Re-system

Re-system
Pertemuan Dengan Matriak Ras Phoenix Kuno



Pulau Terapung memiliki satu buah kota besar yang seukuran dengan luas Pulau Terapung. Di sekeliling pulau terapung, terlihat sebuah Array yang membuat pulau tersebut dapat melayang diatas udara.


Meski Kai sudah melihatnya untuk beberapa kali, dia masih saja sangat kagum dengan orang yang berhasil membuat Array tersebut.


Dalam perjalanan, Kai melihat banyak sekali Phoenix hidup didalam kota layaknya manusia biasa.


Tetapi yang membuat Zhukai terkejut adalah fakta bahwa hampir semua Phoenix disana memiliki basis Kultivasi True God Realm, terkecuali anak-anak dan remaja.


"Kita sudah sampai!.." Salah seorang tetua berkata dengan dingin.


Dua lainnya mengangguk dan menyuruh Kai dan Biao Jian untuk segera turun dan masuk kedalam sebuah Istana yang begitu besar dan sangat megah.


"Ini terbuat dari batu raja..." Kai menatap dinding istana yang berwarna biru berkilau dengan sedikit rasa kagum.


Bahkan di Alam Dewa, menggunakan batu raja sebagai bahan pembuatan istana merupakan sesuatu yang sangat merugikan.


Sementara itu, Biao Jian yang telah mengubah wujudnya menjadi gadis remaja yang cantik mulai memeluk erat lengan Zhukai.


"Jangan takut Jian'er, jika ada seseorang Nyang menakutimu aku akan memberinya pelajaran!." Kai berkata penuh percaya diri.


Biao Jian mendengar hal itu hanya tertawa kecil dan semakin erat memeluk lengan Zhukai. Perasaan takutnya menghilang digantikan oleh kehangatan yang meresap kedalam tubuhnya.


"Hihi, kakak memang yang terbaik."


Tiga tetua yang mendengar ucapan Zhukai penuh kepercayaan diri tidak dapat menahan tawa di dalam hati mereka.


Siapa Matriak mereka? Dia adalah sosok yang sangat kuat yang bahkan mampu bersaing dengan Ras-ras kuat lainnya di zaman dulu.


Bahkan sebelum Benua Ashura terbentuk, Ras Phoenix, Ras Naga, Ras Qilin, dan Ras-ras kuat lainnya adalah orang yang berkuasa di Alam Dewa.


Dan Matriak Phoenix waktu itu adalah seseorang yang sangat kuat dengan basis Kultivasi Immortal God Tahap Abadi.


Disaat perang berkecamuk, Matriak Ras Phoenix memimpin ribuan Phoenix lain dan membuat Dunia Kecil dengan penghalang kuat agar tidak membiarkan orang lain masuk.


Tok! Tok! Tok!..


"Matriak, mereka telah tiba.." Ucap salah seorang tetua mengetuk pintu ruangan sebanyak tiga kali.


Klak!


Pintu besar itu terbuka, tepat ketika Zhukai dan Biao Jian masuk. Mereka berdua dapat melihat sosok wanita yang duduk diatas sebuah juris dengan tekanan yang sangat kuat menekan Kai dan Biao Jian disampingnya.


"Jadi kalian berdua penyusup itu!!.."


Biao Jian yang tidak dapat menahan tekanan itu segera berlutut dan merasakan rasa sesak di dada kirinya.


Kai tidak berdiam diri, dia mengaktifkan salah satu Title hingga membuat Kultivasinya melonjak hingga ranah Chaos God tahap Raja.


Dia mengibaskan tangannya menbuat sebuah lapisan pelindung tipis untuk melindungi Biao Jian dari tekanan Matriak Ras Phoenix.


"Ho, pria ini memiliki wedikit kemampuan rupanya." Matriak Ras Phoenix menyeringai kecil, tangan yang digunakan untuk menyangga kepalanya mulai terangkat.


Deg–


Tekanan lebih kuat dari tadi menimpa Kai dan Biao Jian, tekanan tersebut seketika memecahkan pelindung tipis yang sudah Kai buat.


Sementara itu, Biao Jian yang sudah bisa bernafas lega kini kembali berlutut dan meludahkan darah dari mulutnya.


"Tch!!.. Penguatan Tubuh : Tubuh Suci!.."


Fisik Zhukai segera berubah, rambut hitamnya telah memutih sepenuhnya dengan dua pasang sayap muncul di balik punggungnya.


Tekanan yang Matriak Ras Phoenix kuno keluarkan segera tertahan oleh tubuh suci yang Kai miliki.


"Hehehe menarik!! Sudah lama aku tidak bertemu lawan yang sebanding denganku.." Patriak Phoenix itu segera berdiri dan berjalan pelan menuruni tangga.


Perlahan-lahan, wajahnya mulai terlihat. Sosoknya yang begitu elegan sekaligus tegas menatap Zhukai dan Biao Jian dengan tajam.


