
Kai mematung di tempatnya, dia begitu bahagia mendengar kabar itu. Ia berterima kasih pada Carlos dan mengatakan sesuatu sebagai bayarannya.
"Haha, itu tidak perlu senior, tetapi jika senior benar-benar bisa membantu. Apakah senior bisa membunuh raja cahaya untukku?"
Kai terkejut dengan permintaan Carlos, tetapi ia juga tidak ingin tahu tentang alasannya.
"Baiklah, kau bisa mendapatkan berita kematian itu nanti malam. Kalau begitu selamat tinggal." Kai berbalik dan melambaikan tangannya setelah itu menghilang seketika.
Sementara Carlos sendiri hanya mematung di tempatnya, "Hah, mana mungkin aku meminta permintaan bodoh seperti itu. Kurasa aku tidak bisa membalaskan dendam istriku lagi."
Dia kembali masuk kedalam bar dan bersenang-senang menghilangkan tekanan di dalam pikirannya.
Zhukai sendiri datang kesebuah alun-alun kota, disana dia bisa melihat Wei'er Yunlan dengan wajah manis sedang duduk dan menikmati sesuatu yang mirip dengan sandwich.
Kai menghampirinya dengan senyum di wajahnya, "Apa yang sedang kau makan?"
Wei'er Yunlan terkejut dengan kedatangan Kai yang tiba-tiba, dia menatap sekilas kemudian menjawab.
"Tentu saja ini enak tidak seperti belut–.." Perkataannya terhenti, ketika dia mengatakan sesuatu tentang belut. Itu mengingatkan nya tentang dia dan Zhukai yang sedang berhubungan.
"Eee, apakah kamu barusan memikirkan hal mesum!?" Kai tertawa sambil menggodanya.
"Mana ada, a–aku hanya memikirkan sandwich ini kok."
Melihat sikap Wei'er Yunlan yang malu-malu, itu sangat imut hingga membuat hati Zhukai berdetak semakin cepat.
Dia mengalihkan pandangannya kearah lain sambil berkata, "Ahh, aku sudah menemukan informasi nya, saatnya pergi."
"Benarkah? Ayo pergi apa yang kita tunggu lagi." Wajah Wei'er Yunlan semakin cerah, dia menarik lengan Zhukai dan berlari pergi.
"Tentu, sebelum itu..." Seringai jahat terukir di wajah Zhukai yang tampan.
Sebuah bayangan hitam yang secara tiba-tiba muncul tepat di sampingnya segera menghilang.
Malam hari di kerajaan cahaya tepatnya di istana kerajaan. Disebuah ruangan yang begitu besar dan mewah, sosok pria paruh baya dengan kumis panjang di wajahnya sedang melakukan hubungan intim dengan seorang gadis remaja.
"Ahhh, Rajaku kamu terlalu hebat.." Ucap gadis itu dengan wajah puas.
"Hehe, tentu saja! jika aku tidak hebat, bagaimana aku bisa menjadi raja." Ucap pria itu dengan bercanda.
Craattt!!
Ketika pria paruh baya yang merupakan raja kerajaan cahaya melakukan hubungan intim dengan gadis remaja itu. Tiba-tiba, sebuah belati kecil menembus jantungnya yang seketika membunuh raja itu tanpa bisa bersuara.
Sedangkan pembunuhnya adalah sebuah bayangan hitam yang seketika menghilang tepat ketika belati itu menusuk jantung raja kerajaan cahaya.
"Aaahhhhh...!!!"
Teriakan yang begitu keras terdengar dari ruangan raja. Prajurit istana dengan cepat berdatangan dan masuk kedalam sana.
Terlihat di atas kasur, tubuh raja kerajaan cahaya terbaring telanjang berlumuran darah dengan sebuah belati menusuk di jantungnya.
Sementara di mayat raja, seorang gadis remaja berusia 17 tahun telanjang dengan tubuh bergetar ketakutan.
Ketika prajurit itu bertanya pada gadis remaja itu, jawaban yang dia berikan hanya sebuah bayangan hitam dengan mata merah menyala.
Kabar tentang terbunuhnya raja kerajaan cahaya dengan cepat menyebar keseluruh penjuru kota.
Kabar itu sendiri sudah terdengar di telinga Carlos, dia sangat terkejut dengan kabar itu dan benar-benar tidak menyangka apa yang dikatakan pria yang ditemui nya tadi siang benar adanya.
"Terimakasih!! Akhirnya istriku bisa mati dengan tenang."
***
Jauh di gunung kesatria, karena malam hari itu hujan sangat deras. Jalanan disekitar gunung sangat berlumpur dan membuat perjalanan mereka sedikit melambat.
Dua orang dengan jubah yang menutup tubuh mereka berjalan naik keatas gunung. Mereka berdua tidak lain adalah Zhukai dan Wei'er Yunlan.
