
Bam!! Boom!! Duarr!!
Ledakan demi ledakan menghancurkan area hutan tempat Suku Harimau Iblis tinggal. Di atas Langit, Kai dan Tang Shuo saling beradu pukulan.
Sementara di bawah sana, Anggota Suku Harimau Iblis sedang terdesak karena serangan dari Pasukan yang telah Kai panggil dari Dunia Jiwa.
Di hantam oleh serangan dan tekanan dari banyaknya Realm Dewa, Suku Harimau Iblis tidak dapat bertahan lebih lama lagi dan memutuskan untuk menyerah.
Duarr!!
Patriak Suku Harimau Iblis terkena pukulan Zhukai tepat di dadanya dan terpental jauh menabrak tanah.
"Siapa kau? Dengan kekuatan mu saat ini, seharusnya nama mu akan terkenal di seluruh Benua Iblis. Tetapi kenapa aku tidak pernah mendengar mu sama sekali??" Ucap Tang Shuo sambil mencoba bangkit dengan kedua tangannya.
"Kenapa aku tidak dikenal? Tentu saja karena aku bukan berasal dari Benua ini.."
Tang Shuo dibuat terkejut dengan kata-kata Kai yang baru saja ia dengar. Sejak ribuan tahun yang lalu, ia tidak pernah mendengar ada seseorang selain dari Suku Iblis yang dapat bertahan di Benua ini.
Bahkan orang-orang dari Benua Raja tidak berani menginjakkan kakinya disini.
"Omong Kosong!! Bagaimana seseorang selain dari Suku Iblis bisa bertahan di Benua ini!!.." Ujar Tang Shuo tidak percaya.
"Kau tidak percaya? Bagaimana kau bisa begitu bodoh, tentu saja aku disini sebagai buktinya?"
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kai menyerang terlebih dulu dengan sebilah pedang yang tiba-tiba muncul.
Dari pedang yang berwarna biru itu, keluarlah seekor burung yang sangat mirip dengan merpati dengan Kilatan Petir yang begitu menakutkan.
"Roh Pedang!!.." Seru Tang Shuo membelalakkan matanya tidak percaya.
Sementara itu, Zhukai yang saat ini berada di udara melihat Roh Pedang yang sudah lama tidak ditemuinya.
"Yoo, Bagaimana kabarmu? Apakah lukamu sudah sembuh?."
"Hmph, ini semua karena mu, jika bukan karena membantu mu melawan Ratu Nyamuk waktu itu. Aku tidak mungkin terluka parah sampai membutuhkan waktu 10 Tahun untuk sembuh." Ucap Roh Thunderbird dengan sedikit kesal.
"Tetapi, karena mu juga aku dapat menyembuhkan kekuatanku sampai seperti ini.. Terimakasih." Roh Thunderbird berkata dengan tulus.
Tang Shuo merasa bahwa dirinya dianggap sebagai angin lalu menjadi semakin marah, Dia mengumpulkan kekuatannya di otot kaki, setelah itu melompat dengan begitu tinggi di atas langit.
"Grrr.. Habislah kau bocah!!.." Dia meraung dan mengarahkan cakar nya pada tubuh Zhukai..
"Kekeke.. Santai saja orang tua.." Kai terkekeh sambil berteriak, "Telapak Dunia!!.."
Sebuah cahaya putih melintas di udara kosong, membentuk sebuah telapk tangan raksasa dengan Aura menekan yang membuat keseimbangan Tang Shuo goyah.
Serangan yang seharusnya ia arahkan pada tubuh Zhukai beralih mengenai udara kosong.
Tidak tinggal diam, Tang Shuo juga mulai menggunakan salah satu teknik terkuatnya.
"Cakaran Harimau Rimba, Cakar Petir.."
Sebuah cetakan cakar berwarna emas muncul diudara dan itu memiliki tekanan sama dengan Telapak Dunia Zhukai.
Dengan cepat, kedua serangan itu saling menghantam dan saling berbenturan satu sama lain.
Cahaya yang begitu silau membuat Kai dan Tang Shuo menutup matanya. Ledakan akibat tabrakan dua serangan itu membuat hampir seluruh Wilayah Suku Harimau menjadi kawah.
"Sial!! Bahkan dengan teknik leluhur masih belum dapat mengalahkan nya... Sebenarnya siapa pemuda ini." Tang Shuo menggerutu dengan kesal.
