Re-system

Re-system
Kemunculan Kembali Yi dan Yui



"Mereka berdua? Apa maksudmu? Apa hubunganku dengan mereka?" Kai terlihat sangat bingung dan mengajukan banyak pertanyaan sekaligus.


Dewa Bintang masih mempertahankan senyumnya, dia tertawa kecil dan menjawab semua pertanyaan Zhukai kecuali pertanyaan yang berkaitan tentang kehidupan pertamanya.


"Yi dan Yui, mereka sebenarnya bukan entitas System. Sama seperti dirimu, Mereka dulunya adalah manusia yang telah hidup untuk waktu yang sangat lama hingga karena alasan yang tidak diketahui, mereka berdua akhirnya menyatu dan berubah menjadi Artefak terkuat. Re–System!."


Entah dengan alasan apa, perkataan dari Dewa Bintang membuat Kai semakin bingung.


"Aku sudah menduga hal ini, sebaiknya memang aku tidak perlu mengatakan hal-hal seperti itu." Dewa Bintang menghela.nafas ketika melihat ekspresi Zhukai yang sangat bingung.


Tubuh Dewa Bintang mengeluarkan sebuah cahaya yang begitu terang, dia menatap Zhukai dengan senyum dan berkata.


"Kurasa tugasku disini telah berakhir. Ingatlah hal ini, jangan berfikir balas dendam dengan kekuatanmu saat ini. Sudah ratusan ribu tahun berlalu, mereka mungkin sudah menjadi eksistensi yang sangat kuat."


"Carilah Wukong ketika kau sudah tiba di Dunia Ilahi, Dunia Ilahi tidak hanya satu, ada ribuan Dunia Ilahi di atas sana."


Dengan perkataan terakhirnya, serpihan jiwa dari kehidupan keduanya berubah menjadi cahaya putih dan terserap masuk kedalam tubuhnya.


Kesadaran Zhukai kembali ditarik oleh sebuah kekuatan yang tidak diketahui. Tiba-tiba, suara yang sudah cukup lama tidak dia dengar kembali terdengar ditelinga nya dengan sangat jelas.


[Karena kekuatan dari Bintang, waktu peningkatan System berkahir...]


[Kai Gege, bagaimana kabarmu. Apakah kamu merindukanku?]


Suara dari seorang gadis yang sangat imut membuat hati Zhukai menjadi sangat tenang.


"Ya, tentu saja aku merindukan kalian berdua.."


Whusss!!


"Haaahhh!! Haaahhh!.."


Tubuh Zhukai yang terbaring diatas tanah yang lembab tiba-tiba melakukan sebuah gerakan. Perlahan kedua matanya terbuka, hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit yang terbuat dari batu.


"Tunggu dulu, dimana ini.."


Kai buru-buru bangkit dan menatap ke sekitarnya. Selain dirinya, Yu Chi Lan, Biao Jian, dan Meng Nie sedang terbaring tidak sadarkan diri.


"Lan'er, Jian'er.." Kai yang sangat khawatir segera berlari kearah mereka dan memeriksa kondisi tubuh mereka bertiga.


Setelah memastikan bahwa mereka baik-baik saja, Kai bernafas dengan lega.


"Hahh, membuatku takut saja."


"Apakah mereka juga sama sepertiku? Terjebak di dunia dimana sihir dan pedang ada? Jika iya..."


Kai menghela nafas sambil tersenyum gembira. Karena saat ini dia jelas adalah Dewa Bintang, ia bisa masuk kedalam Dunia yang diciptakannya sesuka hati.


Tetapi yang paling penting saat ini adalah mengeluarkan mereka bertiga dari sana.


Kai membacakan mantra-mantra kuno hingga kesadarannya kembali tertarik masuk kedalam ruangan Bintang.


Di depannya, terlihat 7 bintang kecil yang terus berputar dalam satu poros.


Kai mengecek bintang itu satu persatu dan akhirnya menemukan beberapa Yi Chi Lan dan yang lainnya.


Kai tidak dapat menekan rasa bahagia dalam hatinya, dia segera mengeluarkan mereka bertiga dari bintang itu.


Ketika kesadarannya kembali kedalam tubuhnya, Kai membuka matanya. Hal yang membuat Kai terkejut bukanlah Yu Chi Lan dan yang lainnya tetapi sosok wanita berambut putih panjang yang baru saja masuk kedalam Goa dengan membawa satu kendi air di tangannya.


Kendi itu terjatuh dari tangannya dan gadis itu berlari dan masuk kedalam pelukan Zhukai.