"Menurut apa yang dikatakan oleh Carlos, tebing len berada di gunung ini.
"K–Kurasa cuaca saat ini tidak mendukung, bagaimana kalau kita beristirahat terlebih dulu." Wei'er Yunlan berkata memberi saran.
Kai mengangguk, dia bersama dengan Wei'er datang kebawah pohon sekaligus mendirikan tenda.
Kai sendiri sudah setengah telanjang segera naik keatas dan terlentang diatas sana sambil menatap Wei'er Yunlan sebagai mangsa yang lucu.
Melihat tatapan Zhukai yang mengarah padanya, Wei'er Yunlan memerah dan buru-buru berkata.
"M–Mesum, apa yang coba kau pikirkan?"
"Mwehehe, kenapa masih bertanya? Bukankah kamu sudah tahu jawabannya." Kai menatap tajam pada Wei'er Yunlan bagai predator yang melihat mangsanya.
Sekujur tubuh Wei'er Yunlan bergidik, tetapi ia masih terus melangkah maju dan naik keatas kasur.
"J–Jangan terlalu ganas malam ini oke?" Wei'er Yunlan memerah merona, dia berkata dengan malu-malu sambil melepas pakaiannya.
"Heh, baiklah..."
Dengan berlalunya waktu, hujan telah berhenti dan waktu itu adalah siang hari. Di dalam tenda, Zhukai terbaring dengan Wei'er Yunlan yang tertidur di bahunya.
"Yunlan, kamu terlihat cantik dengan penampilan aslimu." Ucap Zhukai tersenyum sambil menyingkirkan rambut Wei'er Yunlan yang menutup wajahnya.
Melihat Wei'er Yunlan yang masih tertidur dengan pulas Kai tersenyum kecil kemudian mencium keningnya.
"Istirahatlah dengan baik, kita akan bertarung sekuat tenaga besok."
Pagi harinya, Wei'er Yunlan terbangun dari tidurnya. Dia mengusap matanya sambil menguap beberapa kali.
"Dimana dia?" Melihat Zhukai tidak ada di sampingnya, ia berdiri dan berjalan keluar tenda.
Ha! Ha! Ha!..
9996!! 9997!! 9998!! 9999!! 10000!!
Di luar tenda, Zhukai dengan tubuh telanjang mengayun pedangnya sebanyak 10000 kali hingga dia berhenti mengayun.
"Yunlan kamu sudah bangun– Ehh?"
Kai terkejut ketika dia berbalik, tepat di depan matanya. Seorang wanita dengan telinga yang panjang dengan rambut silver menatapnya penuh cinta.
"Hmm, Apa yang terjadi hari ini? Kenapa kamu terlihat begitu bahagia?" Kai menancapkan pedangnya kedalam tanah dan mendekat pada Wei'er Yunlan sambil menyeka keringat di tubuhnya.
"Tidak, hanya saja ketika kita meninggalkan dunia ini setelah mengalahkan Raja Naga Hitam. Apakah kita bisa bertemu lagi?" Wei'er Yunlan menatap kearah lain dengan suara yang begitu sedih.
Kai tersenyum, dia mendekat mengangkat tangannya untuk menyentuh kepala Wei'er Yunlan.
Dia menarik kepala Wei'er Yunlan dan menaruhnya di dadanya, "Kenapa kita harus berpisah, sudah aku bilang bahwa kau akan bertanggung jawab. Ketika kita keluar, aku akan mengenalkan mu pada istriku yang lain."
Rasa hangat mengalir dalam tubuh Wei'er Yunlan, dia menatap pria di depannya yang tersenyum cerah pada dirinya.
Rasa sedih di hatinya menghilang digantikan oleh perasaan hangat, "Baiklah.."
***
Di tebing yang ada di puncak gunung, Zhukai berdiri sambil menatap lapisan pelindung yang berada tepat di depan nya.
Pelindung itu memiliki kekuatan yang familiar dengannya, itu tidak lain adalah kekuatan dari Dewa Bintang.
"Karena aku mempunyai Title Dewa Bintang, seharusnya aku bisa membuka pelindung ini."
Kai mengaktifkan Title Dewa Bintang, seketika terjadi perubahan pada penampilannya.
Kai mengeluarkan energi bintang dari telapak tangannya dan mengalirkannya kedalam pelindung itu.
Retakan mulai terjadi pada pelindung itu bersamaan dengan energi gelap yang terus merembes keluar dari celah retakan.
Detik berikutnya, suara tawa dari seseorang terdengar begitu jahat. Tekanan yang sangat kuat menekan Zhukai dan Wei'er Yunlan.
"Khahaha, Setelah ratusan tahun menunggu. Aku Raja Naga Hitam, akhirnya keluar!!.."
***
Bersambung.