Re-system

Re-system
Membunuh 100 Peak God Realm



Dengan permusuhan diantara para Binatang Buas lain, Kai memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeluarkan Telapak Ilahi bersamaan dengan Undead miliknya.


"Telapak Ilahi!!.."


Whuss!!


Dari atas langit yang gelap, awan terbuka lebat memperlihatkan sebuah cetakan telapak tangan yang begitu besar dengan cahaya keemasan yang mengelilinginya.


Dengan munculnya Telapak tangan yang begitu besar di atas langit secara tiba-tiba, permusuhan diantara para binatang segera terhenti. Mereka menatap kearah Telapak tangan itu dengan tubuh bergetar.


"Sial!! Siapa orang yang begitu kuat hingga dapat mengeluarkan teknik seperti ini?"


"Mana aku tahu bodoh!! Cepat lari sejauh mungkin atau kau akan mati tertimpa telapak tangan itu!.."


Sementara itu, Kai secara tiba-tiba muncul dengan seringai dingin di wajahnya. "Ingin mencoba kabur? Tidak semudah itu!!.."


Kai mengangkat tangannya dan mulai mengigit jarinya. Seketika, darah mulai menetes keluar, dengan darah itu, Kai mulai menulis sebuah tulisan Kuno di atas udara.


"Zzzzhengg!!..."


"Array Pengekang Tingkat Dewa!! Hiaa..."


Walaupun Profesi Master Array nya masih terbilang cukup rendah. Tetapi dengan bantuan darahnya, Kai dapat membuat sebuah Array tingkat Dewa.


"Sial!! Cepat lari.. Pemuda itu adalah Master Array!!.." Teriak seekor Kerbau dengan ekspresi khawatir di wajahnya.


"Tidak!! Kita terlambat!!.." Menyadari ada yang salah dengan aliran Qi di dalam tubuhnya, seekor beruang mulai berteriak ketakutan.


"Cih!! Dasar manusia licik! Kau menjebak kami dengan trik rendahan seperti ini. Betapa tidak tahu malunya.."


Sementara itu, seringai dingin di wajah Zhukai semakin melebar dan melebar. "Licik? Trik rendahan? Kekeke... Apakah aku peduli dengan semua itu? Sebenarnya kaulah orang idiot itu.."


Kai menyatukan kedua telapak tangannya dengan erat, dia menutup kedua matanya sambil membacakan sebuah mantra kuno dengan cepat.


"Grrraaa!!!.." Kai meraung dengan sangat keras, tepat ketika matanya terbuka. Sebuah cahaya emas mulai muncul disekitar tubuhnya dan segera tersedot keatas langit dimana Tapak Tangan raksasa itu berada.


Whuss!!.


Menerima energi dari tubuh Zhukai, kecepatan dari Telapak tangan itu menjadi semakin cepat. Tekanan yang dikeluarkan juga semakin bertambah. Ini membuat kekhawatiran di hati setiap Biantang yang terjebak di Array Pengekang yang di buat Kai beberapa saat lalu.


"Ini!!.. Apa yang seharusnya kita lakukan." Ujar seekor banteng dengan penuh ketakutan.


"Apalagi yang bisa kita lakukan? Ini semua salah dia! Dasar Elang idiot.." Serigala yang tadi sempat bertarung dengan Elang Api mulai melontarkan kata-kata yang mengejek sambil menunjukkan taringnya yang tajam.


"Seringala lemah, Bahakan dalam situasi seperti ini kau masih ingin bertarung denganku? Apakah kau tidak punya otak untuk berfikir. Dasar Idiot!!.."


Serigala itu melolong dengan penuh amarah, dia melesat dengan begitu cepat dengan cakar tajam nya sudah siap mengoyak tubuh Elang Api.


"Kalian Berdua!! Diam!!.." Sebuah Tekanan yang begitu kuat segera membuat hampir seluruh hewan menunduk. Bahkan ada puluhan Binatang pingsan karena tak kuat menahan tekanan tersebut.


Mata semua orang segera berpindah pada seekor harimau berwarna putih dengan corak hitam di tubuhnya.


Harimau itu menunjukkan sebuah senyuman beringas dengan taringnya yang panjang.. "Tidak mungkin kan? kenapa dia ada disini!!.."


"Hmm, Kau mengenalku?.." Macan Putih itu mengalihkan pandangannya pada seekor banteng yang sedang gemetar ketakutan.


"T–Tentu saja.. B–Bukankah anda adalah salah satu penguasa di Wilayah Selatan.. Huang Chen sang pembantai!!.."


"Heh, ternyata aku terkenal juga... Baiklah, cukup main-main nya. Aku akan segera menghancurkan Array ini.." Huang Chen berkata sambil meregangkan otot-otot nya yang kaku.


