Re-system

Re-system
CHAPTER 66



Istana Rubah Perak~


Aula Pernikahan yang digelar oleh Kaisar Yanchen di Istana menjadi berita Heboh di Seluruh Benua Selatan.


Kabar Menikahnya Pangeran ke Lima dan juga Putri Bungsu Jendral telah menyebar luas ke segala Penjuru Benua Tengah.


Ling Zhukai, Pangeran sampah dan juga merupakan Aib bagi keluarga Kerajaan menikah dengan Hong Wei Putri Bungsu Jendral atau bisa di sebut Wanita tercantik di Benua Selatan.


Awalnya Ling Wu, Pangeran Ketiga Kekaisaran Rubah Perak menolak Pernikahan antara Adiknya dan Juga Hong Lei.


Tapi karena Kaisar Yanchen telah memutuskan Pernikahan ini mau tidak mau Ling Wu hanya bisa menerima Pernikahan itu dengan berat hati.


Di Hari pernikahan antara Ling Zhukai dan Hong Wei, Para Pendekar hebat dan juga Orang Besar di Benua Selatan menghadiri Acara pernikahan itu untuk menghormati Kaisar Yanchen.


"Haa... Aku sebenarnya sangat malas untuk menghadiri acara ini, Tapi karena hubungan Baikku dengan Ling Yanchen aku memaksa diriku datang." Ujar Seroang Pria tua dengan basis Kultivasi Nirwana.


Wanita di sampingnya hanya bisa membalasnya dengan tersenyum canggung, ,"Haha.. Gu Long jika kamu tidak ingin datang kamu tidak perlu memaksa dirimu seperti itu."


Di tengah pembicaraan kedua orang itu datang Kaisar Yanchen menyambut mereka, "Saudara Gu, Saudari Ru... Terima Kasih telah datang di acara Pernikahan putra ku."


Mereka berdua membalas Sapaan Kaisar Yanchen layaknya seorang teman lama.


Ling Zhukai duduk di Kursi pengantin tersenyum bahagia, Ia menatap semua orang yang menghadiri Pernikahan dengan hati berbunga-bunga. Baru kali ini Ling Zhukai merasakan ayahnya peduli padanya.


Kai melirik Istrinya dengan hati berdebar-debar, Rona merah terlihat di Wajah Zhukai ketika matanya dan juga mata Istrinya saling bertatapan.


"Ada apa suamiku? Apa ada yang aneh dengan wajahku hari ini?" Tanya Hong Wei sambil menggoda Kai.


"Ah, ** Tidak ada, Kamu sangat cantik hari ini." Jawab Ling Zhukai malu-malu.


Mereka berdua sangat mesra layaknya Pengantin baru yang saling menyayangi.


Di Pojok aula Pernikahan terlihat Ling Wu dengan Ekspresi kesal menatap Adiknya yang sedang bermesraan dengan Orang yang ia cintai.


"Zhukai Sialan... Beraninya dia mengambil Wei'er dariku... Akan ku pastikan Kau menyesal seumur hidup mu." Gumam Ling Wu penuh amarah.


Ling Wu melototi Zhukai sambil mengeluarkan nafsu membunuhnya tapi sebelum banyak orang yang sadar Ling Hao segera menghentikan nya.


"Adik Wu, Tahan nafsu membunuhmu Sekarang... Apa kau ingin membuat Ayah malu."


Ling Wu menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya, "Kau benar Kakak... Saat ini aku harus mengendalikan Emosi, Tapi awas saja nanti aku pasti akan menyiksa Adik Kelima hingga merasa menyesal telah lahir di dunia ini." Ucap Ling Wu dengan senyuman Jahat.


Saat Acara Pernikahan selesai, Ling Zhukai dan Hong Wei masuk kedalam Kamar yang telah di Siapkan oleh Kaisar Yang sebagai hadiah malam pertama.


"Ehmm.... Sayang, Aaa Apa kita bisa melakukan itu... Yang biasanya pengantin baru lakukan."


"Hahh!!! Siapa juga yang mau melalukan hal itu dengan sampah seperti dirimu..." Jawab Hong Wei dengan Kasar.


Perubahan sifat yang mendadak itu membuat Kai terkejut. Zhukai juga menjadi bingung tentang perubahan tiba-tiba Istri nya.


"Sayang, Kenapa kau bersikap seperti ini..."


"Siapa yang Kau panggil Sayang Hah!! Jika bukan karena Ayahku ingin memperdalam hubungannya dengan Kaisar Yanchen mana Sudi aku menikahi mu." Ucap Hong Wei dengan pandangan jijik.


"Oh Ya... Kau malam ini tidur diluar, Aku tidak Sudi tidur satu ruangan dengan sampah sepertimu."


