Re-system

Re-system
Membawa Anak-anak Masuk kedalam Dunia Jiwa



Di sebuah Padang Rumput yang penuh pepohonan, Di bawah pohon Mangga kini muncul sebuah kilatan cahaya, karena sekarang siang hari jadi kilatan cahaya itu tidak terlalu silau.


Ketika Kilatan cahaya itu mulai menghilang muncul satu demi satu anak anak dari Panti asuhan disana.


"Whoaa... Indah sekali, Apakah ini surga?" Ucap Hao terpukau, Ia dari dulu tidak pernah meninggalkan panti asuhan, jadi ketika Ia melihat pemandangan indah tanpa sengaja mulutnya mengeluarkan Kata Surga.


Anak-anak lainnya juga sama terpukau nya dengan Hao, Bagaimana tidak terpukau jelas jelas di sana terdapat berbagai tumbuhan, hewan bahkan udara disana sangat sejuk untuk dihirup.


Saat masih terlena dalam pikiran masing-masing, Kak tiba tiba datang entah darimana, "Bagaimana apakah kalian senang? Mulai sekarang hingga seterusnya kalian akan tinggal disini." Ucap Kai mengagetkan Para Anak-anak seta Bibi Yao disana.


Mengelus dada mereka karena kaget, Lin Zhilian mulai bertanya, "Kita sekarang berada di mana Yan ge?" Tanya nya penasaran.


"Kita sekarang berada di Dunia Jiwa." Jawab Kai.


"Dunia Jiwa?"


Melihat kebingungan di wajah anak anak, Kai dengan perlahan mulai menjelaskan, "Dunia Jiwa adalah dunia yang tercipta ketika seseorang telah berada di ranah Raja Dao... Tapi ada beberapa syarat tertentu yang harus dipenuhi, Tak semua Raja Dao dapat membentuk Dunia Jiwa." Jelasnya.


"Raja Dao? Dunia Ciptaan Sendiri?" Semakin Kai menjelaskan Semakin bingung pula anak anak di depannya.


"Sial, aku lupa kalau anak-anak ini belum pernah belajar Kultivasi... Duh bodohnya aku." Batin Kai.


"Baik.. Baik, Nanti ketika kalian belajar BerKultivasi Kalian akan tahu sendiri apa yang Kakak maksud tadi, Untuk sekarang Kalian sebaiknya mandi terlebih dulu. Tak jauh dari sini ada rumah yang pernah ku buat untuk berlatih."


Kai dan para anak anak mulai berjalan kearah Utara, Tak sampai 10 menit berjalan dapat terlihat sebuah rumah mewah dengan tembok yang terbuat dari batu Roh. Ukiran Phoenix yang sangat cantik dapat dilihat disana.


"Apakah itu rumah yang akan kita tinggali?" Hao yang dari tadi sangat bersemangat mulai bertanya.


"Iya, mulai sekarang kalian semua akan tinggal disana. Ada berbagai macam makanan dan bahannya terdapat disana, Jadi jika kalian lapar kalian bebas makan kapanpun."


Setelah sampai di depan pintu Rumah, Kai yang saat itu hendak membuka pintu dikejutkan dengan terbukanya pintu rumah itu. Saat pintu telah terbuka terlihat sesosok Gadis Imut dengan rambut Hitamnya yang di ikat dengan gaya lurus.


"Oh Tuan, apa yang sedang tuan lakukan disini?" Tanya Yi sambil melirik anak anak di belakang Kai.


Terpana dengan kecantikan Yi dengan gaya rambutnya, saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Yi. Kai tersadar dari lamunannya.


"Ehem... Biar kuperkenalkan, ini adalah murid baruku dan mulai sekarang akan tinggal di rumah ini." Ucap Kai mencoba menutupi rasa malunya.


"Ini Yi, Dia adalah adik ku yang menjaga Rumah ini." Lanjut Kai, Ia bingung mau memperkenalkan Yi sepeti apa.


Yi yang diperkenalkan Kai sebagai adiknya menjadi sangat malu, "Blushh..." Seketika Wajahnya yang putih sekarang berubah menjadi kemerahan.


"Tuan apa maksudnya ini." Ucap Yi mencoba berbicara dengan Kai melalui pikiran.


"Maaf, Yi aku bingung harus memperkenalkan mu bagaimana, karena sudah terlanjur anggap saja aku kakak mu sekarang." Ucap Kai sedikit rasa bersalah terlihat di wajahnya.


"Siapa yang ingin jadi adikmu... Aku ingin menjadi wanita mu bodoh!." Batin Yi, dalam hatinya ia sedikit kesal atas apa yang telah Kai katakan.