Rambut panjang berwarna merah menyala terurai oleh hembusan angin, serta pinggang ramping dan juga wajahnya yang sangat cantik. Hanya sekilas, Kai dapat mengatakan bahwa Matriak Ras Phoenix kuno adalah sebuah keindahan dengan daya tarik tersendiri.


"Tidak mungkin!.." Kai mending tak percaya ketika menyadari bahwa Matriak Ras Phoenix kuno memiliki wajah yang hampir mirip dengan Biao Jian.


Perbedaannya, Biao Jian memiliki wajah cantik lembut dan sangat polos. Sedangkan Matriak Ras Phoenix memiliki wajah cantik dan begitu dewasa.


Bukan hanya itu, dua buah dada yang tergantung di tubuh Matriak Ras Phoenix sangat besar.


"Bajingan mesum! Apa yang barusan kau lihat."


"Apa yang aku lihat? Bukankah kau sudah sadar. Aku melihat sebuah keindahan disini.. Apalagi itu gratis!!.." Kai mengejek sambil mengeluarkan seringai diwajahnya.


"Kamu..." Wajah Matriak Ras Phoenix kuno memerah padam, dia begitu marah kepada Zhukai dan mulai menyerang Kai dengan dua bola api yang baru saja tercipta.


"Matilah!!.."


Dua bola api dengan hawa yang sangat panas menerjang kearah Zhukai, itu begitu cepat sehingga sangat sulit untuk diikuti oleh mata telanjang.


Meski begitu, kai yang telah membuka mata Ilahi dapat mengetahui arah serangan drai dua bola api itu dan menghindar dengan cukup mudah.


Crash!!..


Meski sudah menghindar, salah satu lengan Zhukai sedikit terbakar oleh serangan tadi.


"Hmm, ini sangat sulit dihindari.." Kai mengepakkan sayapnya dan mulai membuat mulutnya.


"Raungan Naga!!.."


ROARRR!!!..."


Raungan yang begitu keras memekakkan telinga setiap orang yang berada di ruangan itu. Sementara itu, Kai telah melapisi Biao Jian dengan salah satu pelindung terkuat nya dengan menggunakan darahnya untuk menciptakan pelindung tersebut.


"Kakak..." Ujar Biao Jian sedikit khawatir menatap pertarungan Zhukai dari sudut ruangan.


Sementara itu di lantai, terlihat Matriak Ras Phoenix yang acuh tak acuh mendapat serangan balasan dari Zhukai.


"Apakah ini serangan terkuat mu? Jika iya, kau terlalu mengecewakan!!.." Matriak Ras Phoenix kuno terkekeh sambil pelan.


Dia menghilang kemudian muncul kembali tepat dibelakang Zhukai.


Boomm!!


Meski Kai sudah mencoba menghindar, dia masih sedikit terlambat dan terkena pukulan dari Matriak Ras Phoenix tepat di punggungnya.


Duarr!!


Lantai ruangan hancur dengan pecahan batu raja tersebar dimana-mana. Zhukai yang merasakan tulangnya baru saja remuk menggertakkan giginya menahan rasa sakit.


Kai bangkit dan mengusap noda darah yang tertinggal di sudut mulutnya. Dia mengaktifkan Title Dewa Bintang dan Teknik Auman sang kera. Itu menbuat Kultivasinya melonjak hingga di ramah Dewa Surgawi.


"Telapak Ilahi!!.."


Kai menggabungkan kedua tangannya dan mulai memanggil kedua Api ilahi miliknya.


Whuss!!!


Seketika bara Api yang begitu panas muncul dan menyelimuti kedua tangan Zhukai. Bara api berwarna ungu di tangan kirinya sedangkan bara Api berwarna merah berada di tangan kanannya.


Dari gabungan kedua api ilahi itu, tercipta sebuah cetakan telapak tangan di atas udara.


"Hiatt!!.."


Kai melepaskan serangan nya hingga membuat hembusan udara yang cukup kencang, para Tetua yang ada di dalam ruangan memutuskan untuk pergi keluar secepatnya karena tidak ingin terkena serangan Zhukai.


Sementara itu, dari tubuh Matriak Ras Phoenix muncul sebuah aura berwarna merah menyala. Matriak Ras Phoenix mengangkat tangannya dan membentuk sebuah lapisan pelindung untuk menhan serangan Zhukai.


Sayangnya, pelindung yang telah Matriak Ras Phoenix buat hanya dapat bertahan selama dua tarikan nafas setelah itu hancur berkeping-keping.


Duarr!! Booomm!!..


Ledakan yang begitu keras tercipta, Zhukai yang sedikit kelelahan menatap jejak ledakan di depannya.


Tetapi detik berikutnya, sebuah tawa yang begitu keras menggema di seluruh ruangan.


"Hahahaha... Kau memaksaku membuka salah satu segel ku bajingan!!.." Matriak Ras Phoenix memejamkan kedua matanya dan mencabut sebuah anting yang terpakai di telinga kanannya.


Sekarang, Kekuatannya melonjak sebanyak dua kali lipat!


***


Bersambung..