Re-system

Re-system
Bertemu Nalan Xing



Esok harinya, di depan sebuah api unggun. Tertidur dua pasangan yang saling berbagai selimut satu sama lain.


Sinar matahari pagi mulai turun dan mengenai tubuh mereka berdua. Kai adalah yang pertama kali bangun, dia menguap untuk beberapa saat setelah itu melihat istrinya yang saat ini sedang tertidur di pundaknya.


"Terimakasih telah mendengar ceritaku yang membosankan.."


Kai perlahan berdiri tanpa membuat suara, dia tidak ingin membuat Jiuyang Lin terbangun karena gerakannya.


Dia mengambil sebuah bantal dari Inventory, setelah itu menaruh kepala Jiuyang Lin diatas bantal.


"Sambil menunggu Lin'er bangun, aku akan mandi terlebih dulu.." Ucap Kai sambil meregangkan otot-otot nya, seelah itu dia segera melepas seluruh bajunya dan melompat masuk kedalam sungai.


Sungai itu tidak terlalu dalam dan air yang ada di dalamnya begitu segar di pagi hari. Tak berselang lama setelah itu, Kai keluar dari dalam sungai dan memakai pakaiannya kembali.


"Lin'er Sayang.. Ayo bangun." Kai menggoyang-goyangkan tubuh Jiuyang Lin dengan lembut.


Tak berselang lama setelah itu, Jiuyang Lin perlahan membuka matanya. Dia menguap untuk waktu yang cukup lama setelah itu segera berjalan menuju sungai dan membersihkan tubuhnya.


Kai memanggil Biao Jian dan segera menyuruhnya untuk berubah wujud menjadi seekor Phoenix, Biao Jian menoleh kebelakang dan bertanya dengan penasaran. "Tuan, kemana kita akan pergi?"


"Arah Utara.. Dimana Keluarga Long berada!"


Biao Jian mengangguk, setelah menunggu Kai dan Jiuyang Lin naik keatas punggungnya. Dia segera mengngepakkan kedua sayapnya dan segera terbang dengan cepat kearah Utara.


****


Di wilayah Keluarga Long terdapat 15 Tetua yang masing-masing berada di Ranah Middle God, Kaisar Dewa Tahap Akhir. Meski kekuatan mereka bukanlah yang terkuat dan sedikit lebih lemah di bawah Keluarga Xiao, tetapi Keluarga Long memiliki sebuah senjata rahasia yang dapat membunuh Kaisar Dewa dengan mudah.


Zhukai yang saat ini baru saja tiba di Kota Lingdan tidak langsung pergi ke Mansion Kediaman Keluarga Long. Sebaliknya dia meminta Biao Jian berubah dalam wujud manusianya, "Sayang.. Apa sebaiknya kita jalan-jalan terlebih dulu sebelum menghancurkan Keluarga Long?"


"Emm.. Aku sih tidak masalah." Jawab Jiuyang Lin kemudian segera mengalihkan pandangannya pada Biao Jian.


"Ehehe.. Phoenix kecil, aku tidak tahu kamu sangat imut dalam wujud manusia." Ucap Jiuyang Lin saat dia menoleh pada Biao Jian.


"Tentu Saja Biao Jian akan menjadi Phoenix yang cantik ketika sudah dewasa nanti.." Setelah mendengar pujian dari Jiuyang Lin, Biao Jian menjadi sedikit terlalu percaya diri dan menunjukkan dada kecilnya yang masih dalam proses pertumbuhan..


"Pfftt... Hahaha.." Kai tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk dada kecil Biao Jian.


"Huaa... Kakak, dia sangat jahat." Biao Jian merengek dan berlari kearah Jiuyang Lin dan memeluknya.


"Hahaha, Sudah-sudah. Sayang, Jian'er ayo kita membeli pakaian baru untuk kalian berdua."


Mereka berdua mengangguk patuh dan berjalan mengikuti Zhukai di belakangnya.


Selang beberapa waktu, mereka berdua sampai di depan sebuah toko pakaian yang sangat besar. Saat Kai melangkahkan kaki masuk, dia segera di sambut oleh seorang wanita cantik.


"Halo Tuan dan Nyonya, apakah kalian membeli pakaian? Aku akan membantu kalian menemukan pakaian yang cocok." Ucap Wanita itu yang merupakan resepsionis sambil tersenyum manis.


"Carikan pakaian yang cocok untuk mereka berdua! Ingat carikan yang terbaik, harga bukan masalah dan untuk aku.. Carikan saja pakaian berwarna hitam.."


Resepsionis wanita itu segera mengangguk dengan perasaan gembira. Dia menuntun Kai dan dua orang lainnya kedalam ruangan yang dipenuhi dengan baju-baju yang begitu bagus tetapi terlihat sederhana.