Kai yang hanya seorang Pembentukan Core Tier 3, tidak sanggup menahan tekanan dari Hong Wei yang merupakan seorang Pejuang Perunggu Tier 6.


Ling Zhukai dengan hatinya yang hancur keluar dari Kamar nya dan berjalan keluar dalam dinginnya malam.


Saat di Jalan kota dirinya berhenti di sebuah rumah makan Kecil yang selalu ia datangi sewaktu kecil dulu.


Saat Pintu terbuka Zhukai melihat seorang Wanita tua sedang memasak sup. Ketika wanita tua itu mendengar suara pintu terbuka, Ia segera menoleh dan melihat Ling Zhukai yang berdiri di depan Pintu.


"Ahh... Pangeran Kai, Kenapa raut wajahmu begitu sedih... Bukankah hari ini adalah Hari pernikahan mu, Seharusnya Anda memasang Senyum ceria Pangeran." Ucap Nenek Pemilik Rumah makan.


Kai yang sudah tidak bisa menahan lagi kesedihannya langsung memeluk Nenek di depannya layaknya seorang ibu.


Karena selama ini hanya nenek ini seorang yang menganggap dirinya bahkan merawat Kai saat semua orang menghina dirinya Hanya nenek Lun seorang yang merawat Kai.


"Haa... Nenek Lun, Ternyata Ayah hanya menjadikan pernikahan ku sebagai pemer erat hubungan antara Keluarga Istana dan Jendral Hong. Bahkan Hong Wei Istriku tidak Sudi tinggal satu ruangan denganku."


Kai menangis tersedu-sedu sambil menceritakan apa yang telah di alaminya di malam pertama Pernikahan.


Nenek Lun tidak bisa berkata apa lagi dan hanya bisa mengelus Kepala Kai layaknya menenangkan seorang anak yang menangis.


"Pangeran tunggu sebentar aku akan menyiapkan Semangkuk Sup hangat untuk anda."


Nenek Lun pergi kearah dapur dan menyiapkan Semangkuk Sup daging yang baru Ia masak, "Silahkan Pangeran..."


Kai yang sudah berhenti menangis mulai memakan Sup yang Nenek Lun buat, Saat suapan pertama tanpa sadar Kai meneteskan air mata Di wajahnya.


"Ada apa Pangeran, Apakah masakannya tidak enak?" Sontak Nenek Lin khawatir.


Kai diam tidak menjawab, Ia menutup mata sebentar dan mulai berkata, "Tidak Nek... Ini hanya Air mata kebahagiaan."


Zhukai menghabiskan Semangkuk Sup di depannya dengan cepat dan pamit kepada Nenek Lun.


Sesudah keluar dari Rumah Makan, Kai mencari sebuah penginapan untuk bermalam karena jika kembali ke Istana dirinya pasti akan di marahi oleh Ayahnya.


Kai yang telah keluar dari penginapan itu tidak mengetahui bahwa ada sesosok Orang asing yang mengikutinya.


Di dalam kegelapan Orang asing itu berkata pelan, "Jadi Nenek itu merupakan orang yang paling berharga bagimu... Aku ingin lihat bagaimana reaksi mu melihat orang yang kau sayangi mati."


Pemuda itu membawa sebilah Golok panjang dan memasuki Rumah makan, Saat Pintu terbuka, Pemuda itu dengan cepat mengayunkan Golok di tangannya hingga menusuk Jantung Nenek Lun, tanpa dapat melihat apa yang terjadi Jantung nenek Lun tertusuk Golok yang membuatnya mati di tempat.


"Hahaha.. Zhukai, aku akan menyiksamu perlahan-lahan sampai akhirnya membunuhmu dengan kejam."


Setelah membunuh nenek Lun, Pria asing itu Keluar dari Rumah makan dan menghilang di malam yang gelap.


Ke Esokan harinya Kai yang terbangun di penginapan mulai bersiap-siap kembali ke Istana tapi sebelum itu dirinya mampir terlebih dulu ke Rumah Makan Nenek Lun.


Sesampainya di sana Kai melihat keramaian orang-orang dan mulai bertanya, "Paman, Apa yang sedang terjadi?"


Paman itu menoleh kepada Kai dan mulai menjawab, "Kudengar Nenek Pemilik Rumah Makan itu kemarin malam di Bunuh oleh orang misterius, Orang itu menusuk jantung Nenek Lun dan membuatnya mati seketika."


Deg


Hati Kai hancur saat mendengar jawaban dari paman di depannya, Ia ingin menangis tapi menangis tidak akan mengubah apa yang telah terjadi.


