
Slashh!!
Potongan lengan Long Tian yang memegang panah terbang di udara dan terjatuh tepat beberapa meter darinya..
"Arghh... Lenganku!!" Long Tian menjerit menahan rasa sakit dari lengan kirinya, aliran darah mengalir deras dari bagian lengan kiri Long Tian yang terpotong..
Saat rasa sakit perlahan menghilang, dia melihat Zhukai dengan niat membunuh yang begitu pekat.
"Apakah sudah cukup bermain-mainnya? Kenapa masih belum keluar!" Ucap Kai dengan dingin sambil mengeluarkan tekannya ke seluruh area yang berada 10 meter darinya..
Whuss!!!
Puluhan orang segera keluar dari balik pohon dan semak-semak yang ada, mereka semua adalah tetua dari Keluarga Long.
Long Tian cukup terkejut untuk sesaat, tetapi di detik berikutnya senyuman di wajahnya semakin melebar..
"Kau bahkan mengetahui ini? Aku benar-benar terlalu meremehkan dirimu.. Tetapi jangan sombong hanya karena–.."
Ucapannya terhenti ketika Kai melepaskan sebuah pukulan keras di perutnya..
Bang!!
Long Tian terpental beberapa meter jauhnya, dia segera memegangi perutnya yang sakit akibat pukulan keras yang Kai berikan.
Seteguk darah mengalir keluar dadi mulutnya.
"Terlalu banyak bicara!! Sebaiknya kau pikirkan bagaimana cara agar bisa lolos dari situasi ini.."
Kai menghilang dan muncul kembali di depan Long Tian, "Mampus Kau..."
Duarr!!
Kai memukul tepat di kepala Long Tian, ledakan keras terdengar ketika kepala Long Tian meledak dan memperlihatkan isi kepalnya, mata, otak, dan lain sebagainya.
Tetapi Kai tidak berhenti disitu, dia mengambil sebuah belati dan menebas dengan cepat membentuk pola segitiga.
Segera, tubuh Long Tian mengeluarkan sebuah cahaya putih yang tidak lain adalah jiwanya. "Hmph.. Api Neraka, bakar itu!!"
Whuss!!
Bara api berwarna hitam muncul dan menyala-nyala Seperti siap membakar apapun yang ditemuinya.
Jiwa Long Tian yang saat ini sedang mencoba kabur dari jangkauan Api Neraka seketika terbakar tak bersisa, kejadian barusan seketika membuat teror yang begitu menakutkan di hati setiap tetua yang ada.
"Patriak.. Tidak mungkinkan!! Sial, kita harus segera melarikan diri atau–"
Slashh..
Kepala tetua itu segera terpisah dari tubuhnya berada, ia bahkan tidak tahu bagaimana ia bisa terbunuh.
Swosshh..
Slashh..
Duarr!!
Kai menghilang dan muncul kembali, tepat dimana ia muncul, pasti akan ada salah satu diantara mereka yang terbunuh.
"Tidakk!!..–"
Kai membunuh ke-lima belas tetua dari Keluarga Long dengan begitu mudah. Setiap Kai muncul, ia terlihat seperti seorang malaikat maut yang siap mencabut nyawa siapapun yang ditemuinya.
Ding..
[Kai Gege berhasil membunuh 15 Orang Middle God, Kaisar Dewa Tahap Akhir. Mendapatkan 150 Triliun Poin System, mendapatkan 300 Triliun Poin Pengalaman]
[Kai Gege berhasil membunuh 1 Kaisar Dewa Half Step, mendapatkan 15 Triliun Poin System, 30 Triliun Poin Pengalaman]
"Hmmm.. Mereka memiliki harta yang cukup bagus.." Kai berjalan mendatangi setiap mayat sambil mengambil Cincin ruang yang ada.
Tiba-tiba, tatapannya terhenti pada Busur bercahaya yang merupakan senjata yang digunakan Long Tian untuk melukainya waktu itu.
Kai berjalan dan mengambil busur itu, sudut mulutnya terbuka dan dia berkata. "Yi'er.. Analisis.."
Ding
Nama : Busur Cahaya.
Kelas : Tingkat Setengah Dewa (Rendah)
"Woaa.. Tak pernah Kusangka akan mendapatkan harta seperti ini di Dataran Xuan.."
"Yui, Pelajari keterampilan dasar memanah.."
