
"Hahaha, lihatlah, Murong Xin sangat Sexy dengan pakaian barunya." Seorang tamu lelang dengan angka 4 digit menyuarakan suaranya.
"Hmph, dia selalu terlihat Sexy setiap lelang." Yang lainnya mencibir sambil menjawab.
Ada banyak orang yang tertawa mendengar itu, sementara Murong Xin sama sekali tidak peduli. Dia sudah mendengar banyak ucapan seperti itu selama dia memimpinnya acara lelang.
"Baiklah semuanya, acara lelang akan dimulai, dan untuk pembukaannya adalah..."
Murong Xin berbalik, dia mengambil sebuah kotak yang terbuat dari kayu dengan ukiran naga di setiap sisinya.
Murong Xin tersenyum, dia membuka kotak kayu itu dan sebuah cahaya hijau keemasan memenuhi setiap sudut lelang semesta.
Ketika cahaya hijau keemasan dari kotak kayu perlahan meredup, semua orang bisa melihat sebuah pil berwarna hijau dengan aroma yang sangat harum.
Bahkan dengan hanya mencium aromanya saja, pikiran Zhukai menjadi semakin tenang.
"Pil apa ini? Yi'er, bisakah kamu identifikasi kan pil itu?" Zhukai bertanya sedikit penasaran.
Dia tidak pernah melihat pil seperti itu di dunia ilahi, apalagi pencampuran setiap herbal di dalamnya sangat seimbang.
Ini adalah jenis pil terbaik yang pernah Zhukai lihat.
Ding.
[Pil ini bernama pil jiwa Kai Gege, alasan mengapa pil ini bisa membuat pikiran Kai Gege menjadi jernih, itu karena adalah efek asli dari pil itu]
[Pil jiwa tidak bisa meningkatkan Kultivasi seseorang, tetapi sebaliknya itu hanya meningkat fokus seseorang dan menjernihkan pikiran. Pil ini tidak berguna bagi seorang Kultivator, tetapi untuk seorang Alkemis, pil jiwa sangat berharga]
Zhukai mengangguk, dia sedikit terkejut ketika mendengar semua informasi yang Yi ucapkan Ia tidak pernah menyangka bahwa pil seperti itu ada. Ini juga menambah pengetahuannya terhadap Alkimia.
Sesaat ketika Murong Xin memperlihatkan pil itu pada semua tamu lelang, hanya ada beberapa orang yang tertarik.
Itu karena semua orang yang menghadiri lelang semesta biasanya adalah seorang Kultivator, dan mereka juga menginginkan suatu hal untuk meningkatkan kekuatan.
Pada akhirnya, Pil jiwa terjual pada seorang tamu lelang dengan nomor 1322 dengan harga 100 Poin Angkasa.
Murong Xin menatap semua orang dan minat bahwa antusias mereka menurun. Dia tersenyum kemudian mengeluarkan satu buah kotak lagi.
"Karena barang pertama lelang sedikit membosankan, maka aku akan membuat ini sedikit menarik." Murong Xin tertawa menggoda.
Di balik topeng yang menutup sebagian wajahnya, tatapan matanya sangat tajam, jika ada orang yang melihat wajahnya saat itu, mereka akan jelas jatuh dalam tatapan Murong Xin.
Klakk!!
Kotak kayu itu terbuka, tidak seperti barang pertama yang mengeluarkan aroma harum. Barang kedua tidak mengeluarkan aroma apapun.
Tetapi anehnya, para tamu lelang menjadi diam, mereka mematung ketika melihat bahwa apa yang ada di dalam kota adalah sebutir pil hitam.
Bahkan Kai tidak merasakan sedikitpun energi spiritual di dalam pil itu.
Tetapi di detik berikutnya, lapisan hitam yang membungkus pil hitam perlahan retak. Saat itu juga, energi spiritual secara perlahan merembes keluar dari celah pil itu.
"
Dan setelah beberapa detik berlalu, semua lapisan hitam menjadi retak bersamaan dengan terjadinya ledakan energi spiritual dari dalam pil.
"I–Ini..."
Kai sama terkejutnya dengan yang lain, ia tidak bisa merasakan seberapa besar energi spiritual yang keluar dari dalam pil itu.
Kai juga tidak bisa membayangkan seberapa besar peningkatannya ketika berhasil memurnikan Pil itu.
"Hehe, aku tahu kalian semua pasti terkejut. Ini adalah Pil pemurnian roh, jika orang yang mengkonsumsi Pil ini ada di ranah yang lebih tinggi dari God of Creation. Efek yang di dapat dari Pil ini hanya setengahnya saja. Tetapi..."