"T–Tapi.. Bukankah kita semua tidak bisa menggunakan Qi di dalam Array ini, jadi bagiamana kita bisa menghancurkan Penghalang ini.." Ucap Kerbau itu pada Huang Chen.


"Tch, siapa yang peduli tentang itu.. Dengan kekuatan fiskku saja sudah cukup untuk menghancurkan penghalang ini hingga berkeping-keping.." Huang Chen berkata dengan begitu angkuh, dia mengorbankan tangannya dan mulai memukul kearah penghalang.


Bang!!


Tidak ada kerusakan yang terjadi pada penghalang, sebaliknya terdengar sebuah teriakan keras dari Huang Chen.


Sementara itu, diatas langit Kai menahan tawa melihat tingkah lucu yang di tunjukkan oleh Huang Chen.


"Jika kau bisa menghancurkan nya dengan mudah, maka Array ini tidak pantas disebut Array tingkat Dewa." Kai terkekeh kemudian segera mengubah Tubuhnya kedalam Tubuh Iblis menggunakan Teknik Penguatan Tubuh.


Telapak tangan yang turun dari atas langit kini semakin mendekat kearah sekelompok Binatang Buas yang terjebak di Array Pengekang.


"Tidakk!! Selamat Aku!!.."


"Tolong tunggu manusia yang agung, A–Aku bersedia menjadi bawahanmu.. Tolong selamatkan aku.."


"..."


Berbagai teriakan putus asa dari para Binatang Buas kembali terdengar jelas di telinga Zhukai. Tetapi bagaimanapun Kai tidak berniat untuk mengampuni nyawa satupun dari mereka.


Duarr!!


Tepat ketika Telapak tangan raksasa mengenai Sekelompok Binatang Buas, Ledakan keras timbul menghancurkan 1000 m² area disekitarnya.


Ding! Ding! Ding!


Rentetan pemberitahuan dari System terdengar memenuhi kepala Zhukai. Kai menatap tajam kearah tanah yang baru saja di hantam oleh Telapak Ilahinya.


[Kai Gege membunuh 72 Binatang Buas Peak God Realm, Dewa Ilahi Tahap Bumi. Mendapatkan 28,8 Kuadriliun Poin System, mendapatkan 57,6 Poin Pengalaman]


[Kai Gege membunuh 20 Binatang Buas Peak God Realm, Dewa Ilahi Tahap Langit. Mendapatkan 10 Kuadriliun Poin System, mendapatkan 20 Kuadriliun Poin Pengalaman]


[Kai Gege membunuh 8 Binatang Buas Peak God Realm, Dewa Ilahi Tahap Surga. Mendapatkan 4,8 Kuadriliun Poin System, mendapatkan 9,6 Kuadriliun Poin Pengalaman]


Tanah yang begitu luas kini hancur membentuk sebuah lubang berbentuk Telapak tangan raksasa.


"Cukup bagus anak muda!! Sayangnya, serangan kecil seperti tidak cukup untuk membunuhku.."


Diantara ratusan mayat yang baru saja Kai bunuh, terlihat sosok pria jangkung dengan wajah yang cukup tampan untuk seorang pria paruh baya.


Setelah mendapat serangan yang sangat kuat dari Zhukai, Tubuh Pria paruh baya itu tidak terlihat terluka sedikitpun, tetapi pakaian yang di pakaian terdapat sobekan yang cukup jelas.


Duarr!!


Hanya dalam sepersekian detik, Kai terkena sebuah pukulan keras yang membuatnya terpental sangat jauh ketanah.


Bahkan setelah mendapatkan pukulan keras seperti tadi, Kai terlihat begitu linglung. "Apa? Sejak kapan dia ada disana?"


"Hahaha, Lemah sekali kau manusia!!" Pria paruh baya itu tertawa lantang sambil mengejek Zhukai dengan kata-katanya.


"Keke.. Apakah benar begitu?" Kai secara tiba-tiba muncul dibelakang pria paruh baya dengan tangannya yang sudah terkepal dan siap memukul Pria itu kapan saja..."


Bang!!


Tetapi, tidak seperti yang Kai harapkan. Pukulannya tertahan oleh telapak tangan dari pria paruh baya itu.


"Apa!! Dia bahkan tidak menoleh." Kai menggerutu kesal dalam hatinya.


"Kau sangat cepat pemuda! Tetapi itu saja tidak cukup untuk mengalahkan ku!!.."


Banmmm!!


Kai kembali dikirim jauh ke tanah dengan memuntahkan Seteguk darah dari mulutnya.


"Uhuk!! Uhuk!! pria ini terlalu kuat.. Tubuh Iblis, Title Dewa Bintang!!.."


***


Bersambung..