Kai dapat mendengar jelas apa yang Tang Shuo gerutukan, "Aku? Haha, hanya seorang pemuda tampan yang memiliki banyak istri dan juga... seorang sultan." Ucapnya dengan nada yang dapat membuat marah bagi pria manapun yang mendengarnya.
Tang Shuo menjadi sangat marah, terlihat urat-urat di tubuhnya muncul di dahi dan disekitar lehernya.
"Cakaran Harimau Rimba, Cakar Iblis.."
Sekali lagi, muncul sebuah cetakan cakar diatas langit berwarna hitam pekat, Cakar itu mengeluarkan sebuah asap hitam yang terlihat seperti racun.
Kai tidak lagi menhan kekuatannya, ia akan segera bertarung habis-habisan dengan Tang Shuo.
"Tranformasi Naga!!.."
Duar!!
Ledakan keras bersamaan dengan berubahnya wujud Zhukai menjadi seekor Naga membuat Tang Shuo sedikit mengernyit.
Ketika perubhana Wujud Kai telah sempurna, dia segera mengambil Pedang Kaisar dk tangan kanan sedangkan Pedang Thunderbird di tangan kiri.
Kekuatannya melonjak kebih jauh lagi, dan dia sekrang sedikit lebih kuat di atas Tang Shuo.
"Tarian Pedang Api... Seribu Pedang Roh.."
Kai dengan gila menyerang dan mengeluarkan teknik-teknik kearah Tang Shuo.
Dibawah banyaknya teknik yang Zhukai keluarkan, Tang Shuo menjadi putus asa.. Dia sudah tidak berfikir lagi bagaimana cara mengalahkan pemuda itu. Sebaliknya, ia berfikir untuk melarikan diri dalam situasinya saat ini.
"Sial Aku harus buru-buru kabur."
Tang Shuo berbalik dan mencoba kabur sejauh-jauhnya dengan perasaan ketakukan dan panik.
"Mencoba kabur? Tidak semudah itulah Go Block..."
Dengan kedua pedangnya yang masih menyala-nyala dengan kobaran Api, Kai menebas kearah Tang Shuo membentuk huruf X.
Dua tebasan pedang dengan hawa yang begitu panas membakar habis seluruh hutan. Tang Shuo yang merupakan sasaran dari tebasan itu hanya berharap bahwa ia tidak mati dibawah serangan Zhukai.
Dengan cepat, dua tebasan itu mengenai tubuh Tang Shuo yang sedang terbang melarikan diri.
Dibawah dua serangan dengan daya ledak yang begitu kuat, Tang Shuo menjerit dengan begitu keras.. Luka bakar terlihat disetiap tubuhnya.. Dia terjatuh dari ketinggian dan menabrak tanah, menciptakan sebuah lubang besar.
Meski begitu, dia tidak kehilangan kesadaran tetapi tubuhnya tidak dapat digerakkan. "Hahh.. Tidak pernah aku sangka inilah akhir hidupku, Hei Bocah kecil. Cepat datang dan bunuh aku."
Kai mendarat dengan kedua kakinya, dia berjalan pelan menuju tubuh Tamg Shuo yang sudah tidak dapat bergerak.
"Membunuhmu? Haha itu tidak mungkin, aku hanya perlu kekuatanmu untuk membantuku menghancurkan Kekaisaran Benua Tiga... Setelah itu, terlepas dari apapun keinginanmu. Kau boleh saja bunuh diri atau melakukan sesuatu yang lain Haha.."
Tang Shuo tersenyum masam, Dia mencoba untuk bangkit tetapi tubuhnya tidak merespon..
"Telan ini!! Itu akan membantumu menyembuhkan luka yang kau alami."
Kai melemparkan sebuah botol kecil yang berisi sebuah Pil penyembuh pada Tang Shuo setelah itu berbalik dan meunuju tempat dimana para Bawahannya berada saat ini.
Di tempat Tang Shuo tergeletak, sedikit senyuman muncul di sudut bibirnya.
"Sudah berapa tahun lamanya aku menjadi bawahan seseorang, 500 tahun? 1.000 tahun? Haha, aku berharap bahwa pria ini akan menjadi orang yang akan mendominasi seluruh Alam Dewa.."
Dia menelan Pil yang Kai berikan, tak berselang lama setelah itu. Dia berdiri dan melesat kearah dimana Kai dan yang lainnya berada...
***
Bersambung...