Murong Xin berhenti berkata, dia menyeringai kemudian melanjutkan ucapannya.
"Jika pil ini dimurnikan oleh seseorang dengan Kultivasi di bawah God of Creation, efek yang di dapat adalah ... 99 persen."
"Untuk harga awal adalah 2000 Poin Angkasa, setiap peningkatan tidak ada batasan." Ucap Murong Xin.
"4.000 Poin Angkasa."
"5.000 Poin Angkasa."
Harga tawaran terus naik untuk jumlah yang cukup signifikan, tetapi untuk para tirani lelang semesta. Pil tersebut layaknya sampah.
"15.000 Poin Angkasa, ayolah teman, aku membutuhkan Pil ini untuk menerobos." Seorang pria dengan nomor LS-6650 berkta memohon pada yang lainnya.
"Omong kosong!! Kau pikir hanya kau satu-satunya yang hendak menerobos. 18.000 Poin Angkasa." Seorang wanita dengan nomor LS-5826 berkata acuh.
"20.000 Poin Angkasa.'
Harga untuk pil pemurnian roh terus naik hingga mencapai jumlah yang tak terduga.
Itu adalah 40.000 Poin Angkasa.
Murong Xin sedikit tersenyum, harga untuk pil pemurnian roh sedikit diluar ekspektasinya.
Ia menduga bahwa harga untuk pil pemurnian roh adalah 30.000 Poin Angkasa, tetapi setelah mendengar tawaran seseorang yang mencapai 40.000 Poin Angkasa, Murong Xin sangat senang.
Tepat ketika dia hendak mengatakan sesuatu, seseorang dengan nomor LS-334570 menaikkan harga tawarannya.
"50.000 Poin Angkasa."
"Wow, pendatang baru itu mulai mengeluarkan tawarannya. Kurasa barang ini akan menjadi miliknya." Suara seorang pria tua terdengar berbisik pada teman disampingnya.
"Kau benar, aku tidak tahu darimana pendatang baru itu berasal. Tetapi tidak lama, dia akan menjadi salah satu tirani rumah lelang."
Jauh dari tempat mereka, seseorang dengan nomor lelang LS-63 mencibir sambil tertawa keras.
"Menjadi salah satu tirani lelang? Apa mereka berfikir untuk menjadi salah satu tirani adalah hal yang mudah? Pfftt, aku bahkan ingin tertawa hanya dengan mendengarnya."
Reaksinya tidak jauh berbeda dari beberapa tirani lainnya, mereka semua mencibir orang yang mengatakan omong kosong itu.
Sementara itu, diatas panggung, Murong Xin sedikit mengigit bibirnya kesal.
"Dia? Kenapa bajingan tidak tahu malu itu bisa muncul kembali? Bukankah aku sudah memblokir namanya dari daftar tamu." Murong Xin berkata dalam hatinya menatap Zhukai dengan niat permusuhan.
Meski dia sudah terbiasa dengan perkataan banyak orang, tetapi kejadian dimana dia mendapat serangan jiwa dari seseorang adalah yang pertama kali.
Ia bahkan tidak mau mengingat bagaimana perasaan ketika kekuatan jiwa yang Kai keluarkan menjelajahi setiap sisi tubuhnya.
Tetapi karena saat ini dia masih menjadi pemimpin lelang, Murong Xin tidak mau mengacaukan lelang hanya karena dendam pribadinya.
"50.000 Poin Angkasa, apakah ada orang yang menawar lebih tinggi?"
Setelah berselang beberapa detik, tidak ada lagi orang yang menaikkan tawarannya.
"Karena tidak ada yang menaikkan harga tawaran, maka pil pemurnian roh akan menjadi milik tamu lelang nomor LS–.."
"60.000 Poin Angkasa." Suara seorang gadis dengan nomor lelang LS-31 menyela.
Setelah membeku sesaat, semua orang dikejutkan dengan perkataan itu. Bahkan Murong Xin sendiri cukup terkejut dengan penawaran yang tiba-tiba.
Hal yang sama juga terjadi pada Zhukai, dia terkejut dengan penawaran dari seorang tamu lelang.
Tetapi apa yang membuatnya lebih terkejut adalah bahwa orang menawar adalah salah satu tirani lelang semesta.
Detik berikutnya, Zhukai sedikit tersenyum, dia mengangkat bibirnya dan menaikkan harga tawarannya sekali lagi.
"70.000 Poin Angkasa."
****
Bersambung