Kai menahan air mata yang akan keluar dan memasuki Rumah Nenek Lun, Ketika Melihat Mayat Nenek Lun yang tergeletak di tanah dengan perutnya yang penuh dengan Darah, Kai tidak lagi dapat menahan Air Matanya.


Akhirnya Kai menangis di depan Mayat Nenek Lun selama 3 Jam lamanya hingga Akhirnya Kai membawa mayat Nenek Lun dan memakamkan nya di bawah Pohon Persik..


"Nenek Lun, maafkan aku tidak bisa menjagamu tapi aku bersumpah akan membalas dendam terhadap orang yang telah membunuhmu." Ucap Kai penuh tekad.


Ia kembali ke dalam Istana dan menemukan Istrinya sedang berduaan dengan Ling Wu, Zhukai yang merasa cemburu dengan cepat menarik tangan Istrinya dan membawanya pergi.


"Hei... Siapa yang mengijinkan mu membawanya pergi.."


"Dia Istriku tentu Saja-" Belum sempat menyelesaikan Kata-katanya Wajah Zhukai terkena Pukulan yang sangat Keras hingga membuat nya terpental menabrak Tembok.


"Kenapa Kakak memukul wajahku? Aku hanya ingin membawa Istriku kembali..."


"Plak.." Sebuah tamparan yang sangat keras mengenai Wajah Kai tepat dimana Luka memarnya berada.


Ia memandang Hong Wei dengan tatapan tak percaya, "Sayang, Kenapa kau menamparku?"


"Sudah berapa Kali kubilang Jangan memanggil ku Sayang, Aku tidak Sudi dipanggil Sayang oleh orang sepertimu... Cuih." Hong Wei meludahi Wajah Kai sambil menatapnya Jijik.


"Kakak Wu, Apa kau mau memberi Sampah itu pelajaran.."


"Tentu Saja.." Ling Wu mencium Bibi Hong Wei tepat di depan mata Kai.


Tak terima atas apa yang telah kakaknya lakukan Padanya, Zhukai bangkit dan mengepalkan tangan Kanannya bersiap memukul Ling Wu.


"Hiyaa..."


Saat Jarak antara Kai dan Ling Wu terpaut 3 Meter, sebuah tendangan keras tepat mengenai Dada Kai dan membuatnya kesulitan bernafas..


Tak berhenti sampai disitu, Ling Wu juga menginjak-injak Tubuh Kai yang terbaring di tanah hingga membuat Kai kehilangan kesadarannya.


Saat dirinya bangun, Ia menyadari bahwa sekujur tubuhnya telah mati Rasa, Kai mencoba mengerakkan badannya tapi rasa Nyeri yang terdapat di seluruh tubuhnya.


"Aaahh..." Ia berteriak sangat keras tapi tidak ada seorangpun yang merespon.


Akhirnya Kai memutuskan untuk mengerakkan tubuhnya secara perlahan-lahan, 8 Jam berlalu semenjak dirinya tidak dapat bergerak.


Akhirnya selesai menyalurkan Qi ke seluruh tubuhnya Kai perlahan-lahan dapat mengerakkan badannya kembali.


Tubuh Kai penuh keringat yang membuat seluruh pakaiannya basah. Ia pergi ke kamar mandi tapi saat di perjalanan Dirinya bertemu dengan Kakak tertuanya Ling Hao.


"Yoo... Adik bagaimana Keadaanmu?" Tanya Ling Hao pura-pura baik.


"Baik..." Balas Kai singkat.


Ling Hao tersenyum kecil melihat respon Adiknya dan mulai memberitahu Kai sebuah kabar gembira..


"Adik Kelima... Sebenarnya Adik Wu dan juga Adik Ipar Wei ingin meminta maaf kepadamu." Ucap Ling Hao berbohong.


"Benarkah?" Jawab Kai, Dirinya berharap apa yang dikatakan Kakak tertuanya benar adanya.


"Benar, Sekarang mereka berdua menunggu di Taman Istana."


Kai yang sudah tidak sabar bertemu Istrinya langsung bergegas Ke taman Istana walaupun Sekujur Tubuhnya sakit ia tetap berlari kesana.


Tapi saat Kai sampai Disana, Hati Kai hancur berkeping-keping... Pemandangan Yang ia lihat Disana membuatnya terdiam bisu.


Baru saja Ia kehilangan Orang tersayangnya sekarang, Istrinya yang bahkan baru Ia nikahi selama satu Hari telah melakukan Mantap-mantap dengan Kakak ketiganya.


"Ah... Kakak Wu, Kau terlalu kasar." Ucap Hong Wei sambil mendesah Kencang.


"Haha... Adik Wei aku bisa melakukannya lebih kasar lagi."


Kejadian itu di Saksikan Oleh Ling Zhukai di depan matanya sendiri, Perasaan nya bercampur aduk.