Ding
[Kakak laki-laki menggunakan 1 Poin System untuk mempelajari keterampilan memanah]
"1? Haha ini murah sekali.."
Setelah berbagai metode memanah muncul di kepalanya, pandangan Kai lurus dengan mata menyala.
Dia segera menarik benang yang ada di busur hingga membuat busur itu melengkung. Sebuah cahaya berwarna perak tercipta dan semakin membesar..
Whuss!!
Titik cahaya yang perlahan membentuk anak panah melesat dengan cepat kearah selatan, tak berselang lama setelah anak panah itu melesat. Sebuah ledakan keras terjadi dan hampir menyebabkan salah satu wilayah Keluarga Long hancur..
"Whoaa.. Panah ini luar biasa!!" Kai memfokuskan matanya dan menyuntikkan sedikit Qi.
Pandangannya seketika meluas, dia melihat area yang terkena serangannya kini berubah menjadi kawah yang cukup besar.
"Haahh.. Meski panah ini luar biasa, sayangnya menyerang dari jarak jauh bukanlah gayaku.." Kau segera memasukkan busur besar itu kedalam Inventory setelah itu dia berjalan mendekat kearah mayat Long Tian dan tetua lainnya..
Kai segera merubah penampilannya kedalam mode Necromancer, dia mengeluarkan asap hitam dari tangannya yang kemudian asap hitam itu masuk kedalam tubuh Long Tian dan tetua lainnya.
"Summon!!"
Whuss!!
Perlahan-lahan, mayat dari Long Tian dan tetua lain mulai bangkit dan menatap Kai dengan tatapan kosong tanpa emosi.
"Habisi anggota Keluarga Long yang lain tetapi jangan menyakiti ataupun membunuh orang-orang yang tidak memiliki hubungan dengan Keluarga Long.."
Kai segera menanamkan kesadaran nya kedalam ke-enam belas Undead setelah itu dia berbalik dan mulai melesat pergi.
Sementara itu, Jiuyang Lin saat ini terlihat sedang bertarung dengan puluhan ribu Kultivator dari Keluarga Long.
Tanah tempat mereka bertarung, tergeletak ratusan mayat dengan bekas luka di bagian leher dan dada mereka.
Jika bukan karena pelindung Kai saat ini, Jiuyang Lin mungkin sudah hancur berkali-kali. "Ha Ha Ha.." Jiuyang Lin menarik nafas terengah-engah sambil menyeka keringat yang mengucur dari dahinya.
"Kapan Kai Gege akan datang.. Aku mungkin sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi."
Sementara itu, puluhan ribu Kultivator yang melihat retakan dari Pelindung Jiuyang Lin mulai Tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha.. Teman-teman, dia sudah tidak dapat bertahan lebih lama lagi.." Seorang pria paruh baya berkata dengan banyak bekas luka di di sekitar tubuhnya.
"Cih, kita kewalahan karena pelindung transparan yang melindungi Tubuhnya. Haha sekarang setelah pelindung itu hancur, kita akhirnya bisa membunuhnya.."
"Wajahnya juga sangat cantik, bagaimana kalau kita nikmati dia dulu sebelum membunuhnya?"
"Haha, itu saran yang cukup bagus!! Ayo segera kerahkan seluruh kekuatan kalian untuk menghancurkan penghalangnya.."
Whuss!!
Di hantam oleh puluhan ribu serangan dari ranah Middle God, Jendral Dewa dan Prajurit Dewa. Retakan di pelindung Jiuyang Lin semakin membesar dan tak butuh waktu lama pelindung itu akhirnya pecah.
"Ahhh..." Dari tekanan puluhan ribu Kultivator, Jiuyang Lin segera berlutut. Ia merasakan rasa sakit seperti tulangnya remuk tertimpa puluhan ribu Ton.
"Uhukk!! Uhukk!!..." Jiuyang Lin meludahkan beberapa teguk darah dari mulutnya yang kemudian membuat pandangannya semakin kabur..
"Ahh, aku tidak bisa bertahan lebih lama.. Sayang kapan kamu akan datang!"
Tepat ketika Jiuyang Lin hendak mengeluarkan kata-kata terakhirnya, sebuah bayangan hitam secara tiba-tiba muncul di depannya dan menghadang serangan yang begitu banyak itu.
"Kerja bagus Lin'er, Aku akan menangani sisanya kamu bisa istirahat terlebih dulu.."
****
Bersambung..