"Kamu.. Kamu akhirnya bangun." Wei'er Yunlan tidak dapat menahan lagi kebahagiaan dalam hatinya, dia terus menangis dalam pelukan Zhukai.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja.." Kai tersenyum dan membelai dengan lembut bagian belakang kepala Wei'er Yunlan.


Wei'er Yunlan yang perlahan mulai tenang berbalik dan menatap ketiga wanita yang masih terbaring pingsan diatas tanah.


Kai menggeleng, "Tidak, hanya mereka berdua kekasihku. Dia.. Kau bisa menyebutnya rekan."


Wei'er Yunlan mengangguk, dia sama sekali tidak masalah dengan Kai yang memiliki banyak istri. Meski awalnya dia terlihat tidak senang, tetapi melihat Zhukai yang masih mencintainya, Wei'er Yunlan sama sekali tidak keberatan.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, ketika malam hari telah tiba. Yu Chi Lan adalah yang pertama terbangun di antara mereka bertiga setelah itu disusul Meng Nie dan Biao Jian.


Yu Chi Lan dan Biao Jian terpaku ketika melihat Zhukai sedang duduk menatap kearahnya.


"Apakah kalian berdua merindukanku?" Kai tersenyum lebar dan membuka pelukannya.


Seketika, dua wanita itu berlari dan memeluknya dengan sangat erat.


"Bodoh! Tentu saja kami merindukanmu."


Sementara Meng Nie sendiri, dia sudah pergi terlebih dulu ketika Zhukai sedang asik melepas rindu dengan kekasihnya.


"Kakak, siapa wanita ini." Melihat bahwa ada sosok wanita berambut putih di belakang Zhukai, Biao Jian bertanya dengan penasaran.


"Dia adalah saudari batu kalian, namanya Wei'er Yunlan. Kalian bisa memanggilnya Yunlan."


Wei'er Yunlan menatap Yu Chi Lan dan Biao Jian kemudian mengangguk dengan begitu anggun.


"Whoaa.. Ibu-ibu, lihat telinganya.. Kakak perempuan, bolehkah aku menyentuhnya?" Mata Biao Jian berbinar-binar sambil menatap Wei'er Yunlan penuh harap.


"Emm, baiklah."


Dengan persetujuan dari Wei'er Yunlan, Biao Jian dengan bersemangat memainkan telinga panjang itu hingga membuat Wei'er Yunlan mendesah cukup keras.


"A–Adik, jangan memainkannya terlaku kasar.."


Biao Jian berhenti, "Maaf kakak, karena terlaku bersemangat jadi aku kelewatan."


Wei'er Yunlan tersenyum, dia sama sekali tidak memedulikan hal itu. Sebaliknya, dia sangat senang memiliki teman baru.


Mereka menghabiskan malam di dalam goa. Yu Chi Lan, Wei'er Yunlan, dan Biao Jian tidur dalam satu kasur. Sementara Zhukai masih duduk bersandar pada sebuah dinding batu dengan kedua matanya terpejam.


"Yi, Yui, kalian berdua keluarlah.."


Sinar cahaya tiba-tiba muncul di dalam goa, tepat di depan Zhukai. Dua sosok gadis cantik memakai gaun putih panjang berdiri didepannya dengan senyuman manis di wajah mereka berdua.


"Kai Gege..."


Yi dan Yui segera datang dan memeluk Zhukai di sisi kanan dan kirinya. Mereka mencium Zhukai secara bergantian dan mulai melepas pakaian mereka.


"Hei-hei.. Tunggu dulu. Bukankah kalian terlalu bersemangat."


Serah tidak peduli dengan apa yang Kai katakan, Yi terus menciumnya dengan sangat bernafsu sementara Yui sendiri menggunakan mulutnya untuk bermain dengan adik kecil Zhukai.


Dalam situasi itu, Kai secara reflek membuat sebuah penghalang agar tidak menganggu Yu Chi Lan dan yang lainnya yang sedang tidur.


Dengan cepat, Kai memasukkan adik kecilnya kedalam lubang milik Yi sementara dia dengan ganas mencium bibir Yui dan beralih ke lehernya.


"Ahh.. Ahhnn~.."


Mereka berdua mendesah mengeluarkan suara yang begitu menggoda. Kai sudah tidak ingat kapan terakhir kali dia melakukan itu dengan mereka berdua.


Ketika dia telah memasukkan benihnya kedalam milik Yi, dia beralih melakukan hal yang sama pada Yui.


Mereka bertiga terus melakukan hubungan intim hingga fajar tiba.


***


Bersambung.