Ia dengan sebilah belati Kecil yang berada di sakunya berlari Kencang kearah Ling Wu bersiap menusuknya.


Karena Ling Wu dan Hong Wei terlalu asik melakukan Mantap-mantap, Ia tidak menyadari Kai sedang berlari kearah dirinya.


Saat Belati yang Kai Pegang hampir mengenai Dada Ling Wu, Hong Wei yang menyadari terlebih dulu langsung berbalik dan melindungi King Wu yang membuat nya tertusuk oleh belati yang Kai Pegang


"Adik Wei!!.... Tidak!!!..."


Kai juga terkejut atas Apa yang telah terjadi.. Ia membuang belati di tangannya dan memegangi kepalanya layaknya orang gila.


"Kau!! Kau!!! Beraninya membunuh Adi Wei, Matilah sekarang." Ling Wu tak segan-segan mengeluarkan seluruh tenaga yang ia miliki dan memukuli Kai secara membabi buta.


Ling Zhukai mencoba menahan serangan yang Ling Wu lancarkan dengan kedua tangan, tapi sayangnya Jarak antara dirinya dan Ling Wu terpaut sangat jauh.


Saat Pukulan Ling Wu mengenai tangan Kai, membuat Kai terpental jauh dengan kedua tangannya patah.


Ia berteriak sangat keras menahan rasa sakit dari kedua lengannya, tapi belum selesai disitu Ling Wu mematahkan Keuda Kaki Kau dan membuatnya tidak bisa berdiri.


Teriakan Kai semakin keras hingga menguat Semua orang yang ada di dalam istana mulai berdatangan kesana.


Ling Wu yang emosinya sudah tidak terkontrol Lagi mulai memukul Kepala Kai berniat menghancurkannya, Tapi itu dihentikan oleh sebuah tangan yang menggenggam erat lengan Ling Wu.


Ling Wu menoleh dan melihat Kakaknya sedang menghentikan nya, "Apa maksudnya Kakak.. Kenapa kau menghentikan ku." Ling Wu yang sedang diluar kendali tidak menghiraukan peringatan kakaknya dan lanjut ingin memukul Ling Zhukai yang sudah tidak berdaya di tanah.


"Plak..." Tamparan yang sangat keras mendarat di Pipi Ling Wu dan membuatnya tersadar.


"Apa Kau bodoh, Suara teriakan Anak itu pasti telah membuat semua orang terbangun, Sekarang mungkin mereka sedang dalam perjalanan kesini... Sebaiknya kita serahkan semua keputusannya pada ayah."


Ling Wu mengganguk paham dan melepaskan Cengkraman tangannya pada leher Kai, tapi sebelum ia pergi ia membisikkan sesuatu di telinga Kai.


"Nenek Di rumah makan itu aku yang membunuhnya." Bisik King Wu sambil tertawa jahat.


Mendengar Hal itu Kai sangat marah tapi dirinya tidak bisa melakukan apa-apa selain menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Saat Kaisar Yanchen datang Disana, Ling Wu menjelaskan semua yang terjadi, Tentang Kai yang membunuh Hong Wei dan juga berniat membunuh Dirinya.


Akhirnya Kai mendapat Hukuman Penjara selama Satu tahun penuh dan setiap Harinya ia mendapatkan Cambukan 200 kali.


Penyiksaan Itu Kai lalui setiap hari hingga membuatnya tidak mempunyai niat untuk melanjutkan hidup lagi.


Hingga Setelah satu tahun berlalu dirinya dibebaskan dengan Kondisi tubuhnya yang sangat buruk.


2 Tahun berlalu semenjak Kai keluar dari penjara, Kai menjalani Hari-hari nya dengan tenang.


Sampai akhirnya Ia dan para saudaranya melakukan Perburuan dan berakhir dirinya terkena Tembakan Panah salah satu saudaranya dan membuatnya terlempar ke jurang.


Di dalam Gelapnya Jurang Ling Zhukai yang Masih memiliki sedikit Sisa kesadaran. Berkata dengan angkat pelan.


"Kumohon Siapapun Tolong Bantu aku membantai Habis Keluarga Sialan itu." Kata-kata terakhir Ling Zhukai sebelum Jiwanya mati.


***


Di penginapan yang tidak cukup besar di Desa Bairan, Kai terbangun dari mimpi panjangnya.


"Mimpi Apa itu... Jangan-jangan itu adalah ingatan Diriku yang dulu."


Kak membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dan keluar dari penginapan.


"Ling Hao sekarang Tersisa Dirimu saja.."


...----------------...


Chapter terpanjang yang pernah Author Buat moga-moga kalian Suka... ^_^


See You Babayđź‘‹