
Sementara itu, Kai yang baru saja keluar beberapa meter dari kediaman gurunya dapat mendengar dengan jelas suara erangan dari Lin Shen Yue.
"Sial, dasar pak tua itu... Jika ingin melakukannya tunggu aku pergi terlebih dulu bodoh." Kai mengutuk iblis pedang dalam hatinya, di detik berikutnya Kai segera menghilang menjadi cahaya putih.
Ketika Kai muncul, itu adalah di sebuah Padang rumput yang hijau dan penuh dengan burung-burung yang terbang di atas langit.
"Hmm, udara disini memang yang terbaik."
Kai berjalan kearah sebuah pohon mangga yang sudah berbuah dan memetik buah itu. "Emm, sangat manis.."
Setelah menghabiskan satu buah mangga itu, Kai segera berjalan kearah sebuah rumah yang cukup dekat dengannya berada saat ini.
Tok Tok Tok..
"Sayang, aku pulang.."
Klak!!
Pintu terbuka, sosok wanita yang begitu cantik dengan senyuman berseri-seri datang menyambut kedatangan Kai.
"Hubby? Kenapa kamu lama sekali pulang! Apa kamu tahu kakak Chiyan dan yang lain sangat merindukanmu." Dia adalah Yola, karena Budidaya Kultivasi Keluarga. Kultivasi nya saat ini adalah Middle God, Jendral Dewa Tahap Awal.
"Haha, maaf maaf.. Panggil semua orang untuk datang menemui ku ke taman. Aku ingin memberitahukan sesuatu kepada semua orang." Kai berkata sambil tersenyum dan mengelus-elus kepala Yola.
Yola dengan patuh mengangguk dan segera masuk kedalam rumah untuk memanggil saudarinya yang lain.
Tak berselang lama, ke-tujuh orang segera keluar dari dalam rumah. Mereka semua segera berjalan ke taman dimana Kai saat ini sedang menunggu mereka semua.
"Sayang, apa yang ingin kamu beritahukan pada kami semua?"
Kai tersenyum kecil dan menatap Ke-tujuh Istrinya penuh dengan kerinduan. "Cepat bersiap, aku akan mengajak kalian semua pergi keluar, kalian bisa menyebutnya sebagai kencan."
"Kencan? Apa itu Kai Gege, Apakah bisa dimakan?" Jiang Lin bertanya dengan salah satu alisnya naik,
Sementara itu, Yi, Yui, Yola, dan Chiyan hanya bisa tertawa mendengar perkataan kata-kata Jiang Lin barusan.
"Kenapa kalian menertawai ku? Apakah itu lucu?" Jiang Lin sedikit marah mendengar keempat saudarinya mentertawakan nya.
Chiyan menghela nafas dan mulai menjelaskan arti dari kencan pada Jiang Lin.
"Ah, jadi seperti itu..." Setelah tahu arti dari kencan, Jiang Lin tersipu malu ketika mengingat kembali apa yang dikatakannya tadi.
Setelah mereka semua selesai bersiap-siap, Kai membuka sebuah portal transparan yang berada tepat di depan mereka semua.
Dengan cepat, mereka semua segera masuk kedalam kedalam Portal. Kai mendekat kearah Chiyan dan merangkulnya kedalam pinggangnya.
"Ayo masuk.." Kai menatap wajah Chiyan dan memberinya sebuah senyum hangat.
Dengan anggukan kecil dari Chiyan, mereka berdua segera berjalan masuk kedalam portal.
Ketika mereka semua telah keluar, hal pertama yang mereka lihat adalah pemandangan yang sangat indah dari puncak gunung.
"Whoaaa.. Ini sangat indah! Sayang, apakah kamu tinggal disini." Xue Yu berbalik dan bertanya pada Zhukai.
"Iya, tapi itu hanya untuk sementara.. Karena guru sudah memiliki rencana, mungkin aku akan segera pergi." Jawab Kai.
Kai membuka Inventory dan mengeluarkan sebuah Kapal yang cukup besar yang terbuat dari lapisan Batu Roh.
"Tunggu apalagi, cepat naik.."
Mereka semua mengangguk dan berjalan naik keatas kapal. Setelah Kai dan Chiyan naik keatas kapal, Kai melepas rangkulannya dan berjalan kearah kemudi kapal.