Resepsionis itu segera pergi dan mengambil dua buah baju berwarna ungu dengan corak bunga di setiap sisinya.


"Nona dan Nona kecil, silakan dicoba bajunya terlebih dulu." Ucap Resepsionis itu sambil menujuk ke pojok ruangan tempat dimana ruang untuk ganti baju.


"Phoenix kecil, ayo.." Jiuyang Lin menggandeng tangan Biao Jian dan berjalan kearah pojok ruangan.


Sementara itu, Kai yang saat ini sedang berdiri diam mengeluarkan seringai dingin di wajahnya, "Tak perlu berpura-pura lagi.."


Resepsionis yang pada awalnya terkejut tetapi di detik berikutnya dia tertawa terbahak-bahak, "Hehe.. Pria tampan, bagaimana kamu bisa tahu kalau itu aku?"


Wajah Resepsionis itu seketika berubah, fitur wajahnya yang pada awalnya cantik kini telah berganti menjadi gadis yang sangat muda, itu sekitar 17-18 tahun.


Awalnya wanita itu hanya mengenali Jiuyang Lin seorang, tetapi ketika dia melihat Zhukai di sampingnya. Ia segera tahu bahwa Kai lab yang telah menghancurkan Keluarga Xiao hingga seperti itu.


"Hmph.. Meski aku tidak tahu siapa dirimu dan apa tujuanmu menyamar, tetapi jangan sekali-kali kau berani melukai istriku.." Kai mendengus dingin dan memberikan sebuah peringatan pada resepsionis yang menyamar itu.


Ketika wajahnya telah berubah sepenuhnya, resepsionis itu bukannya takut pada ancaman Zhukai tetapi ia malah tertawa dengan lantang.


"Kau? Mengancam ku? Hahaha.. Ini adalah lelucon paling lucu yang pernah aku deng–"


Belum sempat wanita itu menyelesaikan kata-katanya, Kai yang awalnya berjarak jauh dengannya tiba-tiba muncul dengan sebuah pedang panjang yang menempel di leher wanita itu.


"Nona..." Pria bertopeng yang sedari tadi bersembunyi kini keluar dengan perasaan was-was.


Dia segera mengambil pedang yang berada di pinggangnya dan segera menebas lurus kearah Zhukai.


Swosshh!!


Whuss!!


Tebasan pedang tercipta di udara kosong mengarah pada Zhukai. Sementara itu, Kai tiba-tiba dari pandangan semua orang dan muncul kembali di belakang Pria bertopeng itu dengan sebuah kepalan di tangannya.


Bang!!


Duarr!!


Pria bertopeng itu terlambat bereaksi dan berakhir dengan pukulan telak di punggungnya.


"Khuakk!! Uhuk!!.." Dia meludahkan darah dari dalam mulutnya kemudian menatap Zhukai dengan tatapan tidak percaya.


"Ada yang aneh, dia hanya seorang Middle God sedangkan aku adalah Peak God, kenapa aku tidak bisa menghindari serangannya barusan?" Batin Pria bertopeng dengan rasa tidak percaya.


Kai masih dengan tatapan dinginnya menatap Pria bertopeng dan Wanita itu, tak berselang lama dia tertawa terbahak-bahak. "Hahaha.. Kau memang seorang Peak God tetapi kekuatanmu terlalu lemah di bandingkan mereka." Ucap Kai pada Pria bertopeng tanpa menyembunyikan ejekan di dalam kata-katanya.


Mereka yang Kai maksud adalah para monster yang di temuinya ketika berada di Persimpangan Dimensi. Kekuatan dan kecepatan mereka sama sekali berbeda dengan Peak God, yang ada di Alam Dewa.


"Apa!! Matilah kau bocah!"


Pria bertopeng itu segera berdiri dan meraung marah. Dia segera mengambil pedangnya yang tergeletak di lantai tak jauh dari dirinya.


"Berhenti!! kau cepat hentikan hal yang tak berguna ini.. Kau bukanlah lawan nya." Wanita yang menyamar sebagai resepsionis tadi berkata pria bertopeng dengan nada tinggi.


Dia yang tidak lain adalah Nalan Xing, pemilik Menara Tujuh Warna.


"Ingin melarikan diri? Apa kau berfikir bisa melarikan diri dariku.." Kai mengerutkan kening kemudian melesat maju kearah Nalan Xing dan Penjagaannya.


"Memang benar aku tidak bisa melarikan diri dengan kecepatan ku sendiri, tetapi jangan meremehkan Menara Tujuh Warna kami!"


Nalan Xing kemudian mengeluarkan sebuah kertas kecil dan menyobeknya menjadi dua bagian.


Dengan cepat tubuh mereka menghilang sebelum Kai sadari.


***


Bersambung...