Tapi Yi tidak menunjukkan ekspresi marahnya melainkan tersenyum, "Silakan masuk, aku akan membuat membuat makanan segera." Ucapnya kemudian pergi kearah dapur untuk membuat makanan.


"Ah Aku juga." Sahut Lin Zhilian.


Melihat Lin Zhilian disana Yi sedikit mengerutkan Keningnya, "Siapa dia? Apakah Tuan memiliki pacar simpanan." Karena kekesalannya Pada Kai. Yi mulai berfikir yang aneh-aneh.


"Plak..." Suara tamparan terdengar di ruangan itu.


"Yi, apa yang kau lakukan, kenapa menampar pipi mu sendiri." Ucap Kai kaget.


"**-tidak apa-apa Kak, tadi ada nyamuk disini." Ucap Yi mencari alasan, Ia sebenarnya menampar pipinya untuk menghilangkan pikiran aneh tentang Tuannya.


Setelah kejadian itu, Yi bersama dengan Bibi Yao dan Lin Zhilian mulai memasak. Sementara itu Kai sedang mengajari anak-anak tentang dasar-dasar Kultivasi.


Hao yang paling menonjol di antara anak-anak lainnya, Ia dengan cepat memahami apa yang telah Kai jelaskan.


Setelah itu, Kai mulai mengajari Hao Ber Kultivasi, Tapi sebelum itu Kai mengolah tubuh lemah Hao agar tidak terjadi hambatan saat ia sedang ber Kultivasi.


Kai memberi Pil Penguat tulang dan Pil Darah, untuk memperkuat Tulang dan Darah yang Hao miliki. Tapi sebum itu Kai telah memperingatkan Hao bahwa untuk memperkuat tulang dan darahnya akan menimbulkan rasa sakit yang luas biasa.


Kak juga bermaksud untuk menguji tekad Hao di sana, Jika seorang Pejuang tidak memilki tekad maka Ia tak akan bisa terus tumbuh menjadi kuat.


"Lanjutkan saja Guru, Aku pasti dapat bertahan dari rasa sakit ini." Ucap Lin Hao dengan penuh percaya diri.


Hao memakan 2 Pil yang Kai berikan tadi, seketika itu, Darah Hao sekarang rasanya seperti mendidih dan Tulangnya terus menerus diolah menjadi lebih kuat.


"Ahh!!!!..." Teriakan Hao yang sangat keras dapat di dengar oleh Bibi Yao dan Lin Zhilian.


Yi yang saat itu bersama mereka mulai menenangkan kedua nya, "Tenang Saja, Mungkin saat ini Kakak sedang memperkuat Tulang dan Darah milik anak-anak itu."


Setelah mendengar perkataan Yi, hati Kedua Orang itu menjadi tenang.


Saat ini Tubuh Hao terus menerus mengeluarkan banyak Cairan Hitam yang memiliki Bau yang sangat busuk. Teriakannya juga sedikit demi sedikit mereda. Hingga akhirnya setelah Proses itu selesai, Hao langsung tergeletak pingsan di tempat.


Kai menggendong nya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Setelah selesai memandikan Hao, Kini terlihat wajah Hao telah sedikit lebih tampan dan juga tubuhnya lebih tinggi dari anak seumurannya.


Karena Hanya Hao saja yang telah memahami dasar Kultivasi, Kai belum mengolah tubuh Anak-anak yang lain.


Setelah 1 jam berlalu, Yi, Bibi Yao, dan Zhilian membawa banyak makanan ke dalam ruang makan. Ada berbagai jenis makanan disana. Anak-anak itu memakan semua makanan dengan lahap. Meskipun begitu mereka masih menyisakan makanan untuk Hao makan, dapat dilihat meskipun banyak makanan enak di depan mata mereka. Mereka semua tidak serakah bahkan menyisakan Makan itu untuk diberikan pada temannya.


Melihat itu semua Kai dapat merasakan kehangatan diantara anak-anak itu. Selesai anak-anak makan, Kai memutuskan untuk kembali ke kota Huo. Sebelum itu Ia berpamitan pada Yi dan juga orang orang dari panti asuhan.


Ia juga telah berpesan pada Yi untuk mengajari anak-anak itu ber kultivasi, walupun dirinya telah mengajarkan dasar-dasarnya tapi untuk teknik budidaya Kai belum mengajari mereka sama sekali.


Selesai berpamitan Kai langsung menghilang menjadi gumpalan Cahaya. Ketika sampai di Kota Huo Kai dengan cepat memasuki Penginapan Tempat Paman Zhong berada.


Tapi saat hendak sampai di penginapan, di tengah jalan Kai tertawa jahat, "Hahaha... Ada seorang yang berani menyerang jiwaku!! Karena kau begitu berani, jangan Salahkan aku jika bertindak kejam."


***