Dengan mata terpejam, Kai mengalirkan Death Aura kedalam tangan kanannya dan bergumam pelan.
"Summon!!.."
Whuss!!
Waktu berlalu dengan sangat cepat, Kapal yang Kai naikinjuga hampir sampai ke sebuah kita yang berada di wilayah Kerajaan Xumeng.
"Kita akan turun disini, akan menarik perhatian jika kita turun di sekitar kota."
Setelah kapal turun, Kai dan Ke-tujuh Istrinya segera turun. Ketika semua orang sudah turun dari atas kapal Kai segera memasukkan kembali kapal yang dinaikinya kedalam Inventory.
Jarak mereka ke kota hanya terpaut 10 mil jauhnya, jika berjalan mungkin akan membutuhkan beberapa menit untuk sampai.
"Terlalu lama jika kita berjalan, cepat pegangan padaku.."
Whuss!!
Dengan langkah bayangan, Kai sampai di depan gerbang hanya dalam waktu kurang dari satu tarikan nafas.
Sebelum Kai bisa masuk kedalam kota, dia dihadang oleh penjaga gerbang yang menjaga kota itu.
"Jika ingin masuk, bayar 1 batu raja terlebih dulu."
Setelah membayar 1 Batu Raja sebagai biaya masuk, Kai dan Ke-tujuh Istrinya segera berjalan masuk kedalam kota.
Kota itu bernama kota Langit Hitam, salah satu kota terbesar di Kerajaan Xumeng. Hanya dari pandangan sekilas, Kai sudah tahu bahwa orang terkuat yang ada di Kota ini hanyalah Chaos God Tahap Jendral.
"Sayang, kita akan kemana?" Yi berjalan maju dan bertanya mewakili ke-enam saudarinya.
"Pertanyaan yang bagus. Karena ini kencan pertama kita, apa yang kalian semua inginkan?" Kai menatap ke-tujuh istrinya sambil memasang senyum penuh semangat.
"Aku ingin baju baru.." Jiang Lin adalah yang pertama menjawab, karena dia hanya memiliki sangat sedikit baju di Dunia Jiwa, dia sangat bosan karena memakai baju yang sama setiap hari.
"Ah, Aku juga.."
"Aku juga..."
"...."
"Baiklah sudah diputuskan, aku akan menemani kalian mencari baju baru.." Kai memejamkan kedua matanya.
Setelah kedua matanya terbuka, cahaya emas terpancar keluar darinya. Itu adalah Mata Ilahi, Kai ingat menggunakan itu pertama kali ketika memasuki Labirin di makan kuno.
Dengan bantuan mata Ilahinya, Kai segera menemukan sebuah toko baju terbesar di Kota Langit Hitam.
Dia membawa Istrinya kesana. Tepat ketika Kai dan Ke-tujuh Istrinya sampai, dia segera di sambut oleh seorang resepsionis wanita yang cukup cantik.
"Halo tuan, apakah ini pertama kalinya anda datang kemari?"
"Benar, darimana kamu tahu itu?"
"Itu karena saja mengingat semua pembeli yang datang kemari."
Kai mengangguk dan segera meminta resepsionis itu untuk membawa Kai dan Ke-tujuh Istrinya mencari baju terbaik di toko itu.
"Kalau begitu ikuti saya.."
Setelah mengikuti resepsionis wanita itu, Kai dan Ke-tujuh Istrinya sampai disebuah ruangan yang berisi baju-baju yang sangat indah.
"Ini adalah ruangan yang berisi baju-baju terbaik di toko kami. Jika tuan tidak memiliki perintah lain, saya akan segera pergi."
"Terimakasih, ini untukmu.." Kai melemparkan satu batu raja pada resepsionis wanita yang memandu dia tadi.
Resepsionis itu terkejut pada awlanya, setelah berterima kasih dia segera berjalan pergi..
"Kenapa kalian diam saja, apakah kalian tidak jadi membeli baju?... Oh benar, bagaimana jika begini. Kalian semua akan memilih satu buah baju, orang yang berpakaian paling cantik akan mendapat hadiah khusu dariku.."
***
Bersambung..