mengetuk pintu sebanyak tiga kali dan masih belum ada jawaban dari dalam, Ia memegang gagang pintu dan merasakan bahwa pintu ini tidak terkunci.


Ia merasa Susana di dalam rumah begitu hening, ia sedikit terkejut karena ia telah meminta Chiyan dan Yola untuk diam di rumah dan tidak keluar.


Tepat ketika dirinya membuka pintu kamarnya, Kai mencium aroma harum seperti bunga lavender dan juga bunga mawar. Itu begitu harum hingga membuat Kai hampir kehilangan kesadarannya dan bernafsu.


Kai melihat dua keindahan tanpa busana dan hanya tertutup selimut tipis terlentang diatas kasur. Kai terkejut dalam hatinya, "Bagaimana dua gadis ini tahu bahwa aku akan pulang hari ini."


Kai menggelengkan kepalanya, ia tidak peduli bagaimana kedua gadis ini tahu bahwa ia akan pulang, tetapi siapa yang akan menolak jika ada keindahan gratis di depannya dan itu adalah inisiatif mereka untuk menggodanya.


"Graa!!.." Kai meraung seperti singa buas yang akan menerkam dua kelinci kecil.


"Sayang, tolong pelan-pelan.." Yola berkata dengan suara lembut, bagaimanapun ini adalah pengalaman pertamanya.


Sementara itu, kedua tangannya terlihat sedang asik dengan urusannya sendiri. Yaitu meraba-raba dada Yola, Kai begitu terampil dalam meraba-raba. Setelah membeli buku Icha Icha Tactics dulu, Kai sepenuhnya paham tentang hal ini dan melakukannya dengan sangat hebat sehingga membuat Yola mendesah dan dengan cepat cairan putih keluar dari lubangnya.


"Ahnn.. Ahh... Sayang disana!! ini nikmat sekali." Yola mengungkapkan ekspresi kenikmatan yang membuatnya benar-benar kehilangan akal sehatnya.


Hal yang sama juga terjadi dengan Chiyan, karena dirinya yang sudah matang, desahan yang Chiyan keluarkan benar-benar membuat Kai tambah bersemangat.


Kai bergantian melakukan hal itu, setelah lubang Yola telah benar-benar basah. Ia mulai memasukkan adik kecilnya kedalam lubang yang terpampang jelas di depan matanya.


Tepat ketika adik kecilnya sudah masuk sepenuhnya, Yola menjerit dengan sangat keras, darah keluar dari dalam lubang miliknya dan itu menetes kearah kasur.


Kai juga melakukannya dengan lembut dan benar-benar tidak ingin membuat Yola merasakan rasa sakit. Setelah ia keluar, ia segera berganti menatap Chiyan dengan padangan memangsa..


Ia melihat dua buah ceri terpampang di dada Chiyan, itu berwarna merah dan sangat menggoda. Kai menjilati buah ceri itu sambil memasukkan Adik Kecilnya kedalam lubang Chiyan.


Pa!! Pa!! Pa!! Suara Kai menampar menggema di seluruh ruangan, "Ahh.. Ahn, Sayang lakukan lebih keras lagi."


Chiyan sudah dalam masa puncaknya dan sebentar lagi akan keluar, ia memeluk Kai erat-erat dan mendesah di dekat telinga Kai.


Hal itu bagiamana pun membuat Kai tambah. bersemangat lagi dan lagi. "Sayang aku sudah mau keluar." Kai yang sudah tidak bisa menahan lagi mencium Chiyan dan mengeluarkan cairannya kedalam lubang milik Chiyan.


Tiga orang menikmati Gairah **, satu sama lain hingga malam hari. Akhirnya setelah dua orang itu benar-benar sudah tidak kuat lagi, Kai berhenti dan mencium kening kedua Istrinya.


Walupun mereka belum menikah secara resmi, tetapi Kai sudah menganggap dua orang ini sebagai istrinya, begitupula dengan Yi, Jiuyang Lin, Xia Bing Yao(Bibi Yao).


Kai mengangkat dua istrinya dan memindahkan ke kamar lain, karena kamar ini benar-benar basah akibat... (Ya anda Taulah sendiri ( ̄ヘ ̄)


Ia segera membersihkan dirinya dan mengganti pakaian nya. Ia berjalan sebuah ruangan tempat yang biasanya ia gunakan untuk berkultivasi.


Ia mengeluarkan 3 Herbal dan mulai meramu Pil, Kai mengeluarkan sebuah tungku yang pernah ia beli dulu sekali ketika kembali ke bumi.


Ia memasukkan ketiga bahan secara bersamaan sementara tangan kirinya mengontrol api untuk mempertahankan panas api dengan baik.


2 Jam berlalu dengan cepat, Butiran keringat menetes dari dahi Kai dan benar-benar membasahi pakaiannya. Pil yang akan ia buat kali ini merupakan Pil Langit tingkat 1. Itu membutuhkan proses yang sangat sulit, sementara Kultivasi nya terbatas.


"Haaa!!!.." Setengah jam berlalu kembali dengan sangat cepat, Tungku Pil terbuka mengeluarkan aroma harum yang memabukkan hidung.


Kai menyadari bahwa Pil yang ia suling kali ini berhasil, ia mendongak dan melihat 3 Pil berwarna Merah cerah saling memancarkan aura kuat.


Tanpa ragu-ragu Kai menelan ketiga Pil itu sekaligus...